NovelToon NovelToon
Retrouvailles

Retrouvailles

Status: tamat
Genre:Contest / Ketos / Nikahmuda / Cintapertama / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Net Profit

📢📢 WELCOME DI AREA BAWANG GORENG😭😭

Kamiya Maulida harus merelakan kebahagiaan yang selama ini ia bangun hancur, demi mewujudkan wasiat terakhir sang ibu. Tahun ke tahun ia berusaha menghapus semua kenangan indah yang makin lama nampak semakin nyata. Bahkan sosok sempurna di depan matanya tak bisa menggantikan satu nama yang tetap tersimpan apik di hati.

"Gue nggak pernah pengen lu pergi, Mi. Tapi kalo lu nggak percaya sama kebahagiaan yang gue tawarin lu boleh pergi. pergilah, gue tetep di sini. tapi jika suatu saat lu kembali, gue pastiin perasaan ini bukan buat lu lagi. gue pastiin nggak akan ada 'kita' lagi." Ardi Rahardian.

"Aku dan kamu pernah bersama, bahagia. Berada di fase dunia milik berdua, yang lain ngontrak. Karena suatu hal aku pergi, membiarkanmu merasakan ditinggal pas sayang-sayangnya. Jika kini aku kembali, bisakah kamu dan aku menjadi kita?" Kamiya Maulida.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Net Profit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Delapan

“Dek kita udah sampai.”

Miya nyaris tak mendengar ucapan Mas Wildan. Dia sibuk melihat pemandangan di depan gedung tempat ia akan di wisuda. Para wisudawan yang mengenakan toga senada dengan dirinya sedang sibuk berfoto dengan keluarga maupun pasangan. Mereka tersenyum bahagia menghadap kamera dengan berbagai gaya.

Tanpa sadar Miya menarik sudut bibirnya, dengan senyum tertahan yang begitu menyesakan. Pemandangan ini mengingatkannya pada Ardi. Saat itu ia dan Ardi mengenakan baju yang sama untuk menghadiri acara wisuda Arka. Hari dimana ia merasa jika dirinya benar-benar sudah menjadi bagian dari keluarga Rahardian karena kedua orang tua Ardi begitu mendukung dan merestui hubungan mereka.

Sabuk pengaman yang terlepas membuatnya sadar dari lamunan. Menengok ke samping dimana ada Mas Wildan yang baru saja melepas sabuk pengaman miliknya. Matanya tak sengaja bersitatap dengan Wildan.

“Udah sampe yah Mas?” pertanyaan yang tak memerlukan jawaban ia lontarkan hanya untuk sekedar berbasa-basi.

Wildan masih menatapnya dengan lekat, “Mas udah bilang kita udah sampe dari tadi, tapi kamunya diem aja.”

“Maaf Mas, keasikan liat yang lagi foto-foto tuh…” elak Miya sambil menunjuk keramaian di depan gedung.

“Jangan bohong. Jujur sama Mas! Kamu kenapa? Mas perhatiin dari kita sarapan tadi kamu udah melamun terus.”

“Aku nggak apa-apa Mas. Beneran deh.” Miya masih terus mengelak.

“Jujur sama Mas, Dek. Ibu kamu udah nitipin kamu ke Mas buat bikin kamu bahagia, bukan malah buat kamu melamun kayak gini bahkan dihari wisuda mu.” Desak Wildan, ia tau gadis di sampingnya itu pasti sedang banyak pikiran. Karena pagi ini tak saperti biasanya, Miya lebih banyak berdiam diri. Padahal hari-hari sebelumya gadis itu selalu terlihat ceria.

Meskipun Wildan tak punya banyak waktu untuk menemani Miya karena kesibukannya mengurus bisnis tapi hampir setiap malam ia selalu meluangkan waktu untuk membantu Miya menyelesaikan tugas kuliah. Ditambah tiap libur kerja, ia juga selalu menghabiskan waktu menemani gadis itu.

Sejauh ini Wildan tak tau apakah rasa nyamannya bersama Miya selama ini adalah cinta, atau hanya sekedar rasa sayang dari kakak yang selalu ingin membantu dan melindungi adiknya. Yang ia yakini hingga saat ini adalah harus membuat gadis yang kini duduk di sampingnya itu bahagia, seperti keinginan mendiang ibu Miya. Untuk urusan cinta biarkan semua mengalir apa adanya. Jika ditanya apakah Wildan menyayangi Miya? Maka jawabannya seratus persen iya.

“Apa kamu lagi mikirin wasiat ibu kamu? mikirin pernikahan kita?” tebak Wildan karena sedari tadi Miya terus mengelak.

“Ya benar Mas. Seratus… eh bahkan seribu deh buat Mas. Beneran deh sekarang aku lagi bingung banget sama hubungan kita. Mas Wildan itu baik banget sama aku, selalu bantu aku ngerjain tugas kuliah dari zaman aku masih S1 sampe sekarang udah lulus S2. Mas juga selalu ada saat aku butuhin. Mas itu baik, kaya, mapan, penyabar, pokoknya suami idaman banget. Tapi aku nggak cinta sama Mas. Kalo kita nikah bukankah itu tidak adil, saat mas ngasih seratus persen hati mas buat aku sedang seratus persen hatiku buat dia, Ardi. Aku sayang sama Mas Wildan, buat aku Mas Wildan udah kayak kakak sendiri. Kakak kesayangan aku. Tapi kalo kita nggak nikah gimana dong? Apa aku akan jadi anak durhaka karena tak menuruti wasiat orang tua?” Deretan kalimat panjang kali lebar yang hanya terucap dalam hati Miya.

Pada akhirnya hanya kata “aku nggak apa-apa” yang kembali terucap dari bibir Miya.

Wildan tau makna kata ‘aku nggak apa-apa’ yang biasa diucapkan wanita itu selalu berbanding terbalik dengan keadaan yang sebenarnya. Wildan merengkuh Miya ke dalam pelukannya, satu-satunya hal terbaik yang bisa ia lakukan saat ini dari pada harus terus menerus memaksa Miya mengeluarkan unek-uneknya.

“Dedek Miya nggak boleh sedih di hari yang membahagiakan ini.” Ucap Wildan dengan tangan yang mengusap lembut punggung gadis yang mulai terisak dipelukannya.

“Maafin Miya, Mas.” Ucap Miya begitu ia terlepas dari pelukan Wildan.

“Maaf untuk apa?” tanya Wildan dengan sorot mata teduh penuh dengan pengertian.

“Untuk semuanya Mas.” Kali ini Miya memberanikan diri menatap sorot teduh di hadapannya.

“Jangan mikirin yang aneh-aneh.” Wildan menangkup wajah Miya, menghapus air mata yang mulai membasahi pipi gadis itu.

“Jangan nangis dong, nanti make up kamu luntur loh. Malu kan kalo itu mascara sama eye liner kamu bleber-bleber gara-gara kebanyakan nangis.” Ledeknya kemudian mengelus kepalanya dengan sayang.

“Mas Wildan…”

“Udah sana masuk. Mas tunggu di luar yah kan undangannya cuma buat dua orang, ayah sama ibu pasti udah duduk di kursi undangan.” Ucap Wildan sambil membuka pintu di samping Miya dari dalam.

Prosesi wisuda berjalan lancar dan hidmat. Dari mulai menyanyikan lagu hymne kampus hingga pemindahan tali toga. Satu persatu wisudawan keluar dari gedung untuk menemui orang tua mereka.

Hari ini antara bahagia dan sedih campur jadi satu. Bahagia karena ia bisa lulus S2 dan mewujudkan keinginan ibunya untuk jadi wanita cerdas dan mandiri. Tapi di sisi lain keinginan kedua ibunya mulai melambai untuk segera dipenuhi, menikah dengan suami yang telah dipilihkan, Mas Wildan. Kini tak ada lagi alasan untuk menunda pernikahan.

Setelah menarik nafas panjang dan menghembuskannya dengan pelan guna menenangkan hatinya, kini Miya berjalan ke luar gedung untuk menemui Tante Wilona dan keluarga.

Baru saja keluar dari pintu utama gedung Miya justru mematung di sana dengan tatapan haru. Melihat teman-temannya dipeluk oleh ayah dan ibu yang berulang kali mengucapkan betapa bangganya mereka karena sang anak sudah menyelesaikan studi nya.

“Ayah… Ibu… jika kalian masih ada, apa kalian juga akan memelukku seperti itu? Apa kalian juga akan bangga padaku yang baru saja menyelesaikan studi ini?” ucapnya lirih dengan mata yang sudah berkaca-kaca.

“Tentu.” seru seseorang dari arah samping.

Miya menengok ke samping, sudah ada Wildan dengan buket mawar putih di tangan kanannya. Seperti biasa, pria yang sudah didaulat menjadi calon suaminya itu selalu tersenyum dengan sorot mata teduh penuh pengertian.

“Jika mereka masih ada, mereka pasti akan sangat bangga Dek. Mereka juga akan memelukmu. Seperti ini.” Ucapnya kemudian memeluk Miya dengan erat.

“Meskipun ayah sama ibu kamu udah nggak ada, tapi Mas yakin di alam sana mereka bangga sama kamu.” imbuhnya.

.

.

.

.

Dukung aku dengan like, komen dan favoritkan!

Dukung aku dengan like, komen dan favoritkan!

Dukung aku dengan like, komen dan favoritkan!

1
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Jesi di suruh ke rmh tuh buat ngejelasin boar miya ga slh phm lg tp malah bikin huru hara baru, dasar somplakk.😆
Alfi Alfi
Luar biasa
Irni Yusnita
baru baca kayaknya bagus ceritanya Thor bukannya ceritamu selalu ok👍
Fina Fitriani
makinnn seruuuu... tp sayang harusnya aku bacanya urutan ya dr ortunya eh ini aku baca pas udh baca cerita Jesi sama anaknya ArMi... gak apa2 deh yg penting seruuuuu... lanjut ah baca kisah Ridwan dan renatha .....cus.....
Muliana
Luar biasa
N Wage
semua karya2 kak net gak ada yg gak bagus.
semuanya👍👍👍👍👍
N Wage
baca utk yg ke 2 kali
ALIKA🥰🥰CHEN ZHE YUAN.LIN YI
seson 3 ardi rahardian .kamiya.adik arkana .
Dina Marliana
Suami mana suami,......arghhhhhh😅🤭
Dina Marliana
lailahailaallah,....thorrrr nanggung panjangin dikit napah part nya wkwkwk😁🤭
Dina Marliana
yaa elahh thorrr lagi nanggung juga 😅😂🤭
Dina Marliana
tuh kn jadi🤭jadi ikutan seneng juga🤗
Dina Marliana
berharap cuma ngeprank ni si tante-tante😭😭
Dina Marliana
Mmm,... jodohnya Wildan datang😏
Dina Marliana
,👣👣👣👣👣👣😁
Dina Marliana
belum baca yg cerita nya Ardi sama miya gass keunnnn 👍👍😁
aisyah
kisah terberat yg ditulis kak net
aisyah: aq baca ulang semua cerita kak net
total 3 replies
aisyah
aku ikut mewek lagi😭
Fikha Clara
👍
Ratna Nanda Juwita
aku lebih dl bca kisahnya jesi dri pd kisah nya freya arka,miya ardi sama kaleng dirga...jd ky flas back jatohnya.tp ttp seru...lanjut lg kk othor....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!