Jangan di baca, novel ini sedang diperbaiki.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ZiOzil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ayumi Salah Sangka
Ayumi sedang duduk melamun di atas ranjang kamarnya, gadis itu teringat tatapan mata Raja saat menyelamatkannya tadi, mendadak jantungnya berdetak tak karuan.
"Dia keren sekali sih? Dia menyelamatkan aku seperti di novel-novel itu." Gumam Ayumi dengan sedikit senyum di bibirnya.
Tiba-tiba ponsel Ayumi berdering, seketika membuyarkan lamunannya tentang aksi keren Raja itu. Ayumi meraih ponselnya yang tergeletak di ranjang, dia memandang malas benda pipih itu saat tahu siapa penelpon nya.
"Cckk ... mau ngapain sih dia hubungi aku? Dasar pengecut! Melindungi aku saja tidak bisa!" Cibir Ayumi. Lalu mengabaikan panggilan masuk dari Sammy itu. Dia kembali mengkhayalkan Raja.
Flashback on ...
Setelah Raja beranjak pergi dan Dino menyusulnya, Ayumi juga hendak mengikuti mereka, tapi Samy menahannya.
"Yumi, kau mau kemana?" Sammy menarik lengan Ayumi.
"Aku ingin menemui orang yang sudah menyelamatkan aku dari mantan pacarmu yang bar-bar itu, aku ingin mengucapkan terimakasih." Jawab Ayumi penuh penekanan sembari menepis tangan Sammy yang memeganginya.
"Baiklah, kita temui dia bersama!"
"Tidak usah! Biar aku sendiri saja! Ini bukan urusanmu!" Balas Ayumi ketus dan berlalu pergi meninggalkan Sammy. Lelaki itu kesal, terlihat dari rahangnya yang mengeras.
Dia pun meninggalkan cafe itu dengan perasaan kesal.
Ayumi berjalan cepat ke ruangan duo gesrek, dia sedikit khawatir dengan keadaan Raja. Gadis itu membuka pintu tanpa mengetuknya terlebih dahulu dan saat pintu terbuka, dia malah melihat pemandangan yang tidak pantas. Ayumi sontak berteriak.
Flashback off ...
Tiba-tiba Ayumi tersentak saat mengingat pemandangan tak senonoh yang dia lihat di ruangan duo gesrek tadi. Mendadak Ayumi merasa geli.
"Apa selama ini mereka itu pasangan gay? Menggelikan sekali!" Ayumi bergidik sembari menerka-nerka.
"Ah ... sebaiknya aku tidur, daripada memikirkan hal yang tidak-tidak." Ujar Ayumi. Gadis itu segera membaringkan tubuhnya dan menarik selimut agar menutupi separuh tubuhnya.
***
Rania berjalan pelan menyusuri gang sempit menuju rumah kontrakannya, rasanya bagai berjalan menuju neraka jika mengingat apa yang akan menyambutnya di rumah nanti.
Dari jarak lima meter, Rania sudah bisa melihat sesosok lelaki paruh baya sedang duduk sambil memegangi botol minuman keras.
Rania melangkah cepat melewati lelaki itu, dia tak ingin terlibat pembicaraan dengannya. Tapi sial memang, lelaki itu malah memanggil Rania sehingga dia terpaksa menghentikan langkahnya.
"Ran, bagi duit!"
"Ayah, sudah berapa kali aku katakan, berhenti minum dan bermain judi! Itu hanya akan menghancurkan Ayah, menghancurkan kita!" Rania berbalik memandang lelaki yang tak lain adalah ayahnya itu, dia berbicara dengan nada kesal. Setiap kali pulang ke rumah ini, ayahnya selalu saja mabuk dan meminta uang untuk bermain judi.
"Hee ... ayah minta duit, bukan minta nasehat! Mana?" Ucap ayah Rania dengan mata sayu sambil menadahkan tangannya.
"Aku tidak punya uang!"Ucap Rania tegas. Dia berusaha menahan air matanya agar tidak jatuh. Dia tak ingin terlihat lemah di hadapan sang ayah.
"Jadi untuk apa kau bekerja kalau tidak menghasilkan uang?" Teriak ayah Rania emosi.
"Aku baru beberapa hari bekerja, aku belum gajian." Balas Rania sembari berlalu pergi dari hadapan sang ayah. Gadis itu masuk ke kamarnya dan mengunci pintu. Air matanya seketika jatuh tak tertahankan lagi, perih ... itu yang dia rasakan setiap kali melihat ayahnya.
Dari balik pintu kamarnya, Rania bisa mendengar umpatan-umpatan dilontarkan sang ayah untuknya, tapi Rania sudah kebal mendengarnya.
"Ibu ... aku merindukanmu." Ucap Rania lirih. Air matanya semakin banyak menetes.
***
Hari ini, seperti hari-hari biasanya, cafe lumayan ramai, tapi syukurnya semua bisa ditangani dengan baik. Dari pintu dapur, Dino mengintip Rania yang sedang melayani pelanggan, dengan senyum khasnya, Dino pun segera menyiapkan sesuatu yang sudah dia rencanakan untuk gadis itu.
Dino mengambil sebuah gelas, membuatkan cappucino yang dicampur susu dan cream, lalu dia mempraktekkan apa yang dia pelajari beberapa hari ini. Dino melukis pola hati di atas permukaan cappucino itu, walaupun bentuknya jauh dari kata sempurna, tapi masih bisa di terima akal sehat.
Setelah selesai melakukan itu, Dino meletakkan gelas berisi cappuccino berpola hati itu di meja, beberapa karyawan yang melihat karyanya berkomentar dengan heboh.
Tiba-tiba Rania dan Susan masuk ke dapur bersamaan, Dino segera memberikan mahakaryanya itu kepada Rania.
"Ran, ini cappucino yang sengaja aku buatkan khusus untukmu." Ucap Dino sembari menyodorkan gelas berisi cappuccino itu.
"Wah ... cantik sekali. Terimakasih ya, Kak. Tapi maaf, aku tidak bisa minum yang beginian, ada gangguan pada lambungku." Rania memuji hasil kerja Dino, tapi dia juga menolak meminum cappucino buatan Dino itu karena sebuah alasan.
"Oh ... aku tidak tahu. Maaf ya ..." Balas Dino dengan sedikit kecewa.
"Kalau begitu buat aku saja, Kak! Aku suka minum cappucino, apalagi buatan Kak Dino." Susan menyahut dengan malu-malu.
"Nah ... berikan ke Susan saja, Kak." Pinta Rania.
"Tapi ...."
"Tidak ada gangguan di lambungku kok, Kak. Jadi kakak jangan khawatir!" Susan meyakinkan dengan cengiran khas nya.
"Siapa yang khawatir kepadamu, lumba-lumba!" Dino melengos dengan tatapan malas.
"Kalau aku lumba-lumba, berarti hati kakak lautnya, jadi aku bisa berenang di sana." Sahut Susan sembari menunjuk dada Dino, membuat Rania dan karyawan lain terkekeh geli.
"Apaan sih?" Dino memeloti Susan.
"Sudah sini cappucino nya! Lama banget!" Susan merebut gelas yang dipegang Dino itu, dan dengan cepat menyesapnya.
Dino hanya melongo melihat kelakuan tidak tahu malu Susan itu.
"Hemmm ... nikmat sekali! Besok-besok buatkan lagi ya, Kak!" Ucap Susan tidak tahu diri setelah menikmati cappucino buatan Dino itu.
"Iya, besok-besok ku campur sianida, biar tewas kau sekalian!" Balas Dino kesal, dan disambut gelak tawa karyawan lain.
***
sikit kali kutengok,,🤭🤭
makasih cerita kocaknya thorrr..👍👍
Dino keren,,to the point & tegas meskipun kata-katanya g d saring tapi aku suka karakter laki2 tegas berterus terang gitu..suka bilang suka enggak bilang enggak..👍👍
ahhh cieee Ayumi menang banyak nih..🤭🤭🤭
ternyata kakak othor penggemar naruto sampe hafal nama2 jurusnya..
Aq tunggu bucin nya Raja 🤭