NovelToon NovelToon
Seperti Sampah

Seperti Sampah

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Tamat
Popularitas:2.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Para PenghuniSurga

Suci harus menanggung kesalahannya di masa lalu, dengan mengorbankan kebahagiaannya pada masa sekarang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Para PenghuniSurga, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Memastikan keraguan.

Riki Pov.

Aku tak pernah menduga akan bertemu seseorang saat menghadiri pernikahan sahabatku Doni. Istri Doni sangat mirip dengan wanita yang dulu pernah mengisi kesepianku.

Aku terus memperhatikan dia. Apa dia adalah wanita yang sama yang pernah ku temui atau memang orang lain ? benar-benar mirip, hanya saja berbeda penampilan.

Suci sangat tertutup sedangkan wanita itu begitu terbuka pakaiannya.

Aku tak bisa mengalihkan pandanganku dari Suci saat bertemu dengannya. Dan aku tahu pasti dia merasa tidak nyaman.

Semakin ku perhatikan Suci dan wanita itu mungkin saja orang yang sama. Aku harus meyakinkan lagi diriku sendiri.

Hari ini kebetulan Doni sudah mulai masuk kerja. Aku akan mencari cara supaya bisa menemui Suci.

"Assalamualaikum maaf menganggu. Saya mau bertemu Doni. Apa dia ada di rumah ?" saat ini aku sudah berada di rumah Doni.

Aku pura-pura tidak tahu bahwa Doni sebenarnya sudah kembali bekerja.

"Waalaikumussalam. Maaf, mas Doni sedang tidak ada di rumah." Suci menjawab meski dengan pandangan tertunduk.

"Ohhh sudah mulai kerja ya ? maaf saya kira masih cuti."

"Ada yang penting ya mas ? nanti saya kasih tahu ke mas Doni."

"Nanti saja biar aku dan Doni bicarakan langsung."

Sebenarnya kedatanganku ke sini hanya untuk memastikan bahwa penglihatanku ini tidak bermasalah.

"Kalau begitu saya permisi ya Suci."

Segera ku tinggalkan tempat itu karena keraguanku sudah terjawab. Aku semakin yakin, sangat yakin seyakin-yakinnya bahwa Suci adalah benar-benar wanita itu, wanita dari masa laluku.

Wanita yang pernah sangat dekat denganku meski hanya sesaat.

Sepertinya aku akan sering menemui Suci. Dengan atau pun tanpa ada Doni di sisinya.

Suci Pov.

Pagi ini aku dikejutkan dengan kehadiran Riki di rumah. Dia bilang ingin bertemu mas Doni.

Sebenarnya bukan karena pria itu ingin bertamu, namun Riki selalu saja menatapku saat kami bertemu, itulah yang membuatku merasa enggan untuk menemuinya.

Untung saja laki-laki itu hanya sebentar berada di rumah ini. Aku pun melanjutkan pekerjaanku, memijat kaki ibu.

"Siapa yang datang ?" tanya ibu.

"Temannya mas Doni. Katanya mau ada yang dibicarakan." Seraya memijat kaki ibu, aku pun menjawab pertanyaan beliau.

"Meski dia teman suamimu tapi kamu tetap harus jaga jarak dengan laki-laki itu. Biar bagaimanapun dia itu bukan mahram, takut timbul fitnah."

"Ya Bu. Tapi sepertinya Suci pernah bertemu dengan mas Riki. Tapi dimana ya ?" aku mencoba memutar otak untuk mengingat.

"Mungkin cuma perasaanmu."

Ibu benar itu cuma perasaanku, mungkin.

Tapi tetap saja aku memikirkannya. Namun aku sama sekali tak menemukan memori dimana aku pernah bersama pria itu.

***

Sebelum masuk waktu ashar aku pergi ke kamar mandi. Membersihkan keringat dari seluruh badanku sambil sekalian mengambil wudhu.

Selesai ganti baju dan memakai mukena aku duduk di atas hamparan sajadah. Tak lama kemudian adzan yang kutunggu pun berkumandang.

Ku jawab setiap kalimat adzan itu dan melafadkan doa setelah selesai. Barulah aku sholat sunat qabliyah empat rekaat sebelum sholat wajib. Setelahnya ku dirikan sholat ashar empat rekaat.

Selepas sholat, dzikir dan sholawat tak lupa aku memanjat doa.

Ku rapikan dan ku simpan kembali mukena dan sajadah pada tempatnya.

"Assalamualaikum." Mas Doni menghampiriku yang tengah menyisir rambut.

"Waalaikumussalam." Ku simpan sisir dan segera berdiri. Ku cium tangan suamiku.

"Capeku hilang setelah melihat istriku yang cantik ini." Mas Doni melingkarkan tangannya di pinggangku dan mengecup kening ini.

"Mas mandi dulu, aku sekarang mau siapin makan buat mas."

"Mandiin dong, mas pengen dimanja." Mas Doni bergelayut padaku.

"Mas kan udah gede, masa mau dimandiin. Ihh geli mas, aku gak sanggup membayangkannya." Aku terkekeh.

"Gak usah dibayangin, langsung praktek aja, ayo..." mas Doni menarik tanganku menuju kamar mandi.

"Mas nakal ya...kan aku mau siapin makan kamu." Ku lepas tanganku dari tangan mas Doni.

Dia tak mau kalah, sekarang tubuhku malah diangkat oleh suamiku dan dibawa masuk kamar mandi. Dengan segera mas Doni mengunci pintunya dan kembali memelukku erat.

"Mas, aku mau siapin..mm" mulutku dibungkam dengan bibir mas Doni.

"Kan ada bi Ayi yang siapin makanan buat kita semua. Sekarang kamu nurut aja sama suamimu ini." Mas Doni kembali menyerang bibirku dengan ciumannya.

"Sekarang mandiin aku." Mas Doni telah melepas semua pakaiannya tanpa malu.

Segera ku tutup wajahku dengan kedua tangan agar tak melihat semua itu.

"Ngapain tutup mata ? kan udah tahu..." mas Doni menyingkirkan tanganku pada wajah ini.

"Tetep aja mas kalo lihat kayak gitu aku geli."

Mas Doni terkekeh. Ya sudahlah...akan ku mandikan suamiku ini sampai bersih ke otak-otaknya sekalian. Biar gak ngeres.Tapi gak apa-apa kan kalo suamiku selalu berpikiran seperti itu pada istrinya sendiri.

Aduhhh aku tak bisa fokus membersihkan badan mas Doni karena dia terus saja menghujaniku dengan ciuman.

"Mas, jangan bermesraan saat di kamar mandi. Tidak boleh !"

"Ini cuma pemanasan saja, kita akan lanjutkan di tempat tidur."

Ya ampun suamiku ini gak cape apa, baru pulang kerja masih mau lembur di rumah. Tapi tetap saja aku tidak boleh menolak. Ini adalah salah satu kewajiban seorang istri.

1
Emily
dah tau nanyak lagi
Denni Siahaan
bagus banget ceritanya semangat Thor
Sri MM.: makasih dah mampir, nanti baca juga novelku yang lain ya hehe
total 1 replies
Denni Siahaan
udah suci jangan sedih dasar Doni sampah
Denni Siahaan
Thor jangan buat ceritanya suci menderita kasian
Oh Dewi
Mampir ah...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu wajib searchnya pakek tanda kurung dan satu novel lagi judulnya Caraku Menemukanmu
Erlinda
nampak sekali author kehabisan ide masa sih ada org DTG ngantarin makanan terus adalagi tamu tak dikenal datang ngajakin bikin kue eh ibu ayu main ikut aja ...receh banget..
Sri MM.: makasih dah mampir di karya receh ini
total 1 replies
Erlinda
Raisa nya jg bodoh udah dikasih tau kakak nya bukan nya ngusir malah ditinggal pergi kekamar dan ga mengunci pintu kamar nya.
Erlinda
semoga Bu Merly sadar akan perbuatan jahat nya .dan semoga buk Merly membuang semua sifat angkuh dan sombong nya
Sri MM.: makasih dah mampir ☺️
total 1 replies
Aminah Aqhifa
suka sama ceritanya
Sri MM.: makasih dah mampir ☺️
total 1 replies
Desi Hes
ya di rmh aja lah f9kus urus suami buat apa lagi kerja...
Lili Adelia
suci tuh berhijab tp gk jga kelakuan yah
Lili Adelia
Suci itu goblok yah udah nikah ke 2 kali mash pura2 tanya bukanx diam aja,katax mau jd wanita yg lebih baik harusx nurut ama suami apa lg udah syah ,sebel
Lili Adelia
Sucinya yg goblok gk teriak waktu di kunciin di kamar
gini belataa iwnainwyb
yah bensini opo mensino su Psy psyn
gini belataa iwnainwyb
tuangag pa omyanaoaks
Sri MM.: artinya apa sih??? hehehe
total 1 replies
gini belataa iwnainwyb
tuang sedanga ianta pa alall siant. pa layyyyoama
gini belataa iwnainwyb
taianya pa alaggg yg apasih hainta apa oamtabpapp alyyy soap iantty apa sedoamps
Harmia Nurlindasahril
buat Doni nyesal dong thoor
Dede Pahrioga
😇😇😇
Cici Kartini
toso minta d tonjokkk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!