NovelToon NovelToon
Catatan Perjalanan Kaisar Tertinggi

Catatan Perjalanan Kaisar Tertinggi

Status: tamat
Genre:Fantasi Timur / Harem / Misteri / Tamat
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: Chizella

ARC 1 - Reruntuhan Kuno Dimensi ~ END

Sekte Qingyun adalah salah satu dari sekte-sekte besar di benua itu. Murid-muridnya berbakat, dengan kekuatan mereka masing-masing mereka berlomba-lomba untuk menjadi lebih kuat mencapai puncak di sekte itu.

Namun, ada seseorang yang tak bisa melakukan semua itu... Yun Zhi namanya, dia memiliki tubuh yang begitu lemah, membuatnya tak bisa berkultivasi seperti yang lain. Sampai pada akhirnya ia ditemukan dengan wanita cantik yang akan membuatnya lebih kuat.

Ini akan menjadi perjalanan panjangnya, yang terlemah menjadi yang terkuat.

BUAT YG MAU NANYA "KAPAN MC-NYA OP?" MCNYA OP DI BAB 20AN!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chizella, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8: Lembah Petir

Beberapa hari telah berlalu sejak pertarungan terakhir mereka, dan kini Yun Zhi dan Tianqiong tiba di sebuah tempat yang jarang disentuh oleh kehidupan—Lembah Petir. Tempat itu bagaikan rahim langit yang murka, penuh dengan gelegar dan cahaya menyilaukan. Konon, hanya dalam beberapa sambaran saja, petir di sana dapat memanggang kultivator di Ranah Core Formation hingga tak bersisa.

Langit di atas lembah itu tampak berat, penuh dengan awan hitam kelam yang menggantung rendah. Gumpalan-gumpalan itu terus menumbuk satu sama lain, mengalirkan kilat seperti nadi langit yang mengamuk. Sambaran petir meluncur dari langit dengan suara menggelegar, membelah udara dan menghantam tanah tanpa arah, menciptakan kawah-kawah hangus di sekelilingnya.

Tanahnya gelap, basah oleh kelembapan abadi yang dibawa badai. Tidak ada kehidupan yang berani tinggal. Pohon-pohon yang pernah tumbuh kini hanya tinggal kerangka hitam, arang dari masa lalu yang telah lama terbakar.

Yun Zhi berdiri di antara riuh itu, jubahnya berkibar diterpa angin liar, lalu menoleh pada Tianqiong yang tetap tenang di tengah gemuruh tersebut.

"Kita memang sedang melarikan diri, tapi kenapa ke tempat berbahaya seperti ini?"

Tianqiong melangkah pelan, suaranya sehalus bisikan angin di antara petir. Jemarinya yang ramping sesekali memainkan rambut panjangnya yang tertiup, seperti tak peduli pada amarah langit.

"Tempat ini memiliki kekuatan petir yang kuat, cukup untuk membantumu menerobos menggunakan Tubuh Tertinggi dengan menyerap energi petir."

Meskipun nada bicaranya tenang, mata Tianqiong bersinar—ia tahu, tempat ini adalah ujian sekaligus kesempatan.

Mereka berjalan menyusuri lembah, menuju sebuah batu besar yang menjulang tinggi, seolah menjadi satu-satunya penopang dalam lembah neraka itu. Ujungnya runcing, kasar, dan keras, namun dengan satu gerakan jari Tianqiong, puncak batu itu berubah menjadi rata, halus seperti cermin yang baru ditempa.

Yun Zhi menaiki batu itu, duduk bersila dengan tenang di atasnya. Udara di sekeliling tubuhnya mulai bergetar, dan tangannya mulai membentuk segudang mudra dengan ketepatan sempurna. Bibirnya melafalkan mantra-mantra kuno, dan dari pusat telapak tangannya, energi biru mulai melingkar, membentuk formasi sihir di bawah tubuhnya.

Huruf-huruf kuno yang berkilau muncul dari batu, bergerak dalam putaran lambat. Tak lama kemudian, langit di atasnya menggelegar.

Petir yang tadinya menyambar liar kini berubah arah. Semua cahaya langit yang menyala—jatuh serentak ke tubuh Yun Zhi.

BOOM—!

Sambaran pertama membuat tubuh Yun Zhi terguncang hebat. Darah muncrat dari mulutnya, namun ia tetap teguh, kembali merapikan napasnya dan memperkuat fondasi spiritualnya.

Waktu berlalu, tidak dalam hitungan jam, tapi bulan. Musim berubah, awan tetap sama. Setiap hari tubuh Yun Zhi disambar petir yang membakar tulangnya, menyayat kulitnya, dan mengguncang rohnya. Tapi ia bertahan. Kulitnya yang dulu pucat kini menghitam, lalu kembali terang. Dagingnya yang terkoyak terus pulih, mengeras dan berkilau.

Lambat laun, tubuh itu tak lagi menolak sambaran petir. Ia mulai beradaptasi. Petir bukan lagi kutukan, melainkan makanan bagi jiwa dan daging. Perlahan, aura emas muncul dari tubuh Yun Zhi—lembut, namun kuat. Ia seperti matahari pertama setelah badai panjang.

Dari kejauhan, Tianqiong memandangnya dengan tenang. Mata indahnya memantulkan cahaya dari tubuh Yun Zhi.

"Tidak buruk. Dia benar-benar berhasil menerobos." Ia mengangkat kedua tangannya, meregangkan tubuh dengan anggun. Gerakan itu membuat pakaian bagian atasnya tertarik naik sedikit, menampakkan lekuk menggoda yang mengguncang halus di bawahnya—tanda bahwa meskipun dunia ini penuh kehancuran, keindahan tetap hidup di antara reruntuhan.

Lalu tiba-tiba, dari tubuh Yun Zhi, ledakan cahaya emas melonjak ke langit. Petir berhenti. Langit yang sebelumnya hitam mendadak robek oleh cahaya, digantikan oleh langit biru bersih seperti pagi hari pertama dunia diciptakan. Burung-burung terbang, serangga-serangga kecil keluar dari persembunyian, dan dunia seakan menghembuskan napas lega.

Yun Zhi telah menerobos—ke Ranah Foundation Establishment, Tahap Kokoh.

"Dengan begini, setidaknya kekuatanku sudah setara dengan dia, bukan?"

Dengan napas panjang, Yun Zhi bangkit dari duduknya. Ia menatap langit yang kini tenang, lalu mengangkat kedua tangan dan meregangkan tubuhnya. Otot-otot yang telah digembleng petir mengeras indah, dan tubuhnya bersinar samar oleh kekuatan yang baru diperoleh.

Namun kekuatan bukan tanpa harga. Tubuhnya limbung. Langkahnya goyah, dan ia hampir saja jatuh dari batu.

Tapi dalam sekejap, sebuah tangan lembut menyambut pinggangnya—hangat dan stabil. Tianqiong, selalu hadir di saat dibutuhkan, memeluknya dengan sikap anggun namun kuat.

"Tianqiong, selanjutnya apa yang harus dilakukan?"

"Entahlah, dengan sumber daya luar, agak sulit untukmu terus menerobos. Cara termudah adalah bergabung dengan Sekte lalu mempelajari teknik-teknik yang mereka miliki, atau..." Ucapannya terhenti. Yun Zhi memiringkan kepalanya, bingung.

"...Bunuh kultivator bebas, lalu rebut harta mereka. Sebenarnya yang sudah masuk Sekte juga bisa, namun ada kemungkinan bisa menyinggung sebuah Sekte, dan itu akan sulit bagi dirimu yang sekarang."

Kata-katanya tenang, namun penuh makna. Dunia kultivasi bukan tempat bagi mereka yang terlalu banyak bertanya soal benar dan salah.

"Kau benar. Namun karena dunia ini kejam, maka kita juga tidak bisa bersikap lembut. Untuk sekarang sepertinya kita harus memasuki kota terlebih dahulu." Yun Zhi mengusap dagunya, berpikir cepat.

"Apa yang mau kau lakukan di sana?"

"Di kota biasanya ada pelelangan, mungkin saja barang-barang yang bagus akan dikeluarkan. Itu cukup untuk menambah kekuatan."

Tianqiong menatap lurus padanya, kali ini wajahnya tak setenang biasanya—terlihat serius, sedikit muram, namun mengandung rasa ingin tahu yang dalam.

"Kalau begitu, aku menginginkan sesuatu."

"Apa itu?"

"Jika aku menemukannya, maka akan kuberitahu nanti."

Yun Zhi hanya menggelengkan kepalanya perlahan, mengukir senyum tipis. Ada misteri dalam setiap ucapan Tianqiong, namun ia tak perlu tahu semuanya sekarang.

Dengan satu lompatan ringan, keduanya terbang menembus langit yang baru cerah, meninggalkan Lembah Petir yang kini seolah telah diredakan oleh keberhasilan mereka. Mereka terbang menuju cakrawala berikutnya—ke arah kota yang penuh rahasia, peluang, dan bahaya yang belum terungkap.

1
🍒⃞⃟✨Zhao Xia
👌
🍒⃞⃟✨Zhao Xia
bagus nih
Fiinnn
aku suka!
Fiinnn
lanjut thor
visa
bagian awal lumayan
avesy
oke aja
Yun'er
tidak mengecewakan
Nanik S
Bagus juga
Nanik S
Siapa wanita yang muncul
🌸⃝𝙒𝙤𝙤𝙣𝙖​᭄ও࿐
tak baik lah cakap macam tuh
Fairuz
semangat kak jangan lupa mampir yaa
qianyu
luar biasa!
𝐈𝐜𝐡𝐢𝐧𝐨𝐬𝐞
hao.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!