NovelToon NovelToon
(Not) A Perfect Boy

(Not) A Perfect Boy

Status: tamat
Genre:Teen / Romantis / Misteri / Cintamanis / Tamat
Popularitas:277.7k
Nilai: 4.3
Nama Author: RiniAngraini

Awalnya Adeeva ingin mencari pacar yang tergolong dalam sebutan good boy agar ia bisa memiliki pasangan yang baik dan hidup dengan nyaman nantinya. Namun bagaimana jika takdir malah mempertemukannya dengan cowok yang jauh dari kata sempurna? Suka bolos. Jahil. Pakaian jauh dari kata rapi. Namun ia tak mengetahui sisi lain dari cowok itu. Karena ia adalah cewek keras kepala yang selalu berasumsi sendiri atas apa yang dilihatnya. Tapi bukankah segala sesuatu yang kita lihat belum tentu kebenarannya kan?

Arsenio Juvenal Candrakanta, cowok yang susah ditebak, sedikit nakal, dan tidak peka. Arsen dengan ketidaksempurnaannya menganggap status itu tidak penting. Karena baginya yang terpenting itu adalah rasa. Tapi...bukankah bagi cewek keduanya begitu penting?

'I'm not the perfect boy like your dreams. Here I am, someone who loves you in his way'

***

Ceritanya telah diremake di akun w*ttp*d @Biebalms_h

Penasaran dengan kisahnya? Yukk baca!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RiniAngraini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 9

'Sahabat yang sesungguhnya bukan dia yang memaksakan kesempurnaan ada pada dirimu.Tapi dia yang mampu menerimamu dengan apa adanya dan selalu mendukungmu dalam keadaan apapun'

Happy reading...

.

.

.

Adeeva melihatnya...... ketika Resya melingkarkan tangannya di lengan Arsen dan dengan manjanya menyenderkan kepalanya di bahu Arsen. Dan satu lagi... Arsen dengan senyumnya mengacak rambut Resya.

Oh mereka nampak cocok dari tingginya saja mereka serasi menurut Adeeva. Ya.Resya memang lebih tinggi dari Adeeva. Resya bak model. Sekarang Adeeva merasa minder berada di samping Resya. Resya sangat canti dengan mata abu-abunya yang indah. Wajah yang tidak tembem sepertinya dan tentu saja bersih dari jerawat. Kulitnya mulus dan putih. Bodynya langsing. Sudah Adeeva katakan tadi bahwa Resya bak model.

Tak heran banyak yang suka pada Resya termasuk Arsen. Sedangkan dirinya?

Bagaikan upik abu. Hati Adeeva terasa sakit. Ia merasa dipermainkan oleh Arsen. Kemarin, Arsen membuatnya baper. Katanya ia spesial, berbeda. Tapi sekarang? Malah bermesraan dengan Resya. Tapi Adeeva berusaha sadar diri.

"Okay mulai sekarang mulai sekarang gue gak boleh baper sama Arsen! Gue gak boleh nangis! Gue bukan sadgirl," batin Adeeva mencoba menguatkan diri.

"Va! Hei! Va! Woiy!!!" Panggil Resya sambil melambaikan tangannya di depan wajah Adeeva.

"Hah!"kaget Adeeva.

"Lo kenapa sih ngelamun mulu? Masih kepikiran soal Aldrian? Udah lupain aja. Anggap aja itu Arsen yang natap lo dengan penuh cinta," ucap Resya diakhiri dengan candaan.

"Kok Resya santai banget ngomong kek gitu? Apa dia nggak punya perasaan sama Arsen? Eh tapi bukannya Resya emang sukanya sama Aldrian? Bikin pusing aja," batin Adeeva.

"Tuh kan melamun lagi," ucap Resya mengagetkan Adeeva lagi.

"Eh sorry."

"Iya. Btw lo kemarin kemana aja? Gue telpon gak lo angkat. Kemarin gue kesepian tau. Lo, Arsen gak tau kemana. Vanya banyak tugas, Ken ngerjain tugas kelompok," ucap Resya dengan cemberut.

"Yaudah deh maaf. Gimana kalau nanti kita jalan?"

"Bener ya?"

"Iya."

"Yaudah ntar gue yang nentuin tempatnya."

"Iya terserah."

"Makasih Adeeva," ucap Resya dengan riang memeluk Adeeva yang membuat Adeeva sesak napas aja. Untung sahabat.

***

Adeeva dan Resya sedang berada di restoran menyantap makanan, setelah berjam-jam mereka hangout.

"Sya, tadi di sekolah lo bilang kalau kemarin lo kesepian? Lo di rumah sendirian?" Tanya Adeeva di sela makannya.

"Iya soalnya bonyok lagi keluar negri. Mau main sama sepupu semuanya pada jauh semua. Terus kalian semua gak bisa juga. Sebenarnya bonyok mau kasih ikut tapi guenya gak mau,"  ungkap Resya dengan lesuh. Mendengar cerita Resya bisa disimpulkan kalau Resya sangat disayangi kedua orang tuanya sampai sampai orang tuanya tidak mau meninggalkannya walau hanya beberapa hari. Satu poin lagi buat Resya.

"Btw lo pernah deket sama cowok? Atau bahkan pacaran?" Tanya Adeeva lagi.

"Nggak. Gue baru punya teman cowok lagi sejak masuk SMA dan itu Arsen dan Ken. Itupun karena diizinin sama bonyok. Nah... karena itu -Resya meminum sebentar lalu melanjutkan ucapannya- Arsen udah kayak kakak laki-laki buat gue. Biasanya kalau bonyok keluar kek gini, mereka selalu nemenin. Tapi lebih seringan sama Ken kok. Jadi gak usah cemburu sama gue ya," cerita Resya yang diakhiri candaan. Dan sialnya membuat pipi Adeeva seperti tomat.

"Nggak kok, ngapain gue cemburu? Gue gak ada hak untuk cemburu," balas Adeeva mengedikkan bahunya lalu melanjutkan makannya.

"Ada -sambil mengacungkan garpu yang dipegangnya ke depan muka Adeeva- lo itukan pacarnya Arsen!" Sela Resya

"Paan sih! Eh tadi lo bilang baru punya teman cowok lagi sejak masuk SMA. Maksudnya?" Tanya Adeeva heran.

"Huuuffffttttt! Jadi gue belum cerita ya? Jadi, dulu waktu gue kecil gue punya temen cowok. Gue manggil dia Ian. Gue sama Ian akrab banget. Tapi pada suatu hari gue kecelakaan. Waktu itu ada preman yang mau ngerampas kalung, gelang gue. Kalau mereka mau ngambil kalung gue gpp sih tapi kalau gelang gue gak mau. Sehingga mereka ngeluarin pisau dan nyelakain gue, dan untungnya Ian datang nolongin. Bahkan Ian terluka. Bayangin Va, dia dipukul sama preman padahal waktu itu kita masih berumur 6 tahun. Tapi demi nolongin gue dia ngelawan preman itu. Nah!!! Yang menegangkannya, saat Ian hampir aja kalah, dia ngambil pisau yang dipakai preman ngelukain gue lalu nusuk kaki preman itu!" Cerita Resya sambil menusukkkan garpunya pada makanannya membayangkan bahwa yang ditusuknya adalah si preman.

"Terus premannya kabur deh! Cemen ya tuh preman," lanjut Resya.

"Terus?"

"Gue kaget liat Ian bisa ngelawan preman itu sampai-sampai gue nggak sadar kalau ada mobil. Dan akhirnya gue ketabrak mobil dan setelah itu gue nggak pernah ketemu Ian lagi. Dan sejak saat itu juga Mami Papi makin over protective, ngelarang gue temenan sama ini lah sama itu lah. Apa lagi kalau cowok? Dilarang. Kalau cewek sih gak terlalu."

"Kok gitu? Terus gimana ceritanya lo sama Ian bisa temenan?"

"Sebelumnya mama papa gak se-over protective itu. Tapi saat gue semakin besar, temen2 gue pada nakal banget dan bonyok mulai batasi pertemanan gue. Pokonya temen gue harus anak yang baik. Dan salah satunya ya Ian. Tapi saat Ian ngajarin gue naik sepeda, gue jatuh. Dan saat itu bonyok ngelarang kami temenan. Padahal gue udah jelasin kalau gue yang maksa Ian ngajarin gue tapi mereka gak peduliin!" Jelas Resya.

"Terus lo beneran gak temenan lagi sama Ian?"

"Ya temenan lah. Kami gak peduli dilarang sama mama papa. Meskipun gue tau kalau itu bentuk kasih sayang mereka pada gue. Dan kejadian preman itu karena gue kangen sama Ian dan nekat pergi cari Ian diam-diam," ungkap Resya.

"Ya ampun lo pasti kangen banget ya sama Ian," ucap Adeeva.

"BANGETT! Bahkan saking kangennya saat ada seseorang yang meluk gue, rasanya sama saat dalam pelukan Ian."

"Maksud lo?"

"Ada yang pernah meluk gue gak tau sengaja atau nggak sih tapi gue ngerasa pelukan itu gak asing. Tapi gak mungkin itu Ian."

"Kalau yang lo maksud itu emang beneran Ian, semoga bisa diberikan petunjuk sama Allah dan kalau bukan Semoga lo cepat ketemu sama Ian."

"Aamiin. Kalau lo sendiri? Gimana? Pasti seru ya bisa main sana sini."

"Nggak juga, gue berteman ya biasa biasa aja. Gak terlalu deket. Gue milih milih karena gue gak suka yang namanya fake friend. Gue milih milih maksudnya teman yang baik dan tulus. Itu aja sih."

"Gue temen yang bagaimana buat lo?" Tanya Resya antusias.

"Kalau lo sih bukan temen buat gue," jawab Adeeva yang langsung membuat Resya langsung down.

"Gue keliatan ff ya dimata lo?" Cibir Resya membuat Adeeva terkekeh.

"Lo itu bukan temen bagi gue tapi lo itu sahabat, saudara. Gue beruntung bisa kenal sama lo!" Sambung Adeeva.

"Kok jadi melow gini sih. Terharu banget gue," ucap Resya mendramatis keadaan.

"Mulai lagi deh lebaynya," cibir Adeeva.

"Kalau gak lebay itu patut dipertanyakan. Itu beneran gue apa bukan."

***

Sekarang Adeeva dalam perjalanan pulang bersama Resya. Hingga ponselnya berbunyi tanda ada panggilan masuk.

"Halo."

"..."

"Iya ini lagi di jalan."

"..."

"Iya."

"Siapa Va?" Tanya Resya.

"Nyokap."

"Nyokap lo marah ya kita lama keluarnya."

"Nggak marah kok. Tadi cuman nanyain udah pulang atau belum soalnya da makan malam mendadak sama teman katanya. Atau lo mau ikut makan bareng? Sekalian nginep aja? Ajak Adeeva.

"Nggak deh takut ganggu acara kalian. Eh Va jangan-jangan  nanti lo mau dijodohon sama anak temen mama lo!" Tebak Resya.

"Ngaco lo. Gak mungkin lah. Kebanyakan baca novel sampai-sampai bawa ke realita."

"Ya ampun Va denger ya, gak mungkin orang buat cerita perjodohan di novel kalau gak pernah terjadi di realita."

"Au ah."

"Yee yaudah sih gak usah ngambek."

Beberapa menit kemudian, mereka telah sampai di depan rumah Adeeva.

"Mampir dulu Sya."

"Nggak dulu deh Va gue mau langsung pulang nih, capek soalnya."

"Yaudah hati-hati ya."

"Iya. Bye!"

"Bye!"

Adeeva memasuki rumahnya  dan mendapati mamanya sedang memasak seauatu di dapur.

"Mau Adeeva bantuin masak Ma?" Tawar Adeeva.

"Nggak usah, kamu pergi mandi aja terus siap-siap pakai baju yang rapi."

"Yaudah Adeeva masuk kamar dulu ya Ma," pamit Adeeva pada mamanya. Adeeva pun masuk kekamarnya dan melakukan apa yang diperintahkan mamanya. Setelah mandi, Adeeva langsung menggunakan gaun selutut berwarna biru langit lalu duduk di depan meja hiasnya untuk menghias sedikit wajahnya. Tidak menor, hanya make up tipis supaya tidak jelek jelek amat. Dan sesekali melihat ke arah ponselnya berada berharap ada panggilan atau pesan dari Arsen.

"Wait!!! Arsen??? Kenapa gue berharap telepon dari Arsen? Keluarga? Bukan, pacar? Apalagi, temen? Baru iya. Ingat itu Adeeva!" Gumam Adeeva memukul-mukul kecil kepalanya. Tiba-tiba hp Adeeva berbunyi tanda panggilan masuk. Adeeva segera mengambilnya.

"Jangan-jangan itu Arsen!" Seru Adeeva. Tapi saat Adeeva melihat layar hpnya bukan nama Arsen yang tertera disitu. Tetapi nomor tidak dikenal. Adeeva perlahan menjawab panggilan itu.

"Halo."

"Selamat malam Adeeva."

"Iya selamat malam. Ini siapa ya?"

"Coba tebak."

"Nyebelin banget nih orang. Nelpon cuma buat main tebak-tebakan doang. Salah sambung kali ya. Eh tapi jelas-jelas dia nyebut nama gue tadi. Tau ah sebel gue!" Batin Adeeva kesal.

"Halo," suara orang yang menelpon mengagetkan Adeeva.

"Ah... iya maaf mungkin Anda salah sambung!" Ucap Adeeva cepat dan berniat memutuskan sambungannya. Tetapi ucapan seseorang yang menelponnya membuat Adeeva mengurungkan niatnya.

"Ini gue Fandi."

"Fandi? Lo dapat nomor gue darimana?"

"Lo gak perlu tau gue dapat darimana."

"Bener bener nyebelin nih orang," batin Adeeva jengkel.

"Ok ada apa lo nelpon gue?" Tanya Adeeva menahan rasa kesalnya.

"Lo sekarang sibuk gak? Kalau nggak, gue mau ngajak lo jalan."

"Aduh maaf banget ya gue nggak bisa soalnya malam ini ada acara keluarga."

"Its ok. Kalau sabtu malam?"

"Ngngng gimana ya, gak tau deh. Udah dulu ya bye!" Adeeva segera memutuskan sambungan telponnya. Coba aja itu Arsen, Adeeva bakal langsunh nerima ajakannya. Suara ketukan pintu menyadarkan Adeeva dari lamunannya.

"Adeeva! Kamu udah selesai? Kalau udah kamu siapin gelas sama piring ya? Mama mau ganti baju dulu."

"Iya Ma," balas Adeeva lalu segera keluar kamarnya setelah memastikan make up nya sudah bagus.

Saat Adeeva mengambil piring, terdengar suara deru mobil di depan rumahnya.

"Pasti itu teman Mama," gumam Adeeva.

Baru saja Adeeva mau bukain pintu tapi Mamanya sudah keluar duluan. Bagus deh. Adeeva pun melanjutkan menata piring dan gelas di meja makan.

Tak lama kemudian Mama Adeeva bersama tamunya sudah berada di ruang makan. Tapi tamunya tidak sendiri, ada seorang gadis seumuran dengannya di samping teman Mamanya. Di samping gadis itu ada pria yang mungkin sudah kerja? umurnya sekitar 20-an lah yang sekarang sedang menatapnya. Hingga makan malam berlangsung, pria yang dia ketahui bernama Dion setelah berkenalan tadi masih terus menatapnya.

Adeeva memandangi dirinya sendiri. Siapa tau ada yang aneh tapi kenyataannya yang tidak ada membuat Adeeva heran.

Setelah makan, mereka berkumpul di ruang keluarga karena ada hal penting yang mau dibicarakan.

"Adeeva, maksud kedatangan Om kesini untuk..."

Adeeva langsung teringat ucapan Resya tadi.

Jangan-jangan.....

-TBC-

Halo guys...👋

Gimana part ini?

Nyambung gak?

Ayo dong like biar semangat nulisnya

Kalau punya kritikan komen juga ya

Okay...

See u next part

1
Noli loliii
Aldrian kayaknya yg bantui Resya... rasanya sih dia itu si Ian. teman masa kecil Resya....
Gustein Arifin👑
kisal aldrian sma resyaa blommm thorrrr
Aisyah
kayak gak rela ni udh ending aja...Mash gantung Thor penasaran
Aisyah
kisah vano sangat menarik.eh jumpalg d kondangan nya....top markotop lani ceritanya
Aisyah
sumpah deh Thor..gara² penasaran sama ceritanya...Ampe rela diriku keluar mlm² nongkrong d depan curi wifi orng😅😅😅
Tara
Kaya kaga rela ini uda Han.. 🥺😭
Tapi thanks uda berbagi cerita. Here some cadeau 🎁. Take care🌹
Tara
Omg.. Jangan 2 Karina yg bunuh ibu n ayah Arsen.. Jahat bener.. Semoga kena azabnya😱😤😠
Tara
Alo kak.. Aku mampir boleh. Sebelum Baca langsung follow n give 5 🌟juga kasih hadiah 🎁, click Fav n like. Punten follow back ya kak. Semoga sehat selalu. Semangat!! 🤗🌹🙏
Aisyah
mampir ni thor
Anny cell
aku langsung meluncur kesini kak.....
Edward Cullen
kisahnya menarik, konfliknya lumayan berat, tapi ttp berusaha buat ngangkat hal2 yg cukup realistic di dunia nyata
Edward Cullen
ceritanya lebuh berat dari ceritanya vano aileen, tapi ngga ppa lah... soga ada Easter Egg kaya cerita vano aileen
Edward Cullen
kenapa author sering bgt bikin sosok berhoodi sih? di aileen dan vano ada doni, di sini juga ada sosok berhoodi juga....
Suwati Suwati
aq pengen ceritany Raysa dong thor....biasany cewe yg pecicilan kyak gitu cerita cintany seru
Suwati Suwati
buang aj cewe kyak Adeeva...sooookkk
dian pertiwi
up
Cahaya Warna
bingung, kan sm saudara tiri haram menikah, mahram itu terbagi dua,krn nasab(darah) dan krn pernikahan
Olan
hai thor, aku bawa like kecerita bagus mu😊 mampir juga kekarya aku ya Hate But Love😍😍
Septi Wulansari
astoge br nyadar ini si arsen sepupunya vano
Maria Rajasa
covernya Manurios nih...ceweknya siapa?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!