NovelToon NovelToon
Karena Kamu Jodohku

Karena Kamu Jodohku

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Perjodohan / Ketos
Popularitas:886
Nilai: 5
Nama Author: Witan Alfariski

bersatu demi keinginan orang tua yang ingin menjodohkan anaknya,demi keperntingan bisnis dan pertemanan,yang dimana sepasang kekasih tersebut menerima keinginan orang tua mereka,tapi dengan awal yang berat akhirnya benih cinta akhirnya tumbuh di hati mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Witan Alfariski, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

8

Sesampainya lisa dirumah,seperti biasa lisa hanya berteman dengan sepi, lisa yang merasa bosan berencana untuk ikut bersama kedua sahabatnya mengunjungi pameran bazar malam nanti.

«Gays,gue jadi ikut deh tar malem, tapi kalian jemput gue ya». Lisa mengirim chat ke grup khusus mereka bertiga.

Ting..

«Ok;) siap tuan putri» Balasan dari Wanda.

Ting..

«Tapi entr malem kita nginap dirumah lo ya,lis» Balasan dari Sinta.

«Ok» Balas lisa singkat.

****

Lama lisa menunggu, akhirnya kedua sahabatnya tiba di depan halaman rumah nya.

"Kuy Gas," kata Sinta terlihat sangat antuasias sekali.

"Santai aja kali,sin,semangat banget loe," kata lisa sambil masuk kedalam mobil.

"Tau nih anak kalau giliran jalan aja cepet," kata Wanda menanggapi, lalu Wanda menjalankan mobilnya.

"Ihh.. gue tuh gak sabar disana pasti banyak deh cowok ganteng," jawab Sinta.

"Idih najis," jawab lisa dan Wanda bersamaan.sedangkan Sinta hanya memanyunkan bibirnya.

Kini mereka telah berada diarea pameran dan juga bazar.

"Wah rame banget, lihat deh gays banyak banget cowok ganteng disana," kata Sinta dengan mata yang berbinar.

Gadis itu masih terus mengedarkan pandangannya, sampai matanya menangkap suatu pemandangan yang membuatnya terkejut sekaligus senang, sedangkan lisa dan Wanda merasa malas menanggapi Sinta yang terus mengoceh.

"Gays lihat siapa disana," kata Sinta sambil menunjuk ke arah samping.

Lisa dan Wanda mengikuti arah pandang Sinta, lisa agak sedikit terkejut pasalnya disana ada Roy dan teman-temannya, tanpa diduga oleh Wanda dan lisa, Sinta berjalan begitu saja ketempat Roy.

Lisa dan Wanda merasa kesal sekaligus kaget, melihat sahabat nya yang berlajalan tanpa pamit. Mereka sengaja membiarkan Sinta pergi, lalu mereka memilih tempat duduk yang agak sedikit jauh dari tempat Roy dan teman-temannya.

"Hay kak," Sinta tersenyum manis, kepada Roy dan teman-temannya.

"Hay juga Sinta," jawab Arya, sedangkan Roy dan yang lain hanya tersenyum tipis.

"Ngapain loe disini, loe ngikutin kita ya," tuduh Rendy.

"Enak aja, sekalipun gue ngikutin kalian gue gak akan sudi gue ngikutin loe," jawab Sinta dengan nada ketus, sambil mengibaskan rambut panjangnya.

"Ya,udah kakak-kakak, Sinta balik kesanah dulu ya," pamit Sinta sambil berjalan pergi kearah dimana ada lisa dan Wanda disana.

"Ngapain loe balik kesini," ucap Wanda ketus.

"Loe jahat banget sih beby," jawab Sinta, dengan muka so imut nya.

"Oooweekk," ledek lisa kemudian.

Sinta hanya memanyunkan bibirnya,kesal dengan kedua sahabatnya.

"Sudah buruan kita pesen makan, lapar gue nungguin loe dari tadi,"kesal lisa,sedangkan Sinta cengengesan tanpa dosa.

Sedangkan ditempat lain

"Itu geng ceriwis ngapain pake kesini segala," Kata Rendy kepada kedua sahabatnya.

"Siapa," Tanya Brian dingin,dia tidak tau apa yang tadi barusan,karena dia baru datang.

"Noh, apa lagi yang cewek yang ditengah itu, tiap hari buat masalah terus gak ada bosan ya, tapi gue heran deh, banyak banget yang suka sama cewek macam gitu," kata Rendy sambil menunjuk lisa, sedangkan Roy hanya diam hanya menyimak, dan Arya sedang sibuk dengan makanannya.

"Oh, lisa,biarin aja dia emang cantik kok," jawab Brian dengan santai, alhasil jawaban darinya barusan menyebabkan Arya tersedak, sedangkan Roy hanya diam tak percaya, dengan apa yang diucapkan Brian barusan, pasalnya Brian tak pernah memuji lawan jenisnya apa lagi dengan kata cantik.

Pantas saja tadi siang, dengan keras dia menentang keputusan Roy yang akan menghukum lisa, ternyata dia tertarik kepada lisa, Roy juga seorang pria,dia tau persis bagaimana sikap seorang pria yang punya rasa tertarik pada seorang perempuan.

"Emang bener dede lisa itu cantik," Sekarang giliran Arya yang ikut memuji lisa.

"Kesurupan kali loe pada," kata Rendy malasmalas setelah mendengar jawaban dari sahabat sahabat nya.

Roy yang juga penasaran mulai melihat kearah tempat dimana lisa dan teman-temanya duduk, sesat pandangan Roy dan lisa bertemu, namun secepat kilat Roy memutuskan kontak matanya.

"Kenapa perasaan gue jadi aneh gini," kata Roy dalam hatinya.

Dia tidak tau,perasaan apa yang terjadi pada dirinya sekarang,seperti ada sebuah magnet yang sangat sulit dia tahan.

"Woy ngelamunin apa sih loe brother," kata Arya sambil menepuk pundak Roy.

"Gak, ayo cabut." jawab Roy sambil mengambil kunci mobilnya, dan berlalu pergi begitu saja dibarengi Brian dan Rendy.

"Woy main pergi aja tungguin ngapa," teriak Arya,

Roy dan teman-temannya melewati tempat dimana lisa dan teman-temannya berasa.

"Duluan ya sin, wan,lis" kata Arya sambil tersenyum.

"Duluan aja sonoh buruan pergi." jawab Wanda dengan nada ketus.

Sedangkan Roy hanya menatap kearah lisa yang tengah menunduk.

"Lis, gue duluan ya," Pamit Brian, lisa mengangkat wajahnya dan mengangguk sambil tersenyum kearah laki laki itu.

Roy yang melihat hal itu, tiba-tiba saja pergi duluan meninggalkan teman-temannya.

"Eh kenapa tuh anak?" tanya Rendy kepada Arya dan Brian, sedangkan yang ditanya hanya menggidikkan bahunya, lalu mereka bergegas pergi menyusul roy.

*****

"Balik ayo udah malem, besok kita harus kesekolah pagi-pagi," Ujar Wanda mengingatkan kedua sahabatnya.

"Kuy,"

Namun tiba-tiba lisa merasa ingin buang air kecil.

"Tunggu deh,gue pengen cari toilet dulu, kalian tunggu gue di mobil aja,"

"Ngga apa-apa nih loe sendiri, atau kita temenin aja lah," Kata Sinta khawatir kepada lisa dan diangguki oleh Wanda.

"Gak usah bentaran doang kok, udah gue gak tahan nih, gue kesana dulu yah,"

Setelah berkeliling akhirnya lisa menemukan sebuah toilet, namun ketika lisa keluar dan hendak pergi menyusul sahabatnya tiba-tiba saja ada yang membekap mulutnya dari belakang, dan membawanya secara paksa kedalam sebuah mobil.

Setelah keluar dari toilet lisa terlonjak kaget saat seseorang yang membekapnya melepas masker dan topi hondie nya. Ya, dia adalah roy.

"Loe apa-apaan sih nafas gue hampir habis nih, loe ngapain lagi bawa gue kesini temen-temen gue ada disanah nungguin gue," Lisa terlihat sangat jengkel dengan sikap Roy tiba tiba saja membawanya seperti ini. Seperti maling aja.

Roy hanya fokus menatap kedepan tetapi belum menyalakan mobilnya.

"Oh gue tau loe mau nyulik gue kan, haduh gak gini caranya gue tau loe gak setuju sama perjodohan ini, sama gue juga gak setuju,"

"Ngapain gue nyulik loe, di jual juga ngga laku, mana ada sih yang mau sama cewek bar-bar kaya loe,"

"Loe," teriak lisa sambil menunjuk Roy.

"Gue disuruh bunda anterin loe balik, bunda khawatir kalau loe balik sendri," jawab Roy sambil menjalankan mobilnya.

"Tapikan gue gak sendiri,"

"Mana gue tau, loe tanya aja sendiri sama bunda," kata Roy, jawaban Roy barusan mampu membuat lisa kesal saat itu.

Dengan terpaksa lisa harus menghubungi dan berbohong kepada kedua sahabatnya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!