NovelToon NovelToon
Menanti Cinta Suami

Menanti Cinta Suami

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:25.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Linda manik

Seorang istri yang dijadikan hanya sebagai pemuas nafsu oleh suaminya. Dia adalah Sinta seorang mahasiswa di sebuah universitas swasta. Kesulitan ekonomi membuat dia menjadi istri simpanan
dosennya.

Hingga Sinta hamil, suaminya menolak kehamilan Sinta dan menceraikannya di saat Sinta hamil muda.

Sinta tetap mempertahankan kehamilannya. Dengan perut membuncit, Sinta harus bekerja dan kuliah. Beruntung, Sinta mempunyai sahabat yang mendukungnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Linda manik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertemu Lagi

Sinta mencari para sahabatnya, agak susah menemukan mereka karena terhalang pakaian. Sinta mengedarkan pandangannya, tetapi satupun dari kelima sahabatnya tidak nampak. Sinta melihat pemandangan yang menyayat hatinya, di depan meja kasir nampak Andre memeluk pinggang Cindy. Demi apapun Sinta tidak dapat menahan air matanya keluar. Sinta memang menyadari dirinya hanya seorang istri simpanan bagi andre. Tapi melihat sikap Andre yang sangat terlihat mencintai Cindy tentu saja menimbulkan rasa cemburu di hati Sinta. Sinta tidak bisa berbuat apa apa selain menghindar dari pemandangan yang menyesakkan dada itu. Tapi air mata itu tidak bisa dilarang untuk tidak keluar. Sinta memalingkan wajahnya dan mengusap air matanya sendiri.

Tidak mau terus terusan melihat kemesraan Andre dan Cindy, Sinta berlalu dari tempat itu. Sinta mengirim chat ke grup wa bahwa dia menunggu di restoran ayam cepat saji.

Sinta masuk ke restoran dan memilih meja sudut pojok yang pas untuk mereka berenam.

Satu persatu sahabatnya menghampiri meja Sinta hingga mereka pas berenam.

"Sin, belanjaan mu mana?" tanya Cici sambil meletakkan banyak paper bag di bawah meja.

"Ga ada," sahut Sinta singkat. Suasana hatinya belum membaik mengingat kemesraan Andre dan Cindy.

"Ga ada gimana?.Ga ada yang cocok?. Kalau aku sih banyak yang aku suka, uang aja yang tidak cukup." Sinta tidak menanggapi ucapan Vina. Pikirannya masih terus kepada Andre.

"Pesan makanan sekarang yuk!. Udah lapar nih!" ajak Elsa sambil mengeluarkan dompet dari tasnya.

"Yuk Elsa, kita dua aja yang pesan. yang paketan aja ya untuk kita. Lihat tuh 12 ayam nasi 6 dan minuman 6 hanya dua ratus ribu. Gimana, cocok guys?" tanya Tini dan yang lain mengangguk setuju. Setelah menyerahkan uang masing masing ke Tini, Tini dan Elsa pun ke meja kasir memesan makanan. Sementara yang lain bergantian mencuci tangan ke wastafel yang ada disediakan di restoran tersebut.

Cici mengeluarkan beberapa kaos putih dari paper bag dan menyerahkan satu persatu ke sahabatnya.

"Serius ci, kamu ngasih kita gratis kaos ini?.

Makasih ya ci, sering sering ya!" kata Indah sangat senang, ketika menerima kaos pemberian Cici.

"Iya sama sama. Tadi aku lihat stoknya banyak dan harga juga ga begitu mahal, udah gitu diskon 50 persen. Makanya ku beli untuk kita berenam. Nanti kita pake sama sama kalau kita jalan. Sesekali kita pake ke kampus juga ya kalau pas ada mata kuliah pengganti," jawab Cici sambil tersenyum.

"Musti ya harus pake sama sama, Yang iya nya kita dikira anak panti nantinya," sahut Vina cuek sambil merapikan poninya.

Sinta menyentil kepala Vina dan berkata

"Bukannya terima kasih malah ngatai anak panti lagi. Makasih ya ci. Jadi ada yang di tenteng pulang."

"Iya Sin, sama sama. Kamu itulah sin, kalau ke diajak ke mall ga pernah mau belanja." Sinta memamerkan senyum manisnya, tetapi seketika senyum itu hilang ketika sepasang kekasih duduk di sebelah meja mereka. sepasang kekasih itu adalah Andre dan Cindy. Sinta yang posisinya berhadapan dengan Cici terhalang meja dan sepasang kekasih itu duduk di meja sebelah Cici. Cici dan Cindy saling membelakangi sedangkan Andre duduk dihadapan Cindy. Jadi antara Sinta dan Andre saling berhadapan tetapi terhalang Cici dan Cindy yang saling membelakangi. Sinta kembali hatinya bagai diremas. Suasana hatinya sudah teralihkan dengan kaos pemberian Cici. Kini kembali menatap pemandangan yang menyayat hati.

"Iya Ci, makasih banyak ya!. Lain kali sekalian donk beli celananya. Biar komplit Ci, satu stelan," kata Vina sambil terkekeh. Sedangkan Cici menjulurkan lidahnya ke Vina. Sinta melihat Andre berdiri mungkin mau pesan makanan dan Sinta pun tidak memberitahukan para sahabatnya bahwa dosen mereka ada juga di restoran itu. Bersamaan dengan itu Elsa dan Tini mendekat membawa pesanan mereka. Elsa dan Tini pun tidak menyadari bahwa Pak Andre ada disitu.

Setelah Elsa dan Tini selesai mencuci tangan di wastafel. Mereka pun membagi makanan itu dengan rata. Sambil bercanda mereka menikmati ayam Krispi. Hanya Sinta yang irit berbicara, Sinta hanya mengangguk dan menggeleng menanggapi candaan para sahabatnya.

Sementara di meja sebelah, Andre menyuapi Cindy sedangkan Cindy asyik dengan ponselnya. Terlihat Andre sangat mencintai Cindy, terkadang Andre juga membersihkan bekas saos yang tertinggal di sudut bibir Cindy. Hal itu tidak luput dari penglihatan Sinta yang terkadang melirik diam diam kearah meja Andre. Sinta kembali merasakan sangat sesak di dadanya tetapi berusaha bersikap normal. Sinta tidak mau para sahabatnya curiga.

"Sinta, kamu kog diam aja dari tadi hanya kepalamu yang gerak," kata Tini sambil menatap Sinta. Dari tadi Sinta memang hanya menanggapi candaan para sahabatnya dengan menganggukkan kepala atau menggelengkan kepalanya. Mendengar kata Sinta sontak Andre melihat ke arah meja Sinta dan Sinta juga melihat ke arah meja Andre. Sejenak tatapan mereka bertemu tapi Andre kembali menyuapi Cindy. Sinta bisa merasakan sikap Andre yang biasa saja ketika melihatnya. Tidak ada rasa canggung atau sikap merasa bersalah.

"Mas ayam saja, banyakin saus ya mas."

"Iya sayang, apapun untukmu." Mendengar pembicaraan di sebelah mejanya sontak kelima kepala sahabat Sinta langsung menoleh ke meja Andre. Mendapati sang dosen duduk di meja sebelah, Mereka tersenyum ke arah dosen dan menunduk hormat. Hanya Sinta yang menundukkan kepala sambil berpura pura sibuk memainkan ponselnya. Untungnya mereka juga tidak menyadari sikap Sinta yang kikuk. Candaan yang tanpa filter tadi pun tidak terdengar lagi. Semuanya menjaga sikap merasa segan dengan sang dosen.

"Kami duluan ya," kata pak Andre kepada para mahasiswa itu. Para sahabat Sinta pun hampir bersamaan menjawab iya. Sinta masih aja pura pura sibuk tapi ekor matanya masih bisa melihat Andre yang menenteng banyak paper bag sedangkan Cindy menggandeng mesra tangan Andre. Ketika Andre dan Cindy berbalik Sinta meletakkan ponselnya di meja dan menatap punggung suaminya.

"Dia memperlakukan istrinya dengan sangat mesra," batin Sinta.

"Istri pak Andre cantik ya tapi body kurang mantap, bagusan body body kita," kata Vina masih terus memandangi dua punggung yang semakin menjauh itu.

"Iya cantik dan manis. Pak Andre terlihat sangat mencintai istrinya."

"Pak Andre suami idaman banget."

"Pak Andre ganteng dan tampan, menurutku kurang cantik istrinya dibanding pak Andre. Body rata kayak papan."

"Hus, ga boleh bilang gitu. Biar gimana pun itu istri dosen kita."

"Oh Pak Andre mau donk yang kedua,"kata Elsa

Deg.

Sinta terkejut. Perkataan Elsa sangat mengena di hatinya ketika Elsa berkata mau yang kedua. Sinta merasa dirinya sudah menjadi yang kedua bagi Andre. Sinta menunduk dan matanya memanas. Masih dengan menunduk Sinta menghapus air matanya dan masih terus berpura pura sibuk dengan ponselnya. Sinta tidak mau menanggapi candaan para sahabatnya tentang Andre yang semakin ngawur. Sinta merasa bersalah kepada wanita yang disebut oleh para sahabatnya sebagai istri dari suaminya.

Tak terasa jam sudah menunjukkan jam tiga. Elsa yang rumahnya paling jauh mengajak para sahabatnya pulang. Mereka keluar dari mall. Mereka pun berpisah di depan mall. Sinta yang merasa moodnya kurang baik tidak langsung pulang. Sinta mampir ke toko buku.

Sinta kembali ke rumahnya setelah membeli beberapa buku. Sinta membuka gerbang, Sinta melihat mobil suaminya di garasi dan di sampingnya ada motor matic warna pink. Sinta membuka pintu rumah, mengambil air minum dari kulkas kemudian masuk ke kamarnya. Sinta melihat suami duduk di ranjang sambil bermain ponsel.

"Kemari!" panggil Andre menepuk pahanya. Sinta menurut, seperti biasa duduk di pangkuan suaminya. Andre masih memperlakukan Sinta seperti biasanya. Andre bersikap seolah olah Sinta tidak melihatnya tadi di mall.

"Beli apa tadi?" tanya Andre lagi sambil membuka kantong plastik yang masih berada di tangan Sinta.

"Buku, kamu ga beli baju?. Sinta menggelengkan kepalanya. Berada di pangkuan Andre. Sinta justru mengingat semua perlakuan Andre kepada Cindy di mall tadi.

"Uang ada, kenapa ga beli baju?.

"Bajuku masih banyak mas. Mas."

"Iya..."

"Yang tadi itu, istri kamu ya mas."

"Jangan membicarakan orang lain ketika kita berdua," kata Andre pelan sambil membenamkan wajahnya di leher Sinta.

"Mas, kog cepat pulang, biasa juga pulang malam."

"Mas kecapean, tadi udah tidur sebentar."

"Terus istri mas, ga curiga mas ga balik ke rumahnya?" tanya Sinta penasaran.

"Kan udah mas bilang, jangan bahas yang lain kalau kita berdua."

"Ya udah, mas mandi bareng yuk!. Lengket semua ini badan. Bau asem."

"Yuk, tapi jangan hanya mandi, main kuda kudaan juga."

"Ih mesum..."

"Sebentar." Andre merogoh sakunya dan meyerahkan sebuah kunci ke Sinta.

"Apa ini mas?.

"Kunci motor, bisa naik motor kan?. Sinta mengangguk dan memeluk Andre. Dia merasa senang mendapat sebuah motor dari Andre.

"Makasih mas." Andre mengangguk dan membalas pelukan Sinta. Sinta tersenyum. Hatinya menghangat mendapat perhatian dari sang suami.

"Udah, yuk mandi. Mas juga udah bau asem ini," kata Andre sambil menarik Sinta ke kamar mandi.

1
ayu cantik
suka
TongTji Tea
dia juga bukan jejaka..mau nya dapet perawaaan ajaaa
.huuuuu dasar pellet lele
fiyol jelek
bagus
fiyol jelek
suka
Mice Maizarni
Luar biasa
Sativa Kyu
👍👍
Rubiyanti
Luar biasa
Rosmiati 52
saya udh ngulang nya beberapa x walau sedih tp tdk membosankan
Daryanti
kok bisa y udah nikah lupa ma pasangan
Cis Siu
karma
Ros Sitorus
ketololan hakiki. yang salah andre mau macam mana tingkah cindy tapi sebagainiatrinya kecewa berat. di.sukung pula oleh mertua
Ros Sitorus
andi 🤣🤣🤣🤣🤣😂
anggita minarsih
Buruk
Alika Setiawan
mantap Sinta.. lanjutkan 🫰
Alika Setiawan
sukurin loh andre 😂😂😂
Alika Setiawan
ih geuleuh kitu kalakuan si Andre 🤮🤮
Indah
lucu sekali dan sangat bermotivasi bagi remaja yg berpasangan
Indah
😂😂 jalan cepat
Mesra Turnip
waww, Tini luar biasa,,, perbendaharaan otak dan katanya selalu full, jadi gmeess. mantap Thor ! kamu emang paling top !
Mesra Turnip
sangat, sangat suka dengan karakter Andi setiap membalas Cindy. sehat dan bahagia terus ya Thor !
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!