Riski seorang Fans Sepak bola fanatic saat pulang nonton pertandingan di tabrak mobil dan akhirnya terlempar Ke Dunia Lain
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RRS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21: Deru Mesin dan Ambisi di Kota Kembang Januari yang dingin di Lembang te
Januari yang dingin di Lembang telah berganti menjadi Februari yang penuh determinasi. Udara Bandung pagi itu terasa segar saat Riski melakukan pemanasan di lintasan lari Stadion Siliwangi. Keputusan Kepton FC untuk bermarkas di stadion bersejarah ini terbukti tepat; atmosfer sepak bola Jawa Barat yang kental memberikan energi tambahan bagi skuat asuhan coach lokal yang didampingi arahan teknis dari kejauhan oleh Albert Capellas.
Riski kini telah genap berusia 18 tahun. Secara fisik, ia telah mencapai puncaknya sebagai atlet remaja. Dengan tinggi 180 cm dan otot-otot yang terbentuk sempurna hasil latihan intensif di Eropa, ia bukan lagi "si kecil" dari Indonesia. Ia adalah seorang predator lapangan tengah yang memiliki visi setajam elang.
Di sisi lain, pertemuannya dengan Erika di Jalan Asia Afrika bulan lalu ternyata bukan yang terakhir. Erika, polwan muda berusia 19 tahun itu, ternyata ditugaskan dalam unit pengamanan objek vital yang sering berpatroli di sekitar area olahraga. Perbedaan usia satu tahun membuat komunikasi mereka terasa lebih cair, meski Erika tetap mempertahankan sikap tegasnya sebagai abdi negara.
Misi Sistem: Awal Maraton Liga 2
Saat melangkah masuk ke ruang ganti Stadion Siliwangi untuk laga pembuka Liga 2 musim 2018, sebuah layar holografis keemasan yang hanya bisa dilihat oleh Riski muncul di hadapannya.
[Ding! Misi Bulanan: Dominasi Februari!]
[Tujuan: Cetak total 5 Gol dan 3 Assist dalam seluruh pertandingan di bulan Februari!]
[Hadiah Misi:]
Evolusi Statistik: Seluruh Statistik meningkat +1 Poin.
Kendaraan Pribadi: 1 Unit Sepeda Motor: Suzuki (Edisi Sport untuk mobilitas latihan).
Riski tersenyum tipis. Hadiah motor Suzuki sangat ia butuhkan untuk mobilitas cepat di Bandung yang mulai padat, tanpa harus selalu mengandalkan mobil operasional tim atau jet pribadinya yang terparkir jauh di Bandara Husein Sastranegara.
Maraton Pertandingan Februari 2018
Liga 2 menggunakan sistem Kandang-Tandang (Home-Away) yang sangat menguras fisik. Kepton FC tergabung dalam grup barat yang penuh dengan tim-tim tradisional.
1. Kepton FC vs Persis Solo (Home - 4 Februari 2018)
Laga pembuka di Stadion Siliwangi berlangsung emosional. Riski turun dengan jersi baru bermerek Specs dan tulisan Lippuku yang gagah di perutnya. Di tribun kehormatan, ia sempat menangkap sosok Erika yang sedang bertugas mengawasi alur penonton.
Hasil: Kepton FC 2-0 Persis Solo.
Kontribusi Riski: 1 Gol (Tendangan jarak jauh) dan 1 Assist.
Progress Misi: 1 Gol / 1 Assist.
2. PSPS Pekanbaru vs Kepton FC (Away - 11 Februari 2018)
Penerbangan jauh ke Sumatra tidak menyurutkan performa Riski. Bermain di bawah tekanan suporter lawan, ia menunjukkan ketenangan luar biasa.
Hasil: PSPS 1-3 Kepton FC.
Kontribusi Riski: 2 Gol (Satu melalui penalti, satu melalui aksi individu).
Progress Misi: 3 Gol / 1 Assist.
3. Kepton FC vs Cilegon United (Home - 18 Februari 2018)
Kembali ke Siliwangi. Kali ini Riski bermain lebih sebagai pelayan lini depan. Umpan-umpan terobosannya memanjakan striker Kepton.
Hasil: Kepton FC 4-0 Cilegon United.
Kontribusi Riski: 1 Gol dan 2 Assist.
Progress Misi: 4 Gol / 3 Assist. (Target Assist Tercapai!)
4. Persita Tangerang vs Kepton FC (Away - 25 Februari 2018)
Laga penentu misi di penghujung bulan. Persita bermain sangat keras untuk mematikan pergerakan Riski. Namun, statistik Phy: 90 miliknya membuat bek-bek lawan terpental saat mencoba melakukan kontak fisik.
Hasil: Persita 0-2 Kepton FC.
Kontribusi Riski: 1 Gol (Sundulan mematikan dari tendangan sudut).
Progress Misi: 5 Gol / 3 Assist. (MISI SELESAI!)
Hadiah dan Kehidupan di Bandung
Begitu peluit panjang di Tangerang ditiup, notifikasi sistem langsung muncul.
[Ding! Misi 'Dominasi Februari' Berhasil!]
[Kalkulasi Hadiah... Seluruh Stats meningkat +1!]
[Unit Suzuki GSX-R150 Biru Metallic telah dikirimkan ke Mess Pemain di Bandung!]
Riski merasakan energi baru mengalir di tubuhnya. Setiap inci ototnya terasa lebih responsif.
Statistik Riski (Usia 18 Tahun - Update Februari 2018):
Tinggi: 180 cm
Pac (Speed): 86 (+1)
Sho (Shooting): 98 (+1)
Pas (Passing): 90 (+1)
Dri (Dribbling): 93 (+1)
Def (Defending): 88 (+1)
Phy (Physical): 91 (+1)
Overall: 91.0
Keesokan harinya di Bandung, Riski turun ke tempat parkir mess. Sebuah motor sport Suzuki berwarna biru khas tim balap legendaris sudah terparkir rapi dengan surat-surat atas namanya. Tanpa membuang waktu, ia mengenakan helm dan jaket hitamnya, memacu mesin 150cc itu menuju kawasan Gasibu untuk mencari udara segar.
Saat sedang memarkirkan motornya di dekat Lapangan Gasibu, sebuah suara akrab menyapa dari balik seragam polisi.
"Motor baru, Riski? Cepat juga kamu beradaptasi dengan gaya hidup anak Bandung," Erika menghampirinya, memegang topi polwannya yang ia lepas sejenak karena cuaca yang agak terik.
Riski tersenyum di balik kaca helm yang ia buka. "Hadiah atas kerja keras bulan ini, Er. Kamu baru selesai tugas?"
"Baru saja pergantian shift," Erika duduk di bangku taman dekat trotoar, membiarkan rambut pendeknya tertiup angin. "Aku menonton pertandinganmu kemarin di televisi. Gol sundulan itu... tidak buruk untuk seseorang yang dulunya hanya mengandalkan kelincahan kaki."
Riski duduk di sampingnya, menjaga jarak yang sopan namun cukup dekat untuk berbincang. "Di Liga 2, fisik adalah segalanya. Jika aku tidak bertambah kuat, mereka akan mematahkan kakiku."
Erika menoleh, menatap Riski dengan sorot mata yang sulit diartikan. Ada kekaguman, namun juga rasa protektif. "Tetaplah berhati-hati. Jangan biarkan popularitas ini membuatmu lengah. Bandung punya banyak godaan, dan sepak bola Indonesia punya banyak intrik."
"Aku punya kamu untuk mengingatkanku, bukan?" goda Riski tipis.
Pipi Erika merona merah tipis, namun ia segera mengalihkan pembicaraan. "Pakai helmmu dengan benar jika ingin berkeliling. Jangan sampai aku harus menilang 'Bintang Utama' Bandung di depan umum."
Riski tertawa kecil, suara mesin Suzuki-nya menderu halus saat ia bersiap pergi. Di bawah langit Bandung yang mulai mendung, Riski merasa hidupnya kini mulai seimbang. Prestasi di lapangan tetap menjadi prioritas, namun kehadiran Erika memberikan warna manusiawi yang sempat hilang selama ia berjuang sendirian di Spanyol.
Dengan statistik 91.0, Riski kini bukan lagi sekadar pemain Liga 2. Ia adalah predator yang sedang menunggu waktu yang tepat untuk menerkam panggung dunia sekali lagi. Dan dengan motor barunya, ia siap membelah jalanan Bandung menuju mimpi yang lebih besar.