NovelToon NovelToon
Setulus Cinta Aisyah

Setulus Cinta Aisyah

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Contest / Nikahmuda
Popularitas:390.3k
Nilai: 4.7
Nama Author: Nurul Safika

DON'T PLAGIAT 😡😡
BUAT OKNUM YANG SUKA NGE-COPY KARYA ORANG LAIN AUTHOR CUMA MAU BILANG "INSAFLAH SEBELUM KARMA MENGHAMPIRI". GAK MAU KAN DIKENAKAN PASAL MENJIPLAK HAK CIPTA DAN HAK MILIK ORANG LAIN?

PUNYA OTAK DIPAKE DONG UNTUK BUAT ALUR NOVEL YANG BEDA DARI YANG LAIN. BUKAN MALAH DI PAKE BUAT MIKIRIN CARA NGE-JIPLAK PUNYA ORANG. SENENG BANGET NYOLONG 🙂 .

Author mewakili isi hati teman-teman Author yang karyanya kena jiplak 😒😴🤪😂

--------------------------------------------------------------------

Tujuan utama menikah bukan hanya memiliki keturunan, namun menyempurnakan keinginan kecil seorang wanita dalam hubungan pernikahan.

---------------------------------------------------------------------
“Semuanya terasa baik-baik saja, sampai pada akhirnya dia berubah....”



Kisah ini hanya cerita fiksi belaka dan imajinasi author sendiri :)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurul Safika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SCA 8

Di hari minggu pagi ini, Aisyah sedang bersiap-siap untuk jogging seperti biasanya bersama Nindy.

Sama halnya juga dengan mbok Iyem yang sedang membersihkan rumah juga memasak untuk sarapan. Di saat mbok Iyem lagi menata sarapan di atas meja, tiba-tiba terdengar suara ketokan pintu.

Tok... Tok... Tok...

"Permisi" Kata orang tersebut sambil mengetok-ngetok pintu kayu itu.

Cklek....

"Ehh ada Nak Nindy. Cari Aisyah ya?" Tanya mbok iyem.

"He.. he.. he.. Iya mbok seperti biasa." kata Nindy sambil cengengesan.

"Mari masuk dulu, biar mbok panggilkan nak Aisyah nya" Kata mbok Iyem. Ia sudah tau jika di hari minggu, Aisyah dan Nindy akan berangkat jogging .

Mbok Iyem pun melangkahkan kaki rentanya ke arah kamar Aisyah dan mengetuk pintu kamarnya.

Tok... Tok.. Tok...

"Nak Aisyah udah bangun?"

"Sudah mbok, sebentar Aisyah lagi pake sepatu dulu."

Cklek...

"Kenapa mbok? Nindy udah datang?"

"Iya nak, dia ada dibawah lagi nungguin nak Aisyah"

"Yaudah kalau gitu mbok, sekarang kita kebawah ya terus sarapan sama-sama"

Aiayah pun turun sambil menggandeng lengan tua mbok Iyem.

"Maaf ya Aisyah lama" Kata Aisyah kepada Nindy.

"Santai aja kali Syah. Yaudah cus kita berangkat"

"Ehh Kita sarapan dulu Nindy, entar ditengah jalan kamu pingsan kan aku juga yang repot" Ucap Aisyah sambil menggandeng tangan Nindy menuju ke arah meja makan.

Setelah mereka sarapan, Nindy dan juga Aisyah pun lantas berjalan-jalan terlebih dahulu sebagai bentuk pemanasan. Baru setelahnya mereka pun berlari keliling taman.

***

Sama halnya dengan Aisyah di kediaman Dirgantara, Bram sedang bersiap-siap sambil memakai pakaian casual dan celana training untuk lari pagi. Ini adalah pertama kalinya Bram jogging karena sedang malas berolahraga di ruang Gym nya.

Bram pun lantas menghubungi Alex, tangan kanan Bram.

📞..........

"Selamat pagi tuan"

"Hm, kerumah sekarang juga. Jangan lupa pakai pakaian olahraga"

"Baik tuan"

Tut... Tut.... Tut...

Kurang lebih 10 menit, akhirnya Alex tiba di rumah Bram.

"Wuihh.... Kak Bram ama kak Alex pagi-pagi gini dah siap aja. Emang kakak mau kemana?" Tanya Vio menghentikan langkah Bram dan juga Alex.

"Kakak pengen jogging di taman sama Alex. Lagi males soalnya nge gym di rumah." Jawab Bram sambil mengunyah roti isi di tangannya.

"Ck.. ck. ck.. Kakak itu kalau lagi makan duduk dong. Kayak anak kecil aja tau gak" Ketus Vio sambil menggelengkan kepalanya.

Bram hanya berdehem kemudian melangkah menjauh meninggalkan rumah.

***

Dipertengahan jalan banyak pujian yang terlontar dari kaum hawa akan ketampanan mereka Bram dan juga Alex.

"Arghh tampannya"

"Lari bareng yuk"

"Gak rugi aku jogging pagi ini"

"Rejeki nomplok liat cogan pagi-pagi"

Begitulah kira-kira pujian yang diucapkan oleh para wanita saat bertemu dengan Bram dan juga Alex. Tapi mereka seperti biasa, tak pernah menggubris ucapan mereka.

Saat mereka sedang berjalan kecil, Bram melihat 2 orang wanita yang melakukan hal yang sama dengannya. Satu menggunakan hijab sesiku dan satunya lagi mengikat kuncir kuda.

Postur tubuhnya seperti Aisyah! Kata Bram dalam hatinya sambil tetap memperhatikan arah langkah Aisyah.

***

"Nin.... Kamu ngerasa aneh gak?" Tanya Aisyah di sela jalan mereka.

"Maksud kamu aneh kayak gimana?" Bukannya menjawab, Nindy juga melontarkan pertanyaan keada Aisyah.

"Kayak ada yang merhatiin kita gitu" Kata Aisyah sambil celingukan.

"Mungkin cuma perasaan kamu aja kali Syah. Kamu jangan nakut-nakutin aku dong. Kan aku jadi parnoan juga." Kata Nindy sambil menggaet lengan Aisyah.

"Jangan-jangan ini ulah penunggu jalan ini lagi Syah. Malahan ni tempat agak sepi juga." Lanjut Nindy.

"Astagfirullah Nindy.... Yang namanya makhluk halus gak akan gangguin kita kalau kita punya iman yang kuat. Kita lebih baik berdoa sesuai keyakinan masing-masing, dan kita meminta perlindungan diri dari Tuhan." Kata Aisyah menenangkan Nindy.

Mereka pun berhenti sejenak, dan lantas berdoa menurut keyakinan mereka.

Tak jauh dari mereka, Bram dan juga Alex memperhatikan mereka berdua sambil mengernyitkan dahi.

Apa yang mereka lakukan? Mengapa menutup mata? Begitulah isi pertanyaan di otak mereka.

Bram juga Alex pun lantas berjaln ke arah mereka dan Alex langsung menepuk pelan bahu Nindy. Nindy yang mendapat tepukan di bahunya, spontan berteriak saking terkejutnya.

"Arghhhhh...... Hantuu....." Teriak Nindy sambil jongkok dan menutup kedua telinganya.

Aisyah juga dibuat terkejut dengan teriakan Nindy pun lantas membuka matanya dan melihat 2 orang pria yang salah satunya ia kenal.

"Mas Bram..." Lirih Aisyah sambil menatap ke arah Bram.

"Aisyah.... Tolong usir hantunya Syah hiks.. Aku belum nikah hikss... Aku masih pengen hidup hiks... hikss...." Kata Nindy mempertahankan posisinya sambil terisak.

Hantu? Batin kedua pria itu.

Aisyah yang sadar pun lantas memeluk Nindy yang sedang ketakutan.

"Sstt... Nindy gak usah takut ya. Disini gak ada hantu kok" Kata Aisyah menenangkan Nindy dengan suara lembutnya.

"Hikss... Ta-tadi ada yang pegang pundak aku Syah"

"Itu bukan hantu! Coba deh kamu liat dulu"

Nindy dengan ragu-ragu mendongakkan kepalnya.

"Lah bukan hantu ternyata" Kata Nindy polos.

Astagaa imutnya.... Kata Alex dalam hatinya.

"Maaf mengangetkan kalian berdua. Saya fikir kalian sedang ada masalah karena berhenti di tepi jalan sambil menutup mata" Kata Alex yang menepuk pundak Nindy tadi.

"Ahh.... eh.. A-anu.... I-iya gak apa-apa kok" Kata Nindy kikuk dihadapan Alex.

Oh My God, jantung aku kok dag dig dug gini.. Kata Nindi dalam hatinya.

"Kamu mau kemana" Tanya Bram ke Aisyah.

"Saya mau pulang ke rumah Mas. Habis dari jogging soalnya" Kata Aisyah sambil tersenyum tipis.

"Yaudah kalau gitu Mas, Aisyah sama Nindy diluan yah. Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh." Lanjut Aisyah.

"Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh" Balas Bram. Alex hanya diam saja karena memang tidak satu keyakinan dengan Aisyah dan juga Bram.

***

"Syah, kamu sama tuan Bram kok kayak kenal banget" Kepo Nindy

"Ohh itu..... Beberapa hari yang lalu , ibunya Mas Bram ngundang aku makan malam di rumahnya." Jelas Aisyah

"Lah gimana ceritanya kamu bisa diundang sama ibunya tuan Bram? Terus kamu juga kok manggil tuan Bram Mas?"

Akhirnya Aisyah pun menceritakan awal pertemuannya dengan Bram, juga insiden kecil di toko kuenya.

Sama halnya dengan Nindy, Alex pun menanyakan hal yang sama dengan Bram.

"Apa tuan mengenal wanita berhijab tadi?" Tanya Alex penasaran.

Bram mengangkat sebelah alisnya kemudian menjawab.

"Hmm... Mengapa kau bertanya soal Aisyah?"

"Namanya Aisyah !!!! Apa tuan memiliki nomor ponselnya?" Tanya Alex antusias.

"Tidak ada" Ketus Bram.

Ada apa dengan pria ini? Apa salahnya aku meminta nomornya Aisyah. Kan aku ingin berkenalan dengan temannya itu. Kata Alex dalam hatinya.

Apa tuan Bram cemburu karena aku bertanya tentang Aisyah? Sepertinya tuan jatuh cinta dengan Aisyah. Lanjut Bram

"Tak apa, nanti biar saya cari sendiri" Gumam Alex yang masih bisa didengar oleh Bram.

"Jangan dekat-dekat dengan gadisku" Bentak Bram.

Gadisku? Tanya Bram dalam hatinya.

Astaga, mengapa aku berkata seperti itu. Arghh aku tidak suka jika ada pria yang dekat dengan Aisyahku. Aku harus bergerak lebih dulu. Ucap Bram dalam hatinya.

"Baik tuan" Sepertinya tuan memang memiliki perasaan dengan Aisyah. Akhirnya tuan bisa melupakan Dira, si wanita ular itu.

.

.

.

.

.

.

Afwan guys baru UP soalnya tugas sebejibun banyaknya 😴 Ini aja juga nyuri² waktu buat ngetik 😅😂

Eh.. eh.. Gimana nih ceritanya Author? Kalau ada kata yang salah atau ceritanya kurang menarik, hampura atuh 🤗😓😁😄 Jangan lupa buat Follow, Like, ama Comment cerita SETULUS CINTA AISYAH.

Jangan lupa juga buat baca novel:

The Lady Of Phoenixes

Rejected My Luna Queen ( NEW )

Salam Manis Dari Author 😍😘

He... He.. He...

고마워 친구들

#Queenbe

1
Maulana ya_Rohman
mampir di sini lagi thor....
fitria dewi
bikin penasar aja kelanjutan nya
Sunarti W Spdi
jangan lama lama end nya
Yani
Seru perssingan di mulsi
Yani
Modus ni pak dosen
Yani
Waduh ada saingan Bram ni
Yani
Bsgus thour
Yani
Mulai pede kate ni semoga
Yani
Semoga bertemu
Yani
Semoga aja Aisyah bwrjodoh dengan Bram
Yani
Ih....ibu " ga ada ahlak mana mau lagi Bram nya juga
Yani
Ceritanya bagus
Yani
Udah lama juga ni novel baru nemu
Yani
Mampir ah..
Yenni Lestari
next
Hasanah Ana
ap gak ada lanjutannya
Kasih Bonda
next thor 💪
Maulana ya_Rohman
kapan di lanjut lagi ceritanya AITHOR yang BAIK HATI🤩🤩🤩🤩🤩🤩🤩🤩🤩🤩😍
Endah Pramukti
kok lama gak up ya
Trielyani DarmaYanti
apakah ceritanya berakhir di sini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!