NovelToon NovelToon
DOSEN DUDA DINGIN

DOSEN DUDA DINGIN

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / Dosen
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: BJP

Oliver Robert dosen tampan bersatatus duda dan dia mempunyai anak kembar, suatu hari anak kembarnya Oliver bertemu dengan salah satu mahasisa Piskolognya yang bernama Zafana
Oliver dan kedua anaknya yang sellu menutup diri dari orang lain.

Pertemuan yang tidak sengaja itu membuat Oliver sadar jika Zafana berbeda dari wanita yang lain yang pernah ia temui dari wanita lain termasuk mendiang istrinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BJP, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

08

"Enggak, saya khawatir aja soalnya tadi kamu marahi saya di kafe....."

Ehh?

"maaf karena saya gak lihat jalan dan jadi nabrak kamu"lanjutnya

Oh jadi ini yang nabrak gue, kalau tau dia yang nabrak gue lebih baik tadi gue pura-pura pingsan dan kesakitan aja gak sih? Eh eh, jangan Zafana, dia duda!-batin Zafana.

Wajahnya memerah sekarang Entah kenapa Zafana menjadi malu saat mendengar kalau Oliver lah yang menabraknya hingga dirinya ditertawakan.

"I-iya pak gak apa-apa, sebenarnya tadi saya marah juga salah sih, jadi saya juga minta maaf" ucap Zafana membuat Oliver mengangguk dengan wajah datarnya.

"Saya boleh masuk?"tanya Oliver

"Eh?"Rheyna sontak membulatkan kedua matanya.

"Kenapa?"tanya Oliver.

"Di rumah lagi gak ada siapa-siapa pak"jawab Zafana.

Oliver mengangguk paham lalu duduk ditempat duduk yang disediakan, "rumah kamu bagus juga"

Zafana mengerutkan keningnya, "maksud bapak?"

Oliver menoleh lalu menggelengkan kepalanya, "apa kamu pernah bertemu dengan anak saya sebelumnya?"

"Anak bapak? Yang tadi pagi itu?"tanya Zafana.

Oliver mengangguk membuat Zafana terdiam.

"Jadi bener ya pak kalau bapak itu duda?"sadar dengan pertanyaannya yang sangat bodoh itu Zafana segera menutup mulutnya membuat Oliver terkekeh dengan wajah yang datar.

"Betul, apa kamu baru tau saya duda?"jawab Oliver

Zafana mengangguk kaku lalu menoleh kearah lain untuk menetralkan detak jantungnya yang kembali berdegup kencang.

"Maaf ya pak, ngobrolnya jadi diluar"ucap Zafana mengalihkan pembicaraan.

"Iya gak apa-apa"jawab Oliver

"Rumah kamu sepi sekali"lanjut Oliver

"Lagi pada keluar pak"jawab Zafana.

Oliver mengangguk lalu menatap ponselnya yang menyala. Ada sebuah panggilan masuk disana, membuat Oliver langsung menolak panggilan itu lalu kembali menatap lurus kedepan

"Anak bapak kembar?"tanya Zafana

Oliver mengangguk. "Saya juga bingung kenapa bisa punya anak kembar, padahal saya sama mantan istri saya dulu gak punya turunan kembar"jawab Oliver

membuat Rheyna sedikit mengangguk paham

"Eum..bapak mau minum apa?"tanya Zafana.

"Gak usah, sebentar lagi saya pamit kok"jawab Oliver.

Rheyna mengangguk lalu setelah itu keduanya terdiam bingung dengan topik pembicaraan mereka.

Drrrrtttt drrrtttt

Pandangan mereka teralih pada ponsel Oliver yang berdering. Kini Oliver tidak menolak panggilan itu, melainkan langsung menjawabnya.

'Halo' Oliver langsung membuka suara saat panggilan itu sudah terhubung

'Halo abang, nanti pulang sekolah aku ke rumah abang ya, mau main sama Aileen'

'Ke rumah mama Rina aja, anak-anak lagi disana'

'Oh yaudah nanti aku kesana deh, oh iya. Abang sekarang lagi dimana?'

'Abang lagi diluar, kamu pulang jam berapa?'

'Ini udah mau pulang kok, baru selesai ekskul'

'Oh yaudah, jangan minta abang jemput ya'

'Hehehe, enggak kok bang nanti Qila dianter temen'

Mendengar kalimat yang dilontarkan Qila membuat Oliver menoleh kearah Zafana

'Yaudah nanti kabarin abang kalau udah dirumah mama Rina'

'Iya abang'

Oliver pun memutuskan panggilan itu lalu memasukan ponselnya kedalam saku celana nya lagi. Ia menatap Zafana yang sedang menatap lurus kearah jalan.

"Saya harus pamit sekarang"ucap Oliver membuat Zafana menoleh.

Zafana mengangguk. "Iya pak, maaf gak disuguhin apa-apa"

"Gak papa, lain kali saya bawa anak-anak saya kesini"jawab Oliver sambil tersenyum

"Eh?"

Oliver hanya terkekeh kemudian memasuki mobilnya lalu melajukannya meninggalkan pekarangan rumah itu. Dengan segera Zafana mengambil ponselnya kemudian menelpon Roos. Tapi anehnya gadis itu tidak bisa di hubungi dan Zafana pun memutuskan untuk mengirim beberapa pesan saja.

Roos

Roos lo tau gak ada hal yg lbh manis dari gula?

Senyumnya pak Oliver 😊

Gila ya senyumnya cowok cool tuh bener" membekas

Gila gue Ross

15.45

Zafana hanya menggigit kuku jemarinya, wajahnya memerah karena masih teringat dengan senyuman manis Oliver yang beberapa dua menit lalu ia lihat begitu jelas.

Tidak mau bertambah gila, Zafana pun segera masuk kedalam rumah dan merebahkan tubuhnya diatas kasur dengan posisi tengkurap. Wajahnya terasa sangat panas sekarang, ditambah detak jantungnya yang terus berdegup kencang.

"AAAAKKK MAMAAA DUDA ITU GANTENG BANGET!!!!"teriak Zafana didalam kamarnya.

1
JULIAN
Mohan bantuanya karna saya masi pemula klu ada kesalahan dlm penulisnya tolong dibantu untuk saya perbaiki🙏🙏
Reni Anjarwani
lanjut2
Reni Anjarwani
bagus ceritanya up doubel thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!