NovelToon NovelToon
Cerita Cinta Naina

Cerita Cinta Naina

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Tamat
Popularitas:3.1M
Nilai: 4.7
Nama Author: Aysha Siti Akmal Ali

Warning!!! 🚫 Bagi yang tidak suka adegan kekejaman dan penyiksaan, sebaiknya TIDAK USAH DIBACA!!! OK?! 🚫

Agar tidak meninggalkan komentar jelek diawal ❌❌❌

Cerita HAPPY ENDING 😍 jadi usahakan apabila ingin membaca, jangan dikasih komentar jelek sebelumnya!!! 🚫🚫🚫

Cerita penderitaan seorang gadis yang bernama Naina. Yang setiap hari disiksa oleh seorang Tuan Muda kejam (Arjuna Wijaya Kusuma).

Saran Author: Cukup baca season 1 & 2 saja.

Terimakasih 😍😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aysha Siti Akmal Ali, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Luka lebam

"Naina!" seru Bu Lastri seraya menghampiri dan memeluk erat gadis itu

"Apa yang terjadi padamu, Nak? Siapa yang sudah melakukan ini padamu? Katakan pada Ibu!" ucap Bu Lastri histeris sambil menjatuhkan air matanya, ia tak tega melihat keadaan gadis itu.

Tubuh nya terlihat sangat berantakan dan lemah. Wajahnya kemerahan dan terlihat luka lebam di area sudut bibir mungilnya. Tak ada sedikit pun senyuman di wajahnya yang sering ia perlihatkan, seperti hari-hari sebelumnya. Senyuman yang selalu melekat di bibir indahnya.

"Naina tidak apa-apa, Bu... Tadi malam Naina terjatuh dari tangga kamar Tuan Muda karena kecerobohan Naina sendiri." sahut Naina, Ia mencoba meyakinkan Bu Lastri yang sedang kebingungan melihat keadaannya.

Tapi Bu Lastri tau gadis itu sedang berbohong, Matanya mengatakan kalau ia tidak sedang baik-baik saja.

"Aku yakin pasti ada hubungannya dengan Tuan Muda." batin Bu Lastri.

"Bagaimana Ibu ku, apakah beliau mengkhawatirkan aku?" tanya Naina. Ia sangat mengkhawatirkan keadaan Ibunya karena tadi malam ia tidak pulang ke rumahnya.

"Tentu saja, Nak. Ibumu sangat mengkhawatirkan dirimu. Dia bahkan tidak tidur semalam, menunggu kedatanganmu tapi ternyata kamu tidak pulang." ucap Bu Lastri menjelaskan.

"Naina tidur dikamar belakang, Bu. Karena sudah terlalu malam dan aku tidak berani pulang sendiri..." ucap Naina sambil menunduk sedih.

"Sebenarnya apa yang terjadi padamu, Nak?! Apakah Tuan Muda yang telah melakukan semua ini kepadamu?" tanya Bu Lastri sambil berbisik, ia takut ada yang mendengarkan pembicaraan mereka.

Naina menggeleng cepat dan tepat pada saat itu, Bu Juli tiba-tiba datang entah darimana sambil bertolak pinggang dan berteriak,

"Siapa yang menyuruh kalian ngobrol?! Kerja, kerja, kerja!" Teriakan wanita angkuh itu menggema diseluruh ruangan.

Naina dan Bu Lastri gelagapan kemudian dengan cepat mereka mengerjakan tugas merekas masing-masing.

Tiba-tiba Bu Juli menatap lekat pada gadis mungil itu, ia terlihat bingung dengan luka-luka yg ada di wajah manis gadis itu.

" Kenapa wajahmu?" tanya Bu Juli, ia mendekatinya karena ia begitu penasaran dengan keadaan gadis itu.

"Tidak apa-apa, Bu... " sahut Naina sambil terus melakukan pekerjaannya.

" Tidak apa-apa kok, lebam gitu! cih..." hardiknya sambil berlalu dengan gaya angkuh.

Naina dan Bu Lastri terdiam dengan pikiran mereka masing-masing tapi tetap melanjutkan aktivitas mereka.

Waktu istirahat makan siang pun tiba, Naina makan dengan lahap nya karena tadi malam ia melewatkan makan malamnya. Ia merasa sangat lapar apalagi dengan kejadian yang di alaminya semalam benar-benar menguras jiwa dan raganya.

Bu Lastri yang sejak tadi memperhatikan gadis itu, menitikkan air matanya. Dia tahu ada yang tidak beres dengan gadis itu tapi ia berusaha menutupi kebenarannya.

Kemudian Bu Lastri menyerahkan jatah makan siangnya kepada Naina.

"Makan lah punya Ibu, seperti nya kau sangat lapar." ucap Bu Lastri tersenyum sambil menyerahkan jatah makan siangnya kepada Naina.

"Tidak, Bu! Tidak usah, aku sudah kenyang, kok! Ibu makan saja, Ibu juga pasti sudah lapar..." jawab Naina dengan mulut yang penuh dengan makanan.

Bu Lastri membersihkan sedikit noda makanan di sudut bibir gadis itu,

"Aww!!!" seru Naina, tiba tiba ia meringis kesakitan saat bu Lastri menyentuh sudut bibirnya. Sontak saja hal itu membuat Bu Lastri terkejut lalu meminta maaf kepadanya.

"Maaf kan Ibu, Nak. Ibu tidak tau kalau bibir mu sakit..." ucap Bu Lastri nampak khawatir.

"Tidak apa-apa, Bu.... " sahut Naina seraya menghentikan makannya kemudian ia menunduk. Tapi setelah itu iapun menangis histeris sambil memeluk Bu Lastri. Bu Lastri menepuk lembut punggung gadis itu.

"Aku yakin sekali ada yang tidak beres..." batin Bu Lastri dalam hati

Naina melepaskan pelukannya kemudian tersenyum kepada Bu Lastri

"Aku baik-baik saja kok, Bu... Aku tidak apa-apa" ucap Naina mencoba meyakinkan Bu Lastri.

Bu Lastri melihat jelas kebohongan dan kepura-puraan di mata gadis itu. Tapi Bu Lastri tak berani bertanya lebih jauh lagi, Ia takut akan semakin menyakiti hati gadis itu.

Selesai istirahat mereka kembali bekerja. Naina bekerja seperti biasa seakan tak terjadi apa-apa padanya, hanya beberapa pelayan yang kebingungan dan bertanya-tanya saat melihat luka lebam di wajah gadis itu. Namun mereka tak mempunyai keberanian untuk menanyakannya langsung kepada Naina.

Saatnya Naina pulang, jam sudah menunjukkan pukul 6 sore. Ia dan Bu Lastri sudah bersiap-siap untuk pulang. Naina sudah kangen sama Ibunya dirumah.

Disepanjang perjalanan, Naina hanya terdiam seribu bahasa. Tak seperti biasanya, ia selalu mengoceh bersama Bu Lastri. Sesampainya dirumah, Naina disambut dengan pelukan hangat dari sang Ibu. Namun Bu Sumi kaget bukan kepalang melihat wajah anaknya penuh luka lebam.

Bu Sumi segera mendudukkan Naina disebuah kursi kayu dan dengan sangat hati-hati, Bu Sumi mengobati luka-lukanya.

"Naina, anak Ibu... Wajahmu kenapa jadi luka-luka begini?" tanya Bu Sumi, ia merasa sedih sekaligus bingung.

"Kemarin saat aku kerja lembur, Aku terjatuh dari tangga di rumah besar, tangganya sangat tinggi, Bu..." ucap Naina, ia berbohong kepada Ibunya. Ibunya hanya menggelengkan kepalanya.

"Lain kali hati-hati ya, Nak kalau bekerja..." sahut Bu Sumi sambil mengelus kepala anaknya.

"Bu, Naina tidur duluan ya, Naina sangat lelah." ucap Naina seraya bangkit dari tempat duduknya. Bu Sumi pun mengangguk perlahan dan tersenyum kepada anaknya itu.

Naina berjalan menuju kamarnya dan masuk kedalam ruangan yang cuma berdinding kan anyaman bambu. Ia membaringkan tubuhnya di atas kasur lusuh miliknya. Kejadian malam itu kembali terlintas di kepalanya. Dan iapun kembali meneteskan airmata nya.

Naina bingung kesalahan apa yang telah ia lakukan pada Tuan Muda hingga ia harus mendapatkan hukuman seperti itu.

***

Pagi itu Naina terbangun dari tidurnya. Ia masih bermimpi buruk tentang kejadian malam itu, Ia terbangun dengan nafas tersengal-sengal. Naina melirik Jam dinding di kamarnya, jam menunjukkan pukul 5.30 pagi.

Ia segera mandi dan sholat subuh. Ia menangis dalam sholat nya, memohon ampun dalam doanya. Selesai sholat ia segera menuju dapur, Naina melihat ibunya sudah terlebih dahulu bangun dan berkutat di dapur.

Naina membantu ibunya memasak, kemudian mereka sarapan bersama.

"Bu..." Naina memulai pembicaraan kepada Ibunya

"Naina tidak masuk hari ini, Naina sangat lelah, Bu... boleh kan, Bu?" ucap Naina memohon kepada Ibunya.

Ibunya tersenyum,

"Siapa yang melarang mu, Nak?! Ibu selalu ingin yang terbaik buat kamu, apapun itu." kata Ibunya sambil menatap lekat anak gadisnya.

"Baik, Bu. Nanti Naina minta izin sama Bu Lastri" sahut Naina.

Kemudian Naina berjalan menuju pekarangan rumahnya dan duduk disana sambil menikmati kicauan burung yang hinggap di dahan pepohonan depan rumahnya.

Bu Sumi memadangi anaknya, ia merasa bingung. Beberapa minggu yang lalu Naina begitu semangat bekerja mencari uang untuk mencukupi kebutuhan mereka tapi sekarang Naina terlihat enggan bekerja di rumah besar itu. Entah apa yang terjadi padanya pada malam itu, Naina tak pernah bercerita bahkan pada Ibunya sendiri.

Naina pamit pada Ibunya. Dia ingin menemui Bu Lastri. Sesampainya dirumah Bu Lastri,

"Ayoo Naina, kita berangkat..." kata Bu Lastri sambil meraih tangan Naina dan tersenyum.

Kemudian Naina menarik tangan nya pelan, Bu Lastri berbalik dan menatap Naina dengan kebingungan. Biasanya Naina yang paling bersemangat. Tapi pagi ini ia terlihat lemas tak bersemangat sama sekali.

...***...

1
Wahtu Saliga
buat yang ikhlas dan ridho di poligami ☺️ insyaallah jaminannya surga


kalau ikhlas
EndRu
setan
EndRu
cepet banget hamilnya..
perasaan baru beberapakali hari Lo
EndRu
mengerikan
EndRu
kejamnya melebihi hewan tuh Juna
EndRu
piring gelas kotor sebanyak itu siapa yang Makai. padahal Arjuna sendirian Lo. apa piring gelas oara pelayan yaa
EndRu
ya Tuhan.. sakitnya...
Lilis Rikawati
masa naina segitu cetek nya Thor rasa cinta nya SM romi.cepat banget dia luluh SM juna.kalau d lihat dr cinta nya naina ke Romi rasa" aneh dia SDH dapat menerima orang lain apalagi orang itu orang yg paling kejam.mesti nya naina bisa berjuang buat anak" nya tanpa juna.biar kan Juna menyesali perbuatan nya & menemukan wanita lain
Lilis Rikawati
ya ampun Thor ini mah ator halus nya yg jahat terlalu sadis.semoga d akhir cerita naina TDK bersatu dng arjuna.buat Arjuna menderita lahir & bathin
Nur Lizza
kapn bhgia nya naina.br mau bahagia dh ada aja penggangguny
Nur Lizza
sabar y naina sebentar lg amanda akn kenak karma ny
Nur Lizza
lanjut
Nur Lizza
rsakn kamu junA
Nur Lizza
mantp
Nur Lizza
seru seru
Nur Lizza
bkn ny uda nikahy kok pulng
Nur Lizza
pasti juna.
ohy juna uda lht ankny blm y thor
Nur Lizza
lanjut
Nur Lizza
juna2 nunjuki rasa cintany sm naina dgn cr menyiksany aneh
Nur Lizza
kapn si juna sdr uds di tinggal sm naina pn gk sdr jg
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!