NovelToon NovelToon
Mantan Suami Istri

Mantan Suami Istri

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:3.3M
Nilai: 5
Nama Author: TK

Saat mantan suami istri di pertemukan kembali setelah sekian lama, dengan banyak perubahan dari masing-masing. Apa kedua orang itu masih bermusuhan? Atau malah saling jatuh cinta?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon TK, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eight

Vote sebelum membaca 😘

.

.

"Lo mau kemana?"

Arion menahan pergelangan tangan Arabelle saat wanita itu akan pergi.

"Pulanglah, ish awas!" ketus Ara menyentak kasar tangan pria itu.

Ada-ada saja memang si brengsek itu, bertanya yang sudah tahu!

"Pulang sama gue!"

Menghentikan langkahnya saat mendengar teriakan dibelakang, apa Ara tak salah dengar?

Tanpa peduli wanita itu kembali melanjutkan langkahnya, Ia harus mencari taxi untuk kembali ke perusahaan. Ini sudah waktunya makan siang, dan perutnya sudah sangat lapar.

"Dengar gak sih, gue bilang pulang sama gu-e." Desis Arion sambil mencengkram pergelangan kiri Ara erat. Sungguh Arion sangat tak suka di abaikan, apalagi seperti tadi.

Ara meringis merasa pergelangan tangannya yang perih. "Ih lepasin, sakit tau!"

Akhirnya Arion melepaskan tangan Ara, tapi gantinya Ia mendorong bahu wanita itu agar masuk ke dalam mobilnya. Setelah memastikan Ara masuk, Ia pun menyusul, mobil itupun pergi.

Mereka baru saja menghadiri meeting bersama perusahaan lain, tak lain untuk melakukan kerja sama lagi, dan baru siangnya meeting itu selesai.

Sepanjang perjalanan Ara hanya menatap jalan disamping kaca mobil, malas rasanya melihat pria itu. Rasa kesal dan marah di hati sangat terasa, sikap Arion benar-benar sok berkuasa.

Jujur Ara sakit hati, tapi Ia selalu mencoba mengalah dan bersabar. Demi pekerjaannya, bukan berarti Ia kalah. Ia baru lagi menaiki mobil ini, setelah hampir satu bulan lebih bekerja di perusahaan pria itu. Saat dulu pertama Arion mengusirnya di mobil, mulai dari sana Ara tak sudi lagi pergi bersama pria itu. Setiap ada kepentingan atau acara diluar, Ara lebih memilih menaiki taxi.

"Kenapa ke sini?" Tanya Ara bingung, tentu saja karena mobil itu berhenti didepan sebuah restoran Italia.

"Turun, gue laper."

Ara berdecak dan ikut turun dari mobil, merekapun masuk bersama. Keduanya duduk berhadapan dekat dengan kaca yang langsung menampakan keindahan pantai.

"Silahkan mau pesan apa?" Tanya seorang pelayan sopan.

"Saya mau Pasta Carbonara, Lasagna, Panna Cotta. Minumannya dua Granita dan Vanilla latte." Ucap Arion. Pelayan itupun pergi setelah menulis pesanan.

Ara menatap heran pria yang duduk di depannya, apa pria itu baru saja memesankan makanan untuknya?

"Apa?!"

Tersentak mendengar bentakan itu, Ara memutar matanya malas lalu mengalihkan pandangannya ke kaca.

Lima belas menit kemudian pesanan mereka sudah datang, Arion menyimpan satu Pasta Carbonara, lalu Panna Cotta dihadapan Ara.

"Lo gak suka keju kan, sini buat gue. Jangan dibuang mubajir!" Ketus Arion sambil memindahkan potongan keju dari pasta itu ke piringnya.

Rasanya aneh sendiri melihat sikap Arion, baik sih tapi pria itu masih terdengar ketus. Dasar tukang jaga image, bilang aja gengsi! Cibir Ara dalam hati.

"Kemarin gue sakit!"

Ara menghentikan makannya sejenak, sebelum kembali makan. Ia tak peduli, makanan lebih penting.

"Gue demam, panas. Idung gue ileran bany-"

Plak

"Jorok banget lo ih! gue lagi makan juga!" Ucap Ara galak sambil melotot menatap tajam Arion.

Sedangkan Arion sedang menahan rasa sakit di kepalanya, sial Ia baru saja dipukul!!

"Heh gue bos lo ya, berani lo hah?!"

"Ya salah lo juga sih, ngomong gitu. Ternyata lo emang gak berubah ya, masih suka jorok!"

Arion melotot mendengar itu. "Apa lo bilang?!"

"Iya lo jorok, siapa yang gak mandi satu minggu ya??" Ledek Ara sambil tersenyum sinis.

"Bukan gue!"

"Heh mengelak."

Ingin sekali rasanya Arion membalas wanita itu, tapi ini tempat umum. Huh Ia jadi tak nafsu makan, padahal makanannya belum tersentuh sedikitpun.

"Ayo pulang!"

"Baru juga makan udah mau pulang!"

"Ya udah lo pulang sendiri!"

"Oke!"

"Oke bye!" Ketus Arion lalu keluar restoran itu.

Ara kembali mendudukan tubuhnya kasar di kursi, huh tak bisakah satu hari saja berdamai dengan si brengsek itu? Capek juga harus cekcok setiap hari.

"Bayar sendiri!"

Terkejut mendengar suara disamping telinganya, dan ternyata Arion pria itu bukannya sudah pergi ya? Kenapa balik lagi?

"Iya udah sana pulang, gue gak miskin!"

Arion mencibir sebelum keluar dari sana, Ia masuk ke dalam mobilnya untuk kembali ke perusahaan.

"Sialan belum juga suami istri udah cekcok setiap hari, gimana nanti coba?" Frustasi Arion.

***

                                     

Flasback

Mata cantik itu perlahan terbuka, meringis kecil saat cahaya silau mengganggu matanya.

"Anda sudah sadar?"

Arabelle menoleh pada seorang wanita berpakaian serba putih, sepertinya seorang suster.

"Iya."

Dengan susah payah Ara mencoba untuk duduk, dibantu suster itu. Ia menyender di kepala ranjang rumah sakit. Ya Ara baru sadar jika Ia sedang ada di rumah sakit, tapi sejak kapan? Kenapa Ia ada di sini?

"Anda pinsan dan ada beberapa orang mengantar kesini. Syukurlah sekarang sudah sadar."

"Hm."

"Ya sudah saya permisi, semoga kalian selalu sehat selalu."

Suster itupun pergi dari ruangan meninggalkan Ara yang merasa bingung dengan ucapan tadi. Kalian? Siapa? Bukankah di sini hanya ada Ia seorang diri?

"Aneh memang." Gumamnya.

Ara membawa gelas berisi air putih di meja samping ranjangnya, setelah minum Ia merasa semua beban langsung menghilang. Huh Ara juga baru ingat jika Ia pingsan di jalan saat baru pulang kuliah. Menyebalkan. Memang sih dari kemarin badannya sudah tak enak.

"Selamat malam."

Mengalihkan pandangannya ke samping saat melihat pintu ruangannya terbuka, terlihat seorang dokter. Dokter laki-laki itu berdiri disamping ranjangnya, tersenyum dan itu membuat Ara gugup.

"Syukurlah sekarang kamu sudah sadar."

"Iya."

"Perkenalkan nama saya Dokter Abraham, salah satu dokter tampan di sini."

Tertawa kecil mendengarnya, sepertinya dokter itu sedang mencoba membuat suasana tak tegang.

"Nama saya Arabelle."

"Hm ya saya sudah tahu, dari teman-temanmu yang tadi mengantarmu ke sini."

Ara menunduk malu, huh Ia terlalu percaya diri.

"Selamat ya."

Segera mengangkat kepalanya, Ara mengernyit karena tak mengerti. "Hah?"

"Saya tak menyangka karena kamu terlihat masih terlalu muda, tapi mungkin ini memang sudah saatnya. Sekali lagi saya ucapkan selamat untuk kehamilan kamu, semoga kalian selalu sehat."

DEG!

Ara merasa detak jantungnya berhenti beberapa saat mendengar ucapan terakhir dokter itu. Kepalanya pusing dan juga rasa mual mulai terasa dari dalam perutnya. Menatap tak percaya Abraham yang masih tersenyum polos padanya.

"A-apa?"

"Hm?"

"Ha-hamil?"

"Iya kamu sedang mengandung, dan bayimu sudah berusia delapan minggu."

"Tidak mungkin." Cicit Ara. Pandangannya langsung tertuju pada perutnya. Di sana, benarkah didalam perutnya ada sebuah nyawa?

Tanpa terasa Ara meneteskan air matanya. Wanita itu terisak keras sambil menutup wajahnya dengan kedua tangan. Bahunya bergetar hebat tanda jika wanita itu benar-benar bingung dengan semuanya.

Lain halnya dengan Abraham, pria itu malah terkejut melihat reaksi pasiennya. Baru kali ini Ia melihat seorang wanita yang diberi kabar hamil tapi malah menangis sekeras ini. Ia bingung apakah wanita itu menangis senang atau sedih, sekarang Ia tak tahu harus bagaimana.

"Kamu tidak apa?"

Ara tak menjawab, Ia masih terus menangis terisak, dirinya sangat terpukul dengan semua ini. Kenapa Ia harus menerima nasib seperti ini?

Kenapa Ia harus mengandung darah daging pria itu? Pria yang tak akan pernah bisa Ia dapatkan lagi, pria yang pernah hadir di kehidupnya dulu.

***

Sekalian nunggu chapter baru 'Mantan Suami Istri' Yuk mampir ke novel baruku yang lain, banyak genrenya. Mulai dari Romantis, action sampai horor, beda dari cerita lain.

Share, vote dan komen ❤

1
Becce Ana'na Puank
Luar biasa
Ray Aza
sifat dasar cowok itu pemburu bukan yg diburu. dr masih cindil sdh diintilin trs yg ada bikin ilfeel. ksh ruang dan waktu utk finn, kl mmg finn pny rasa sm kamu pasti dia akan kehilangan dan berusaha nyari kamu. tp kl finn ga ada rasa juga ya sudah. tutup buku cari yang baru. cinta boleh bodoh jangan, jgn prnh maksa perasaan ujung2nya km yg akan terluka.
hanya org bodoh yg mengagungkan cinta sampai mati, krn bertepuk tangan tdk bisa dilakukan sendirian
USWA ,: sejauh ini hanya ini yg paling jauh bang...
total 1 replies
Ce Habibah
ara kamu jngn egois dong kasihan fin biarlah dia merasa kasih sayang orang lain (papanya)selain mamanya
Alif
jahat betul fin sama tasya ya.. klo memang g mau sama lila minimal fin g macarin teman dekatnya, bgt jg tasya kamu kan sahabatnya knpa kamu terima teman macam apa kamu tasya hnya krna cwok kamu tega sama sahabatmu
Mezuke Holee
Luar biasa
Mezuke Holee
Lumayan
reiga1911
mantap
Ria Dardiri
menarikkk
Alanna Th
aq jg tdk brjdh dg cinta prtmq yg kandas n mmalukn 😵😥💔💔
Alanna Th
pasti bgt, shg lilia pth hati doble", akhirnya mmbw hatiny yg hancur k aussie. stlh lilia pergi, barulh finn mrasa khilangan 🤔😱😰
Alanna Th
skrg tgl 7-7'23 , thor aq baca yg k 3 x nya 👍😘😍😂🤣💗😉
Alanna Th
sdh prnh baca, tp lupa critanya n kpn bacanya. mo baca ulang, thor 🤔👍👍👍😍😂🤣
Aranel T: Hehe mantap Kak
total 1 replies
Yani Cuhayanih
Menarik lanjuut
RithaMartinE
sukaa visualnnya 😍😍
@azza
novel romantis
Nuranita
wah bocil ini....emg minta d ungsikan ke palestina kayake
Nuranita
aqila and michael.....lebih seru kyake
Nuranita
deep conversation..nih bocil akhirx luluh juga......good girl
Nuranita
bocil reseh ini mah....
.
Nuranita
alysiax kurang cantik thor.....maaf y.....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!