Menyakitkan jika mengingatnya, menyedihkan saat menjalaninya, mengecewakan saat melihatnya, itulah cinta.
"Naura ?" ucap orang tersebut memastikan orang dihadapannya ini
"Siapa ? hiks,,, hikss,,," tanyaku tidak mengenali orang yang mengajakku bicara
"Kamu Naurakan ? yang bermain bersamaku saat di panti asuhan ?" tanya anak itu lagi
"Deg !" Bayangan itu muncul, potongan mimpi yang terasa nyata itu hadir. Rasa sakit saat dipukuli oleh wanita yang ku anggap ibu, rasa menyalahkan diri karna tidak patuh, rasa yang menyesakkan dada
"Tidak, aku tidak bermain ke panti asuhan. Aku bukan anak yang nakal... hiks,,, hiks,,, " ucapku sambil menahan sakit diperut, ada perban dikepala menutupi luka yang cukup dalam dan besar serta beberapa lebam yang nyeri diwajahku
Itu semua ku dapatkan dari orang yang ku anggap tulus ternyata palsu, dari seorang yang ku anggap pelindung ternyata penjahat, Cinta dari segala bentuk itu menyedihkan Bukan ? Adakah Cinta yang tulus di dunia ini ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ralia Imutz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 8_ Masa Lalu Dinda
"Bunda, apa yang terjadi dengan aunty ?” Tanya ulang Aydin
“Sayang, kamu tau dimana ayahnya Aisyah ?” Tanya Naya, Aydin hanya menggeleng menjawab pertanyaan Naya
“Laki-laki itu meninggal mereka disaat Dinda masih mengandung dan tidak pernah kembali sampai sekarang. Laki-laki seperti itu tidak pantas disebut seorang Ayah” ucap Bunda
“Bukankah mereka harusnya saling mencintai ketika memutuskan untuk menikah Bunda ?” Tanya Aydin
“Cinta itu ada banyak sayang, salah satunya cinta yang palsu. Ketika Dinda mulai membangun usahanya selulus SMA, dia mulai mandiri. Kamu taukan bisnis milik aunty ?” Tanya Naya
“Online shopkan Bunda ?” Tanya Aydin
“Iya, betul sekali” jawab Naya
“Saat itu, Dinda sedang bergebu-gebu untuk bisa mandiri dan membahagiakan ibu. Disaat seperti itu datang seseorang membantunya, memberikan modal secara sukarela, membantu usaha tersebut sampai mereka akhirnya jatuh cinta. Awalnya mereka merasakan manisnya cinta dan mereka merasa bahwa mereka cocok sehingga memutuskan untuk membawanya ke jenjang lebih serius. Bunda dan nini melihat laki-laki itu juga sepertinya dia baik dan penuh kasih” cerita Naya berhenti sejenak untuk mengambil nafas dalam.
Dia masih ingat bagaimana wajah berseri adiknya saat memberitahu niat mereka tersebut.
“Kakak, bagaimana menurut kakak dengan Mas Ari ?” Tanya Dinda saat itu mereka berada didapur menyiapkan camilan
“Hm, dari cerita kamu sepertinya dia baik dan perhatian” komentar Naya
“Iya kak, Mas Ari sangat perhatian dan dia begitu memanjakan Dinda” cerita Dinda antusias, baru kali ini Naya melihat adiknya bersemangat
“Apa kamu sudah yakin de ?” Tanya Naya lagi
“Iya kak, orang tua Mas Ari juga sudah setuju. Mereka tinggal dikontrakan dekat toko Dinda” ucap Dinda
“Apa kamu nyaman dengan dia ?” Tanya Naya lagi
“Dinda nyaman kok kak, tapi Ayahnya sedikit menakutkan” ucap Dinda jujur
“Ada apa dengan calon Ayah mertua kamu ?” Tanya Naya penasaran
“Agak sangar dan bertato kak” ucap Dinda sedikit bergidik
“Hahaha, terus Apa kamu yakin tinggal satu rumah dengan mertua kamu ?” Naya tertawa melihat ekspresi Dinda
“Tidak, Dinda akan tinggal dirumah sendiri bersama Mas Ari nanti” ucap Dinda
“Hm, apa kamu merasa dia tulus ?” Tanya Naya
“Maksud kakak ?” Tanya Dinda tidak mengerti
“De, setiap orang melakukan sesuatu pasti ada tujuannya. Kamu tau kenapa Ari tiba-tiba datang dan membantu kamu ?” Tanya Naya
“Karena dia baik, dia melihat Dinda kesusahan saat mencari modal sehingga dia meminjamkan modal untuk Dinda” jawab Dinda
“Tapi sebelum itu dia orang yang sering membully kamu disekolah, yakan ?” Tanya Naya
“Darimana kakak tau ?” tanya Dinda kaget
“De, kakak dan Mas selalu mengawasi kamu diam-diam. Kami tau apa yang terjadi pada kamu dan sebisa mungkin untuk menyelesaikannya tanpa menganggu kamu” jawab Naya membongkar yang dia lakukan sembunyi-sembunyi selama ini
“Kakak tidak percaya dengan Mas Ari ?” Tanya Dinda
“Bukan begitu de, kakak hanya berdiskusi untuk membuat kakak yakin melepas kamu. Kaka menyayangi kamu” ucap Naya mengambil kedua tangan adiknya dan mengelus pelan
“Hm…” respon Dinda hanya menunduk
“Kakak mau nanya, kamu tahu bagaimana masa lalu dan kondisi sekarang Ari itu ? apa kamu bisa menerimanya ?” Tanya Naya
“Dia memang buruk dimasa lalu kak, sekarang dia mulai berubah. Dinda yakin dimasa depan ketika kami sudah berumah tangga dia akan lebih baik lagi” ucap Dinda dengan yakin
“De, kakak boleh menasehati kamu. Kakak rasa kamu akan tersakiti jika bergantung dengan harapan. Manusia memang bisa berubah, namun ketika kamu tidak bisa menerima masa lalu dan dirinya yang sekarang kamu akan tertatih-tatih untuk mengubahnya. Yakinkan lagi dirimu de, lihat lagi ketulusannya” ucap Naya khawatir untuk melepas adiknya
“Kakak jangan memandang sebelah mata Mas Ari, dia baik kak” ucap Dinda membela orang yang dicintainya
“Iya de, kakak tau. Dia baik sama kamu, namun baik itu hanya luar saja. Semua orang juga ingin dipandang baik oleh orang lain, namun lihat kedalam mereka apakah kebaikan itu tulus ?” ucap Naya lagi
“Dinda keluar dulu” ucap Dinda mengacuhkan Naya
“Hummf…” Naya hanya bisa menghela nafas
Singkat cerita merekapun menikah, lima bulan diawal mereka menjalani mahligai rumah tangga dengan bahagia. Semunya nampak sesuai dengan harapan Dinda, Naya lega jika kekhawatirannya selama ini salah. Namun tak berapa lama setelah itu, dia terkejut dengan sebuah ketukan pintu dipagi hari.
“Tok,,, tok,,, tok,,,” Seseorang mengetuk pintu bukan memencet bel yang ada
“Ceklek” Naya membuka pintu dan kaget saat melihat Dinda yang datang kerumah dengan keadaan wajah yang memar
“De kenapa ?” Tanya Naya kaget saat membuka pintu disuatu pagi
“Hiks,,,hiks,,,” Dinda hanya menangis sambil memegangi perutnya
“Masuk dulu de” ajak Naya membawa Dinda ke ruang tamu dan meminta bi Lastri menyiapkan air minum
“Ada apa ? siapa yang melakukan ini ?” Tanya Naya khawatir
“Aww, perut Dinda kak” ucap Dinda kesakitan
“Kenapa de, dimana sakitnya ?” Tanya Naya mulai panik
“Kakak telephone Ibu ya buat bantu kita” ucap Naya mengambil handphonenya
“Jangan kak, jangan beritahu ibu” ucap Dinda mencegahnya
“Hem, Mas Derya sedang tugas di luar pulau. Sopir juga sedang mengantar Aydin. Kalau begitu kakak telpone dokter Hadi kemari” ucap Naya segera menelphone dokter pribadi mereka
Dokter datang dan memeriksa Dinda, Dokter Hadi nampak kaget dengan kondisi Dinda yang sepertinya kekurangan nutrisi dan memar-memar ditubuhnya.
“Nyonya Naya, apa kita bisa bicara diluar ? biarkan pasien istirahat” ucap dokter Hadi setelah memeriksa Dinda
“De, kakak keluar dulu ya. Kalau kamu butuh sesuatu panggil kakak” ucap Naya kemudian keluar
“Bagaimana dok ?” Tanya Naya saat mereka sudah diluar
“Selamat adek kamu sedang mengandung, usia kandungannya sekarang sudah 5 minggu ” ucap sang dokter namun ada ekspresi sedih disana
“Waah, benarkah. Terimakasih dok” ucap Naya ikut bahagia
“Tapi, kondisi pasien tidak memungkinkan untuk mengandung. Dia masih begitu muda dan sepertinya mengalami kekerasan dalam rumah tangga sehingga asupan nutrisi yang dia dapat kurang” ucap sang dokter
“Saya tidak tau tentang itu dok” ucap Naya kaget
“Saya rasa itu urusan keluarga pasien, untuk kedepannya usahakan kontrol seminggu sekali dan perhatikan nutrisi makanan pasien. Ini resep vitamin dari saya. Kalau begitu saya permisi dulu” ucap Dokter Hadi
“Baik dok, terimakasih” ucap Naya kemudian kembali kedalam kamar
Adiknya itu kini sedang tertidur, memang terlihat Dinda sekarang lebih kurus ditambah memar itu membuatnya semakin menyedihkan. Seberapa lama dia bertahan, kenapa sampai begini baru datang kemari batin Naya menatap sang adik.
“Kukuryuyuuk,,,, kukuruyuuuk,,,,” bel rumah berbunyi kembali.
“Siapa ?” batin Naya sambil turun kebawah untuk membukakan pintu
.
.
.
See you next episode ya 😉~~~
Jangan lupa tinggalkan jejak 👣
Next episode masih tentang Dinda 🥀
tak enteni iki🤭
meski menanti sedikit membuat hati galau😬
Akhirnya
sama2 tua kekanak kanakkan sumua