"Apa salah kalo aku cinta ke mas?" tanya Nerrisha suaranya parau hampir tak terdengar
Nick tertunduk dan menghela nafasnya panjang dan menjawab dengan suara lirih.
"Nerrisha, dengar baik-baik. Jarak diantara kita terpaut jauh. Kamu tahu jurang di depan sana? Itu, anggap saja itu adalah kita..." ucap Nicholas lembut
"Seperti itulah jarak usia diantara kita. Saya gak mau dengar teman-temanmu memanggilmu dengan sebutan sugar babby. Maaf saya gak pantas buat kamu..." ucapnya kemudian yang berlalu begitu saja dari hadapan Nerrisha yang masih berdiri mematung terpaku memandang jurang di seberang sana
*****
Nerrisha dan Nicholas awalnya hanya sebatas saling sapa biasa saja. Namun seiring berjalannya waktu disetiap pertemuan-pertemuan kecil yang terjadi di keluarga Adiwangsa kerap menjadi saksi bisu perasaan keduanya.
Namun usia mereka terpaut 10 tahun jauhnya sehingga Nerrisha kerap disebut teman-temannya dengan sebutan sugar babby.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yogitha Ratnajyoti , isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mystery Box
Naira dan Samira pun membujuk Nerrisha untuk tetap menyimpan boneka itu dan memakai kalung liontin itu agar suatu hari nanti bisa tahu siapa yang memberikan kado spesial romantis itu padanya.
Setibanya dirumah, Nerrisha kembali mengecek semua catatan siapa saja yang memberinya kado dan disana nama Sam tertera dengan kado berupa setangkai bunga, coklat dan juga sebuah tas totebag berwarna merah muda.
Disaat dia menuju dapur untuk membuangnya, tiba-tiba saja bi Nilam memergokinya dan bertanya, "Sedang apa non ke dapur? Apa itu yang non bawa?"
Nerrisha pun menjawab dengan santai, "Eh...bibi, gak ada bi, cuma mau buang ini semua..."
Bi Nilam pun berkata, "Walah non...sayang men lho, sini buat bibi aja kalo non gak mau. Kebetulan anak bibi juga udah remaja..."
Hal itu membuat Nerrisha tersenyum dan dengan tulus memberikannya pada bi Nilam daripada terbuang sia-sia, toh tetap ada yang memakainya walaupun bukan dirinya.
Sementara itu, bu Shanty yang juga menuju dapur untuk menyusun hidangan yang akan disuguhkan untuk acara arisan nanti tepat pukul 16.00 wib itu pun bertanya.
"Apa yang sedang kalian bicarakan? Kenapa dipojokan gitu, udah kayak tikus empet-empetan mau masuk lubang aja..." cicit bu Shanty dengan gaya absurdnya itu.
"Ah...nyonya besar, ini non Nerrisha mau buang kado dari siapa tadi namanya non?" jawab bi Nilam yang lupa dengan nama Sam.
"Sam bi..." ucap Nerrisha pelan.
"Oh...ngasih kado apa dia emang, Ner? Daripada kamu buang, mendingan kamu kasih ke bi Nilam, siapa tahu bisa dipake buat si Ayu. Kata si mbah saya, ora ilok buang-buang sesuatu, biarpun itu sesuatu yang gak kita sukai..." jawab bu Shanty dengan gaya absurdnya.
"Hahaha...ihh...mama kumat lagi deh, nah sekarang kata si mbah saya....buang juga orangnya yang gak disukai, hahaha..." ucap Nerrisha mengikuti gaya bicara mamanya itu, sehingga membuat bi Nilam dan bu Shanty ikut tertawa.
"Ahh...ya sudah, buruan bantu mama gih..." ucap bu Shanty mengakhiri obrolan singkat mereka itu.
Nerrisha pun dengan cekatan membantu bu Shanty, kak Tiara, dan bi Nilam dalam menyusun juga memotong kue bolu dan juga membuat minuman es timun sirup untuk acara arisan beberapa menit lagi.
"Udah beres sekarang, mama mau mandi dulu..." ucap bu Shanty dengan gaya absurd dan centilnya.
Nerrisha pun juga berpamitan pada bi Nilam untuk menuju kamarnya kembali. Bi Nilam pun mengiyakannya dan berterimakasih karena sudah diberi barang-barang yang lumayan branded kado dari Sam.
Setibanya di kamarnya, Nerrisha kembali berpikir mengenai siapa pemberi kado misterius itu. Dia memandang lekat ke boneka teddy bear berukuran besar dengan love ditangannya yang terdapat tulisan "I Love You N..." dia pun mengambil kalung yang terdapat liontin permata biru muda itu dan mulai mengenakannya di lehernya.
"Hmmm...gak buruk juga, cantik kalungnya. Kayaknya dia paham banget ya warna kesukaan aku..." gumamnya seorang diri sembari bercermin di depan meja rias dengan cermin rias besar di kamarnya itu.
"Tapi siapa ya kira-kira yang kasih kado ini? So sweet banget sih, cuma siapa yang diem-diem ngefans sama aku? N...? Ah...masa iya mas Nick? Dia kan terkenal cowok kaku dan gak pernah tuh deket sama cewek manapun..." ucapnya sambil memilin batu permata biru di kalungnya itu.
"Siapapun itu, makasih banyak, aku bakal pake kalung ini. Sesuai yang dibilang sama Naira sama Samira, dengan pake kalung ini aku bisa tahu siapa sebenernya yang ngasih semua kado misterius ini ke aku..." ucapnya pelan sembari memilin batu permata di kalungnya itu, dengan mata yang berbinar-binar menatap bayangannya di cermin.
Nick yang berada di kantor tengah termenung seorang diri di ruangannya, mengingat semua kejadian tadi malam. Tanpa disadari, sebuah simpul sabit terukir jelas di bibirnya.
"Sore-sore gini tumben udah bengong aja, sore-sore gerah begini paling enak minum es bareng cewek gak sih...apalagi yang kayak spek Nerrisha..." celetuk Evander yang tiba-tiba sudah berada di ruangan Nicholas, entah sejak kapan ia berada di sana.
"Hah? Eh...apaan sih, mas? Iseng banget..." ucap Nicholas salah tingkah.
"Halah...masih gak mau ngaku juga. Udahlah, intinya kacamata, yang waras so simple..." ucap Evander bergaya nge-rap sesuai lagu yang lagi viral itu 🤭.
"Apaan sih, mas? Makin GJ deh, ya, gue itu lagi mikirin soal...." belum lolos ucapannya sudah dipotong oleh Evander.
"Nerrisha..." ucap Evander sudah seperti cenayang 🤭.
"Sotoy lu mah. Gue itu lagi mikirin soal peluncuran produk baru yang bakal gue luncurin. Mas kan tahu, gue paling anti banget sama cewek. Gue belum bisa sembuh dari trauma gue kehilangan Sekar, mas, cukup di dia aja rasa cintaku habis, sekarang gue gak mau nikah sampe kapan pun..." ucap Nicholas yang tanpa terasa menitikkan butiran kristal bening dari pelupuk matanya.
"Lah...nangis, udah lah lupain Sekar, dia udah gak ada di dunia ini, dia udah jadi ubi...gak mungkin kan lo terus-terusan kayak gini, move on bro..." ucap Evander menepuk bahu kiri adiknya itu.
"Gue gak bisa, mas, Sekar itu segalanya bagi gue. Kehilangan dia rasanya kayak gue kehilangan separuh nafas gue..." ucap Nicholas mengharu biru.
"Mati suri lo? Atau hidup segan mati pun tak mau? Udah lah, belajar move on ya...apa perlu kita berobat ke psikolog atau ke Bali? Gue anter gih..." ucap Evander berusaha membujuk Nicholas.
"Biarin gue sendiri, mas..." ucapnya lirih.
Evander yang memahaminya pun pergi meninggalkan Nicholas sendirian di ruangannya, dengan hati yang masih berat.
Dibalik sikap dingin dan kaku seorang Nicholas Andreanus Theodore yang berdarah blasteran Tionghoa dengan ibu Jawa itu ternyata tersimpan luka yang mendalam. Satu alasan di usianya yang sudah kepala tiga ini belum juga berumah tangga ialah dirinya yang belum bisa berdamai dengan masa lalunya.
Jadi siapa nih ya kira-kira yang kasih Nerrisha mystery box? Aaah...aku juga mau kali kalo dikasih mystery box yang seromantis itu, asal isinya jangan bom aja sih yah...canda bom... 🤭
BERSAMBUNG!! ⭐🌟
Lanjut thor penasaran jadinya bakal gimana nasib si nerris