NovelToon NovelToon
Dosen Cantik Milik Presdir

Dosen Cantik Milik Presdir

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Cintamanis / Dosen / Tamat
Popularitas:3M
Nilai: 4.8
Nama Author: KAY_21

Harap bijak memilih bacaan.
Perhatikan bacaanmu❗️


Opsesi dan cinta. Dua kata yang tampak sederhana tetapi mengandung pengertian yang begitu dalam.

Sakia Shen, atau kerap kali dipanggil Kia. Hari itu suasana sangat cerah. Wanita cantik itu dengan gembira mendatangi rumah sang pacar untuk bertemu calon mertua. Namun, ekspetasi tak seindah realita.

Kia yang jengkel datang ke Bar untuk menghilangkan penat. Tanpa disangka, ia mengalami hal yang tak terduga.



Ikuti terus kisahnya
Jangan lupa untuk tingalkan jejak berupa Like

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KAY_21, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9

...🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾...

Kenneth menurunkan kakinya, membetulkan blezer bermotif kotak dengan gaya cool. Ia berjalan sengan rasa percaya diri yang tangguh. Gaya yang seperti itu membuat kaum hawa tertarik.

“Wah, ganteng sekali!” seru salah seorang wanita.

“Apa dia mahasiswa di sini?”

“Sepertinya begitu!”

Angin berhembus semilir, membawa udara sejuk di sekitar kampus High Collenge. Sinar mentari membias jatuh, memancar tepat wajahnya. Seolah memberi tahu penduduk bumi tentang malaikat tampan yang turun ke bumi.

Deru kekaguman itu tersorak dengan lantang, bahkan sampai ia memasuki kelas. Kenneth masih acuh dan tak peduli. Duduk di barisan ke empat dengan dua gadis menjadi pilihannya.

Dua gadis yang ada di samping Kennt saling berbisik satu sama lain. Seorang wanita cantik dengan perawakannya yang kecil, menatap dengan pandangan penuh kagum. Kenneth yang sedikit risih menoleh, membuat dua pasang mata mereka beradu pandang sejenak, dan akhirnya berakhir oleh kehadiran dosen.

Kenneth mulai bosan, bahkan ia menguap secara sengaja saat mengikuti pelajaran. Baginya, pelajaran-pelajaran itu sudah tidak berguna, karena ia sudah mempraktekannya langsung di lapangan.

Dua jam berlalu sedikit lebih lama, akhirnya pelajaran yang membosankan berlalu. Kenneth berdiri dan mengambil tasnya. Tiba-tiba seorang wanita mendorong temannya dan menabrak Kenneth.

“Hai, sorry ya. Aku Kimmy.” Ia mengulurkan tangan, bermaksut mengajaknya kenalan.

Namun, si angkuh Kennt hanya menoleh sekilas, lalu pergi begitu saja. Meninggalkan dua gadis yang masih kagum dan tepesona dengan ketampanannya.

Kenneth pov

Apa disini ngak ada yang gaya mengajarnya sama seperti dia?

Pelajaran tadi terlalu membosankan. Bahkan materi yang disampaikan ngak berbobot.

Haaah! Saat seperti ini, aku merindukannya.

Baru beberapa langkah berjalan keluar, tiba-tiba ponselku berdering. Nama Tania tertera jelas di layar ponsel.

“Katakan!” pintaku usai menekan tombol hijau.

“Apa Anda ada waktu? Sekitar sepuluh menit,” nada Tania sedikit gusar.

Ku lihat arloji yang melingkar di tangan, waktu menunjukkan pukul 12.15. Harusnya sudah waktunya istirahat.

“Ada!” jelasku.

Masalah perusahaan menjadi hal yang kupikirkan jika mendapat panggilan dari Tania. Benar saja, Tania ingin menghubungkan panggilan video agar aku bisa mengikuti rapat.

Hela napasku sedikit memanjang. Saat berada di kampus seperti ini, dimana aku harus mencari ruangan kosong yang tenang?

Beruntung, saat berjalan aku melewati ruang kelas yang kosong tanpa seorang pun.

“Oke, sambungkan video. Aku akan siap dalam satu menit,” ucapku sembari masuk ke ruang kelas yang kosong.

Bergelut dengan dunia bisnis, lalu kembali ke kelas. Sepertinya aku harus mulai terbiasa dengan semua ini mulai sekarang.

Kupijat sebentar kening yang serasa berdenyut usai mengakhiri panggilan. Rasa pusing yang perlahan menjalar ke bagian belakang.

Rasa-rasanya migrainku kambuh!

Sekilas, aku melihat gestur tubuhnya yang temgah melintas di depan kelas. Migrainku seakan hilang seketika. Aku segera keluar dan mengikuti langkahnya.

Gaun indah dengan blazer hitam, memperlihatkan dengan jelas kaki jenjangnya yang mulus. Wanita ini berjalan dengan gaya yang angkuh, sama sepertiku.

“Hai, Miss,” sapaku.

Dia menoleh, melihatku sebentar sebelum akhirnya kembali melihat ke depan. “Kamu lagi?” jawabnya datar.

“Sepertinya kita berjodoh. Bukan begitu?” godaku.

Ia meninggikan satu sudut bibirnya, “Cih!” helanya lirih. Raut wajahnya berubah sedikit memerah, serasa mempertegas bush on tipis yang tertoreh di pipi.

Kia masuk ke dalam ruang kelas lebih dulu, diikuti Kenneth yang mengekor di belakang. Pembicaraan kecil mulai terjadi diantara mahasiswa yang lain, membuat telinga Kia terganggu.

Dengan sengaja ia menjatuhkan tumpukan buku yang sejak tadi dibawanya, tepat di atas meja. Suara keras dari buku yang jatuh membuat beberapa mahasiswa diam menciut. Seketika ruangan menjadi hening tanpa suara.

Melihat sikap Kia yang seperti itu, Kenneth tersenyum sedang. Dengan santai ia duduk dan kembali menatap wanita yang sedang emosi itu.

Hampir semua mahasiswa sibuk dengan buku dan juga catatan mereka, tetapi itu tidak terjadi pada Kennt. Ia justru sibuk melihat Kia yang tengah mengetik.

Kia yang merasa kesal karena diperhatikan, langsung melempar penghapus. Namun sayang sekali, Kenneth menangkapnya dengan cepat. Ketangkasan itu bahkan membuat beberapa mahasiswa bertepuk tangan.

“Dia! Dia!” batin Kia sangat kesal.

“Kemana kamu melihat!” bentak Kia.

“Kearah mana aku harus melihat tentunya!” Nada Kennt mengejek.

Kia merasa direndahkan oleh Kennt di depan mahasiswanya. Amarahnya semakin memuncak dan ingin membuat Kennt malu. Kia berdiri, lalu berjalan ke meja Kennt, meletakkan satu tangannya di atas meja dan mencondongkan tubuhnya.

“Oh, begitu! Saya merasa kamu sudah paham dengan materi yang saya berikan. Jadi, bisakah kamu mengurainya di depan. Agar teman-teman yang lainnya paham!” Kia mengucapkannya dengan lembut.

Kenneth merasa tertantang. Lelaki itu berdiri, lalu berjalan ke depan dan menjelaskan materi yang disampaikan Kia sebelumnya. Pembawaannya yang lugas, juga berwibawa.

Sepertinya Kia salah dalam menghukum Kenneth. Ia lupa, jika lelaki itu pernah bersekolah di Stanford. Materi seperti ini, dia lebih dulu memahaminya, bahkan menerapkannya langsung.

“Jadi, bagaimana, Miss Kia?” Kenneth menoleh, menatap Kia yang sejak tadi terperanjat melihat cara Kenneth berbicara.

“Ehmm. Duduk!”

...🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃...

Sekian dulu ya, moon maap agak telat upnya.

*Pokoknya jangan lupa Like **👍🏻*

1
zeus
Umur g Bisa bohong
Kebijaksanaan orang yg sdh berumur jgn di banding Kan ma anak muda berangasan model kenneth
zeus
Klo gini semua g blh mentingin ego
Berikan Jenny ke pemilik sahnya.. Toh Ayahnya Jenny jg korban
zeus
Knp g jujur saja
Sesuatu klo di mulai dari ke tidak jujur an jalan ya biasanya g bener
zeus
Ingusan? Bknnya usiia Ken 1 tahun lbh tua?
Klo ken ingusan Kia bocil donk
zeus
Udh blokir saja no maknya.. Toh dulu Dia sdh di usir Kan? Jgn tll bodoh dg Bahasa berbakti.. Jgn2 Kia itu bkn anak kandung si lampir
zeus
Korek trs ken
Racun saja nenek lampir kyk gitu
zeus
👍
zeus
Bakti itu g membabi buta kyk gitu.. Kasih ja syarat, suruh Ceraikan suaminya mama ya Soal biaya hidup Kia bantu.. Lelaki model parasit kyk gitu lbh Baex di buang ke sampah
zeus
Biasanya Ada ikatan bathin antara anak dan orang Tua... Laah, ini Jenny ma Ken spt ga Ada ikatan apapun? Satu lg klo emg Jenny anak Ken masak ga Ada kemiripan Sama sekali? G mgk donk..
zeus
Kok spe skrg ga Ada interaksi Ken ma Jenny?
zeus
Agak ribet bacanya krn Pov gonta ganti
Shantyka Kusuma
audio nya dong Thor please
Triana Oktafiani
Kerennn 👍
Santimehasari Nst
Luar biasa
uhuuyyyyyy
lhaahhhhh
uhuuyyyyyy
pie too kiiihhh
uhuuyyyyyy
apakah ayah nya jenny
uhuuyyyyyy
cincang ajaaaa...yg punya ndek depan mu Miss Kiaaa😂😂
pikhacu
🅑🅐🅖🅤🅢
remoncxx
endingnya kurang thor, kia blm bls ungkapan cinta nya kent
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!