NovelToon NovelToon
Bertukar Identitas

Bertukar Identitas

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi
Popularitas:171.5k
Nilai: 4.8
Nama Author: min.mie

Bermula dari keinginan Aya untuk hidup bebas, dari sangkar yang diciptakan kedua orang tuanya. Muncullah ide Untuk bertukar identitas dengan saudara kembarnya Asher.

Mengharuskannya untuk menyamar menjadi laki-laki di kampus. Sedangkan Asher sang kakak pergi keluar negeri untuk menggapai cita-citanya. Mampukah dia tetep bertahan menyembunyikan Identitas yang sebenarnya. Di sisi lain ,dirinya mulai menyadari perasaannya pada laki-laki Paling tampan di kampusnya yaitu Alan, yang awalnya dia benci hingga akhirnya malah menjadi sahabat dekat. Ketikan benih-benih cinta mulai tumbuh diantara mereka, yang malah membuat Alan makin frustasi dengan perasaan yang ia kira sangat-sangat salah karena mencintai sesama jenis.

Bagaimana akhir keputusan Aya?
Apakah dia akan mengungkap identitasnya pada Alan?
Atau malah sebaliknya?
Cari tau dengan membaca novel ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon min.mie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bukan urusanmu!

Pagi ini Aya bangun sedikit lebih awal, sudah lama dia tidak berolahraga semenjak ketagihan nonton Drakor. Dan mulai hari ini Aya bertekad akan rajin berolahraga lagi karena Aya yakin hidupnya kedepannya akan sulit dan pasti akan banyak sekali rintangan yang tentu saja menguras tenaga. Dulu walaupun Aya hampir tidak pernah keluar rumah, tapi dia tidak serta-merta malas untuk berolahraga, Aya selalu menjaga berat badannya dengan menjaga pola makan juga melakukan olah raga ringan contohnya yoga atau joging mengelilingi mansion menjadi rutinitas wajib.

Hari ini dengan hanya memakai celana legging panjang dan sport bra Aya mulai pemanasan, merenggangkan ototnya agar tidak kaku di teras depan kamarnya. Rencananya ia hanya ingin berolahraga di sana. Terlalu malas untuk keluar.

Cika yang baru bangun tidur keluar menuju kamar mandi sambil menguap melewati Aya begitu saja. Mita juga tampak keluar dari kamarnya dengan setelan olahraga lengkap.

"Yuk Ra ... joging keliling komplek!" Ajak Mita.

"Gak ah,..aku lagi pengen olahraga yoga di sini saja, ajak Cika saja Kak!" Usul Aya.

"Males....Dia kalau diajak joging, lama dandannya keburu siang nanti!"

"Hahaha,...tapi tadi udah bangun kok, itu lagi dikamar mandi," tunjuk Aya ke pintu kamar mandi.

"Kalau dia mau ikut... suruh nyusul!"

Sebelum Mita beranjak, terdengar suara pintu terbuka disusul keluarnya Cika dari sana "eh... tunggu dulu, ikut.....!! jangan ditinggalin dong Kak, aku udah siap ini" Seperti menyadari keberadaan seseorang Cika sontak menoleh. "Ra kamu udah bangun?"

"Dari tadi aku emang udah di sini, kamu aja yang gak lihat!" Sahut Aya

"Oh..."

"Wiiiih....body kamu bagus banget ramping dan ****, tapi aku heran kenapa tiap keluar, baju yang kamu pakai semuanya terlihat longgar, emang gak sayang badan sebagus itu gak dipamerin?"

"Dipamerin?" Aya mengernyit. "Emang barang dagangan?"

"Bukan gitu makasudnya Ra..., Kamu olahraga tiap hari biar badan kamu bagus kan, terus kenapa juga malah kamu tutupin?"

"Salah!....Aku olah raga tiap hari itu ya biar sehat, kalau hasilnya bikin bentuk badan aku bagus, berarti itu bonus....bukan buat seperti yang kamu bilang. Dan untuk masalah baju yang aku pakai, ya karena aku nyaman aja."

"Oh..., Ya udah terserah kamu deh!"

Aya hanya mengedikkan pundaknya.

"Aku berangkat joging dulu ya Ra?...dan selamat berolahraga sendirian." Cika mendekatkan ke telinga Aya. "Awas..... Ada yang ngintip." Bisiknya sambil terkekeh geli.

Aya mengernyit dan langsung menatap ke sekelilingnya, kost tempat tinggalnya cukup tinggi karena berada di atas lantai dua, tepatnya berada di pinggiran kota tapi tidak begitu padat penduduk ,di samping bangunan kost ada aliran sungai yang cukup bersih tidak seperti di kota kelahirannya, rumah sekelilingnya juga tidak terlalu tinggi ,rumah kostnya termasuk bangunan yang paling tinggi, adapun yang sama tingginya jaraknya cukup jauh, jadi sepertinya tidak mungkin ada yang bisa mengintip. Aya langsung menggeleng menghilangkan pikiran buruknya.

Mita yang tidak sabaran langsung menarik tangan Cika, "Ayo cepetan keburu siang!"

"Bay Ra....!" Sahut Mita dan Cika bersamaan sambil melenggang pergi melambaikan tangan.

***

Di tempat lain

"Alan?...udah pulang kamu Nak? Tumben jogingnya cuma sebentar?" Tanya wanita paruh baya.

"Iya...Ma, mana Romi Ma? Katanya kesini?" Tanya Alan.

"Oh...iya,dia nungguin kamu di atas," jawab Anita ibunya Alan.

Alan langsung berlari naik ke tangga menuju lantai kamarnya. Sesampainya di sana terlihat Romi di balkon sedang melihat sesuatu Lewat teropong binokular (sejenis teropong jarak jauh).

"Liat apaan Rom?" Tanya Alan setelah menepuk pundak Romi.

Romi tersentak dan langsung menoleh, "Ngagetin aja Lo! Gue lagi liat pemandangan bagus ini!"

Alan mengernyit "Ck...Sini pinjem!" Alan langsung merebut teropong itu dari tangan Romi. Tentu saja ia sangat penasaran, melihat begitu seriusnya Romi menjelaskan. Sedangkan Romi tampak malah tersenyum jahil.

Dari dalam teropong terlihat punggung seorang cewek, dengan kulit putih rambut di kuncir kuda ,dan badan yang lumayan **** sedang berolahraga di atap gedung.

"****!"

Alan langsung melempar teropong itu hingga lensanya copot, karena saking kagetnya dengan pemandangan yang baru saja ia lihat.

"Waduh... teropong baru gue..!!!" Teriak Romi. "Ngapain Lo lempar Al? Dia salah apa sama Lo?" Romi tampak merena meratapi Teropong yang baru saja ia beli menjadi beberapa bagian.

"Jangan lebay deh Lo! Iya... nanti gue benerin! Kalau perlu gue ganti sekalian! Salah sendiri Lo ngeprank gue!"

"Siapa juga yang ngeprank? orang beneran kan pemandangannya bagus?" Tanya Romi sambil memunguti teropongnya.

"Dasar Otak mesum! Cewek lagi olahraga dibilang pemandangan bagus. Dari mananya gue tanya?" jawab Alan ngegas sambil masuk ke kamar lalu merebahkan diri di ranjang.

"Jelas pemandangan bagus, cewek bening plus **** gitu...sayang mukanya gak kelihatan."

"Ngapain Lo kesini?!" Tanya Alan sambil memejamkan mata.

"Niatnya mau pamer teropong baru gue eh malah Lo hancurin! sekalian mau pinjem buku yang kemaren Lo janjiin." Romi ikut merebahkan diri di samping Alan.

"Bukunya gak ada! Ketuker sama cewek yang nabrak gue di bandara waktu jemput nyokap!"jawab Alan masih memejamkan matanya.

"Cantik gak?"

"Apanya?"

"Ceweknya....ogeb!"

"Gak kelihatan, mukanya ketutup Topi sama masker?"

"Cewek pake topi?" Gumam Romi.

"Jangan-jangan Cewek yang kemaren di ATM." Tebak Romi yang makin penasaran, ia langsung duduk menghadap Alan.

"Gak tahu gue?...lagi pula cewek yang pakai topi gak cuma dia aja." Alan ikutan duduk.

"Waduh-waduh ...udah dua kali berarti Lo ketemu cewek pakai topi? Fix gue yakin itu pasti jodoh Lo! "

"Ngomong itu sama tembok! Udah sana Lo pulang! Ganggu gue istirahat aja!" Usir Alan yang kemudian merebahkan tubuhnya lagi.

"Gitu aja ngambek! Kayak cewek perawan aja Lo. Pasti gara-gara kelamaan jomblo jadi sensian. Makanya cari pacar bro, weekend itu harusnya Lo jalan sama cewek, bukannya malah ngedekem di rumah! Gue gak habis pikir sama Lo, sebenarnya banyak cewek yang antri mau jadi pacar Lo, tapi kenapa gak ada satupun yang menarik perhatian Lo? Apalagi itu si Sheila dari SMP ngejar-ngejar Lo, gak sekalipun Lo lirik... Kenapa Al?" Romi menjelaskan panjang lebar ke Alan yang tampak tak perduli.

"Gak ada urusan sama Lo!" Jawab Alan cuek.

Romi hanya bisa menghela nafas berat, sahabat yang satunya ini memang sedikit rumit. Tidak sekalipun ada wanita yang mampu dekat dengannya andapun yang berani menembak pasti langsung dia tolak, cuma Sheila yang bisa bertahan dekat dengannya walaupun sering diacuhkan. Sifatnya yang dingin, cuek dan tatapan matanya yang tajam membuat seolah tidak mau untuk didekati tapi wajahnya yang amat tampan tak jarang menjadi pesona yang membuat kaum hawa bertekuk lutut padanya.

Akhirnya Romi menyerah, dia beranjak berdiri dan saat melangkah kakinya tanpa sengaja menendang papper bag yang berada di samping ranjang hingga semua isinya berserakan. Mata Romi terbelalak tak percaya dengan yang baru saja ia temukan.

"Gue gak nyangka.... ternyata ini penyebabnya, Lo beneran udah pindah haluan sekarang?" Tanya Romi. Sambil memunguti foto yang keluar dari papper bag.

"Maksud Lo apa?" Sontak Alan langsung duduk dan menatap Romi penuh tanya.

"Ini apa Al? Jadi selama ini Lo homo?!" Romi langsung melempar foto di tangannya, yang ternyata foto beberapa aktor serta boyband dari negara ginseng.

"Ini bukan punya gue! Ini punya Cewek pake topi yang gue bilang tadi, enak aja Lo bilang gue homo!" Sentak Alan tidak terima atas tuduhan Romi.

"Yang benar?" Tatap Romi penuh selidik.

"Terserah kalo Lo gak percaya!"Alan langsung berlenggang pergi masuk ke dalam kamar mandi.

"Oke gue bakal percaya! Tapi ada syaratnya entar malam Lo harus traktir gue makan pokoknya gak ada penolakan!" Teriak Romi dari luar kamar mandi.

***

Matahari mulai terbenam menandakan hari mulai gelap, angin malam itu berhembus menerpa kulit Aya yang sekarang tengah duduk sambil menonton TV di gazebo, sayup-sayup terdengar suara riuh di area dapur. Karena penasaran akhirnya Aya menghampirinya. Nampak Cika dan Mita sedang bertengkar.

"Ada apa ini kok pada ribut?" Tanya Aya heran.

"Ini ni Ra, Cika gak mau ngaku kalau dia udah makan ayam bakarku yang ku simpan di kulkas!"

"Jangan asal nuduh, aku gak makan ayam bakar punya Kakak ya!" Sahut Cika tidak terima.

"Bohong!!... biasanya juga kamu kan yang makan makanan aku?!" Jawab Mita masih kekeh.

"Iya memang aku ngaku kalau biasanya aku yang makan, tapi kali ini bukan aku Kak! Aku gak terima ya Kak Mita nuduh aku sembarangan!"

Aya meringis melihat perdebatan Mereka berdua hanya karena masalah sepele. Bahkan mereka sampai saling berteriak.

"AKU!" Teriak Aya.

Cika dan Mita langsung beralih menatap Aya.

"Maaf Kak Mita.... sebenarnya aku yang udah makan ayam bakar Kakak bukan Cika," ucap Aya sambil meringis, merasa tak enak karena dirinyalah penyebab mereka berdua bertengkar.

Mita menghela nafas berat, lalu meminta maaf pada Cika. Saat hendak pergi, Aya menarik tangan Mita.

"Sebagai permintaan maafku, ijinkan aku mengganti makanan Kakak ya? Please?" Aya menatap wajah Mita penuh harap.

"Ya udah.... ayo?"

"Horeee...... makan gratis!" Teriak Cika girang.

"Siapa juga yang mau ngajak kamu?" sambar Mita.

"Kak Mita iiih!" Rengek Cika. "Aku juga diajak kan Ra?"

"Iya...iya..kamu juga aku ajak kok," mendengar jawaban Aya Cika langsung meledek Mita dengan menjulurkan lidahnya.

Mereka sudah sampai disebuah warung angkringan bertema Jawa moderen beberapa tempat duduk dari kayu tanpa atap dengan lampu yang menghiasi di langit-langit menambah keindahan saat malam, banyak anak muda yang tengah makan sambil mengobrol, Aya menatap kagum, ia belum pernah makan di tempat seperti itu, bisanya ia makan di restoran mewah dan itupun di privat Room. Sungguh ini pengalaman pertama yang menyenangkan bagi Aya.

"Ayo... Ra!" Ajak Cika.

Aya mengikuti ke duanya menuju stand gerobak di pojok yang tampak berderet berbagai jenis makanan yang juga belum pernah ia rasakan, walaupun tampilannya tidak semewah masakan koki tapi entah kenapa Sangat menggugah selera Aya bahkan hampir membuat Aya meneteskan air liurnya.

"Buruan Ra! ambil apa yang kamu suka...bagus kan tempatnya? Ini angkringan terkenal di sini, tempatnya anak-anak muda kumpul, makanannya juga enak-enak, gak nyesel pokoknya kamu dateng ke sini" sambil terus berbicara Cika mengambil beberapa lauk di stand.

"Nyocros mulu kamu Cik, yuk buruan entar gak kebagian tempat duduk!" Mita menyela.

Aya menatap bingung berbagai jenis makanan yang berjejer di depannya, semuanya belum pernah Aya makan, tapi tidak mungkin juga dia mengambil semuanya, akhirnya dia mengambil makanan yang sekiranya membuat dia sangat penasaran dengan rasanya. Ia langsung beranjak mengikuti kedua temannya untuk membayar dan mencari tempat duduk.

Sesekali mereka makan sambil ngobrol, Aya tampak sangat menikmati makananya, suasananya juga sangat nyaman.

"Yah...minuman ku habis!" Ucap Cika kecewa.

"Mau nambah Cik?... Biar aku ambilin." Aya menawarkan. Tentu saja Cika langsung mengangguk tanda setuju tidak lupa melemparkan senyum manisnya sebagai ucapan terimakasih.

Aya berjalan dengan membawa minuman di tangannya, karena saking asiknya menatap sekeliling tanpa sengaja ia menabrak seseorang hingga minumannya tumpah mengguyur kaos orang itu.

"Eh...maaf mas, saya gak sengaja," ucap Aya menyesal, ia mencoba membantu membersihkan baju Pria itu.

"Makanya lihat itu pakai mata mbak!" Sahut Pria itu tampak tidak terima.

Saat Aya mendongak dan matanya bertemu pandang dengan mata pria itu, ekspresinya berubah terkejut.

"Lo!"......"Kamu!" Ucap mereka bersamaan.

"Ternyata si cewek menyusahkan! pantas saja gak bisa lihat dengan benar, mata Lo tu kehalang topi ,malam-malam masih aja pakai topi.... dasar Norak!" Sahut Alan panjang lebar, entah kenapa dia jadi berubah cerewet saat bertemu Aya, seperti bukan dirinya yang terkenal cuek dan irit bicara.

"Bukan urusanmu!" Aya langsung berlenggang pergi tanpa mempedulikan tatapan Alan. Seketika mood Aya langsung anjlok.

Bersambung.....

1
Adjeng Febrianti
Wahhhh kapan dilanjutkan lagi ceritanya.. ini sih ngegantung namanya Thor.. lanjut akh.. nti Aku banyakin comment nya... ditunggu kelanjutannya Thor...
Adjeng Febrianti
Wah selamat Thor atas kehadiran calon baby nya semoga lahiran dgn selamat.. happy ya Thor... tapi ceritanya koa bisa ngegantung gini tuh.. lanjut akh biar jelas ending nya...
Tri Yuliati
Cerita terbagus yang pernah saya baca.
Semoga bisa dilanjutkan.
semangat
Ghiselbel Encee
lanjut thooor
Jhum Kasman
slmt ya ka..
smg ibu n anaknya sehat n lancar persalinannya..
aamiin
Jhum Kasman
lanjut ka..g usa down msh byk pengemar ka
Sidel
selamat y thor semoga nular ke aku juga yg udah belasan tahun belum di beri momongan
Herni
selamat ya kk author atas kehamilannya...semoga sehat2 ibu dan bayinya serta selamat dlm proses melahirkannya....aamiin
Yuna Rahma Azaria
selamat ya kak...
semoga ibu dan bayinya sehat lancar persalinannya. aamiin....
ヤナ_ナ ♡
Alhamdulilah, selamat author...

btw sempet kaget karna tiba" ada notif update novel ini di daftar favorit. Untungnya masi di lanjut, kirain bakalan ngegantung endingnya karna sempet hiatus..
makasih thor updatenya ...

lov lov sekebon buat author ❤️❤️❤️❤️❤️
_yeajiso_
welcome back Kak 😘...
congratulation atas anugerahnya semoga dilancarkan dan dimudahkan 🤲🙏...
rasebulan
Terima kasih dah up lagi...
selamat ya atas kehamilannya Thor...semoga di lancarkan sampai proses persalinan sehat ibu dan babynya,amin...
💝 Mak iik 💝
selamat Ya kak.

salam sehat selalu.

iya nih nunggu dari dulu kok belum oernah up.
min.mie: makasih udah setia nunggu aku up.... dan makasih ucapannya
total 1 replies
Yuli
terima kasih sudah lanjut lagi thor.. 🙏
selamat ya semoga sehat selalu & persalinanx nanti berjalan lancar🤲Aamiin
min.mie: makasih doanya....Dan makasih juga udah setia nunggu novel ini
total 1 replies
Yuli
kapan kah kelanjutannya thor...
Uni Wahyuni
kpan up thor
Andy Anggara
egk jelas ni si thoor y ud berbulan2 egk up up jg ud setia menunggu tp egk ad jg kabar y
Herni
kemana lanjutannya thor?apa gak dilanjut ya?
Nurull Idayatiyy
masih sabar menunggu thor
Yuli
Dah lama banget gantung ceritax thor🥺
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!