NovelToon NovelToon
Cahaya Malaikat Dan Polisi Tampan

Cahaya Malaikat Dan Polisi Tampan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintamanis / Perjodohan
Popularitas:620.8k
Nilai: 4.6
Nama Author: tanuwawa

Sebuah Pertemuan begitu singkat dengan seorang Putri kecil dan Seorang Pria
Membuat kehidupannya berubah drastis...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tanuwawa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rendi Wijaya Utama

Bandung, Februari

Seorang pria duduk di kursi sedang berbincang dengan dua rekannya. Mereka berbincang keberhasilan nya kemarin sudah menangkap pengedar narkoba. Dan membahas berbagai kasus.

" Bang Kita hampir seminggu ini, disini tapi belum bisa juga pulang " keluh temannya Rendi yang bernama Doni.

" Iya bang saya juga, belum kabarin mereka rencananya sih mau kasih kejutan bang, tapi ke tunda nggak apalah. Yang penting kita berhasil.

Iya nggak Don?, apalagi kemarin si Doni kena pukul tuh di kepala sama si ibu, apalagi nanti kalau ke temu ibunya nggak bilang dipindah tugaskan disini habis Lo Don. ledek saiful

" Iya bang benar, Gila tuh bang kemarin masa gue, di pentung kepala nya sama Emma tuh bocah apalagi tuh bocah ngompol lagi kena dah gue ah jijik dah gue. ( ketika Doni mau menangkap dan memborgol salah satu remaja yang memakai narkoba untuk dibawa ke kantor karena anak itu terus mengamuk dan tak mau diajak kerjasama Rendi menyuruh Doni untuk memborgornya, Ibu nya tidak terima anak nya di borgol dan langsung memukul kepala Doni menggunakan raket untung Doni tidak terluka hanya benjol sedikit.)

" Hahhaha rasain sendiri ! ,waktu itu Lo ledek gue sih jadi kena karma kan ! "ucap Saiful

" Masih ingat aja si Abang, jangan bilang karma juga kali. ucap Doni

" Sudah anggap saja pelajaran Don, Ful " jawaban Rendi mengakhiri perdebatan kecil.

Ya dia Bripka Rendi Wijaya Utama yang sudah kembali dari kota malang dan dipindah Tugaskan ke kota Bandung.

Berwajah tampan, manis, gagah dan juga Tinggi. Tapi sayang saat dia berbicara dengan orang lain tatapan wajah nya seolah-olah mengintimidasi lawan bicara dan terlihat begitu tegas. Wajah nya akan begitu datar dan Cool.

Rendi kembali ke Bandung karena ia dipindah tugaskan seminggu sebelum dia kembali ke kota ini.

Dua bulan lalu

" Bunda, bunda yakin akan pergi dari sini"?

( Menatap bunda dengan tajam) tak terima keinginan bunda nya.

" Ia nak, sudah lama bukan bunda tak kembali ke Bandung. Hampir 5 tahun atas kepergian Ayah mu, dan juga rumah itu ! hanya di urus oleh mang Asep dan Bi Ami saja, bunda ingin kembali dan mengurus rumah di sana, bunda akan membawa Amira bersama bunda dan tak mungkin kamu yang mengurusnya". Sambil membelai kepala anaknya.

"Baik lah bunda jika bunda sudah memutuskan, aku pasti akan sangat merindukan kalian, aku pasti kesepian disini bunda, dan aku sedang sibuk menangani kasus sekarang, aku akan mampir ke sana sesekali bunda" matanya tersirat keseriusan.

" Iya nak, bunda mengerti jalani tugas pengabdian mu pada negara dengan ikhlas dan jaga dirimu selalu, bunda akan berangkat besok bunda sudah menelepon mang Asep dia akan menjemput bunda".

" Iya bunda, aku mengerti maaf karena aku tak bisa antar bunda besok, ada kasus besar yang harus diselesaikan, nanti jika sudah selesai aku akan mengunjungi bunda.

" Baiklah nak bunda mengerti".

Bunda adalah Oma dari Amira sekaligus bunda Rendi . Bunda orang Malang sedangkan Ayah Rendi orang Bandung. Setelah Ayah pergi meninggalkan kami, bunda memutuskan untuk ikut kak Raina Ke malang dan tinggal bersama kami di sini. Awalnya bunda tinggal bersama ayah dibandung, jadi bunda sudah 5 tahun tinggal di Malang, 1 tahun lalu ka Raina dan suaminya mengalami kecelakaan dan mereka dinyatakan meninggal dunia. Bunda dan Rendi begitu sangat terpukul mengetahui ini semua. Kini keluarganya hanya ada Rendi, bunda , dan Amira karena Amira tinggal bersama kami satu keluarga. Setelah kepergian kakak Rendi keluarga Wijaya Utama dan keluarga suami kakakku memutuskan Amira untuk dirawat dan dibesarkan oleh kami, sesekali mereka akan mengunjugi Amira karena keluarganya selalu berpindah-pindah kota sesuai dengan ayahnya (kakek Amira) bertugas.

Kota Malang 1 Tahun Lalu

Kamar kak Raina, suaminya dan Amira

sebelumnya mereka sedang mempersiapkan kamar untuk Amira sendiri karena masih kecil mereka hanya akan membuatnya dan hanya akan ditempati jika Amira sudah tumbuh besar.

7 hari setelah kepergian Kak Raina dan Mas Tara.

Rendi masuk ke kamar yang Amira sedang tertidur, Rendi bersimpuh di box bayi lalu menangis diam.

"Om, akan jagain Amira seperti om menjaga anak om sendiri. walaupun om belum menikah dan belum pernah punya anak sekalipun, om begitu menyayangi mu Amira tujuan hidup om kamu dan juga bunda sekarang. Lalu melihat bayi kecil yang tertidur pulas baru saja kakaknya bisa melihat Amira berjalan dan tumbuhnya gigi, kakak dan kakak iparnya begitu bahagia, kasian kamu Amira baru 1 tahun umurmu tapi kedua orang tua mu meninggalkan kita, kakak ku tersayang meninggalkan ku, om janji Amira om akan merawat mu dan menyayangimu bersama bunda. Lalu mengecup kening Amirau yang tertidur pulas di box.

"Ren, panggil bunda, datang dengan membawa segelas air. Rendi pun menoleh bunda memberikan segelas air putih padanya.

" istirahatlah sana ! kamu pasti capek " sambil membelai rambut Rendi menyuruh Rendi beristirahat tapi Rendi melihat bunda lah yang terlihat sangat kelelahan.

" bunda, bunda saja yang istirahat ! aku akan menjaga Amira disini". jawab Rendi

"Tidak bunda yang akan menjaganya, kamu istirahat saja besok kau mulai bekerja lagi".

"Baiklah bunda" jika bunda sudah memutuskan sesuatu tak bisa Rendi bantah. Rendi pun keluar dari kamar dan menutup pintu.

Rendi dan bunda selalu menjaga Amira bersama-sama tidak menggunakan baby sister karena bunda tidak mau .

6 bulan kemudian

Terlihat bunda sedang bermain bersama Amira setelah pulang dari kantor,Rendi yang baru pulang patroli menghampiri bunda.

"Bunda jika bunda kelelahan pakai lah baby sister ! Rendi akan Carikan yah? apalagi juga bunda bulak-balik perusaan! sambil duduk di sofa, Rendi berharap bunda mau karena melihat bunda kelelahan membagi waktu ke kantor dan menjaga Amira.

"Bunda bisa sendiri nak " tolak bunda, tak perlu menggunakan jasa baby sister apalagi Perusaan juga ditangani oleh kepercayaan kita nak, bunda hanya sesekali ke sana.

" maafkan Rendi bunda ! tidak bisa membantu mengelola perusaan, bunda tahu bukan jika menjadi seorang polisi tidak boleh ucapannya terpotong.

"Bunda sudah tahu nak, kenapa kau harus minta maaf. Tak apa bunda bisa handle ini oke dengan senyuman nya.

"Baiklah bunda, tapi bunda jangan terlalu capek oke "

" Iya nak " lalu berpelukan

" Amila nda di peluk " dengan cadelnya Amira berbicara sambil menggigit mainannya.

Rendi dan bunda saling menatap lalu

Kemari lah sambil merentangkan tangan nya lalu Amira langsung memeluk Rendi dan bunda.

Inilah suasana bersama Amira dan bunda yang selalu mengisi rumah dengan penuh kebahagiaan.

Kembali saat bunda memutuskan untuk kembali ke Bandung, Rumah terasa sepi tidak ada bunda dan Amira yang selalu dengan Rendi bercanda dan bermain penuh tawa , biasanya saat pulang selalu ada bunda, terkadang bermain bersama Amira saat libur dinas.

"Ah bosen rasanya disini aku merindukan Amira dan bunda", ucap Rendi Frustasi.

Tidak lama telepon berdering, " Siap Dan saya akan ke sana sekarang"

Ia pun bergegas menggunakan pakaian dinasnya.

Seorang pria keluar dari kantor pimpinan bersama dua rekannya dengan senyum berkembang.

"Akhirnya kita dipindah tugaskan juga ke tempat asal" kata Doni

" Yoi,nggak kerasa udah 4 tahun kita disini apalagi kamu sudah 5 tahun disini " Saeful menunjuk pakai muka kearah Bripka Rendi

" Ayo dah cepat, saya mau siap-siap pulang", katanya tak sabar.

" Iya, ayo saya juga sudah tak sabar nih ketemu keluarga di sana. Kata Doni

Mereka adalah sahabat seperjuangan, dari 4 tahun yang lalu Rendi mengenal mereka dari awal awal mereka belajar menjadi polisi, Rendi sudah 1 tahun menjadi polisi saat itu.

Kembali ke Bandung dengan Rendi yang tinggal di asrama bersama 3 temannya.

Rendi sudah 1 Minggu berada di kota Bandung, tapi hanya menemui Bunda dan Amira dia belum bisa. Saat tiba disini mulai ditugaskan langsung mendapat kasus mau tidak mau dia harus menyelesaikannya. Dan akhirnya kasus besar terpecahkan.

Sebenarnya Rendi ingin menelepon bunda bahwa dia dipindah tugaskan ke kota asalnya. setelah ia selesai di kantor. Tetapi ia tunda agar Fokus karena mendapat misi besar.

Setelah penangkapan malam hari

"Alhamdulillah kasus ini selesai juga, Akhirnya bisa ketemu Amira", katanya dengan nada senang.

" wah kangen benar nih Dan, ( mereka sudah tahu tentang Amira kadang juga bermain ) saya juga habis selesai kantor akan langsung pulang karena orang tua pasti merindukan anaknya ini". kata Doni

" Iya saya Juga, harus pulang sudah kangen calon istri" ucap Saiful,sambil tersenyum girang ( Saiful mendapat calon istri orang Bandung tempatnya tinggal, kadang calon nya yang datang kadang jika Saiful libur, Saiful yang ke sana ).

Rendi dan Doni pun tertawa terbahak-bahak mendengar penuturan Saiful karena pernah mendengar cerita darinya bahwa dia selalu gagal bertemu dengan calon istri nya karena sibuk dinas.

Keesokannya

"finally" sambil menghembuskan nafas dan duduk di kursi. Lalu tidak lama dua rekannya datang ke ruangannya. Mereka mengobrol tentang kasus kemarin.

Bang Kita hampir seminggu ini, disini tapi belum bisa juga pulang " keluh temannya Rendi yang bernama Doni.

" Iya bang saya juga, belum kabarin mereka rencananya sih mau kasih kejutan bang, tapi ke tunda nggak apalah. Yang penting kita berhasil.

Iya nggak Don?, apalagi kemarin si Doni kena pukul tuh di kepala sama si ibu, apalagi nanti kalau ke temu ibunya nggak bilang dipindah tugaskan disini habis Lo Don. ledek saiful

" Iya bang benar, Gila tuh bang kemarin masa gue, di pentung kepala nya sama Emma tuh bocah apalagi tuh bocah ngompol lagi kena dah gue ah jijik dah gue. ( ketika Doni mau menangkap dan memborgol salah satu remaja yang memakai narkoba untuk dibawa ke kantor karena anak itu terus mengamuk dan tak mau diajak kerjasama Rendi menyuruh Doni untuk memborgornya, Ibu nya tidak terima anak nya di borgol dan langsung memukul kepala Doni menggunakan raket untung Doni tidak terluka hanya benjol sedikit.)

" Hahhaha rasain sendiri ! ,waktu itu Lo ledek gue sih jadi kena karma kan ! "ucap Saiful

" Masih ingat aja si Abang, jangan bilang karma juga kali. ucap Doni

" Sudah anggap saja pelajaran Don, Ful " jawaban Rendi mengakhiri perdebatan kecil.

Lalu terdengar suara ringtone hp berbunyi

" Siap kami akan bergegas sekarang ", Doni pun menutup telponnya.

"ada apa"? Dengan alis yang yang terangkat dalam pikirannya pasti ada kasus lagi. Rendi menebak dalam hatinya.

"Ya, Dan seseorang melapor terjadi perampokan dijalan ********** , mereka pun langsung bergegas pergi dari ruangan. Sambil menjelaskan penuturan Doni,Rendi dan Saiful berjalan beriringan.

" Perampoknya membawa senjata dan juga obat bius beberapa orang di bius. sepertinya pegawai perhiasan yang mereka bius, sementara yang pembeli hanya diikat dan juga disumpal mulutnya saja." kata Doni menjelaskan

" Kita harus Bergegas sebelum terjadi sesuatu, kepada Mereka" sambil berlari Rendi mengatakannya.

Jangan lupa di Like ya kakak kakak, Terimakasih sudah Membaca Karya pertamaku :)

Dukung selalu Karyaku Ya

#Jalani hidup Sesuai Keinginanmu :)

1
Aris Hartutik
semangat Thor nulisnya ..... ditunggu up nya
Yus Ys
asik...suka dng tokoh alia, tapi kenapa tdk sampai selesai ceritanya, biar bacanya semakin asik....semangat kk👍👍👍🥰🥰🥰🤩🤩🤩
Lia Rompas
lanjut dong thorrrr
Lia Rompas
lanjut
Athy Chayank
Lanjut thor...
Jumadin Adin
amira itu anak siapa ya
Kanza Nia
lanjut
Suriza Za
cepat update ,tak sabar nk tahu seterusnya........
Lisahin Karlina
lanjuy
Ansifa: permisi kak izin promote.
Mampir yu ke karya baru ku.

* Cinta Sang Danton

Terimakasih🤗
total 1 replies
Kuntyo Wantari Dewi
lanjoott thorr
Ansifa: permisi kak izin promote.
Mampir yu ke karya baru ku.

* Cinta Sang Danton

Terimakasih🤗
total 1 replies
Kuntyo Wantari Dewi
cocuit sekali.... mau Alia... jgn tolak lamaran babang Rendi
Siti Kholisoh
lanjut
Ansifa: permisi kak izin promote.
Mampir yu ke karya baru ku.

* Cinta Sang Danton

Terimakasih🤗
total 1 replies
Tini Agustini
kapan lanjutnya thor udah lama nich pengen baca klanjutan kisah nya yg bikin seru.
cepet ya lanjutnya
Ansifa: permisi kak izin promote.
Mampir yu ke karya baru ku.

* Cinta Sang Danton

Terimakasih🤗
total 1 replies
Sri Astuti Caem
lanjutt thooor...
Ansifa: permisi kak izin promote.
Mampir yu ke karya baru ku.

* Cinta Sang Danton

Terimakasih🤗
total 1 replies
Nenni Yanti
msns lanjutan ceritany
Nenni Yanti
next thor
Mdy
ayo, dilanjut dong thor
Ansifa: permisi kak izin promote.
Mampir yu ke karya baru ku.

* Cinta Sang Danton

Terimakasih🤗
total 1 replies
Elizabeth Zulfa
sbnrnya lmyan bgus critanya tp bingung bacanya...la tanda baca untuk mngawali & mngakhiri percakapan g sesuai/ kadang nyampur sama kata narasi.. jdi pmbacanya msti pinter mngira2 ini msih ikut dlm klimat prckapan/ dah g msuk..

🙏🙏ya...saran aja tlg dirapiin lagi tulisannya... aq jg tau klo nulis novel, cerpen dll itu susah tp kn sayang bnget karyamu klo dah bagus2 tp kurang peminatnya cuma krna tulisannya kurang rapi...semangaaaatt terus buat brkarya..
Sri Hartaty
lanjut
Nartyana Gunawan
ceritanya panjang dan bertele tele
Ansifa: permisi kak izin promote.
Mampir yu ke karya baru ku.

* Cinta Sang Danton

Terimakasih🤗
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!