NovelToon NovelToon
Badboy Insaf

Badboy Insaf

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:782.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: Srie Moelyanie

Kehidupan seorang Reygen yang bergelimang harta sedari kecil membuatnya selalu bertindak sesuka hatinya.

Ia tak pernah peduli dengan apapun asalkan dia senang dan memuaskan semua egonya baik mengenai keinginan jasmani atau rohani.

Ia hanya berpikir jika semua dapat dibeli dengan uang, tanpa mengindahkan kaidah-kaidah atau norma apapun.

Hal itu semakin menjadi ketika ia kehilangan sosok Kakak yang dekat dengannya.

Sampai kejadian yang diluar ekspektasi harus ia hadapi, yaitu jatuh cinta yang akan merubah kehidupannya sampai 360 derajat.

Manusia hanya berencana, tetapi memang pada akhirnya takdir Tuhan-lah yang paling berkuasa.

Niatnya untuk tidak jatuh cinta pun buyar untuk selamanya, dan ia menemukan apa yang selama ini menjadi keinginan hatinya yang sejati.

Kekuatan cinta telah benar-benar mengubah Reygen sampai di titik paling bahagia.

Selamat membaca...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Srie Moelyanie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8 : Kesepakatan

"Kak, udah denger berita belum mengenai Panti?"

Ayas membuka pembicaraan sambil sesekali menyuapkan makanan ke dalam mulutnya. Sarah menerutkan keningnya berusaha mencerna perkataan Ayas.

"Hm ... berita apa?"

Sarah menajamkan tatapannya ke arah Ayas, sedangkan Reygen yang duduk dekat dengan mereka telah memasang telinganya untuk mendengarkan obrolan mereka berdua.

"Panti Asuhan Mutiara Hati mau digusur, Kak!"

Mata bening Ayas mulai berkaca-kaca, namun ia tak mau menumpahkannya saat ini, bibir seksinya bergetar namun ia menahannya dengan menggigit bibir bawahnya.

"Apa? Digusur!"

Sarah terkejut dan wajahnya seketika berubah menjadi lebih sendu yang menyiratkan kesedihan.

Reygen yang sedang menguping, lebih menajamkan lagi pendengarannya pada obrolan kedua gadis cantik yang ada di sebelah meja makannya.

"Hm," Ayas hanya mengangguk pelan, "kata ibu, Perusahaan Scalfh telah memenangkan gugatan atas kepemilikan tanah panti Kak!"

Mendengar kata 'Perusahaan Scalfh' mata Reygen langsung membulat seketika dengan mulutnya yang menganga dan menggeleng-gelengkan kepala sambil memejamkan matanya. Ia segera meletakkan sendok dan garpu yang sedang ia pegang ke atas piring yang masih penuh dengan makanan yang ia pesan.

Reygen segera meninggalkan kantin dan langsung menuju mobil yang sudah terparkir di tempat yang berjarak puluhan meter dari kantin.

Ia langsung melesatkan mobil Ronald menuju kediamannya.

tid..tid..

Reygen membunyikan klakson mobilnya di depan pintu pagar rumahnya dan segera dihampiri oleh mang Ozan seorang satpam di kediamannya. Reygen segera membuka kaca mobilnya, tampak wajah tampannya yang sedang mengenakan kaca mata hitam anti radiasi memberikan isyarat pada Mang Ozan untuk membuka pintu pagar rumahnya.

"Aden...."

Mang Ozan yang melihat Reygen dibalik kemudi mobil Ronald segera membuka pintu gerbang rumahnya.

"Mang, Momy masih disini gak?"

Reygen bertanya pada mang Ozan tanpa turun dari mobil.

"Masih, Den."

Setelah mendengar jawaban dari Mang Ozan, Reygen segera melajukan kendaraan memasuki halaman rumahnya.

Reygen segera membuka pintu rumahnya tanpa mengetuk terlebih dahulu, Ia langsung mencari sosok Evelyn ke ruang tengah dimana ruangan tersebut menjadi tempat favorit Evelyn untuk membaca majalah atau buku.

Melihat Evelyn yang sedang duduk manis sambil menikmati minuman dinginnya dan mengusap lembar demi lembar majalah yang ada dipangkuannya segera membuat Reygen tak bisa menahan pertanyaannya.

"Mom, apa yang dilakuin perusahaan kita pada Panti Asuhan Mutiara Hati?"

Nada yang dingin terlontar dari mulut pria tampan yang tengah berdiri tak begitu jauh dari tempat Evelyn duduk.

Evelyn hanya menoleh sekilas pada Reygen kemudian ia kembali menatap pada majalah yang sedang ada diatas pangkuannya.

"Sudah ingat pulang rupanya!"

Evelyn tak menjawab pertanyaan Reygen, ia hanya berusaha memancing Reygen dengan kata-kata yang sedikit menyinggung putranya itu.

"Jawab pertanyaan Reygen, Mom."

Reygen masih berdiri angkuh tanpa duduk di dekat Evelyn.

"Pantaskah seorang anak berbicara pada orang tuanya dengan sikap yang tidak sopan seperti itu?"

Evelyn manatap Reygen dengan tatapan yang tak kalah sinis.

Akhirnya Reygen menurunkan sedikit egonya dan berjalan kearah Evelyn kemudian ia duduk disamping Evelyn, Evelyn manyimpan majalah yang sedang ia pegang ke atas meja kaca di sebelah sofa.

"Sejak kapan kamu peduli sama perusahaan?"

Evelyn berusaha memancing Reygen dengan pertanyaan yang menyindir kemudian ia meraih teh yang ada diatas meja kaca dekat majalah yang baru saja ia letakkan.

"Oke, Reygen mau mengurusi perusahaan papi yang ada di sini, asalkan perusahaan tidak jadi menggusur Panti Asuhan Mutiara Hati."

Dengan berat hati Reygen menyerah pada keadaan yang memaksanya untuk melakukan keinginan orang tuanya untuk menggantikan Reddick sebagai pimpinan di perusahaan milik keluarga Scalfh.

Perusahaan yang dahulu dipimpin oleh Reddick memang masih kosong setelah Reddick meninggal, orang tua Reygen selalu memintanya untuk menggantikan posisi Reddick setelah ia meninggal, namun Reygen selalu menolak dengan alasan belum siap.

"Akhirnya kamu menyerah juga, Rey."

Evelyn tersenyum tipis pada Reygen. Evelyn merasa menang karena Reygen akhirnya mau mengurusi perusahaan.

Ronald pov

"Sial, dimana, sih, Reygen belum jemput gua juga. Bisa telat meeting nih kalo nungguin dia."

Ronald melirik pada arloji yang melingkar dipergelangan tangannya.

Akhirnya ia memutuskan untuk naik taxi menuju kantornya. Sepanjang jalan Ronald hanya mengumpat pada Reygen yang tidak menjemputnya di Resto.

"Kalo tau gini tadi Gua ajak cewek buat nemenin makan. huft."

Ronald mendengus kesal dan tak sabar meluapkan kemarahannya pada Reygen.

Setibanya di kantor, Ronald segera menuju ruangan meeting karena ia sudah terlambat beberapa menit.

Ayas pov

"Yas, sepertinya proses ini masih lama. Kamu lihat tuh antriannya masih begitu banyak. Sebaiknya biar kakak saja yang mengurusi keperluanmu ini, dari pada kamu pulang kemaleman nanti malah susah dapet angkutan umum."

Sarah memperingatkan Ayas karena ia hapal betul dengan perjalanan dari panti menuju Pusat Pemerintahan. Hal inilah yang membuat Sarah untuk tidak tinggal di Panti lagi dan memilih ngekost dekat dengan kantornya.

"Ya sudah, Kak, Ayas titip ini ya."

Ayas menyerahkan map berwarna cokelat pada Sarah, "Ayas pulang dulu. Assalamualaikum." sambungnya.

Ayas mengulurkan tangannya untuk meraih tangan Sarah dan mencium punggung tangan Sarah sebagai tanda bakti seorang adik kepada kakaknya.

"Kamu hati-hati ya, nanti kalau sudah beres, kakak hubungi kamu."

Ayas pun mengangguk dan segera meninggalkan Sarah.

Berjalan menuju pangkalan angkutan umum cukup membuat kaki Ayas pegal karena jaraknya yang lumayan jauh jika ditempuh dengan berjalan kaki yang membutuhkan waktu kurang lebih setengah jam. Ayas sengaja tidak naik ojek untuk menghemat ongkos.

"Lama banget, sih, angkotnya,"

Ayas mulai bosan menunggu dan ia juga melihat hari sudah sangat sore, khawatir angkutan umum kedua yang menuju Panti sudah tidak melintas lagi.

Dua puluh menit menunggu, tetapi angkutan umum dengan tujuan yang dimaksud oleh Ayas belum muncul juga, Ia mulai panik dan berkali-kali melihat waktu melalui ponsel yang sedang dalam genggamannya.

"Ya Allah, lindungi hamba." Ayas tak lelah melirik sampai ke ujung jalan untuk melihat apakah ada angkutan umum yang melintas, tetapi nihil. Dia terus mondar-mandir dengan wajah cemas lebih tepatnya seperti sedang ketakutan.

Setelah melalui serangkaian negosiasi dengan Evelyn, akhirnya Reygen memutuskan untuk membuat kesepakatan dengan Evelyn.

"Oke, Rey akan kembali ke rumah ini dan mau memimpin perusahaan papi, tapi dengan syarat mengenai penggusuran Panti Asuhan Mutiara Hati menjadi urusan penuh Rey, dan apapun keputusan Rey mengenai tanah tersebut Momi dan papi gak boleh ikut campur."

"Oke, setuju, dan kamu juga harus ingat tidak boleh membawa wanita murahan kedalam rumah ini apapun alasannya."

Reygen mengangguk dan segera meninggalkan Evelyn tanpa salam atau sekedar berpamitan pada wanita sosialita itu.

Reygen segera melesatkan mobil Ronald dengan kecepatan yang cukup tinggi, perjalanan yang biasanya ditempuh dengan waktu kurang lebih dua jam dapat dipangkas olehnya hanya menjadi satu setengah jam saja.

Dari kejauhan Reygen mulai melihat sosok gadis muslimah behijab biru langit sedang menunggu sebuah angkot di pertigaan dekat tikungan menuju kantor Ronald.

Reygen segera menepikan mobil yang ia kendarai di depan Ayas. Ia segera turun dari mobil dan menghampiri Ayas.

"Kamu, mau kemana lagi?"

Tanya Reygen sambil berjalan dengan kedua tangan di dalam saku celana formalnya. Dia mendekati Ayas yang sedang menyenderkan tubuhnya ke pohon dipinggir jalan.

"Pulang."

Ayas menyilangkan kedua tangannya diatas dada.

"Ini udah hampir malam loh, mungkin saja ... angkot udah gak ada yang lewat kesini."

Reygen berkata dengan sedikit tersendat membuat Ayas bertambah takut karena baru kali ini Ia masih berada jauh dari panti pada malam hari meskipun masih jam enam sore.

"Benarkah? Kalau taxi apakah masih ada yang suka lewat jam segini?"

Wajah Ayas mulai dilanda kecemasan, ia pun berkali-kali telah mengirimkan pesan pada ibunya--Dahlia--agar dia tidak terlalu menghawatirkannya.

"Hmm ... aku tidak yakin, karena kawasan ini sangat sedikit dilalui oleh kendaraan umum."

Reygen semakin senang membuat Ayas ketakutan.

Ayas tak memiliki aplikasi transportasi online, karena merasa belum terlalu membutuhkannya dengan aktifitasnya yang hanya sekitaran panti saja.

1
Alby Raziq
ceritanya bagus
aagnes
Luar biasa
Diana Resnawati
mampir thor
Ryan Jacob
semangat Thor
Oh Dewi
Mampir ah...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu
Sophia Aya
mampir thor
Leona Kharisma
cerita Ronald dan Sarah gmn thoor??
SM Channel: belum sempat selesaikan, Kak.
putri saya sedang di RS 🙏🙏🙏
total 1 replies
Leona Kharisma
umi umi kata nya..
SM Channel: 😍😍😍😍😍😍
total 1 replies
Alea Wahyudi
gak mau jatuh cinta katanya...sekarang gimana bang liat Yasmin 😀😀😀
Alea Wahyudi
ada yg nakut2 tin biar ada yg mau ikut naik mobil....pinter bang Rey cari modus 🤭
Qiky🧣
jejak lagiii
Qiky🧣
suami siaga kamu rey
Qiky🧣
lama gak ke noveltoon aku masih blm tamatin baca
Putri Lanjar
panggilan sayangnya ganti² terus...
SM Channel: 😘😘😘😘😘😘😘
total 1 replies
Umi Sya'wanah
dad... kasih solusi donk
SM Channel: 😍😍😍😍😍😍😍😍
total 1 replies
Umi Sya'wanah
dad... kasih solusi donk
SM Channel: 😍😍😍😍😍😍😍
total 1 replies
Umi Sya'wanah
greget ngeliat adegannya.
ayo cepat d halalin
SM Channel: 😍😍😍😍☺😍😍😍
total 1 replies
Qiky🧣
kata kata asem itu inget sama mantanku yang mengdepresotkan😒
SM Channel: 😅😅😅😅😅😅😆😆
total 3 replies
FAJRIN M. MUHAMMAT
ceritanya bagus knp yang likenya sedikit sekali
SM Channel: makasih, Kakak...
makanya di end aja, 😅😅😅
total 1 replies
Qiky🧣
ya ampuuuuunn.

semanagatttt
SM Channel: ❤❤❤👍👍👍🌹🌹🌹
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!