Rubby Hania, Gadis cantik yatim piatu yang di asuh sang paman dan Bibi. Namun sayang sang Bibi begitu kejam memperlakukan nya.
Suatu malam tepat setelah sang paman di makamkan, Rubby di usir sang Bibi. Rubby bertemu seorang pria bule yang sedang melintas. Marco Tarance hampir saja menabarak nya. Marco sempat memakinya. Namun anak laki-laki Marco yang berusia 6 tahun Avalon Tarance, malah menolong dan membawa Rubby pulang.
Akhirnya Rubby menjadi pengasuh Avalon. Suatu malam Marco hampir memperkosa Rubby, dan Avlon yang memergoki sang Ayah yang hendak berbuat aib, maka ia memaksa Marco agar menikahi Rubby.
Bagaimana kisah selanjutnya Antara, Rubby, Marco dan Avalon. Sorry, I Love you.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rose noor, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
8. Kesalahan
Sudah hampir tiga bulan Rubby tinggal di rumah Marco menjadi pengasuh Vallon.
Perlakuan Marco cukup baik padanya, walaupun kadang ramah dan kadang dingin. Namun Rubby tidak peduli, yang penting Vallon selalu ceria. Rubby selalu membacakan dongeng sebelum tidur.
Rubby juga sudah tidak tahu lagi kabar kuliahnya. Teman-temannya, pelajarannya, ia putuskan, mungkin ia akan mengakhiri kuliahnya. Biarlah untuk saat ini Rubby ingin mengumpulkan uang. Setelah uang nya terkumpul dia akan kembali dapat berkuliah suatu Hari Nanti.
Malam ini Vallon tidur lebih cepat, seperti nya ia kelelahan setelah beraktivitas di sekolah nya dari pagi hingga sore.
Sebelum tidur, biasanya Rubby menonton televisi di ruang bawah. Marco sudah mempersilahkannya. seperti malam ini, setelah Vallon tertidur Rubby turun ke lantai bawah, duduk di sofa dan menyalakan televisi. sedangkan Bu Muria dengan suaminya sudah tidur.
"Hemm, tak ada yang menarik! Astaghfirullah! aku juga belum mengantuk," gumam Rubby. Biasa nya ketika tak mengantuk Rubby akan mengisi waktunya dengan membaca Al'quran atau membaca buku-buku yang ia dapat dari rak buku di kamar Vallon.
Namun untuk malam ini ia tidak dapat membaca Alqur'an karena sedang berhalangan datang bulan. Dan buku di kamar Vallon tidak ada yang menarik.
Chanel demi channel ia ganti, "Huff, matikan sajalah. Lebih baik aku tidur," ucap Rubby.
Berbarengan dengan Rubby yang berdiri dan hendak mematikan televisi, tiba-tiba Marco masuk dari pintu luar. Ia baru saja pulang dari kantor.
"Selamat malam Nona Rubby!" sapa Marco.
"Ah, selamat malam Tuan! maaf saya tidak tahu Tuan sudah pulang," ucap Rubby terkejut.
"Tidak mengapa, Apa Vallon sudah tidur?" tanya Marco kembali.
"Sudah Tuan! sepertinya Tuan Vallon kelelahan dengan aktivitasnya di sekolah," Jawab Rubby.
"Begitu rupa nya," tukas Marco.
"Maaf , Tuan hendak di siapkan makan atau hendak di buatkan minum?" tanya Rubby dengan tetap menunduk. Walaupun terasa canggung Marco adalah majikan nya, setidaknya ia harus berbasa basi.
Marco telah berani menggajinya dengan cukup tinggi dan Rubby rasa tidak begitu seimbang dengan pekerjaannya yang hanya mengurusi Vallon, Rubby lebih banyak santainya setelah mengurus keperluan Vallon selesai.
"Terima kasih Nona Rubby, Saya sudah makan dan minum tadi di kantor. jika Nona Rubby tidak keberatan tolong siapkan saja air hangat untuk saya berendam," pinta Marco.
"Oh tentu tidak Tuan, saya tidak keberatan sama sekali , namun ini sudah terlalu malam Tuan untuk berendam." tidak ada maksud lain dari Rubby, hanya mengingatkan.
"Tidak mengapa, saya hanya ingin berendam beberapa menit saja! tubuh saya rasanya lelah," ucap Marco lalu ia duduk di sofa.
"Baiklah kalau begitu Tuan, Saya permisi," pamit Rubby, sembari hendak meletakkan remote control yang masih ia genggam.
Namun tanpa Rubby sengaja, remote control itu tertekan dan berpindahlah channel televisi itu ke saluran luar negeri. Yang ternyata saluran itu sedang menayangkan adegan dewasa.
Marco yang melihat itu, ia terbelalak. begitupun dengan Rubby. Saat ia mendengar suara desahan, yang awalnya Rubby tidak sadar channel televisi itu berpindah,
dengan spontan Rubby pun menoleh pada layar televisi.
"Aaaaaaa..Astagfirullah. Itu apa Tuan? maaf tuan tolong matikan tv nya," Rubby pun berteriak. lalu ia menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya sembari berbalik membelakangi layar televisi.
Remote televisi yang Rubby pegang dan awal nya Rubby hendak taruh di atas meja, terpental ke sisi kanan ruby agak jauh, saking terkejutnya Rubby.
Untuk beberapa detik Marco tertegun pada layar televisi itu. lalu ia mengusap wajahnya kasar. kejantanannya terasa dibangkitkan, saat melihat adegan dewasa itu. Terlebih suara dari desahan si pelakon adegan yang tertangkap telinga Marco, seakan ia yang sedang beradegan tersebut.
Marco menyadarkan dirinya, Ia berusaha mencari remote kontrol yang tadi terlempar. Namun remot kontrol itu tidak ia temukan. Suara desahan serta erangan orang dari televisi itu makin memekakkan telinga marco. Ia takut hilang kontrol, terlebih ada Rubby yang terlihat menarik di hadapan nya.
Rubby masih dalam posisi semula membelakang televisi dan menutupi wajahnya lekat-lekat dengan kedua telapak tangannya.
"Nona di mana remotenya? saya tidak dapat menemukan nya," tanya Marco
"Tidak tahu Tuan, tadi terlempar. Maaf tuan saya tidak sengaja menyentuh ke channel nya. Tolong, tolong matikan televisinya," ucap Rubby tubuhnya bergetar karena takut.
Setelah Marco mencari kesana kemari. akhirnya remote control itu ia dapatkan. dengan cepat Marco mematikan televisi itu. suara desahan dan erangan serta aksi di layar kaca itu sudah membuat panas sekujur tubuh Marco. Ia berusaha menahan gairah nya.
"Sudah Nona Rubby," ucap Marco. Rubby masih mematung seperti tadi. Marco yang melihat Rubby bergetar ketakutan. maka ia menarik Rubby merapatkan wajah nya yang masih di tutupi telapak tangan nya ke dadanya.
Marco memegangi kepala Rubby dengan tangan kirinya. Entahlah ia hanya ingin membuat Rubby tenang, karena ia tahu Rubby tubuhnya bergetar seperti ketakutan.
Jelas saja Rubby merasa ketakutan dan malu. hingga usianya yang hampir 20 tahun itu. jangankan utuk melihat adegan seperti itu. bahkan disentuh laki-laki saja sebagai pacar tidak pernah.
"Sudah, tidak mengapa Nonna Rubby! Saya tahu Anda tidak sengaja melakukannya," ucap lembut Marco.
"Terimakasih Tuan, namun saya merasa jijik melihat adegan seperti itu. Saya juga baru kali ini melihat film seperti itu," gumam Rubby, seperti nya ia terisak.
Namun karena perlakuan hangat Marco yang kali ini lembut. Rubby mendapatkan kekuatan dan ketenangan. Setelah merasa keadaan nya stabil, lalu ia menarik wajahnya dari dada Marco.
Dalam keadaan menenangkan Rubby. Marco pun melakukan hal yang sama, ia menekan gejolak hasrat nya, yang tersulut oleh adegan panas tersebut.
"Maaf tuan, maaf," ucap Rubby mendongakkan wajahnya menatap wajah Marco.
"Sudahlah tidak mengapa. Ini kesalahan," ucap marco, dengan suara parau. "Mengapa Anda begitu ketakutan Nona? betulkah sebelumnya Anda tidak pernah melihat adegan film seperti itu? tanya Marco penuh selidik, ia penasaran dan hampir tidak percaya dengan pengakuan Rubby.
Jaman sekarang, rasanya tidak mungkin dengan usia Rubby yang sudah sebesar itu, tidak pernah menonton film dewasa. Namun karena dilihat dari gelagat Rubby yang ketakutan dan dari tubuhnya begitu bergetar, maka Marco sedikit percaya.
Rubby menggelengkan kepalanya pelan. "Tidak pernah tuan, sungguh!" jawab Rubby pelan Karena malu. Marco hanya manggut- manggut, ia tatap lekat wajah Ruby yang masih menatapnya polos.
"Kamu cantik dan menarik Nona," gumam Maro. Rubby terlihat cantik dan menarik di matanya. ada debaran berbeda di dalam hatinya. semenjak kepergian istrinya. Marco menutup diri terhadap perempuan.
"Maaf Tuan, saya harus pergi! terimakasih Tuan tidak marah pada saya," ucap Rubby pelan karena betul-betul malu. Di tambah rasa canggung karena Marco tak melepaskan nya dan masih menatapnya lembut.
"Sudahlah mengapa saya harus marah, tidak perlu di pikirkan!" ucap Marco, tangan nya masih di kepala belakang ruby. sehingga wajah Marco dan wajah ruby saling berdekatan. dengan pelan, Marco mulai menundukkan kepalanya. Ia fokus pada bibir Rubby yang menganga. Mungkin dorongan setan yang kini menguasainya
Rubby yang melihat gelagat aneh Marco, hendak pergi dan melepaskan diri dari Marko. namun tangan Marco yang berada di kepala belakang Rubby sangat kuat menahan nya. hingga bibir maskulin Marco ini sudah mendarat di bibir Rubby. Entah disadari atau bagaimana Marco melakukan itu.
Ruby sangat terkejut. aliran panas menyeruak dalam tubuhnya. begitupun dengan Marco. efek tayangan panas di televisi. membuat Marco kehilangan pemikiran waras nya.
Marco mulai menekan bibir Rubby dengan lembut, lalu ia berusaha memperdalam kecupan nya dan menarik bibir bawah Rubby agar Rubby membalas pagutan nya. Yang awal nya kecupan ringan, kini sudah berubah menjadi pagutan penuh gairah dari Marco.
Rubby yang tidak mempunyai pengalaman berciuman. Iya masih sangat mengontrol dirinya dan sadar. Rubby berusaha mendorong tubuh Marco. Namun Marco malah menarik pinggangnya untuk lebih merapat pada tubuhnya.
Marco sudah tidak dapat mengontrol keinginannya untuk mencium Rubby dengan penuh gairah. Sudah lama hasrat kelelakian bagai mati suri. namun dengan insiden kecil perpindahan channel TV itu. yang justru kini membuat gairah nya terbangun. terlebih ada perempuan muda dan menarik di hadapan nya, maka Marco makin hilang akal sehatnya.
"Tu..Tu..an..Rubb..bbb..by mo..ho..oonn lep..pass Tu..an! ucap Rubby bergumam karena mulutnya dikuasai oleh mulut Marco.
Rubby menahan tubuhnya yang mulai bergetar, hawa panas dan desiran yang ia tidak mengerti merespon baik pada aksinya Marco. Hawa panas makin merayapi tubuh nya. Namun Rubby makin takut. Dengan sekuat tenaga ia mendorong Marco dengan terus, terus dan terus. Hingga akhirnya Marco terjatuh duduk di atas sofa.
Next Up👉
msak orang baik harus d madu
tpi gpp udah ending juga
gemes q ma emily
pngen uwel uwel mak AUTHORRRRRRRRRR
Q GA HARUS nunggu up nya buat tahu kejutan krna pas q baca udah tamat
tpi tetep aja masih deg deg an
pa lagi yg part 1 walah 3kli baca ga bosen
ampe klo dngar bacaan Ar-Rahman q pasti inget ustad afnan
smangat bunda