NovelToon NovelToon
Dikhianati Suami, Dicintai Chef Eksekutif

Dikhianati Suami, Dicintai Chef Eksekutif

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Crazy Rich/Konglomerat / Penyesalan Suami
Popularitas:13.3k
Nilai: 5
Nama Author: Tulisan_nic

"Luka ini masih menganga, kata maaf dan khilaf tidak bisa menguburkanya. Pengkhianatan ini terlalu pahit, hingga aku susah untuk lupa!"

Ini adalah kisah Isana, seorang wanita yang dikhianati Andreas dengan begitu pahit, saat sedang mengandung anaknya. Namun menemukan kisah manis dibalik Cupcake kegemarannya, bersama Althaf Rafardhan, seorang chef yang terkenal dingin dan tidak banyak bicara.
Andreas yang terpuruk karna menyadari, cintanya hanyalah untuk Isana, bukan Risa perempuan penggoda. Ingin kembali lagi, memperbaiki hubungan yang kandas. Mencoba membujuk Isana untuk rujuk, dengan dalih sebagai Ayah biologis anak laki-laki mereka.
Akankah Althaf membiarkan wanita yang ia cintai itu kembali pada pria yang sudah mengahancurkanya?
Dan apa keputusan Isana?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tulisan_nic, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Awal Kehancuran

"Sudah, sudah ..."

Suara Dewi yang lembut membelah ketegangan suasana. Jemari lembutnya menepuk-nepuk pelan, Ghazi yang mulai meronta-ronta dari kain bedongnya.

"Kalian baru saja kedatangan putra, seharusnya kalian sambut dengan suka cita. Jangan malah bertengkar begini."

Suara yang sangat pelan, namun bagi Andreas itu seperti ledakan bom yang meruntuhkan kesadarannya sebagai seseorang yang akan dipanggil Ayah.

Suasana ruang perawatan itu, mendadak beku. Pertanyaan Isana soal wangi parfum dan tanda merah dileher Andreas seperti vonis mati yang dijatuhkan saat itu juga. Membuat Andreas menelan ludah, mencoba mengatur detak jantungnya yang menggila.

Andreas diam seribu bahasa. Sedang Isana, larut dalam pemikirannya. Diam-diam menyusut air mata.

Beni menghembuskan nafas kasar, kepalan tangannya yang tadi menegang kini berangsur mengendur. Tatapannya masih menelisik setiap inci wajah anak sulungnya itu. Jujur, ia pun merasa ada sesuatu yang tidak beres yang sengaja disembunyikan.

"An ..." panggil Dewi lembut, "Pulanglah dulu kerumah, beristirahat lah sebentar. Dan kembali lagi, saat kondisi tubuhnmu sudah membaik dari letih."

Andreas mengangguk samar, tanpa menoleh dan berbasa basi ia melangkahkan kaki keluar ruangan. Menutup pintu dengan gerakan yang sangat pelan.

Ia berjalan gontai, menuju mobil yang terparkir di basement rumah sakit. Pikirannya berkecamuk, nalurinya berperang antara mengakui kesalahan namun kemudian menyangkal secara bersamaan.

Tatapannya kosong, dan tidak pernah berani mengangkat rahang. Hingga tatapan itu menangkap bayangan seseorang ...

"Risa!"

Sudut matanya menyipit, seakan tidak percaya kalau Risa berani mendatanginya di rumah sakit. Secepat kilat Andreas melesat. Mendekati Risa, sebelum semuanya terlambat.

"Apa yang mau kamu lakukan disini?!"

Andreas mencengkram lengan Risa, dengan sorot mata yang menyala.

Namun wanita itu, selalu punya cara. Ia tidak membalas sorot mata yang menyala dari Andreas, yang ia lakukan adalah menampilkan senyum, senyuman yang ia yakin akan membuat Andreas luluh.

"Aku cuma ingin melihat anak kamu" ucapnya ringan, "... dan ... mengucapkan selamat sama istri kamu."

"Jangan gila kamu!"

Andreas menarik tanganya kasar. Membuka pintu mobil, dengan gerakan tergesa-gesa.

"Masuk!" bentaknya.

Risa menurut, tersenyum samar, dengan gerakan yang tetap feminim. Seolah bentakan Andreas justru sebuah kemenangan untuknya. Ia duduk disamping kemudi, dengan tenang memasang seatbelt, penuh kendali.

Andreas, tanpa pikir panjang. Menjalankan Lexus hitamnya keluar dari parkiran, secepat mungkin membelah jalan raya.

"Ada apa An? Kenapa kamu terlalu tegang?"

Andreas memukul stir, mengacak rambutnya sendiri dengan begitu frustasi.

"Kita harus hentikan ini, Risa!"

Risa masih tenang, sangat tenang. Justru ia menjentikkan kuku-kukunya, tanpa menoleh sedikitpun pada Andreas.

"Aku, tidak mau keluargaku hancur." Ucap Andreas, sembari menetralkan emosinya, "Isana mulai mencurigai hubungan kita ..."

"Dia mulai curiga?" Risa bertanya dengan nada ringan, seolah apa yang di ucapkan Andreas, bukan berarti apa-apa untuknya. " Kalau begitu terang-terangan aja, dari pada di curigai terus. Lagi pula, kamu juga sudah bosan kan sama dia? Lalu, apa susahnya?"

Andreas membuang nafas kasar, "Jaga bicaramu Risa, dia istriku. Kamu tidak berhak bicara seperti itu!"

Risa tersenyum smirk, " Kalau kamu tidak bosan padanya, tidak mungkin kan kamu lari sama aku?"

Sudut hati Andreas tidak terima, ucapan yang mengklaim Isana membosankan justru melukai hatinya.

"Aku lari sama kamu, itu soal aku. Bukan karna Isana. Itu dua hal yang berbeda!"

"Oke, kalau itu soal kamu. Bagaimana dengan aku? Aku tidak punya hak atas diri kamu? Hanya karna aku tidak punya status istri untuk mu?"

Waktu seolah berhenti berputar, di mobil yang di dominasi dengan warna hitam doff itu. Andreas merasakan nafasnya terhenti di tenggorokan. Pertanyaan Risa, begitu menggaung di kepala. Membuatnya tak bisa berkutik, dan akhirnya pasrah ketika jemari lembut Risa, menyentuh pipinya yang dingin.

"Kita saling mencintai An, perasaan kita sama. Hanya waktunya saja yang masih belum berpihak pada kita ..."

Andreas menelan ludah, hatinya mencelos ... Mendengar kata, waktu yang belum berpihak. Lalu dengan kata cinta dari Risa, apa benar itu cinta? Andreas tidak tahu, yang ia tahu ... kini dirinya sudah mengkhianati Isana. Mengkhianati istri, yang bahkan rela menahan sakit, demi kelahiran putranya.

"Tugas kita adalah menunggu waktu itu datang, An ... Bukan berhenti di tengah jalan ..."

Kalimat beracun itu, mendesak masuk ke otak Andreas, perasaan bersalah karna telah mengkhianati Isana kini berganti dengan pembenaran atas nama cinta.

"Aku sanggup, menunggu waktu itu ... tapi aku tidak sanggup, jika kita berhenti."

Suara Risa pelan, dia tidak berteriak, justru sangat tenang. Dan ketenangan itu, lebih menghanyutkan dari desakan manapun. Saat itu juga teriakan dan desakan Isana berputar di kepala Andreas. Egonya sebagai laki-laki membenci teriakan itu, dan sebaliknya ia merasa begitu nyaman dengan kalimat tenang dari Risa.

"An ... Aku mencintaimu ..."

Andreas kembali kalah, ia biarkan lagi bibir berwarna Ceri itu mendarat singkat dipipi. Bahkan, ia tidak menolak saat Risa perlahan menyandarkan kepala di bahunya.

Entah bisikan dari mana, Andreas memutar perseneling, membelokkan stir ketika melewati apartemen tempatnya menginap semalam. Dan mobil Lexus hitam miliknya, kini sudah berhenti di area basement.

Risa menyelipkan tangannya, dileher Andreas. Menariknya pelan, namun cukup dominan. Dengan berani, medaratkan lagi bibir mungil itu ke bibir pria yang tidak halal untuknya.

Andreas tidak membalas, namun membiarkan ...

Hingga, sorotan lampu mobil didepan mereka menghentikan aktivitas Risa.

Andreas terhenyak, menatap nanar pada mobil didepannya. Mobil itu? Tidak salah lagi, itu mobil Pak Setyo. Atasannya, yang kini sedang mempromosikan kenaikan jabatan untuknya.

Risa menarik wajahnya, seketika salah tingkah dan tidak tahu harus apa. Ia baru ingat, kalau Angga—asisten Pak Setyo, juga tinggal di apartemen yang sama. Pantas saja, jika Pak Setyo berada disana.

"Aku ... Aku masuk dulu An ..." ucap Risa terbata-bata.

Tanpa banyak bicara lagi, Risa membuka pintu mobil dan menghambur keluar dengan gerakannya yang masih saja feminim.

Andreas terpaku, tatapannya tak lepas dari mobil yang tadi menyalakan lampu kearahnya. Rasa gugup dan malu yang teramat besar, menghinggapi benaknya.

Pak Setyo, orang yang selama ini terkenal dengan wibawa dan kebijakan nya, kini melihatnya melakukan dosa! Andreas tidak bisa berpikir banyak. Yang ada di kepalanya hanya rasa malu dan takut untuk sekedar bertatap muka.

Terlebih dengan jabatan yang hampir di depan mata. Semuanya pasti akan hancur, dan semua usaha selama ini akan jadi sia-sia.

Di depan sana, mobil Pak Setyo mulai bergerak. Kaca jendelanya ia turunkan sedikit. Cukup untuk menunjukkan pada Andreas, kalau ia sudah melihat semuanya.

Ia tidak menegur, hanya melewati Andreas dengan tatapan dingin yang membekukan. Kemudian ia naikkan lagi kacanya, rapat-rapat.

*

*

*

~Salam hangat dari Penulis 🤍

1
mawar merah
Masya Allah dilamar sama orang yang disukainya dari dulu 🤭🤭🤭
mawar merah
Jangan mau Sa, biarkan Andreas bersama ulat bulu itu 🤭🤭
neny
ini beneran gendis dilamar kahfi,,yeay,,sahabat jd ipar dong🤩
_Nic: iya kak, Mas Kahfi tipe sat set kalau udah siap😀
total 1 replies
Cheryl🧚‍♀️
Jemput saja si Andreas bila perlu Kurung dia Risa biar nggak Badung nyusulin Isana lagi. Isana Udah nggak butuh laki-laki plin plan begitu nggak punya pendirian mau sana sini.
Cheryl🧚‍♀️: sumpah mau banget
total 2 replies
Cheryl🧚‍♀️
Hadir lah seorang anak yang tidak berdosa dari sebuah hubungan pengkhianatan mereka... nggak tau deh harus ngomong apa? aku cuma kasian sama anak yang dikandung Risa, anak yang nggak tau apa-apa harus menanggung kesalahan orang tuanya kelak🤧
_Nic: Yah begitulah akibatnya bercocok tanam sembarangan🤭
total 1 replies
mawar merah
Ya Allah semoga Bu dewi dapat ganjaran yang setimpal dengan perbuatannya
_Nic: Aamiin, semogalah dia cepat sadar. Sadar kalau dpt mantu Risa 😀
total 1 replies
mawar merah
Dih si ulat bulu lagi yang datang
Black Swan
Ayo Risa aku antar kamu ke sana dengan senang hati🤭biar isana nanti sama Althaf🤭🤭🤭🤭
_Nic: Pketin kak, ngga usah dikasih label fragile biar kebanting²🤣
total 1 replies
Black Swan
/Grin//Grin//Grin//Grin//Grin/Yey hamil, biar Isana cerai sama An dan cari suami baruuu🤭🤭🤭
neny
selamat risa,,akhir nya rencana mu berhasil,,dan selamat jg mendapatkan mertua yg ter masyaallah seperti bu dewi🤭🤭
_Nic: Selamat Risa dapat Andreas paket lengkap sama Bu dewi😀
total 1 replies
Black Swan
Kan rezeki aja udah mulai sempit An....An....udah dibilang jangan main sama ulet bulu kan jadi malah kaya gini An🫠🫠😏😏
Black Swan
😏😏😏lama-lama gue juga nih yang jelasin sama mamanya An kalau dia selingkuh sama si Risa, ngomong gitu aja susah banget sih An pake acara muter2 segala
Black Swan
Pengen jambak mamanya An🫠🫠🫠kesel juga sama An ga bisa mgomong terus terang, red flag banget si An pengecut, emang tuh mamanya cocok besanan sama Risa kaya botol ketemu sama tutupnya🫠🫠🫠🫠😏😏😏😏😏
_Nic: kalo Risa yg jadi mantunya bakal gimana ya😀
total 1 replies
neny
pasti itu risa,,
neny: tertuduh terus ya kak🤣🤣
total 2 replies
Cheryl🧚‍♀️
Malangnya nasibmu Andreas, ini belum apa-apa tangis Isana akan terbayar dengan kehancuran kamu.
Cheryl🧚‍♀️
Mungkin Isana harus melewati Cobaa ini dulu sebelum bertemu dengan Althaf. Setelah ini pengen liat yang manis-manis.
Cheryl🧚‍♀️
idih sok-sokan mau rawat Ghazi anaknya aja nggak bener. ogah banget kata baby Ghazi juga mau jadi apa nanti kalau di urus neneknya modelan begitu.
_Nic: Begitulah Dewi🤭
total 1 replies
Cheryl🧚‍♀️
kamu kuat Isana beruntung masih punya keluarga yang support kamu dalam kondisi apapun🥲
Cheryl🧚‍♀️
Gila si Risa boleh juga gayanya. langsung skak mat Andreas kalau dia yang mengizinkan si Risa masuk ke dalam kehidupannya. memang benar sih coba dari awal Andreas nggak mudah tergoda mungkin nggak akan seperti ini.
Cheryl🧚‍♀️
Mampus aja kamu Andreas giliran ke gep bilang Risa itu perempuan iblis giliran di belakang Isana sayang sayangan. laki-laki kampret memang.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!