Nasib Celina yang yatim piatu bertambah malang karena suatu malam ia diculik dan diperkosa oleh 3 orang pria..
"Aku tidak pantas untuk mu.. Aku sudah kotor! Bahkan sangat kotor. Kau bisa mendapatkan yang lebih baik lagi dari diriku!."
Bagaimana nasib Celina setelah kejadian itu?
Akankah dia membalaskan dendam nya pada ketiga pria keji tersebut?
Cerita ini hanyalah fiksi belaka dan mengandung unsur kekerasan, pembaca diharap bijak dalam menyikapinya..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vanda Anastasia Adam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 8
"Kenapa kau bisa mendapatkan paket seperti itu Mark? Siapa yang mengirimnya padamu?."
Mauren masih histeris karena syok melihat isi dalam paket tadi. Masih terbayang-bayang dalam ingatannya bangkai burung dengan darah yang begitu banyak disana.
"Tenanglah babe. Aku akan mencari tahu siapa yang sudah berani mengirim paket aneh tersebut kesini."
Mark masih terus berusaha menenangkan tunangan yang sangat dia cintai itu. Dia sudah menyuruh Libra untuk membuang jauh-jauh paket tersebut, sebelum Mark mengambil gambar untuk dijadikan bukti nanti.
Sekretaris pribadi Mark itu juga terkejut melihat isi dalam paket, baru sekarang CEO nya mendapat kiriman paket seperti itu.
"Libra, tolong bawakan teh hangat untuk Mauren."
"Baik tuan."
Mark menghubungi Libra melalui intercom di meja kantor dan kembali duduk di sofa dan menyandarkan tubuh Mauren dalam dekapan hangatnya. Dia berusaha menenangkan sang tunangan yang masih bergetar ketakutan.
"Here you're tea Miss Mauren. Please."
Libra meletakkan secangkir teh hangat di meja dekat sofa dimana kedua pasangan itu sedang berpelukan mesra. Dia sedikit merasa sesak melihat Mark yang sejak tadi terus membelai dan mengecup dahi Mauren penuh cinta.
Dasar buaya! Aku saja tidak pernah diperlakukan seperti itu olehnya. Awas saja kau nanti Mark. Libra bergumam dalam hati jengkel dengan sikap tuannya yang terlihat begitu mencintai Mauren.
"Minum dulu teh nya babe."
Mark menyodorkan cangkir teh hangat ketangan Mauren. Dia lalu meminum nya sedikit untuk melegakan tenggorokan nya yang terasa kering.
"Siapa yang mengirim paket itu Libra?"
"Maafkan saya tuan, saya tidak sempat melihat nama pengirim paket tersebut tuan."
"Dasar bodoh! Kau tidak melihatnya lalu kenapa kau begitu berani membawa paket itu keruangan ku? Kau sengaja ingin membuat aku jantungan Libra?."
Mark menatap tajam sekretaris pribadi nya itu, dia marah karena keteledoran Libra yang membuat Mauren trauma.
"I'm really sorry tuan. Saya berjanji tidak akan mengulanginya lagi."
"Mark... Sudah tidak apa-apa. Ini bukan salah Libra, kau tidak perlu marah padanya lagi. Aku baik-baik saja sekarang."
Ya, setelah meminum teh dan menenangkan hatinya. Mauren bisa merasa sedikit tenang sekarang.
"But babe, kalau saja Libra tidak membawa paket sialan itu kemari. Kau pasti tidak akan menangis dan ketakutan seperti tadi."
Libra memutar bola matanya malas mendengar ucapan Mark yang berusaha menyudutkan dirinya sejak tadi. Apalagi melihat Mark yang sangat khawatir pada Mauren membuat hati wanita itu panas karena cemburu, melihat Mark yang begitu mencintai dirinya
"Lain kali aku tidak akan lagi memaafkan kesalahan mu Libra! Keluar dari sini."
Mark menatap tajam perempuan yang selalu menjadi pemuas nafsunya di kantor itu. Apapun akan dia lakukan jika sampai ada orang yang dengan sengaja membuat tunangan nya terganggu.
"Maafkan saya tuan."
Libra membungkuk memberi hormat dan keluar dari ruangan CEO nya. Hatinya merasa dongkol karena sikap Mark yang seakan memusuhi dirinya, padahal baru saja dia memuaskan hasrat lelaki itu.
"Apa kau memiliki musuh Mark? Sejak kapan kau mendapatkan paket kiriman aneh seperti ini?."
"No babe, aku sama sekali tidak pernah memiliki musuh seorang pun. Dan ini yang pertama kali aku mendapatkan paket aneh seperti itu."
"Lalu... apa itu dari salah satu wanita-wanita mu dulu Mark? Bisa saja kan mereka sengaja ingin meneror dirimu karena sakit hati padamu Mark!."
Mark terdiam, tidak pernah sedikitpun terpikirkan dalam benaknya akan ada perempuan gila yang berani meneror dirinya.
Mauren menarik nafas panjang melihat keterdiaman Mark, inilah yang membuat wanita itu sempat ragu untuk melanjutkan hubungan mereka ke tahap yang lebih serius. Karena dua yakin nantinya, pasti akan ada wanita-wanita yang dulunya pernah menjadi penghangat ranjang Mari bermunculan.
Dan hari ini, Mauren yakin kalau yang mengirim paket tersebut adalah salah satu wanita-wanita itu.
"I'm sorry babe jika ini membuat dirimu tidak nyaman. Tapi aku berjanji padamu, kejadian seperti ini tidak akan pernah terjadi lagi. Aku akan mencari tahu siapa yang sudah berani mengganggu kehidupan aku dan dirimu. Tolong jangan pernah meragukan cinta ku untukmu babe."
Mark menatap dalam manik mata biru Mauren. Dia tidak akan sanggup jika wanita cantik itu pergi meninggalkan dirinya. Meski dia bisa tidur dengan siapa saja, namun hati dan cintanya hanya untuk Mauren seorang.
"Aku percaya padamu Mark. Sejak menerima lamaran mu tempo hari, aku memang sudah menyiapkan diriku untuk menghadapi wanita-wanita mu nanti. Tapi aku sama sekali tidak pernah menyangka, akan ada orang yang sampai berani meneror dirimu seperti ini Mark. Aku hanya takut orang itu akan berbuat sesuatu yang nekat dan mencelakai dirimu!."
"Tidak akan ada yang celaka babe. Kau tenang saja, aku bisa menjaga diriku sendiri. Mulai sekarang, kau akan ditemani beberapa pengawal disamping mu babe. Keselamatan mu yang lebih penting untuk ku! Dan aku berjanji akan mencari tahu siapa orang yang meneror kita."
Mark mengusap lembut punggung tangan Mauren yang berkeringat dingin. Meski dia sudah tidak gemetaran seperti tadi, namun wanita itu masih sedikit takut dan gelisah.
"Kau harus selalu berhati-hati kemana pun kau pergi Mark."
"Of course babe. Don't worry about me."
Mauren tersenyum dan mengecup bibir merah Mark yang membuat lelaki itu terkejut. Pasalnya baru sekarang Mauren mau mencium dirinya. Meski hanya sekedar kecupan biasa namun bisa membuat pria bertubuh kekar itu salah tingkah.
"Jangan menggodaku babe. Kalau kau berbuat seperti itu, aku akan langsung membawa mu pulang ke rumah!."
Mauren merona merah mendengar ucapan Mark, lelaki yang sudah berhasil mengisi kekosongan hatinya selama ini. Walau sempat ragu dengan ketulusan lelaki itu, nyatanya Mark mampu membuktikan keseriusan dirinya pada Mauren. Hingga membuat wanita itu mau menikah dengan nya.
Padahal sampai detik ini, Mark belum mampu meninggalkan sifat maniak seksnya pada perempuan di luar sana.
"I love you Mark."
"I love you more babe."
Mark kembali membawa tubuh Mauren kedalam dekapan hangat dada bidangnya. Dia bahagia karena bisa mendapatkan cinta dari wanita keturunan Belanda itu.
Pelan-pelan Mark ingin mencoba merubah dirinya agar lebih baik lagi bersama sang pujaan hati. Dalam hati dia berharap agar kelakuan bejatnya selama ini, tidak akan pernah diketahui oleh Mauren.
"Ayo aku antar kau pulang babe."
"Apa pekerjaan mu sudah selesai Mark?."
"Itu gampang babe, aku lebih ingin menemani dirimu saat ini."
Mauren tersenyum baginya tidak ada yang lebih membahagiakan selain ditemani dan dimanjakan oleh kekasih hatinya yang sebentar lagi akan menjadi suaminya.
...**∆∆∆∆∆∆∆∆∆...
Guys..
Author mau adain giveway ni
caranya gampang banget, ikutin terus kelanjutan cerita ini sampai end. Lalu buat kalian yang kasih Coment terbaik untuk karya ini, author akan kasih pulsa 50rb untuk pemenang pertama dan pulsa 25rb untuk pemenang kedua.
Makanya jangan lupa kasi Coment yang paling bagus buat karya author ini yaa...
Nanti author akan nilai pas akhir cerita 🤗
Dukung terus karya Author yuk
Jangan lupa Like Rate Vote and Coment
Terima kasih 🌹**
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu wajib searchnya pakek tanda kurung dan satu novel lagi judulnya Caraku Menemukanmu
tdk setimpal...