Seri ketiga dari kisah Cinta Tak Perna Salah Mengisahkan seorang guru relawan yang memilih hidup jauh dari orangtuanya. karena kecintaannya terhadap anak - anak. Maria Theresia namanya gadis Kalimantan ber darah campur China . Dan dia di cintai oleh laki - laki asli papua bernama Roy Denis.
Apakah kisah cinta mereka bisa abadi selamanya???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menikah Berasa Pacaran
Jam enam pagi mereka tiba di Jayapura. Roy langsung membawa istrinya ke rumah tempat dia dibesarkan. Ternyata tante dan om - omnya sudah menyiapkan acara adat penyambutan. Mia resmi menjadi bagian dari keluarga besar.
Roy memang sudah menyiapkan kamar buat dia dan istrinya jika pulang ke sentani. Mia selesai mandi dia langsung ketiduran, rasa ngantuknya lebih besar dari pada rasa laparnya. Roy sebenarnya mau membangunkan istrinya, namun dia tidak tega. Dia biarkan Mia tidur. Roy hanya bisa tidur menemani sambil memeluk dan menciumnya.
Pukul dua siang, Mia baru kaget dari tidurnya. Yang dia lihat suami hitam manisnya yang matanya sedikit sipit.
"I love you." Langsung mencium bibir istrinya.
"Love you too sayang." Roy langsung duduk di tempat tidur, dan mengendong istrinya.
"Ayo makan dulu, ini pasti sudah lapar to."
"Kaka sudah makan??"
"Bagaimana mau makan kalau istri masih bobo."
"Maaf ya sayang." Roy kembali mencium bibir istrinya yang menjadi candu baginya.
"Ayo makan, kaka tidak mau kamu sakit."
Roy tetap mengendong istrinya, mamanya hanya tersenyum melihat anak laki - lakinya. Ners Sisca Ohee nama perempuan yang berarti dalam hidup Roy, dia adalah mamanya perempuan tangguh yang rela hidup sendiri membesarkan anak hasil buah cinta yang terlarang, karena dia tergoda dengan laki - laki pegunungan yang ternyata sudah mempunyai istri. Sebagai orang ketiga, dia sadar akan salahnya, dan memilih untuk membesarkan Roy sendiri, meskipun papanya sering juga memperhatikan biaya sekolahnya Roy.
Sekarang sudah bertambah satu perempuan yang dia cintai, yaitu perempuan pemberani asal kalimantan yang mencintai dia dengan tulus, dia adalah istrinya yang baru dua minggu lalu dia nikahi.
"Ayo makan sayang, semoga kamu suka apa yang mama masak."
"Mia pasti suka ma."
Mama Sisca menemani anak dan menantunya makan. Sambil membahas ibadah pengucapan syukur yang akan dilaksanakan. Mama sisca mau kedua anaknya tahu apa yang sudah disiapkan mamanya mereka.
"Apa kalian setuju dengan apa yang mama siapkan??"
"Roy terserah Mia ma, dia kan istri Roy."
"Ma, Mia setuju apa yang menjadi rencana mama, Mia mau bantu masih kurang apa ma??"
"Mama sudah siapkan semua dari pelayannya sampai makannya semua sudah oke. Ini hadiah sekalian rasa syukur mama buat pernikahan kalian."
Mia langsung memeluk mama mertuanya, hal yang di lakukan Mia, membuat suaminya terharu.
"Boy, sepertinya mama mau menahan Mia tinggal di sentani saja sama mama."
"Jangan begitu dong ma, Roy nekat ke kalimantan, karena Roy mau bersama dengan Mia ma." Mia tersenyum.
"Nanti kita bisa ke sini kan ma??"
"Kita akan buat jadwal kunjungan biar mami dan papi di kalimantan juga bisa di kunjungi."
"Iya mama setuju. Mama tidak akan menahan istrimu."
Malam ini Roy mau mengajak Mia untuk belanja di Jayapura. Mia rencana akan membuat kue, namun malam itu mereka kedatangan tamu. Dan ternyata itu tamu yang sangat Mia rindu. Dia adalah Kak Yuli, waktu tahu Mia ada di sentani, dia datang membawa anak laki - laki yang masih kecil, datang membawa kue buat ibadah besok. Itu adalah kue kesukaan Mia, sangat banyak. Kue ini dibuat kak Yuli sendiri.
Mia memeluk kak Yuli dan menangis. Yang menangis kencang adalah kak Yuli, karena dia tidak bisa hadir dalam hari bahagia kedua adiknya. Kak Yuli di rumah Roy sangat lama, karena Mia masih bermain dengan bayi laki - laki. Juga membicarakan tentang pekerjaan dipegunungan. Mia mau menahan kak Yuli agar bobo di rumah ini, namun kak Yuli memberi alasan bahwa rumah mereka kompleksnya berdekatan. Dan juga mereka satu rayon pelayaan.
Ibadah pengucapan syukur berjalan lancar, sampai selesai. Semua orang pulang dengan sukacita juga membawa makanan yang masih sisa. Mama memberi semua yang hadir mengambil lauk yang sudah dibungkus di tempat masing - masing satu keluarga satu - satu tempat. Acara baru selesai ketika pihak catering datang membereskan perlengkapan yang digunakan. Roy dan Mia di bantu om dan tante - tantenya membersihkan rumah. Pukul sebelas malam baru semua selesai.
Besok harinya Roy dan Mia harus kembali ke pegunungan, karena pekerjaan Roy menanti. Mia kembali bekerja pada yayasan yang sama. Dan dia melanjutkan tugasnya yang dahulu.
Penerbangan kali ini mengalami turbulensi, Mia ketakutan karena baru kali ini dia mengalami hal itu. Dia memegang tangan suaminya. Roy mencium keningnya dan menyandarkan mukanya pada dadanya sambil memeluknya erat. Satu jam penerbangan, akhirnya mereka tiba di bandara yang ada di pegunungan. Roy mengelap keringat di muka istrinya. Keringat ketakutan.
"Sayang, maaf ya??"
"Cuacanya kaka."
"Iya sayang. Tetapi kita sudah sampai selamat. Puji Tuhan."
Roy membantu istrinya kemudian dia mengambil koper kecil mereka. Roy terus mengandeng tangan istrinya. Di bandara ada papanya Roy yang adalah anggota dewan yang menjemput mereka. Papa Nicolaus Sam datang membawa mobil. Ternyata mobil itu hadiah yang disiapkan papanya buat Roy dan istrinya.
"Selamat ya nak."
"Terima kasih pa."
"Selamat datang kembali anak mantu ku."
"Terima kasih pa." Beliau langsung menyerahkan kunci mobil lengkap dengan surat- surat atas namanya buat Roy.
"Ini hadiah pernikahan dari papa buat kalian. Maafkan papa Roy."
"Terima kasih pa. Ini hadiahnya luar biasa buat anak mantu papa. Sayang ini hadiah pernikahan dari papa."
"Terima kasih pa." Mia memeluk papa mertuanya. Bapa Nico menangis. Namun itulah garis kehidupan Roy yang harus dia lalui, memiliki papa, namun seperti tidak memiliki karena dia memiliki keluarga sendiri. Tetapi papanya selalu berusaha memberikan yang terbaik buatnya.
Roy dan Mia sudah berada di perumahan rumah mereka. Rumah ini memang sudah disiapkan Roy sebelum dia pergi menikah. Makanya keperluan rumahnya tadi dia bawa langsung sendiri.
"Sayang, kamu istirahat saja dulu, nanti kaka yang atur - atur." Roy menyuruh istrinya istirahat setelah mereka merapikan kamar tidur mereka.
"Ngak, aku mau bantu kaka, selesai semua baru kita tidur."
Roy tersenyum, langsung mereka membersihkan dapur mereka meletakan alat - alat dapur pada tempatnya. Sedang asiknya Roy yang iseng mulai merayu istrinya.
"Kak ini masih kerja nanti aja."
"Ngak ada nanti aja. Kaka mau sekarang boleh ya. pasti rasanya berbeda bercinta di sini, di dapur ini."
"Aku punya mu sayang."
Maka Roy pun melancarkan aksi mesumnya. Meskipun sudah beberapa kali Roy menyerang istrinya dengan rudalnya, namun setiap serangan pasti serasa susah jika mau menembus masuk. Namun ketika diberi hentakan yang kuat baru dia berada pada posisi yang pas di dalam gua istrinya.
Banyak peluh yang keluar dari tubuh Mia. Roy melihat istrinya menerima gempuran, mukanya seperti orang menderita, namun juga keenakan. Karena berkali - kali dia mencapai puncak sendirian. Ketika Roy mau sampai di puncak kenikmatan dia menyemprotkan serum benihnya kedalam rahim istrinya. Mia lemas dalam pelukan suaminya. Roy mencium istrinya dan tersenyum melihat istrinya.
"Sayang kenapa??"
"Kaka yang buat??"
"Buat nikmat ya??"
Mia sudah membenamkan mukanya dalam jeruk leher suaminya. Roy tersenyum. Lalu membawa istrinya yang masih dalam gendongannya ke kamar mandi yang ada di kamar. Air hangat shower memberi kesegaran bagi mereka berdua.
Selesai itu Mia tidur terlelap karena kelelahan. Roy pamit sebentar membeli makan malam buat mereka.