NovelToon NovelToon
Takdir Cinta Kinara

Takdir Cinta Kinara

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Konflik Rumah Tangga-Pernikahan Angst / Tamat
Popularitas:12.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Ayu Lestari

Karena memegang teguh amanat terakhir dari Ayahnya, Kinara Amalia rela menikah dengan Dika Mahendra yang sudah mencintai wanita lain.

Demi amanat itu Kinara tetap bertahan menjadi istri yang tak dianggap oleh Dika.

Namun rasa sakit yang diberikan Dika sudah terlalu dalam, akhirnya Kinara memilih menggugat cerai suaminya ke pengadilan.

Di tengah keterpurukan itu, Kinara selalu ditemani laki-laki yang sudah jatuh hati padanya ketika pandangan pertama. Dia adalah Agra Grissham.

Mampukah Dika merebut kembali hati Kinara, atau justru harus menelan kekecewaan karena melihat Kinara bersama Agra?

Novel ini memberi tahu kita hakikat tentang jodoh yang sebenarnya.



Follow
IG : @roseelily16
Fb : RoseeLily

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayu Lestari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Peraturan (part 2)

Dika balik bertanya. Kinar terdiam, ia tidak bisa memungkiri kenyataan tentang apa yang diucapkan Dika, adalah sebuah kebenaran. Kinar tidak bisa menampik, jika dirinya juga trepaksa menjalani pernikahan ini.

“Baiklah, karena kita sama-sama terpaksa menjalani pernikahan ini.”

Demi amanat Ayah, demi nama baik Ibu, aku harus kuat. Aku pasti bisa melewati semua ini.

“Aku akan melakukan apa pun sesuai perintahmu, aku hanya meminta tiga syarat." Kinar terdiam, bola matanya berputar ke atas dan ke bawah mencoba mencari sumber kekuatan.

"Pertama, biarkan aku melanjutkan pendidikanku. Kedua, biarkan aku berteman dengan siapa pun dan menghubungi siapa pun. Dan ketiga, kau tidak boleh menyentuhku.” Kinar kembali meraih gelas di atas meja dan meneguk isinya sampai habis, melakukan negosiasi dengan Dika lebih menakutkan daripada menghadapi Dosen paling menakutkan di kampusnya.

Dika tersenyum, seringainya tidak bisa diartikan “Syarat yang pertama, Aku terima tapi syarat yang kedua dan ketiga aku tolak." Dika kembali tersenyum, menatap lekat wajah Kinar seperti sedang memberi peringatan.

"Kau hanya boleh berteman dengan teman wanita, tidak boleh berteman dengan laki-laki selain aku dan Ken. Apa lagi sampai terlibat hubungan dengan laki-laki lain."

Dika sedikit memajukan tubuhnya "Jika aku mengetahui kau menjalin hubungan dengan laki-laki lain, aku tidak akan segan untuk menghabisi laki-laki itu." Tatapan mata Dika benar-benar terdengar mengerikan di telinga Kinar.

"Dan syaratmu yang ketiga, tentu saja aku keberatan. Kau istriku, jadi aku berhak menyentuhmu kapan pun dan di mana pun aku mau. Cukup!! Tidak ada tawar menawar lagi.”

“Ken” Dika menggerakkan kepala menunjuk satu lagi tumpukkan kertas yang tergeletak di atas meja.

“Baik Tuan” Ken mengambil tumpukkan kertas itu dan menyerahkannya pada Kinar.

Apa lagi ini? Batin Kinar

Kinar melihat kertas-kertas itu, lagi-lagi matanya membulat. Belum sempat ia membuka mulut untuk melakukan protes, Ken sudah lebih dulu bicara padanya.

“Ini adalah berkas-berkas kepindahan tempat kuliah Nyonya, saya sudah mengurus semuanya. Nyonya sudah bisa masuk kuliah mulai besok” Ken menjelaskan dengan sopan

Braaak !!

Kinar melempar tumpukkan kertas itu ke atas meja tepat di depan mata Dika.

“Apa harus sampai seperti ini? Mengatur tempat di mana aku melanjutkan pendidikan juga termasuk syarat menjadi istrimu?” Kinar menaikkan volume suaranya. Dika bangkit dan mendekat ke arah Kinar.

Plakkk....!!

Sebuah tamparan jatuh di wajah Kinar, Kinar terdiam. Dadanya terasa begitu sakit, seumur hidupnya ini kali pertama Kinar mendapatkan tamparan. Dan tamparan itu di lakukan oleh orang yang baru ia temui dua kali. Yang kini resmi menjadi suaminya.

Kinar menarik nafas panjang, nafasnya mulai tersengal, air mata tumpah membasahi pipinya. Ia menyapu air mata itu dengan segera, meraih beberapa lembar tissue di atas meja dan mengusap kasar pipinya.

Kinar tidak sudi menampakkan air mata di depan laki-laki yang kini menjadi suaminya.

Dika kembali ke tempat duduknya, menyandarkan tubuh dan kembali menyilangkan kaki. Diikuti Kinar yang bangkit dari tempat duduk, menatap ke arah Dika, menyatukan kedua tangannya di atas perut kemudian membungkukkan badannya.

“Maafkan atas kelancangaku Tuan, sesuai perintah Tuan, aku akan pergi ke tempat mana pun yang Tuan ijinkan, dan tidak akan pergi ke tempat yang tidak Tuan ijinkan. Terima kasih atas kebaikan hati Tuan, karena Tuan masih memperbolehkanku untuk melanjutkan pendidikanku”

Prok prok prok.

Hahahhaa

Dika bertepuk tangan dan tertawa secara bergantian. Sekali lagi Dika menggerakkan tangan, memberi isyarat agar Kinar kembali ke tempat duduknya.

Benar-benar gadis yang menarik

Kinar kembali duduk, ia melirik gelas di atas meja yang isinya sudah habis ia telan. Ken mengerti, ia menuang kembali air ke dalam gelas kosong itu.

Kinar mengangguk pelan, seperti memberi ucapan terima kasih kepada Ken. Kinar kembali meraih gelas itu dan menempelkan ujung gelas di bibirnya. Meneguk perlahan. Belum sempat Kinar menghabiskan air di dalam gelas itu. ia kembali di buat terkejut dengan kalimat yang di ucapkan Dika.

“Berikan Handphone mu!” Dika mengulurkan tangan seraya memberi isyarat agar Kinar segera memberikan handphone miliknya.

Apa yang dia inginkan dengan Handphoneku?

Kinar meletakan kembali gelas itu di atas meja. Ragu, Kinar membuka resleting tas dan mengeluarkan handphone miliknya. Dengan sangat terpaksa Kinar mengulurkan handphone itu ke tangan Dika, Dika segera menerima Handphone Kinar dan membantingnya ke atas lantai.

Praaaannnkkk...!!

Mata Kinar kembali membulat, ia ingin berteriak.

Apa yang kau lakukan?!

Namun Kinar mengurungkan niatnya, ia ingat terakhir kali Kinar meneriaki Dika. Tangan Dika sudah jatuh di atas pipinya, mungkin jika sekarang Kinar berteriak. Bukan lagi tamparan yang dia dapat, bisa jadi tinju Dika akan melayang di wajahnya.

“Ken” Dika mengulurkan tangannya.

Ken menyerahkan sebuah kotak ke tangan Dika. Lalu dengan sombong Dika melempar kotak itu ke atas meja.

Klataaak.

Kotak apa itu? Kinar membatin

“Bukalah, mulai sekarang itu milikmu” Dika meminta Kinar membuka kotak yang tergeletak di atas meja. Perlahan Kinar meraih kotak itu dan membukanya. Sekali lagi, entah sudah berapa kali mata Kinar membulat. Kinar mendapati sebuah kotak Handphone.

“Handphone itu milikmu. Di dalamnya sudah ada kartu, beserta nomorku dan Ken. Jangan terlalu sering menghubungiku. jika tidak terlalu penting kau bisa menghubungi Ken untuk membantu semua kebutuhanmu” Penjelasan Dika membuat Kinar geram, tetapi ia hanya bisa meremas ujung gaunnya.

“Maafkan aku jika lancang, ijinkan aku bertanya Tuan. Bolehkah aku memakai kartu lamaku, di kartu itu ada kontak ibu dan teman-temanku” Kinar berbicara tanpa menatap ke arah Dika, ia tetap menundukkan kepala.

“Tidak! kau hanya boleh menggunakan apa yang aku beri, perihal orang tua dan temanmu. Ken akan menjelaskannya padamu. Aku pergi dulu” Dika bangkit dari tempat duduk, merapikan jas yang sebenarnya sudah rapi.

“Jelaskan semuanya pada Nyonya dan antarkan Nyonya ke kamar” Dika mengakhiri pembicaraan itu begitu saja, tanpa mendengar pendapat Kinar, tanpa bertanya apakah Kinar bisa menerima keputusannya atau tidak. Ia berlalu seperti angin, datang dan pergi sesuka hatinya.

“Baik Tuan. Mari Nyonya ikuti saya” Ken menarik kembali koper Kinar dan meminta Kinar mengikutinya.

Tuhan, aku melakukannya demi Ayah dan Ibu, aku mohon berikan aku kekuatan agar aku bisa melewati semua ini, mejalani takdir yang Kau gariskan untukku. Batin Kinar

Dengan perasaan hancur Kinar mengekor mengikuti Ken, satu persatu ruangan berukuran besar itu dilewatinya.

Ken berhenti di sebuah ruangan berukuran kecil, lebih kecil dari semua ruangan yang ada di rumah itu.

“Silahkan Nyonya ini kamar Anda, dan ini kuncinya” Ken menujukkan kamar yang harus di tempati Kinar, menyerahkan kunci kamar dengan sopan.

Kinar benar-benar sedang di uji

“Terima kasih Ken, bolehkah aku bertanya?” Kinar menerima kunci kamar dari tangan Ken, ia tetap menunjukkan senyum di bibirnya.

“Silakan Nyonya” Ken mengangguk sopan

“Jika aku hanya boleh menghubungimu dan Tuan. Lalu bagaimana aku bisa menghubungi ibuku? aku perlu tahu kabar mereka. Walau bagaimana pun mereka keluargaku, aku tidak ingin membuat mereka khawatir” Kinar masih tetap tersenyum

“Itu, sebelum Nyonya meninggalkan rumah. saya sudah menjelaskan kepada Ibu Anda jika setelah menjadi istri Tuan Dika, Nyonya akan sangat sibuk dan mungkin tidak memiliki banyak waktu untuk menghubungi Ibu...” Ken terdiam, seperti ada kalimat yang tak sanggup ia sampaikan pada Kinar.

“Tidak apa-apa Ken, lanjutkan kalimatmu” Kinar kembali tersenyum menatap Ken, seperti memastikan jika dirinya siap mendengar kalimat apa pun yang diucapkan Ken. Ken menarik nafas panjang, perlahan Ken melanjutkan kalimatnya "Jadi, jika ibu ingin bicara dengan Nyonya. Ibu bisa menelpon saya." Meski ragu, Ken tetap menyelesaikan kalimatnya.

Ya Tuhan, sesakit apa perasaan ibuku? Anak yang di besarkan di pelukannya di rampas begitu saja.

“Baiklah Ken, kau boleh pergi” Kinar tak sanggup lagi berlama-lama tersenyum di depan Ken

“Baiklah Nyonya, selamat beristirahat” Ken pamit undur diri dan meninggalkan Kinar yang masih mematung di depan pintu kamar

Tangan kanan Kinar bergetar memeganggi kunci sementara tangan kirinya menutup mulut agar suara tangisnya tidak terdengar, bahunya naik turun, nafasnya tersengal. Kinar mencoba memasukkan kunci dan menekan handle pintu, mendorongnya dan menghilang di balik pintu itu.

\=\=\=>Bersambung 💕💕

1
darkchoco
dua orang menyingkirkan diri dengan sangat tahu diri, ya ampun akhir yang ... sulit di jelaskan...
darkchoco
huaaaaaaa😭😭😭😭😭😭😭
darkchoco
bole bolee di karungin, trus di lempar ke antariksa mungkin yah 🤣🤣🤣🤣
darkchoco
😭😭😭😭😭😭😭
darkchoco
gempa... ada gempaa
darkchoco
kata kata Manda..... 😭😭😭😭
erenn_na
like Agra
erenn_na
dari sini sebenarnya Dika Mahendra sudah ada peduli
erenn_na
hhhhhhh badaaassss
christina lilik
bagaimana nasibnya perkawinan Kinara? masih teka teki
Putri Dwi
Mak saya pembaca takdir cinta kinara mulai novel ini tayang. Tau ngk mak nama anak saya Kinara karena saya suka banget dg karakter kinara di sini. Ceritanya sangat bagus terima kasih mak atas novel ini. Semoga anda selalu sehat dan di berikan keberkahan aamiin.
Siti solikah
akhirnya alhmdllh
Lala_lela067
baca lagi setelah sekian lama🤣udah baca sampai habis waktu 2020,tiba tiba kangen sama ceritanya🤣🤣
Umi Zahra Suwanto
mama mertua ko gak ada tampil Thor
Umi Zahra Suwanto
thor kok mertuanya Kinan tak pernah nampak dlm ceritanya
💞my heart💞
kok gak muncul lagi ya dh di tunggu" gak ada jga
🎀ᵀᵗᵇ'ˢAni Rhoma❤️
author novel mreka mau update dsni ya
Alta Najwa
eehhhhhhh kakak othor balik lgi ke NT...jgn php lg y kaka..hrus lnjut smpe tamat😁😁😁
🎀ᵀᵗᵇ'ˢAni Rhoma❤️
wahhh up lagi nih 😍 smngat Thor
mbak i
aku dah lupa ceritanya Mak😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!