NovelToon NovelToon
Lovely, Miss Agent

Lovely, Miss Agent

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Misteri / Tamat
Popularitas:145.3k
Nilai: 5
Nama Author: Atseira

Jangan lupa, tinggalkan jejakmu 🥰

Rachelle Young, seorang Agent antisosial & kasar. Pamannya mendadak memberinya tugas, menjadi seorang pelatih bela diri di sebuah desa kecil. Menggantikan sang paman, Rachelle mencoba untuk beradaptasi dengan lingkungan baru. Berada di antah berantah, tak membuat Rachelle meninggalkan pekerjaan aslinya. Di desa tersebut, Rachelle menemukan banyak kasus aneh dan mulai menyelesaikannya. Dibantu dengan seorang polisi bernama Luke, Rachelle memulai misi kecilnya.
Satu pesanku saat kau berada di desa itu. Jangan percaya pada siapapun!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Atseira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 9: Rencana Rachelle

“Anak itu... menghilang. Sekitar pukul 6 sore, dia meminta izin pergi keluar. Dan terjadi lagi, dia tidak kunjung kembali setelah satu jam. Ibunya lagi-lagi menghubungiku. Aku mencarinya ke seluruh tempat, tapi tidak menemukannya” jelas Luke. “Lalu, kenapa kau kemari?” tanya Rachelle dengan tenangnya. “Semua pelatih pergi mencarinya. Kau tidak? Kalau kau hanya berdiam diri di sini, bisa-bisa mereka curiga padamu. Kau nggak dengar? Semenjak datang kemari, orang-orang di desa ini menggosip” terang Luke. “Biarkan saja yang menggosip. Bukannya tidak mau, aku berprinsip untuk tidak mencampuri urusan orang lain saat berada di sini” kata Rachelle lagi-lagi membuat Luke kesal.

Luke memegang kedua bahu Rachelle. “Bantu aku” pinta Luke dengan wajah memohon. Semua sikap keras kepala, arogan dan menyebalkan itu... menghilang seketika. Dia seperti, bukan Luke yang dikenal Rachelle.

“Aku tidak ingin dia dalam bahaya, setelah membuat keluarganya jatuh terpuruk” tambah Luke. “Kau datang ke tempat yang salah. Kau seorang petugas, kau bisa menangani ini bersama rekan-rekanmu” ujar Rachelle masih tetap pada pendiriannya. “Tidak ada yang percaya padaku” ungkap Luke.

“Kau naik pangkat, kepala polisi di desa ini bukan?” tanya Rachelle. Dia masih tak percaya pada perkataan Luke. "Pangkatku hanya pangkat. Mereka tetap tidak mengakui pekerjaanku” jawab Luke. “Apa? Wah, benar-benar...” ujar Rachelle hendak mengumpat, namun urung.

Rachelle menatap kedua mata Luke. Ada kesungguhan yang sangat besar di sana. “Aku memang tidak sehebat Raphael Young ataupun Ronald Young, tapi... baiklah. Kita cari Zach sama-sama. Hanya ada satu syarat yang kau lakukan, jika kau ingin bantuan dariku” kata Rachelle mencoba tawar menawar. “Akan kulakukan. Semampuku. Karena saat ini... aku hanya percaya padamu. Melihat kejelianmu mengungkap kasus Anne, aku benar-benar percaya padamu” ucap Luke meyakinkan Rachelle.

“Rahasiakan semua hal yang terjadi hari ini pada siapapun” pinta Rachelle. “Aku akan merahasiakannya!” seru Luke dengan tegas. “Zach bawa ponsel? Sudah berapa lama dia menghilang, menurut orang terdekatnya?” tanya Rachelle mulai serius.

“Dia bawa ponsel. Sepengetahuan ibunya. Sudah kulacak, tapi tidak ketemu. Dia menghilang sejak satu jam. Sekarang jam setengah delapan. Jadi, satu setengah jam” terang Luke. “Dia tidak jauh dari sini” ucap Rachelle bergegas. Luke melangkah mengikutinya.

Rachelle mengambil ponselnya dari dalam saku. Dia tampak menghubungi sebuah nomor. “Tim, mission coming! Baru saja, kuberi nomor ponsel Zach. Lacak dia segera. Kutunggu dalam satu menit. Oke, mulai bekerja!” perintah Rachelle.

“Beres. Sekarang, kita. Kau tahu dimana tempat biasa, Zach dirudung oleh teman-temannya?” tanya Rachelle pada Luke. “Baru saja aku cek. Tidak ada orang” jawab Luke. Rachelle mendapat telepon masuk.

“Kapt, GPS berada di tak jauh dari anda. Dia ada di sana. Seratus persen. Dia juga terlihat dalam CCTV. Kondisinya tidak baik. Sepuluh lawan satu” lapor Philip yang terdengar dari ponsel Rachelle. “Kau dengar? Ayo!” kata Rachelle buru-buru. Luke tampak mengangguk sembari berlari di belakang Rachelle.

Ketika sedang mempercepat langkah, keduanya malah berpapasan dengan para pelatih dari Youth. Mereka juga sedang mencari keberadaan Zach. Tampak Ken, langsung menghampiri Rachelle.

“Wah, kau adalah pelatih paling tenang saat ini. Sempat ya, berjalan berdua dengan petugas Luke?” sindir Miya. Rupanya, penyihir bermulut cabe itu juga turut mencari keberadaan Zach. “Urusi saja urusanmu” balas Rachelle malas. “Lihat, apa kubilang?! Dia ini... tidak akan peduli dengan muridnya. Sejak awal, yang dia kejar hanyalah uang, sorotan dan pria tampan. Kau lama-lama seperti... wanita jalang saja, pelatih Elle” olok Miya semakin menjadi.

“Apa kau juga... masih tidak mempercayaiku, Ken? Dia sama sekali nggak peduli lho! Padahal, aku sudah berulang kali menghubunginya, seperti yang kau bilang. Tapi dia malah menolak. Ternyata, panggilan dari petugas Luke yang diangkatnya” tambah Miya makin panas. Ken hendak menentang Miya, namun dia tiba-tiba teringat kejadian tadi siang. Dia tidak sengaja melihat Luke dan Rachelle berduaan. Ken mendadak emosi dan percaya pada perkataan Miya begitu saja.

“Kalau anda ingin mengolok wanita ini, jangan sekarang. Aku memang sengaja menjemputnya, karena tidak ada satupun orang yang memberitahunya. Saya menghubunginya, karena dia adalah orang yang paling dekat dengan Zach” kata Luke menengahi. Akan tetapi, perkataan Miya telah meracuni warga desa yang turut mencari Zach. “Percayalah padanya. Aku memang tipe orang yang tidak tahu malu. Tapi untuk sebutan, wanita jalang... kau mungkin lebih dari itu. Aku hanya heran, aku adalah orang baru di sini. Kenapa hanya aku yang digosipkan? Berkacalah pada diri kalian masing-masing. Pertanyaan terbesar yang sangat membuatku tercengang adalah dimana kalian semua, saat seorang anak bernama Anne sedang dilecehkan oleh pria hidung belang? Zach seorang remaja. Dia pandai bela diri. Dia bisa melindungi dirinya. Sementara Anne, bisakah dia?” respon Rachelle pada kecurigaan warga.

“Jangan mengalihkan topik. Kau ingin dipuji, karena menyelamatkan dia bukan? Secara tidak sengaja tentunya. Atau... kau memang sengaja bertamu untuk menggoda ayah Anne?” balas Miya. Dia membuat tuduhan makin menguat pada Rachelle. Luke makin kesal.

Bukan karena Miya saja, tapi juga Ken yang terlihat diam saja meski Rachelle sedang dipojokkan. Dia heran, kemana perginya orang yang bercerita padanya tentang rasa sukanya yang berlebih pada Rachelle. Luke benar-benar kecewa pada Ken.

“Aku memang ingin mendapat sorotan. Minimal, aku bisa menyelamatkan anak kecil itu daripada berdiam diri. Meski hanya sekedar orang baru. Dan juga, aku bisa membuat petugas Luke naik pangkat” kata Rachelle angkuh. Miya hendak membalas sesuatu dengan lebih kasar lagi, dia belum puas. Sayangnya, Luke segera menanting tangan Rachelle dan fokus pada pencarian Zach.

“Waktu semakin sempit. Jika anda sekalian berniat untuk menyelamatkan anak itu, kalian harus fokus padanya!” tegas Luke sambil berlari ke arah lokasi GPS ponsel Zach. Meninggalkan Ken, yang masih bingung dengan pikirannya. Rachelle juga terlihat turut bergegas.

“Mereka benar-benar membenciku ya? Bergosip? Benar katamu” ujar Rachelle di sepanjang perjalanan menuju lokasi. “Kau bilang, ingin membiarkan mereka?” tanggap Luke. Mereka berlari dengan secepat mungkin. “Dan kau mencoba untuk... stand for me?” tanya Rachelle tak percaya. “I do! Kulakukan semua, kubilang. Seperti janjiku” jawab Luke tak goyah sekalipun. “Ooooh, impressive!” puji Rachelle. Dia sangat terharu, akan sikap Luke yang mendadak cool.

Keduanya tiba di sebuah tempat, mirip gudang bekas yang tak terpakai. Tempat tersebut persis seperti yang dikatakan oleh Philip, berdasar GPS dari ponsel Zach. Luke menatap ke arah Rachelle untuk memastikan, apakah tempatnya benar. Rachelle mengangguk sebagai jawaban. Keduanya pun, segera masuk ke dalam.

Rachelle mendengar keramaian setelah berada di dekat pintu masuk gudang. “Ada banyak sekali orang. Timku benar, sepuluh mungkin masuk akal” bisik Rachelle. “Zach tak bisa mengatasinya sendirian. Aku harus masuk. Kau tetap di sini” perintah Luke. “Wait, wait, kau gila? Kau sok jagoan, mau menghajar sepuluh orang sendirian? Kita harus menyusun rencana!” ujar Rachelle pelan.

Awalnya, Luke tetap ngotot. Akan tetapi pada akhirnya, dia setuju dengan pemikiran Rachelle. “Bagaimana tampilan mereka? Kau bisa sedikit mengintipnya?” tanya Rachelle. Luke segera mengintip dari celah pintu gudang, seperti perintah Rachelle. “Mereka rata-rata bertubuh normal. Ada dua orang yang bertubuh besar. Dan Elle...” terang Luke berhenti sejenak, usai berhasil mengintip.

Luke menatap ke arah Rachelle. “Zach tidak diikat ataupun macam disekap begitu. Dia berdiri dengan wajah babak belur. Tapi, aku yakin seratus persen mengenal wajah dari orang-orang yang memukuli Zach” ujarnya sambil berusaha mengingat sesuatu. “Teman Zach satu sekolah, bukan?” tebak Rachelle sambil mempersiapkan sesuatu dengan kedua tangannya.

“Bukan. Mereka kalau tidak salah... adalah preman musuh ayah Zach. Ya, benar. Salah satu dari mereka bahkan dibawa ke kantor polisi, usai berkelahi dengan ayah Zach” kata Luke menjabarkan detail ingatannya.

Rachelle siap dengan sesuatu yang ada di tangannya. “Berarti, mereka hanyalah sekumpulan serangga yang menyebalkan. Ini sudah cukup untuk memberi mereka pelajaran” ucap Rachelle.

“Apa itu?” tanya Luke setengah kaget, ketika melihat tangan kanan Rachelle terlihat membawa sesuatu. “Kau akan tahu, saat ini meledak. Jadi pak petugas saat aku melempar benda ini, kau harus langsung mengeluarkan Zach dari sana. Mengerti?” perintah Rachelle dengan rencananya. “Benda itu berbahaya? Jangan terlalu mengambil banyak risiko. Aku akan menghubungi timku, jika kita terdesak!” kata Luke pelan.

Rachelle menggelengkan kepalanya. “Siapa yang akan percaya denganmu? Sudah, turuti saja aku. Kau bilang, aku harus membantumu? Sekarang, kau berubah pikiran dan tidak mau dibantu? Oke, aku tidak akan membantumu” ancam Rachelle. “Baiklah, oke. Lakukan sesuai dengan rencanamu. Lempar itu, lalu aku akan segera mengeluarkan anak itu dari sana. Cepat, kita lakukan!” ujar Luke bersiap. Rachelle tersenyum puas, usai berhasil membuat Luke sedikit panik.

Rachelle sedikit membuka pintu gudang, tempat Zach dipukuli oleh sekelompok anggota geng. Dia melemparkan sebuah bola berwarna hitam ke dalamnya. Setelah itu, Rachelle kembali menutup pintu. “Kau yakin, akan berhasil?” tanya Luke sedikit khawatir. “Calm down, pak petugas. Mereka akan K.O dalam lima detik!” jawab Rachelle santai. Luke tampak menghela nafas tak sabaran.

Tak lama, Rachelle kembali mengecek. Keadaan gudang sudah penuh dengan kepulan asap, imbas dari sebuah bola milik Rachelle tadi. Penghuni di dalam juga sudah terdengar mengeluhkan asap itu. Mereka berusaha membuka jendela dengan meraba-raba, karena asap benar-benar menutup jarak pandang.

“Kau masih bisa melihatnya. Pakai ini dan selamatkan Zach dulu. Go!” perintah Rachelle sambil memberikan sebuah kaca mata lengkap dengan penutup hidungnya. Luke segera berlari masuk, setelah memakai pelindung dari Rachelle. Samar-samar, Luke dapat melihat keberadaan Zach. Dia sama sekali tak membuang waktu, dan segera menyelamatkan Zach.

Rachelle mempersiapkan pistol dengan peluru biusnya. Dengan menggunakan kaca mata, dia siap untuk berburu. “Kapt, aku akan menyingkirkan beberapa orang yang tidak diperlukan. Bolehkah?” ucap Steve lewat earphone.

“Kau sudah mendarat?” tanya Rachelle agak kaget. “Aku tak jauh darimu. Hanya dua puluh langkah. Saat kau setuju, i’m in” jawab Steve. “Sudah tanyakan pada Phil, tentang latar belakang orang-orang itu?” tanya Rachelle lagi. “Mereka hanya sampah” jawab Steve, persis seperti perkataan Philip tadi.

“Sisakan satu dan segera bereskan. Situasi penduduk desa sedang tidak stabil. Mereka marah, hanya karena beberapa masalah sepele” perintah Rachelle. “Dimengerti, Kapt!” seru Steve senang, usai mendapat persetujuan. “I’m in!” kata Rachelle. Dia masuk ke dalam gudang tersebut dan menyerang para preman dengan pukulan serta beberapa tendangan.

Rachelle menunjuk satu orang yang dia simpulkan sebagai, bos dari para preman. Rachelle memerintahkan Steve agar menyisakan orang itu, untuknya. Kepulan asap membuat Rachelle dengan mudahnya menghabisi para preman, satu persatu. Kekejamannya kembali muncul, ketika mencium bau darah yang nikmat dari musuhnya.

Luke berhasil mengeluarkan Zach dari gudang yang sudah tertutup oleh asap, sepenuhnya. Namun, dia malah kehilangan jejak Rachelle. Dia juga tidak mendengar, apa yang akan dilakukan wanita tersebut ketika dirinya diperintah untuk menyelamatkan Zach. Luke mencoba untuk melihat kembali, situasi di dalam gudang. Kepulan asap, membuat matanya kehilangan fokus.

“Petugas Luke, apakah anda yang menabur asap pekat beracun itu?” tanya Zach dengan memicingkan matanya. Zach merasa matanya agak perih, akibat asap. “Pelatihmu yang melakukannya. Dan sekarang, dia menghilang” jawab Luke mendadak kehilangan energinya.

“Pelatihku? Jangan-jangan... pelatih Elle?!” pekik Zach usai menyadarinya. Ekspresi wajahnya mendadak syok bercampur khawatir.

“Mereka bukan orang biasa, petugas Luke. Mereka adalah preman yang pernah mencelakai ayahku! Pelatih pasti masuk kembali ke dalam dan memberi mereka pelajaran! Petugas Luke, tolong selamatkan pelatihku. Kumohon...” pinta Zach makin cemas.

“Karena itulah, aku mempersiapkan diri agar langsung bisa menemukan keberadaan pelatihmu secara pasti! Meski di pelatih bela diri yang tangguh, dia tetaplah seorang wanita. Aku sudah menghubungi rekanku. Sebentar lagi, mereka akan segera tiba. Tunggulah disini, aku akan membawa keluar wanita keras kepala itu!” kata Luke agak kesal, karena Rachelle menipunya. Zach mengangguk dengan hati gelisah dan khawatir berlebih. Dia tidak ingin, Rachelle berada dalam bahaya hanya karena melindunginya.

1
nobita
yaa awal yg menarik...
Diana Puji Astuti
kereen ceritanya...
ꪻ꛰͜⃟ዛ༉🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ🌸
lln Oh iya ya nanti nanti anu tiba di anu di bawah-bawah saya telepon lagi
ꪻ꛰͜⃟ዛ༉🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ🌸
kerrnnnn
ꪻ꛰͜⃟ዛ༉🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ🌸
keren
ꪻ꛰͜⃟ዛ༉🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ🌸
wow kerennnn
ꪻ꛰͜⃟ዛ༉🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ🌸
😂😂😂😂😂😂😂😂
ꪻ꛰͜⃟ዛ༉🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ🌸
mmmm
ꪻ꛰͜⃟ዛ༉🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ🌸
gila kerennnnn
ꪻ꛰͜⃟ዛ༉🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ🌸
keren euy
ꪻ꛰͜⃟ዛ༉🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ🌸
cerita keren begini kq g byk yg baca ya. pdhal bgs bgt
ꪻ꛰͜⃟ዛ༉🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ🌸
cerita bgs bgini g ada yg komen dan baca
Boyscamp Official: terima kasih atas dukungannya ❤
total 1 replies
ꪻ꛰͜⃟ዛ༉🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ🌸
kerennnb
ꪻ꛰͜⃟ዛ༉🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ🌸
baca dlu
Boyscamp Official
terima kasih sudah mampir 🥰
Boyscamp Official: terima kasih sudah mampir 🥰
total 2 replies
Fina Tanjung
cerita sekeren ini kenapa sedikit bgt sih....padahal ceritnya bikin dag....Dig.....dug....
Fina Tanjung
penuh teka teki banget
Boyscamp Official: terima kasih atas dukungannya 🥰
total 1 replies
Fina Tanjung
KK isi kepala mu apa? ko bisa bikin cerita keren kayak gini sih....
Fitzu Taufik
next thor
Fitzu Taufik
semangat thor ku tunggu up nyaaa
Boyscamp Official: siap 😁😁 terima kasih atas dukungannya 🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!