Kisah cerita Cinta Dua Alam dimulai ketika Ana menemukan sebuah botol yang didalamnya terdapat tulisan Arab seperti ukiran Jawa berpadu padan dengan bahasa Arab. Tanpa Ana sadari bawah didalam botol itu ada jin yang selama ini disembah orang tua Ana, tanpa sepengetahuan Ana. Glen adalah jin yang ada di botol yang ditemukan Ana. Ana dan Glen saling jatuh cinta.
Glen makhluk gaib yang sangat mencintai Ana sehingga siapapun laki laki yang mendekati nya akan mati.
Ana sering disiksa Glen jika ada laki laki yang mendekati Ana. Ana dibanting, dicakar, dicekik bahkan dilempar keluar jendela hingga Ana mengalami patah tulang yang cukup parah.
Ana tidak boleh menikah jika menikah laki laki yang dinikahi Ana akan mati. itu janji Glen pada Ana tapi Ana tidak pernah memperdulikan Glen.
Ana 2 kali menikah dengan dokter dan kepala desa dan Glen membunuh semua suami Ana dengan caranya.
yuk baca selengkapnya di cinta dua alam
terima kasih
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dini Sulistyowati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
part 8
Halo guys aku mau kasih tau kalau di part ini ada tokoh baru guys dan nantinya dia akan menjadi pacarnya Ana, dan Glen marah kepada Ana karena tidak menempati janjinya yaitu tidak mendekati laki-laki lain selain Dirinya.
Senang gak kalian kalau ada tokoh baru selain Glen komen ya.
Oke kembali ke cerita nya.
Setelah sesampainya Ana dirumah.
"Ibu, Ana pulang"Ucap Ana
"Iya Nak masuk aja, Ibu lagi di dapur"Ucap Ibunya Ana
"Ayah dimana Bu"Ucap Ana
"Ayahmu masih di sawah Nak"Ucap Ibunya Ana
"Oh, kalau begitu Kambing nya sudah dikasih makan kah Bu"Ucap Ana
"Belum Nak, coba kamu kasih makanan sana, Ibu lagi sibuk nih nyuci pakaian Bu Lurah" Ucap Ibunya Ana
"Iya Bu" Ucap Ana
"Bu, sebenarnya aku mau ngomong setelah aku lulus SMA, Ana mau langsung kerja aja ya Bu, buat membantu beban Ayah sama Ibu" Ucap Ana
"Sudahlah An jangan memikirkan hal lain, Ibu sama Ayah rela kok demi kamu asalkan kamu bahagia" Ucap Ibunya Ana bersedih
"Maaf kan Ana ya Bu karena tidak bisa membantu Ayah sama Ibu"Ucap Ana bersedih
"Maaf untuk apa Ana, Ayah sama Ibu yang harus nya minta maaf karena tidak bisa membahagiakan mu, bagaimana liburan mu senang atau tidak?" Ucap Ibunya Ana
"Senang kok Bu dari biasanya"Ucap Ana
Hari itu Ana sudah sangat lebih baik dari beberapa hari yang lalu, karena Ana sudah tidak merasa sakit hati lagi dengan Ayahnya.
Keesokan harinya Ana beraktivitas seperti biasanya. Dihari itu nampak agak mendung, Ana pun bergegas berangkat ke sekolah dan Ana tidak lupa membawa payung untuk berjaga-jaga.
Sepanjang perjalanan menuju ke sekolah Ana menari-nari sembari sesekali tersenyum lebar dan terus menari, ya hari itu Ana sangat bahagia karena hari pertama masuk ke sekolah setelah liburan semester yang indah.
Jarak menuju ke sekolah Ana sangat dekat hingga Ana tak perlu menaiki kendaraan apapun.
Sesampainya di sekolah Ana langsung menuju ke kelasnya, didalam kelas sudah ada Kiki dan Ica menunggunya.
"Hi Bebs"Ucap Ica
"What, Bebs"Ucap Kiki dengan tertawa keras
"Apa sih kamu"Ucap Ica sambil marah kepada Kiki
"Ya enggak, tumben-tumben nya kamu panggil Ana dengan sebutan Bebs"Ucap Kiki
"Ya biasa aja kali"Ucap Ica
"Sudah-sudah kalian jangan berantem terus, nanti aku marah loh"Ucap Ana
"Iya-iya"Ucap Ica dan Kiki
"Ngomong-ngomong tumben kamu bahagia An, enggak biasanya kamu kayak gini, iya gak Ki"Ucap Ica sambil menepuk pundak Kiki.
"Iya An, tumben-tumbennya kamu bahagia, ada apa emangnya"Ucap Kiki
"Nggak ada apa-apa kok aku cuman lagi bahagia aja"Ucap Ana
"Ya kan bahagia pasti ada alasannya, cerita dong"Ucap Ica
''Iya aku cerita, aku bahagia karena aku udah punya pacar sekarang"Ucap Ana dengan senang.
"Haah, yang benar saja kamu An"Ucap Ica dan Kiki
"Iya" Ucap Ana
"Ana siapa pacarmu"Ucap Kiki sambil menepuk pundak Ana.
"Nanti aku pasti kenalin ke kalian kok"Ucap Ana
"Baiklah aku tunggu Lo An" Ucap Ica
"Iya" Ucap Ana
Jam pelajaran pun sudah di mulai Ana lalui dengan penuh semangat, Ana merasa hari itu adalah hari yang sangat indah sekali. Ana melakukan semua aktivitas dengan penuh semangat hingga jam pulang pun tiba. Ana tidak langsung pulang melainkan pergi ke Perpustakaan sekolah, ya Ana memang suka membaca buku di Perpustakaan.
Jam menunjukkan pukul 14:22 Ana masih di dalam Perpustakaan. Ana membaca sebuah Novel percintaannya, hingga tiba-tiba datang Guru Agama Ana.
"Ana"Ucap Guru Agama Ana
"Iya Pak"Ucap Ana
"Ana kamu sedang baca apa"Ucap Pak Guru Agama Ana
"Ana sedang baca Novel tentang Romansa Percintaan Gadis Belia, Pak"Ucap Ana
"Oh, Ana jangan panggil Pak lah sebenarnya umur kita kan tidak jauh berbeda"Ucap Pak Guru Agama Ana
"Maksudnya, Pak"Ucap Ana
"Ya gini An, ini kan sudah bukan jam pelajaran lagi, lagian kamu sama saya kan umurnya nggak jauh beda"Ucap Pak Guru Agama Ana.
"Iya, maksudnya gimana Ana masih nggak ngerti Pak"Ucap Ana dengan wajah polos sambil menatap Guru Agamanya.
"Ana jangan panggil saya Pak, panggil aja Mas ya"Ucap Pak Guru Agama Ana sambil memegang pundak Ana
"Oh begitu oke deh Mas" Ucap Ana
"Ana kamu sudah makan belum" Ucap Pak Guru Agama Ana
"Belum sih tapi Ana nanti jam 3 udah harus dirumah, Ana mau bantuin Ibu ngasih makanan Kambing" Ucap Ana
"Oh gitu, lanjutin aja bacanya saya mau pulang dulu ya" Ucap Pak Guru Agama Ana sambil mengelus rambut Ana.
"Iya Mas"Ucap Ana
"Aneh ya guru Agama aku"Ucap Ana dalam hati
Jam sudah menunjukkan pukul 14:46 Ana pun keluar dari Perpustakaan dan pulang ke rumah nya.
-TBC-
Seru gak 😀
Next??
walaupun ceritanya pendek tp ada hal yg bisa kita ambil adalah ga ada satu kekuatan pun yg bisa melewati kekuatan dan kebesaran Allah swt