NovelToon NovelToon
Om Duda Teman Bapak

Om Duda Teman Bapak

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Contest / Duda / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.8
Nama Author: yati suryati

Dea merupakan putri tertua Pak Bani dan Alm. Bu Ida. Karena ditipu teman bisnis akhirnya Pak Bani bangkrut. Mereka menjual seluruh aset demi menutupi hutang di bank dan membayar gaji karyawan.
Suatu hari, Yudi yang merupakan mantan karyawan Pak Bani datang mencarinya. Karena Yudi merasa hutang budi kepada keluarga itu. Karena Pak Bani lah, dia bisa menjadi pengusaha mebel sukses.
Pak Bani meninggal dalam kecelakaan menuju tempat kerja, sebelum dia meninggal. Pak Bani menitipkan Dea kepada Yudi. Yudi seorang duda yang berpisah karena istrinya selingkuh. Hingga suatu rencana busuk dibuat mantan istri Yudi untuk memisahkan Yudi dan Dea.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yati suryati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

part 8

Om Duda Teman Bapak

Part 8

"Hayo, lagi mikirin Om duda, ya?" ledek Widi, saat ini aku sedang duduk di depan jendela memandangi air hujan yang jatuh.

Entahlah, Entah kenapa hanya bayangan Om Yudi selalu ada di pikiran, aku hanya heran kenapa dia menghilang tanpa kabar. Apa sebenarnya yang telah terjadi.

"Yudi sudah sebulan ini tidak pernah lagi datang ke pabrik kayu tempat Bapak kerja," sambung bapak yang dari tadi sibuk dengan majalah bisnis--ia beli di penjual majalah second.

"Emang Om Yudi kemana, Pak?" tanya Widi antusias.

"Kepo," celetukku sambil menoyor kepala Widi.

"Kakak pengen tau juga, kan? Kan? Kan?" Widi menaik-naikkan sebelah alisnya.

"Kurang tau, cuma orang kepercayaannya aja yang datang ke pabrik." Ayah menutup majalahnya lalu mengarahkan pandangan kepadaku. "Apa sebenarnya yang terjadi siang itu De?" lanjut bapak.

"Siang kapan, Pak?" tanyaku berlagak lugu.

"Siang waktu mertua Yudi datang," jawab bapak.

Akhirnya aku menceritakan apa yang terjadi, bagaimana aku dan Bik Nah berusaha merebut Malika.

"Yudi itu baru cerai talak, cerai resmi di pengadilan belum. Kamu jangan bermain-main dengan hati, De!" tutur Bapak, disambung dengan tawa terbahak dari Widi.

"Ih, bapak apaan, sih," sanggahku.

Bapak hanya tersenyum, lalu ia menyeruput teh hangat yang dibikinkan Widi tadi.

Tanpa sengaja Suatu sore aku bertemu Bik Nah di supermarket. Bik Nah lalu bercerita bahwa Om Yudi telah lama tidak pulang ke rumah.

'Ayolah Dea lupakan dia buang dari pikiranmu!'

'Kamu jangan bodoh Dea dia tidak pantas untukmu dia terlalu jauh di atas kamu'

Perdebatan bodoh itu yang terjadi di kepalaku pada saat ini.

***

Jevan, tidak pernah putus asa, menemuiku, baik itu di rumah atau sekedar memesan makanan dari tempat kubekerja, aku mendapatkan pekerjaan baru sebagai pramusaji di sebuah restoran cepat saji.

"Dea, kenapa kamu begitu dingin?" tanya Jevan malam itu saat ia bertamu kerumah. "Apa perasaan itu udah enggak ada lagi?" lanjut Jevan.

Aku bergeming, hanya sibuk menghitung bintang yang jumlahnya selalu bertambah setiap dihitung.

"Aku tunggu jawaban kamu."

"Itu tehnya kenapa enggak diminum?" tanyaku mengalihkan cerita.

Jevan berdiri dan pamit pulang. Setelah meminum Teh hangat buatan Widi. Ada ekspresi lain dari wajahnya setelah teh itu diminumnya.

Baguslah dia pulang, aku sangat malas harus bertemu dia apa lagi harus melayani saat ia bertamu. Seperti tidak ada malu, dulu bukannya dia yang mengakhiri, kenapa sekarang dia kembali.

"Widi!" teriakku saat masuk rumah sambil membawa cangkir teh bekas Jevan. "Kamu kasih apa dalam tehnya?"

Widi hanya tertawa, sepertinya dia sangat puas, tertawa sambil memegang perut.

"Tadi ... tadi tehnya Widi kasih garam bukan gula." Widi terbatah, ia berusaha menahan tawanya.

Mendengar itu, aku juga ikut tertawa. "Pintar juga kamu, ya," pujiku.

Ternyata bapak mendengarnya, sehingga kami dimarahinya. Ia mengatakan, tamu itu harus dihormati tidak seharusnya kami berbuay seperti itu.

Andai bapak tahu rasa sakit hatiku, diputuskan sepihak gitu, ditinggalkan pas lagi sayang-sayangnya oleh Jevan. Sakit, loh, pak. Sakit, seperti dicubit gorila.

***

"Selamat malam, mau pesan apa?" sapaku ramah kepada pembeli yang telah berdiri di depan meja kasir. Ia memesan makanan cukup banyak, sehingga harus menunggu beberapa menit ada salah satu pesanan ibu ini sedang digoreng.

"Atas nama ibu siapa? Ada beberapa pesanan ibu siap 10 menit lagi. Setelah selesai kami akan mengabari," terangku.

"Ivi," ucapnya singkat.

Ivi? Nama itu pernah aku dengar, tetapi kapan? Netraku terus mengikuti langkah Ibu Ivi, pemandangan sangat mengejutkan. Aku mengingat nama itu saat melihat seorang wanita paru baya ada di meja tersebut.

Iya, Ivi nama mamanya Malika. Mantan istri Om Yudi. Mantan Istri? Entahlah, mantan istri atau masih istri.

Bodoh aku hanya mengupat diri ini dalam hati, kenapa ada perasaan tidak enak saat melihat wanita itu. Wanita yang cukup cantik. Sangat cocok dengan Om Yudi.

"Ibu Ivi," panggilku, pesanannya sudah ready.

Wanita itu melangkah, menuju meja kasir diikuti seorang pria. "Om Yudi," desisku.

Apa Om Yudi tidak mengenalku lagi? Kenapa dia tidak menyapa, jangankan menyapa, tersenyum saja tidak.

"Terima kasih, selamat menikmati," ucapku tanpa ada balasan dari mereka.

Ramainya pengunjung, aku tidak lagi mempedulikan keberadaan mereka, tetapi jujur aku katakan, aku tidak suka bertemu Om Yudi dengan situasi seperti ini.

Pukul sepuluh malam, gerai sudah tutup. Aku dan karyawan lain bersiap-siap untuk pulang. Jaket dan tas aku ambil dari dalam loker. Mengecek ponsel itu yang pertama.

Banyak pesan masuk di aplikasi berlogo telepon, pesan dari Jevan. Namun, ada satu nama menarik perhatianku. Membuatku memilih untuk membuka pesan itu pertama kali.

[De, Ntar pulangnya hati-hati di jalan, ya. Ini sudah malam]

Pesan dari Om Yudi. Ternyata dia masih mengenalku, tetapi kenapa tadi seperti orang lain.

***

"Wid ...." Aku ragu meneruskan ucapan.

"Kenapa Kak?"

"Tadi Kakak ketemu Om Yudi di tempat kerja, tapi dia cuek aja. Kami seperti nggak kenal." Aku terdiam sejenak. "Tapi dia mengirim pesan ini." Aku menunjukkan pesan di ponsel kepada Widi.

"Apa Kakak ada perasaan dengan Om Yudi?"

"Entahlah, Wid. Tapi rasanya sakit melihat pemandangan tadi. Mungkin kakak aja yang gak sadar diri, mana ada Om suka sama keponakan," keluhku.

"Bukan om kandung juga, Kak. Nggak ada yang salah. Salahnya kalau kakak ngerebut suami orang. Jangan jadi pelakor, Kak!"

Pekanbaru, 04 Mei 2021

1
Sri Keren Mutamimah
Luar biasa
Sri Mulyati
👍
Anik
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Chika Ayuu
terharu sungguh
Chika Ayuu
seru banget
Ariyani Ariyani
hadir menyimak
Rose Angle
ini novel terpendek yang pernah aku baca tapi bagus cetitanya singkat padat jelas
Yati Suryati: baca ceritaku yang lain ya kak.
total 1 replies
indriyani
ceritanya sangat bagus
Yati Suryati: terima kasih
total 1 replies
💕💕syety mousya Arofah 💕💕
semangat kakkkk,,,sesakit apapun yg kita rasakan ,,,nyatanya hidup terus berjalan,,,
Yati Suryati: benar sekali kk
total 1 replies
SR.Yuni
setuju sama Widi...kamu bodoh Dea udah tahu jevan sodara ulet bulu kenapa diterima kayak ga ada lelaki lain aja....kecewa
SR.Yuni
Ceritany udah ok tapi jujur aku gak suka tipe lelaki Cemen gini masa udah jelas ulet bulu ganggu Dea kok gak dilawan...tegas dikit jadi lelaki
Kinan Kevin
bagus
Lulu Nasya
bagus ceritanya
Yati Suryati: terima kasih kk
total 1 replies
Yety Mulyaty
bagus
Yati Suryati: terima kasih
total 1 replies
Devi Handayani
keren ceritanya thorrr...... akhirnya tamat yaaa😍😍
Yati Suryati: terima kasih kk.
baca cerita ku yang lain juga ya
total 1 replies
Devi Handayani
fitnah... sekali lagi fitnah lebih kejam dari pada pembunuhan..... ada inget ucapan dari tokoh siapa kah gerangan🤓🤓🤓
Devi Handayani
dea mau juga dinikahin ama om gantengnyaa.... wes lahh maju terus pantang mundur😍😍
Devi Handayani
semangat thorr😍😍
Yati Suryati: terima kasih.

coba baca ceritaku yang lain ya
total 1 replies
Nuranita
wah jdi iri ini sama mba authorx....anakx banyak...seneng donk pasti rumahx rame...nah aq anakx satu klo anakq sekolah aq hnya berdua aja sama cio kucing belang tigaq😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Yati Suryati: salam kenal mbak, makasih banyak sudah baca2 ceritaku
total 1 replies
Nuranita
kalo nglamar mbo y jgn gtu atuh....lari kn cewekx🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!