Moza Remon seorang gadis cantik yang harus menderita setelah kepergian kedua orang tuanya..
Suatu malam dia di usir oleh Pamannya dalam cuaca hujan deras menyusuri jalanan jalanan dengan air mata yang terus mengalir di wajahnya..
Namun tiba tiba dia bertemu dengan seorang laki laki tampan di saat bersamaan tubuhnya terasa lemah dan jatuh pingsan.
Bagaimana kelanjutan hidup Moza setelah bertemu dengannya, apa dia akan kembali menderita atau bahkan menjadi bahagia.. ??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Encha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Apa kalian sepasang kekasih??
Moza langsung berjalan masuk dan menuju kamarnya tanpa menghiraukan sapaan Adam, wajahnya pun terlihat seperti menangis.
" Anda sudah pulang Nona " Sapa Adam tersenyum
Moza hanya menoleh dan kembali berjalan menaiki tangga dan menuju kamarnya, sementara Melia segera menyusul Moza dia takut terjadi sesuatu dengan nya dan sudah pasti Leon akan sangat marah bahkan bisa memecatnya.
" Nona Moza " Ucap Melia namun segera di tahan Adam
" Melia, apa yang terjadi kenapa Nona bisa kembali sedih "
" Saya kurang tahu Pak, Tapi sepertinya Bagus tau alasannya "
" Tolong kamu panggil Bagus "
" Baik Pak Adam "
Melia pun nampak keluar mencari Bagus, karena memang Melia tidak tau apa yang terjadi dengan Moza.
-
Moza langsung menangis, dia teringat semua kejadian bahkan ucapan dari Rio dan Felice.
Selama ini Rio begitu baik kepadanya namun ternyata semua itu hanya pura pura.
" Kenapa semua orang begitu kejam, kenapa semua begitu jahat, apa salah aku "
-
Sementara kini Adam sudah tau alasan kenapa Moza kembali sedih, namun di saat akan menghubungi Leon tiba tiba terdengar suara mobil dan tidak lama terlihat Leon yang berjalan masuk.
" Selamat sore Tuan " Sapa Adam
" Ya, dimana Moza apa di sudah kembali "
" Nona Moza di kamar Tuan tapi, - "
" Tapi Apa, apa yang terjadi " Ucap Leon
" Melia " Lanjutnya memanggil Melia
" Ya Tuan " Ucap Melia menunduk
" Apa yang terjadi, bukannya kamu saya perintahkan untuk menemani Moza "
Melia mencoba menjelaskan semuanya, dia tau jika dirinya salah meninggalkan Moza saat di Mall.
" Kamu siapkan makanan untuk Moza sekarang" Ucap Leon.
" Baik Tuan "
Leon duduk di kursi sambil menunggu nya, dia mengingat jika Moza terlihat begitu sedih ketika tau jika ternyata Kakak sepupunya dekat dengan Rio.
Dan siapa Rio sebenarnya apa antara Moza dengannya dekat atau bahkan mereka sudah berpacaran.
" Maaf Tuan, ini makanan yang Anda minta " Ucap Melia membuyarkan lamunannya
Leon mengambilnya dan segera menuju kamar Moza, dia khawatir dengan kesehatan Moza yang tidak makan sama sekali setelah dari Mall.
Ceklek,,
" Moza,, Saya boleh Masuk " Ucap Leon
" Masuk lah " Ucap Moza mengusap air matanya
Leon berjalan masuk, dia melihat jika Moza menangis bahkan matanya pun terlihat sembab.
" Kamu makan ya, Melia bilang dari siang kamu sama sekali tidak makan "
" Aku tidak lapar "
" Tapi kamu tetap harus makan, kamu baru saja sembuh dari sakit "
" Aku gak mau makan Leon "
" Sedikit saja, karena saya tidak mau terjadi sesuatu dengan kamu "
Moza menatap Leon, bahkan hanya Leon yang begitu baik dan perhatian dengannya.
" Buka mulut kamu " Ucap Leon dan Moza membuka mulutnya.
Leon terus menyuapinya, Moza terus menatapnya bahkan Leon tidak seperti biasanya.
Leon seperti sedang memikirkan sesuatu namun dia tetap saja sangat peduli dengan Moza.
" Apa kamu sendiri sudah makan " Ucap Moza dan Leon menggeleng
" Kenapa "
" Kalau Lapar saya pasti makan "
" Aku sudah kenyang "
Leon tidak langsung mengambil minum dan memberikannya kepada Moza.
" Istirahat lah " Ucap Leon berjalan keluar
Moza terus menatapnya bahkan dia merasa jika Leon berbeda.
" Leon kenapa, apa dia sedang ada masalah atau dia capek ya,, gak biasanya dia seperti itu" gumam Moza.
-
Leon masuk ke dalam kamarnya, melepaskan Jas nya dan dia merebahkan tubuhnya dia atas ranjang.
Bukan rasa lelah yang dia rasakan saat ini namun dia memikirkan tentang Moza dan Rio apa hubungan mereka sampai Moza sangat sedih seperti ini.
" Rio,, Apa dia begitu berarti untuk kamu, Apa kalian dekat atau bahkan kalian sepasang kekasih. Kenapa kamu begitu sedih melihatnya dekat bersama wanita lain " Leon merogoh saku celananya dan segera menghubungi Adam.
" Ya Tuan Leon " Ucap Adam
" Kamu cari tau siapa Rio dan apa hubungan antara Rio dan Moza "
" Baik tuan "
Leon menutup ponselnya dan melepas kan kemejanya dia pun berjalan menuju kamar mandi.