ini adalah kelanjutan cerita dari Dinda dan sistem,,dimana ini tentang kehidupan akhir bahagia wanita yang bernama Dinda Kirana,,setelah banyak rintangan dalam hidupnya,, akhirnya dia menemukan cinta yang benar-benar dia harapkan.
jangan lupa mampir ya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marwiyah Ningsih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
misi selesai
Sedangkan di menara yang sunyi, Dragon duduk di tepi jendela sambil menatap bulan. Air matanya menetes tanpa suara. Dia menatap bayangannya di kaca dengan tatapan kosong.
"Apa mungkin aku akan seperti ini selamanya? Lalu bagaimana dengan Ibunda? Sudah lama beliau menginginkan cucu, sementara aku belum juga menemukan kekasih yang mau menerimaku apa adanya," lirihnya. Dia memukul bingkai jendela dengan marah, suaranya bergetar.
"Kenapa aku harus mengalami nasib sial seperti ini? Kenapa penyihir itu tidak memaafkan ku? Hiks... Percayalah, aku sangat menyesali semuanya. Aku berharap ada keajaiban. Jika saja binatang kesayangannya hidup kembali dan aku bisa kembali seperti dulu, aku berjanji tidak akan sombong lagi, hiks..." isaknya sambil bersandar di dinding. Air matanya mengalir deras. Dia memukul dadanya sendiri, menyesal.
Tiba-tiba dia mendengar suara dari arah ranjang.
"Ckckck... Kenapa kamu malah menangis? Apa kamu sekarang sudah menyadari kesalahanmu? Dan kamu serius dengan ucapanmu tadi?" tanya Kimberly yang baru saja muncul dan duduk santai di tepi ranjang.
Dragon sontak menoleh ke arah ranjang. Dia buru-buru menghapus air matanya dengan kasar, lalu berdiri dan berjalan mendekati wanita yang menatapnya tajam.
"Kenapa kamu ada di kamarku? Kamu lancang sekali masuk ke kamar seorang laki-laki! Apa kamu tahu aku ini siapa? Aku bisa saja membunuhmu malam ini juga!" ucap Dragon marah. Suaranya menggelegar, tapi tangannya gemetar.
"Baru saja kamu bilang mau berubah, tapi buktinya kamu masih arogan dan sombong. Sadarlah dengan keadaanmu sekarang, ckckck... Kamu masih saja bersikap sombong pada wanita cantik sepertiku," ucap Kimberly sinis sambil menatap Dragon dari ujung kepala sampai kaki.
Sontak Dragon terdiam. Dia membuang muka. Kamar itu mendadak sunyi, hanya suara angin malam dari luar jendela. Kimberly yang melihat diamnya Dragon bertanya lagi.
"Aku bisa menyembuhkanmu. Aku juga bisa menghidupkan binatang penyihir yang mati karena ulahmu. Jika kamu mau, aku akan menyembuhkanmu sekarang juga. Tapi aku punya satu syarat," ucap Kimberly. Kalimat itu membuat Dragon terkejut dan langsung menatapnya dengan mata menyipit curiga.
"Apa kamu bilang kamu bisa menyembuhkan kutukanku? Apa kamu sedang bercanda? Apa kamu mempermainkanku? Dan dari mana kamu tahu tentang penyihir itu dan binatang kesayangannya yang kubunuh? Bagaimana kamu bisa tahu semua itu?" tanya Dragon serius. Napasnya memburu.
Tanpa berkata apa-apa, Kimberly menggerakkan jari telunjuknya ke arah pintu. Brak! Pintu itu tertutup sendiri dengan keras. Dragon terlonjak dan menatap wanita itu tidak percaya. Jantungnya berdebar kencang.
"Kamu... kamu juga seorang penyihir?" tanyanya dengan suara bergetar. Tanpa sadar dia mundur selangkah karena takut.
"Ya, aku penyihir. Dan penyihir yang mengutukmu adalah bawahanku. Jadi aku bisa menyembuhkanmu, itu pun kalau kamu mau," ucap Kimberly sambil menyeringai. Jiwa di dalam raga Kimberly memang pandai memanipulasi orang.
Dragon terpaku mendengar ucapan wanita itu. Dengan napas tercekat dia berjalan menghampiri Kimberly, wajahnya penuh harap.
"Aku percaya sekarang kalau kamu penyihir. Aku mau sembuh dan aku bersedia menerima syarat darimu," ucap Dragon serius. Kalaupun penyihir di hadapannya meminta seluruh hartanya, dia akan memberikannya tanpa ragu.
"Apa kamu tidak ingin tahu syarat yang kuminta?" tanya Kimberly sambil menaikkan sebelah alisnya.
Dragon sebenarnya penasaran apa syarat yang diinginkan wanita itu. Dia menatap Kimberly lekat-lekat.
"Memangnya apa yang kamu inginkan? Hartaku? Baiklah, akan kuberikan," ucapnya yakin.
Kimberly tertawa pelan mendengarnya. Dia menatap Dragon sinis.
"Aku tidak butuh hartamu! Aku hanya menginginkan dirimu! Menikahlah denganku. Jadi suami yang baik untukku! Kalau kamu tidak mau, aku tidak akan memaksa. Aku bisa mencari pemuda yang lebih tampan darimu," ucap Kimberly tanpa peduli wajah Dragon yang terlihat terkejut.
(Nona, bukan begitu cara membujuk seorang pemuda. Anda harus sabar dan dia harus mencintai Anda dengan tulus, bukan memaksanya seperti itu, Nona.)
Kimberly yang mendengar suara sistemnya pura-pura tidak dengar. Dia berdiri dan berjalan ke arah jendela, membelakangi Dragon.
"Kalau kamu memang tidak mau, aku akan pergi dan tidak akan pernah datang lagi ke menaramu. Ini terakhir kali aku ke sini," ucap Kimberly serius. Suaranya datar, tapi tegas.
Deg.
Jantung Dragon berdetak kencang. Dia melangkah cepat menghampiri Kimberly dan menatapnya serius. Matanya mencari ketegasan di wajah wanita itu.
"Baiklah, aku mau menikah denganmu dan aku akan mencintaimu dengan tulus. Aku berjanji," ucapnya sungguh-sungguh. Suaranya bergetar, tapi mantap.
Kimberly tersenyum menyeringai. Dia berbalik badan dan menyodorkan botol kaca kecil berisi cairan berwarna keemasan yang berkilau.
"Minumlah ini. Setelah itu kamu akan melihat perubahan pada dirimu," ucapnya dingin.
Dragon mengangguk. Dia menerima botol ramuan itu dengan tangan bergetar. Tanpa ragu dia meneguk isinya sampai habis. Seketika cahaya terang keluar dari dalam tubuhnya, menyilaukan seluruh kamar. Cahaya itu berputar mengelilinginya beberapa menit sebelum akhirnya meredup perlahan.
Kimberly menatapnya tercengang. Mulutnya sedikit terbuka.
"Dia memang sangat tampan. Pantas saja dia jadi pemuda arogan dan sombong," gumam Kimberly dalam hati. Melihat Dragon akan membuka mata, Kimberly cepat mengarahkan jarinya ke meja kaca. Di sana muncul kembali keong emas yang sama seperti wujudnya sebelum berubah.
Dragon membuka mata. Hal pertama yang dia lihat adalah tangannya yang dulu dipenuhi bulu, sekarang bersih dan putih. Kulitnya mulus. Dia meraba wajahnya, lehernya, lengannya dengan senyum yang semakin lebar.
"Aku... aku sembuh... Kutukannya sudah hilang?" ucapnya terbata-bata. Dia berlari ke cermin besar di sudut kamar. Dia melihat dirinya yang sudah kembali seperti dulu: wajah tampan, rahang tegas, tanpa bulu sedikit pun. Air matanya menetes. Dia tersenyum bahagia, lega.
"Akhirnya aku kembali jadi pemuda tampan, hiks... Terima kasih, Nona," ucap Dragon. Tanpa sadar dia berbalik dan memeluk Kimberly erat.
Yang dipeluk tersenyum dan membalas pelukan Dragon dengan senang hati.
"Hihihi, mumpung ada kesempatan, apa salahnya membalas pelukan pemuda tampan sepertinya. Mas Komandan, maafkan aku yang mengkhianatimu, tapi percayalah cintaku hanya untukmu," gumamnya dalam hati sambil memeluk Dragon manja. Kepalanya dia sandarkan di dada Dragon.
Dragon yang tersadar dari euforianya terdiam saat merasakan pelukan hangat wanita itu. Aroma lembut dari rambut Kimberly membuatnya tenang. Perlahan dia mengeratkan pelukannya.
"Aku akan menikahimu dan aku berjanji akan menjagamu selama sisa hidupku. Aku juga akan menjadi suami yang baik untukmu," bisik Dragon di telinga Kimberly. Napasnya hangat. Kalimat itu membuat Kimberly tersipu malu, pipinya memanas. Tapi tiba-tiba—
(Nona, tugas Anda selesai. Jiwa Anda akan dikirimkan sekarang juga! Ingat, Nona, calon suami Anda menunggu kedatangan Anda di dunia Anda, Nona.)
Kimberly langsung mendengus kesal. Dia merasakan jiwanya ditarik, melayang meninggalkan dimensi itu. Cahaya menyelubungi tubuhnya dan dalam sekejap dia menghilang dari pelukan Dragon.
Sementara itu, jiwa Kimberly yang asli memasuki raganya kembali. Dia membuka mata dan mendapati dirinya masih berada di pelukan Dragon. Dia tersenyum bahagia, matanya berkaca-kaca.
"Terima kasih karena sudah mengubah kehidupanku, Nona dari dimensi lain. Aku sangat berhutang budi padamu. Semoga kita bisa bertemu lagi nanti," gumam Kimberly asli dalam hati. Dia mengeratkan pelukannya pada Dragon, menikmati detak jantung pria itu.
Bersambung
berbagai peran dan kisah di ceritakan menjadi 1 dengan peran yang tegas dan sakti..
suka banget sama ceritanya, recommended deh pokoknya..
dan aneh nya aku menyukai tingkah mereka 🤣
apa kah dia sudah beranak-pinak
semangat thor