Harya Aditya Mura, seorang pemuda yang hidup dalam kesederhanaan di desa ternyata bukan sekedar pemuda desa biasa.
Satu persatu orang datang padanya dan menyuruh nya untuk pulang ke rumah. tetapi bukannya rumah nya di Desa?
Rahasia apa yang selama ini disembunyikan darinya? tidak, rahasia apa yang tidak diketahuinya selama ini.
Kisah perjalanan seorang pemuda Desa yang ingin mencari tahu siapa dirinya setelah ditimpa kemalangan saat masih kecil.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cloud_white, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bertemu Dengannya.
Rama dan Harya berjalan bersama sambil sesekali bercanda menuju kelas A dan saat sampai disana mereka disambut oleh guru pria yang kekar dan memakai kacamata yaitu pak Edy.
Kelas A adalah kelas ter-elit di Universitas Aksara atau bisa dibilang kelas para Tuan muda, Nona muda atau aktris papan atas yang masih bersekolah, bisa dibilang Harya sangat beruntung masuk kedalam kelas A tapi mengapa Rama masuk kedalam kelas A juga? itu yang menjadi misteri.
Rama pergi menuju bangkunya meninggalkan Harya yang terkejut dengan guru disana, ia pernah bertemu dengannya di Terminal bus di Desa.
"Oh, kamu ya! cepat perkenalkan diri mu" ucap pak Edy yang juga masih mengingat Harya di Terminal
Harya menghadap para siswa lainnya, karna wajahnya yang tampan membuat para anak gadis dikelas mencoba menarik perhatiannya.
"Selamat pagi, perkenalkan nama saya Harya Aditya Mura, saya berusia 19 tahun dan saya berasal dari Desa Bulan" ucapnya
Saat murid-murid lain mendengar bahwa Harya berasal dari Desa mereka semua langsung tertawa terbahak-bahak bahkan ada yang membully nya secara terbuka.
Harya seakan sudah tahu bagaimana reaksi anak-anak kaya itu saat mendengar bahwa ia berasal dari Desa hanya memasang wajah pokernya.
BRAK
Pintu kelas dibuka dengan cara dibanting dan menampilkan seorang pemuda yang membuat heboh tadi pagi, siapa lagi kalau bukan Tuan Muda Hanfi Rayendra dan kedua temannya.
"Tuan muda Hanfi, bisakah anda tidak membanting pintu jika anda masuk kedalam kelas" tegur pak Edy
Yang ditegur hanya menatap malas pak Edy dan beralih menatap Harya yang berdiri di samping pak Edy menatap dirinya.
"Dia siapa?"
Harya yang mendengar Hanfi berkata seperti itu langsung mengulurkan tangannya untuk berjabatan dengan Hanfi.
"Harya, murid baru dari Desa, salam kenal" ucapnya
Hanfi menatap Harya tajam dan kemudian menepis tangannya dan berjalan santai menuju tempat duduknya, Harya hanya tersenyum saat tangannya ditepis Hanfi.
"Anak kampung kenapa ada di kelas ini, harusnya jadi Cleaning Servis saja" ucap Hanfi dibalas dengan teriakan setuju siswa lainnya
Harya geram tetapi mengingat posisi Hanfi membuat ia menahan amarahnya, sedangkan pak Edy hanya menghela napas karna sudah tahu sikap Hanfi berbeda dengan Rama yang sudah mengepal tangannya menatap lekat Hanfi.
"Harya, kamu duduk disamping Hanfi dan dibelakang Xavier sana" ucap pak Edy menunjuk tempat duduk kosong dibelakang dan dijawab dengan anggukan Harya.
Harya berjalan menuju tempat duduknya menghindari kaki Xavier yang mencoba menyandung nya, Xavier adalah salah satu teman kecil Hanfi yang selalu bersama Hanfi.
Harya duduk di bangkunya dan menatap Hanfi yang terus menatap tajam dirinya.
"Ada yang bisa aku bantu?" tanyanya
Hanfi mendengus kesal dan berkata "ganti namamu, jangan gunakan nama Harya"
"Maaf?"
"Aku bilang ganti namamu! aku muak dengan nama mu yang mirip dengannya" ketus Hanfi dan hanya tidak dipedulikan oleh Harya.
Pelajaran dimulai, pak Edy menjelaskan dengan sangat baik sehingga Harya cepat paham akan penjelasan tersebut dan menjawab setiap pertanyaan sulit yang dilontarkan pak Edy.
Saat Jam Istirahat.
Harya merapikan bukunya dan bersiap akan pergi ke kanting bersama Rama, tiba-tiba saja para anggota bully mengebrak mejanya dan meminta Harya untuk melayani mereka.
"Hei anak kampung, aku bisa memberimu banyak uang jika kau mau melayani aku" ucap pembully tersebut yang bernama Arsyi
Harya menatap dingin Arsyi dan berkata "aku masih punya banyak uang"
Arsyi dan kawan-kawanny tertawa terbahak-bahak seakan ucapan Harya adalah sebuah lawakan.
"Kau hanya anak orang miskin, bagaimana bisa kau mempunyai uang hahah" tawa Arsyi
"Apa jangan-jangan kau mencuri nya? astaga!" sambung Arsyi dan berteriak kepada seluruh temannya di kelas "SIAPA YANG KEHILANGAN UANG!"
Seisi kelas tahu bahwa Arsyi tengah mengerjai Harya sontak mereka semua menjawab "AKU!" dan menuduh Harya mencuri uang mereka.
Rama kembali ke kelas karna sudah lama menunggu Harya, ia yakin bahwa Harya pasti dibully anak-anak yang lain dan berniat membantunya, saat sampai dikelas Rama sangat terkejut melihat bagaimana kawannya itu di bully dan sangat marah.
"Aku tidak mencuri uang mu, aku pula tidak membutuhkannya" ujar Harya
"Apa? nggak setuju kalau aku bilang kau yang nyuri uang teman sekelas? disini kau harus menuruti apa kataku" ucap Arsyi sekali lagi menggebrak meja Harya
"Kalau aku nggak mau?"
Arsyi geram akan sikap Harya dan mulai meluncurkan tinjunya, Harya menangkap tangan Arsyi dan membalikkan tangannya hingga badan Arsyi juga ikut terbalik.
"Akh aduh-aduh, lepaskan aku!" teriaknya
Harya menendang punggung belakang Asryi dan melepaskan genggamannya dan berkata "jangan menilai buku dari cover nya"
Setelah itu Harya melewati para siswa yang ternganga akibat ulahnya tadi dan mendapati Rama yang juga ternganga di depan pintu kelas.
"Eh, woi jadi makan tidak?" tanya nya seketika membuat Rama tersadar
"Eh...iya ayo, lama beut aku nunggu kau datang tadi di kantin" jawab Rama
"Ya maaf, mereka ngehalangin tadi"
Mereka berdua pun berjalan ke kantin dan melawak bersama hingga bel masuk kembali di bunyikan.
Pelajaran kali ini adalah matematika dan itu membuat sebagian siswa dikelas pergi membolos entah itu nongkrong di Cafe mahal atau sekedar shooping di Mall.
Guru wanita pun masuk dan terlihat seperti sudah tahu bahwa sebagian muridnya akan membolos tapi mau bagaimana lagi karna ayah anak-anak itu adalah orang penting di Kota Leaf dan tidak bisa asal singgung.
"Seperti nya kali ini ibu hanya akan memberikan tugas saja setelah itu terserah kalian mau ngapain hingga bel pulang di bunyikan" pasrah guru wanita tersebut
BRAK
Pintu kelas lagi-lagi dibanting dan tetap menampilkan orang yang sama yang membanting pintu saat pagi tadi.
"TUAN MUDA HANFI?!" teriak guru tersebut tak percaya
"Tuan muda Hanfi, Tuan muda Xavier serta Tuan muda kim...ada keperluan apa datang ke kelas kali ini?"
"Apa kami tidak boleh menghadiri kelas?" ketus Hanfi
"Tidak...bukan begitu, silahkan duduk para Tuan muda" ucap guru tersebut ramah
Harya yang melihat bahwa para Tuan muda disini diperlakukan secara terhormat walau dengan orang yang lebih tua dari mereka pun merasa risih.
'Harus banget ya diperlakukan seperti itu?' gumam Harya
Pelajaran Matematika terus dilanjutkan tanpa ada nya hambatan yang di timbulkan, bel waktu pulangan dibunyikan nyaring di seluruh penjuru Universitas.
Harya menyimpun buku-bukunya dan bersiap untuk pulang bersama sang besplen Rama.
"Selesai juga akhirnya kelas hari ini, malam nanti sudah mulai bekerja sama si Rama lagi" ucap Harya
Harya langsung duluan pulang menuju kontrakan karna Rama ada urusan saat itu jadi Harya pulang tidak bersama Rama.
Saat keluar gedung universitas masih saja ramai karna tuan muda Hanfi akan segera pulang dengan mobil sport nya.
"Tidak ada habis-habisnya" Harys mencoba mencari jalan untuk keluar dari universitas walau harus berdesak-desakan dengan mahasiswi yang menggila tersebut.
Untungnya Harya berhasil keluar dari neraka manusia itu, Harya mulai berjalan dan sesekali melirik kiri dan kanan untuk melihat suasana kota yang belum sempat ia nikmati sebelumnya.
BRUK
"Maafkan aku kak" seorang anak kecil laki-laki yang terduduk akibat menabrak Harya
Harya membantunya berdiri "Yah tidak papa, memangnya kenapa terburu-buru seperti itu?"
Anak itu terlihat khawatir dan segera menarik tangan Harya kesuatu tempat sepi dan sedikit gelap.
"Namaku Rafi, aku kabur dari rumah kak dan umur ku baru 8 tahun" Rafi memperkenalkan dirinya
Karna bingung mengapa anak sekecil Rafi sudah kabur dari rumah seperti ini dan akhirnya Harya bertanya.
"Kenapa kabur dari rumah? bertengkar dengan orang tua kah?" tanya Harya berjongkok didepan Rafi yang lebih pendek darinya
Rafi menggeleng, "aku berusaha mencari kakakku sendiri karna orang tua ku selalu berkata dia pasti akan pulang tetapi aku tidak tahu kapan dia pulang"
"Apa kakakmu laki-laki? mengapa ia kabur juga dari rumah" tanya Harya berniat membantu Rafi karna dia masih kecil.
"Ya dia laki-laki dan untuk mengapa ia kabur dari rumah...itu...aku pun tidak tahu" sedihnya
...----------------...
udah baca dari awal endingya kaya taaaai anjiiing..
Emang Noveltoon anjiiiing