NovelToon NovelToon
Di Ceraikan,Aku Bangkit Jadi Miliarder

Di Ceraikan,Aku Bangkit Jadi Miliarder

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Penyesalan Suami / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Fahmishodiq Abdullah

Kirana selalu dianggap istri yang "biasa saja" — tak pintar, tak berguna, hanya pantas mengurus rumah. Saat suaminya, Rangga, menceraikannya demi wanita lain di depan keluarga besar, semua orang mengira hidupnya akan hancur.
Mereka salah.
Di balik status "istri biasa" itu, Kirana menyimpan warisan yang selama ini tak pernah ia buka — dan kejeniusan bisnis yang selama ini ia pendam demi keluarga yang tak pernah menghargainya.
Kini, saat Rangga dan selingkuhannya mulai kehilangan segalanya, Kirana justru bangkit sebagai sosok yang tak seorang pun kenali. Pertanyaannya bukan lagi apakah ia akan kembali — tapi apakah Rangga pantas mendapatkan kesempatan kedua.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fahmishodiq Abdullah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

reaksi tak terduga

Kabar tentang pertemuan itu sampai ke telinga Vania lebih cepat dari yang Rangga kira.

"Jadi benar, K. Broto itu Kirana?" tanya Vania, suaranya tajam, begitu Rangga baru saja melepas jasnya sepulang kerja malam itu. Salah satu staf di kantor rupanya sudah menceritakan kejadian di ruang rapat kepada rekan lain, dan seperti biasa, kabar semacam itu menyebar lebih cepat dari email resmi perusahaan.

"Iya," jawab Rangga singkat, berjalan menuju dapur untuk mengambil segelas air, mencoba menghindari tatapan Vania yang penuh selidik.

"Kenapa kamu nggak cerita dari tadi siang?" Vania mengikuti langkahnya, suaranya makin meninggi. "Kamu ketemu mantan istrimu, dan aku harus dengar dari orang lain?"

"Aku juga baru tahu di ruang rapat, Van," Rangga mencoba menjelaskan, meski nada suaranya sendiri terdengar lelah. "Nggak ada yang bisa kuprediksi soal ini."

Vania menyilangkan tangan di dada, menatap Rangga lekat-lekat. "Dan sekarang kalian mau kerja sama bisnis? Setelah semua yang terjadi?"

"Ini murni keputusan bisnis," jawab Rangga, meski di dalam hati ia sendiri tidak sepenuhnya yakin dengan kalimat itu. "Papa yang minta kita cari investor buat proyek Kavling Timur. Kirana—maksudku, PT Cahaya Abadi Investama—kebetulan salah satu kandidat terbaik."

"Kebetulan?" Vania tertawa sinis. "Rangga, dari sekian banyak investor di kota ini, kenapa harus dia?"

Rangga tidak punya jawaban yang memuaskan untuk pertanyaan itu—karena jauh di lubuk hatinya, ia sendiri juga bertanya-tanya hal yang sama.

Keesokan harinya, di kantor PT Sentosa Abadi Grup, Pak Wijaya memanggil Rangga ke ruang kerjanya, ekspresinya jauh lebih santai dibanding hari-hari sebelumnya yang dipenuhi ketegangan soal proyek Kavling Timur.

"Aku sudah cek rekam jejak Cahaya Abadi Investama," kata Pak Wijaya, menunjukkan beberapa lembar laporan di mejanya. "Perusahaan kecil, tapi setiap bisnis yang mereka pegang tumbuh dengan cara yang sehat. Tidak ada utang menumpuk, tidak ada ekspansi gegabah. Perempuan yang memimpinnya ini punya insting bisnis yang tajam."

"Kirana memang begitu," gumam Rangga, nyaris tanpa sadar.

Pak Wijaya mengangkat alis. "Kamu kenal dia?"

Rangga terdiam sesaat, mempertimbangkan seberapa jujur ia harus bersikap pada ayahnya sendiri. "Dia... mantan istri saya, Pa."

Ekspresi Pak Wijaya berubah—bukan marah, melainkan sesuatu seperti penyesalan yang samar. "Kirana yang itu? Yang dulu Ibu selalu bilang 'kurang cocok' untuk keluarga kita?"

"Iya, Pa."

Pak Wijaya menghela napas panjang, bersandar di kursinya. "Rangga, Papa akan jujur. Dulu Papa juga ikut setuju waktu kalian bercerai, karena Ibu bilang Kirana nggak becus urus bisnis keluarga, nggak bisa diajak diskusi soal investasi. Tapi lihat sekarang." Ia menunjuk laporan di meja. "Perempuan yang katanya 'nggak becus' itu, dalam waktu kurang dari setahun, berhasil membangun lima usaha kecil jadi bisnis yang sehat dan menguntungkan. Sementara kita—" ia berhenti sejenak, menatap Rangga lurus— "hampir kehilangan investor besar karena kesalahan manajemen proyek yang bisa dihindari."

Rangga menunduk, tidak bisa membantah kenyataan itu.

"Papa nggak bilang kamu harus balikan sama dia," lanjut Pak Wijaya, nadanya melunak. "Itu urusan pribadimu. Tapi soal bisnis, jangan biarkan gengsi menghalangi keputusan yang menguntungkan perusahaan. Kalau Cahaya Abadi Investama memang solusi terbaik buat Kavling Timur, kerja sama saja. Profesional itu penting, Rangga, di dunia bisnis maupun di luar itu."

Sementara itu, di ruko PT Cahaya Abadi Investama, Kirana sedang menyusun syarat dan ketentuan kerja sama dengan timnya, saat ponselnya berdering. Nomor yang tidak ia kenal.

"Halo, dengan Kirana Kusuma Broto?" suara di seberang terdengar formal.

"Benar, ini siapa?"

"Saya dari tabloid Bisnis Kota, ingin konfirmasi soal kabar yang beredar—apakah benar PT Cahaya Abadi Investama akan membantu pendanaan proyek Kavling Timur milik Sentosa Abadi Grup? Dan benarkah pemimpin Cahaya Abadi Investama adalah mantan istri dari Direktur Pengembangan Bisnis Sentosa Abadi?"

Kirana terdiam sesaat, jantungnya berdegup cepat. Ia tidak menyangka kabar itu bisa bocor secepat ini ke media.

"Saya tidak bisa mengonfirmasi urusan pribadi," jawab Kirana, hati-hati memilih kata. "Untuk urusan bisnis, PT Cahaya Abadi Investama sedang dalam proses evaluasi kerja sama dengan beberapa pihak. Kami akan mengeluarkan pernyataan resmi jika ada perkembangan."

Ia menutup telepon, menghela napas panjang. Dimas, yang duduk di meja seberang, menatapnya khawatir.

"Ada masalah, Bu Kirana?"

"Media mulai mencium hubungan saya dengan Rangga," jawab Kirana, mencoba tetap tenang meski dalam hati ia mulai gelisah. "Kalau ini terus bocor, saya khawatir fokusnya bergeser dari bisnis ke gosip pribadi."

Pak Hadi, yang baru masuk ruangan, ikut mendengarkan. "Kita bisa hentikan kerja sama ini kalau kamu nggak nyaman, Kirana. Masih banyak proyek lain yang bisa kita pegang."

Kirana terdiam, mempertimbangkan kata-kata itu. Ada bagian dari dirinya yang tergoda untuk mundur, menghindari drama yang mungkin akan muncul. Tapi ada bagian lain—bagian yang sudah tumbuh sejak malam ia membuka kotak warisan ayahnya—yang menolak untuk lari lagi.

"Tidak," katanya akhirnya, tegas. "Kalau saya mundur sekarang, itu artinya saya masih membiarkan masa lalu menentukan langkah saya. Kita lanjutkan, sesuai syarat yang sudah kita tetapkan. Profesional, sesuai data, bukan sesuai gosip."

Malam itu, di apartemennya, Vania membuka ponsel, membaca artikel pendek yang baru saja terbit di tabloid Bisnis Kota, judulnya cukup provokatif: "Mantan Istri Direktur Sentosa Abadi Kini Jadi Investor Misterius yang Diperhitungkan?"

Ia membaca artikel itu berulang kali, rahangnya mengeras, matanya penuh amarah yang coba ia sembunyikan.

"Kirana," gumamnya pelan, hampir seperti desisan. "Kupikir kau sudah menghilang begitu saja dari hidup kami."

Ia meletakkan ponselnya, menatap cermin di kamarnya—refleksi dirinya yang selama ini merasa sudah menang, sudah mendapatkan segalanya yang dulu dimiliki Kirana: Rangga, keluarga Wijaya, status sosial.

Tapi malam itu, untuk pertama kalinya, Vania merasakan sesuatu yang asing—rasa terancam, meski ia belum sepenuhnya mengerti dari mana rasa itu berasal.

Ia mengambil ponselnya lagi, mengetik pesan singkat ke salah satu kenalannya di dunia media, seseorang yang biasa ia mintai bantuan untuk urusan-urusan yang tidak ingin ia lakukan dengan tangannya sendiri.

"Aku butuh info lebih banyak soal Kirana Kusuma Broto. Semuanya. Secepatnya."

Ia menekan tombol kirim, senyum tipis yang tidak menyenangkan perlahan muncul di wajahnya.

1
Kumbang di taman
semangat selalu 😍
Fahmishodiq Abdullah: terimakasih atas kunjungannya
total 1 replies
Kumbang di taman
sukses selalu Author 👍
Adinda
toko utamanya Kirana atau dimas Dan alya,kalau bisa libatkan toko pemeran utamanya Dan tokoh yang jadi pendamping hidup Kirana,jadi ceritanya makin seru.
Fahmishodiq Abdullah: ok kak masukan saya terima kak,makasih atas masukan dan sarannya
total 1 replies
Detie Kurniawati
cerita yg tak aku pahami ahirnya??
Fahmishodiq Abdullah: terimakasih kak kritiknya,saya akan mencoba memperbaruhinya
total 2 replies
Heny
Hadir thor
Fahmishodiq Abdullah: makasih bang
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!