Bruggg
"Auww,maafkan saya" ucap Maya sambil memunguti dokumen yang ber ceceran di lantai.
"Gunakan mata anda nona" Pekik Dirga menatap sinis gadis di depannya. Lalu berjalan pergi tanpa rasa bersalah.
"Dasar pria sombong! Dia yang nabrak malah gue yang di salahin!" Gerutu Maya sambil menatap kepergian pria aneh dan sombong itu.
**
Seorang gadis bernama Maya Adhis Vernata dia harus mengalami kehidupan yang sangat menyedihkan setelah kehilangan kedua orang tua nya. Dan sampai sekarang masih menjadi teka teki yang belum memiliki jawaban. Tapi, kehidupannya mungkin akan berangsur membaik setelah dia diterima kerja di perusahaan terbesar kota tersebut. Ya...Ambason Grup, entah angin datang darimana sehingga dia bisa bekerja di perusahaan tersebut.
Namun tidak semudah itu, Maya harus berhadapan dengan Presdir Ambason Grup yang sesekali bersifat aneh dan terkadang mendekatinya. Huh...sangat menjengkelkan,padahal Presdir tersebut yang tak lain bernama Dirga Letture Ambason terkenal dengan sikap dingin dan arrogant nya. Jadi apa yang membuat tuan Dirga bersikap berbeda kepada nya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MernaDA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rendra (Part I)
1 minggu kemudian
Maya selama ini berusaha mencari pekerjaan baru tapi sampai sekarang belum juga mendapatkan nya. Ia kembali mengingat kalimat yang selalu terngiang-ngiang di kepala nya, ya ucapan dari pria menyebalkan itu yang akan membuatnya tidak bisa mendapatkan pekerjaan.
Matahari berada tepat di atas kepala, keringat Maya bercucuran membasahi dahi nya. Ia seperti habis olahraga padahal yang ia lakukan hanya berjalan keluar masuk beberapa tempat yang menjadi tujuan nya.
Maya memasuki sebuah cafe kecil tapi terlihat sangat nyaman, ia mengedarkan pandangan nya mencari kursi yang masih kosong dan segera mendaratkan tubuh lelah nya. Ia segera memesan orange juice, sambil menunggu pesanan nya datang ia beberapa kali menggeliatkan tubuhnya.
Setelah pesanan datang Maya tak lupa mengucapkan terimakasih, ia segera menyeruput minuman nya dengan sangat rakus dan hanya menyisakan ¼ bagian saja. Ia benar-benar haus, rasa panas yang menyergap tubuh nya meluntur seketika. Lalu ia menyandarkan kepalanya menikmati alunan musik dan menghirup udara dalam-dalam mencari ketenangan sejenak.
"Hay maya" ucap seorang laki-laki sambil tersenyum nakal, orang yang sangat Maya kenal. Seketika membuat Maya terkesiap, reflek ia langsung berdiri menatap tidak percaya dengan apa yang dilihat nya.
Ya dia adalah Rendra, pria yang selalu menjadi pengagum rahasia nya semenjak duduk di bangku SMA. Rendra anak nakal dan ia selalu memanfaatkan kekuasaan orang tuanya, sehingga tidak ada yang berani mengusiknya. Dia menyukai Maya tapi tidak pernah di hiraukan oleh Maya. Dan akhirnya mereka di pertemukan di tempat ini.
"Apa yang kau lakukan?" Tanya Maya penuh guratan takut, mengingat di masa lalu Rendra pernah menculik nya dan hampir menjadikan nya korban pelecehan.
"Dunia ini memang menakdirkan kita bersama sayang, aku adalah pemilik kafe ini. Kau dengan sendiri nya datang ke dalam sarangku!" ucapnya girang kemudian berjalan mendekat ke arah Maya. Yang didekati semakin berjalan mundur sampai membentur tembok pembatas sehingga tidak ada celah sedikitpun untuk bisa melarikan diri.
Maya semakin takut, wajah nya terlihat cemas dia berusaha menghalangi pria yang semakin mendekat ke arah nya dengan kedua tangan nya diletakkan di depan dada nya. Ia berteriak meminta pertolongan tapi orang yang berlalu di sekitarnya memilih untuk pergi karena mereka begitu takut jika harus berurusan dengan Rendra.
Rendra menatap kagum ke arah Maya
"Ck, dia semakin cantik saja" puja nya sambil menelan salivanya. Melihat ekspresi Rendra, Maya rasa nya ingin segera pingsan saja. Alih-alih menjalankan rencananya tiba-tiba Rendra menarik pergelangan tangan Maya dengan kasar.
Maya memberontak berusaha melepaskan tangan nya yang terasa sakit tetapi percuma saja karena tenaganya tidak bisa menepis tangan kekar yang sedang melingkar dengan erat itu. Maya hanya bisa berteriak dengan wajah yang semakin takut, entah apa yang akan terjadi dengan nya. Apakah mungkin kejadian yang sempat tertunda di masa lalu akan terulang di hari ini.
Hiks hiks hiks... Maya hanya bisa menangis sambil memohon kepada Rendra untuk melepaskan tangan nya. Tapi tidak digubris sama sekali oleh nya, yang ada dia semakin mempercepat langkah nya menuju lantai dua yang ada di kafe tersebut tak lain adalah ruangan manager.
**
Disisi lain, tepat di depan kafe kecil itu berdiri seorang pria tinggi, tampan, dengan rahang yang sudah mengeras dan raut wajah menampakkan guratan amarah. Dia adalah Dirga. Suasana kafe tidak terlalu ramai, hanya ada beberapa pegawai yang sedang berlalu lalang.
Memang Dirga selama ini selalu memantau pergerakan gadis yang beberapa hari lalu sempat membuat nya sedikit gila.
Epilog
Dirga hari ini sedang rapat penting sudah 1 jam lama nya berada di ruang rapat, tapi diperkirakan rapat akan selesai dalam 2 jam kedepan. Fero baru saja selesai menerima telfon ia kembali berdiri di samping tuan nya dengan wajah cemas. Dirga yang melihat kecemasan sekertaris nya langsung menatap nya penuh selidik, mengisyaratkan kepada Fero untuk mengatakan sesuatu.
Faham dengan insyarat tuan nya Fero mulai membisikkan sesuatu dengan sedikit ragu, seketika membuat Dirga menatap tajam dan segera berlalu meninggalkan ruangan tanpa mengucapkan sepatah kata.
Dirga berjalan sambil mengepalkan tangan nya penuh emosi kala mendengarkan informasi Maya sedang di usik oleh seorang pria.
Fero menutup rapat hari ini dan segera menyusul tuan nya. Sampainya di depan mobil Dirga langsung masuk tanpa menunggu Fero membukakan pintu untuk nya, disusul Fero yang langsung duduk di belakang kemudi. Ia melakukan mobilnya di atas kecepatan rata-rata.
Setelah sampai di tempat tujuan Dirga memerintahkan Fero dan kedua bodyguard nya untuk mengamankan kafe, ia sendiri yang akan turun tangan menyelamatkan Maya. Tidak memerlukan waktu lama mereka segera menjalankan perintah masing-masing.
Dirga berjalan masuk dengan langkah panjang nya menaiki tangga, memporandakan semua barang yang dilalui nya. Tiba lah ia di depan pintu yang berada di sudut ruangan, telinga nya mendengar jelas teriakan Maya sedang memohon dari balik pintu.
Brakkk... sekali tendangan pintu terbuka sempurna, bagi tubuh altetis nya memang bukan lah suatu kesulitan untuk mendobrak pintu yang terbuat dari kayu itu dan terlihat tebalnya sekitar 2 cm.
Mendengar dobrakan pintu yang sangat keras seketika membuat dua insan yang berada di ruang itu menoleh ke sumber suara, Maya merasa lega melihat ada seseorang yang datang menyelamatkan nya.
"Tapi kenapa harus pria itu yang datang? Entahlah aku akan selamat atau aku hanya akan berpindah sarang" fikiran Maya tidak terarah lagi, tapi dia benar-benar senang bisa selamat dan untuk masalah yang lain akan di fikirkan nanti saja. Begitu cara otak Maya berfikir.
Dirga amarah nya semakin memuncak kala melihat Maya terpojok di sudut ruangan dengan tangan dicengkram ke atas oleh satu tangan pria itu, sedangkan tangan lain nya sudah berada di dagu Maya.
Dirga pun melangkah menuju tempat gadis itu berada, dengan kedua tangan mengepal.
Buggg... ia mendaratkan satu pukulan di wajah Rendra yang langsung membuat nya tersungkur ke lantai karena tubuhnya tidak memiliki keseimbangan.
Dirga langsung menarik tangan Maya dengan lembut membawanya ke belakang punggung nya. Setelah itu dia kembali fokus pada pria yang sedang berusaha untuk berdiri itu dan mengusap sudut bibir nya yang mengeluarkan darah segar.
"Siapa kau?! Berani-berani nya kau menyentuh tubuh GADISKU dengan tangan kotormu itu Brengsek!!." ucap Dirga dengan mencengkram kemeja pria itu sambil menekankan kata gadisku.
.
.
.
Jangan lupa like, coment, dan vote. Salam Sarange❤
Aku ucap kan terimakasih buat teman tercinta yang udah mau mendukung aku, aku doakan semoga berbalik pada diri kalian masing masing.
Salam kenal dari (Calon Istri vs Mantan Istri) 👋
Semangat terus yaa💪
𝘚𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘥𝘢𝘳𝘪 "𝘛𝘢𝘬𝘥𝘪𝘳 𝘤𝘪𝘯𝘵𝘢"❣️✨
jgn lupa mampir ya 💛💛
Semangat thor
suamiku tukang ojek😉🙏
mari saling dukung 👍