NovelToon NovelToon
Gadis Introvert Milik Ardiaz

Gadis Introvert Milik Ardiaz

Status: tamat
Genre:Teen / Cintamanis / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:17.7k
Nilai: 5
Nama Author: Itsaku

"Menarik...!" seringai misterius seorang Ardiaz menghiasi wajah tampannya.

"Jangan panggil gue Ardiaz, kalau untuk mendapatkannya saja gue nggak bisa!!" imbuhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Itsaku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

8

Rumah orang tua Starla sudah ramai oleh tamu-tamu yang hari ini turut merayakan ulang tahun Starla ke-18. Tidak banyak yang diundang oleh Starla, hanya keluarga Ardiaz dan teman-teman sekolahnya.

"Lo nggak ngundang Diaz, La?" tanya Feby karena belum melihat sosok yang dia pertanyakan.

"Iya kali enggak..." sahut Icha. "Ardiaz kan selalu jadi tamu spesial. Iya nggak, La?!" Icha melirik Starla.

"Dia agak telat, soalnya mami dan papinya lagi ke luar kota." begitu jawab Starla.

"Iya deh..., yang paling tahu schedulenya calon mertua...!!" goda Icha.

"Apa sih, kalian ini...!!" Starla tersenyum malu-malu.

Sementara itu, yang ditunggu kedatangannya sudah berada di sekitar rumah Starla. Dia baru saja memarkir mobilnya. Sedikit jauh dari rumah Starla, karena sepertinya dia datang paling akhir.

"Yuk, turun!" kata Ardiaz pada Alea.

"Diaz..., aku nggak yakin bisa berbaur dengan mereka..." lagi-lagi Alea mengeluh, dia menatap ke depan dengan tatapan kosong.

"Selama lo di samping gue, tidak akan terjadi apapun." kata Ardiaz meyakinkannya.

Dengan gerakan pelan Alea membuka pintu mobil lalu keluar. Menarik nafas panjang kemudian membuangnya secara berlahan, sebelum mengiringi langkah lebar Ardiaz.

Semua terkejut karena Ardiaz datang dengan seorang gadis cantik yang tidak mereka kenal. Alea kini menjadi pusat perhatian. Bagaimana tidak, A-Line dress lengan pendek warna biru wardah pilihan Tere itu sangat pas untuk badan Alea. Ditambah lagi dengan high heels putih bertabur sedikit glitter, yang membuat penampilan Alea semakin menawan malam itu. Jangankan mereka yang baru melihat Alea. Ardiaz yang sudah dua minggu bersama Alea saja sangat kaget dengan penampilan Alea.

"Siapanya Diaz?!"

"Ini sih bisa jadi couple goals nya SMA Pelita."

"Sepupunya kali ya. Kan Ardiaz gak punya adik."

"Starla kalah telak ini sih..."

"The real bintang pesta malam ini nggak sih..!!"

Starla yang asyik ngobrol dengan Feby dan Icha pun terdiam, karena suasana mendadak hening dan semua mata fokus pada satu titik yang sama.

"Oh my God...!" pekik Feby. "Sumpah demi apa?!! Ardiaz gandeng cewek di pesta lo, Starla...!!" imbuhnya dengan mata tak berkedip melihat Alea.

"Wah..., kode perang dunia, nih..." gumam Icha lirih sambil melirik Starla.

"Apa-apaan ini?! Diaz kenapa bawa itu cewek, sih?!!" geram Starla.

"Titipan mami." kata Ardiaz tanpa basa-basi dan tanpa mengucapkan selamat.

"Thanks, Diaz..." Starla berusaha tetap tersenyum ramah.

"Siapa nih?!" celetuk Feby.

Sontak saja Feby mendapat cubitan manis di pinggangnya dari Icha. Sambil melirik ke arah Starla.

"Oh, kenalin. Ini Alea." ujar Ardiaz.

"Hai..." Feby melambaikan tangan pada Alea yang tersenyum manis di samping Ardiaz.

"Gue gabung sama yang lain, ya." pamit Ardiaz.

Tahun-tahun sebelumnya Ardiaz selalu berada di sisi Starla dengan keluarganya. Namun tidak dengan sekarang. Hal itu pun menggelitik rasa penasaran sebagian besar tamu undangan yang selama ini menganggap Ardiaz dan Starla memiliki hubungan spesial.

Acara berjalan dengan tenang, meski Ardiaz memisahkan diri dari tuan rumah. Dia juga tidak mendekat saat acara tiup lilin. Demi kelancaran acara, Gisel, mamanya Starla pun, menahan rasa kesalnya lantaran sikap masa bodoh yang ditunjukkan Ardiaz.

"Apa-apaan ini? Apa itu anak yang dimaksud Starla?" pikir Gisel.

Gisel semakin geram saat melihat Ardiaz menggandeng tangan Alea dan seperti sedang pamit pada teman-temannya.

"Apa ini...?! Dia pergi tanpa pamit!!" emosi Gisel benar-benar di ujung tanduk.

"Sayang, mama akan menemui mereka. Kamu tenang saja, mama akan urus semuanya demi kamu." bisik Gisel pada putrinya.

___

Semua sedang menikmati acara pesta yang digelar oleh Starla. Namun tidak dengan Alea yang semakin merasa tak nyaman. Kepalanya mulai berdenyut, dan perutnya juga terasa mual.

"Diaz, aku mulai nggak nyaman. Bisa tolong pesankan taksi? Aku akan pulang, dan kamu bisa melanjutkan pestanya." bisik Alea.

Ardiaz melihat wajah Alea berubah sedikit pucat dari sebelumnya.

"Kita pulang sama-sama." kata Ardiaz.

"Guys, gue cabut duluan ya." pamitnya pada Rasya dan Lutfi.

"Seriusan? Tanggung nih, bro..." balas Lutfi.

"Alea kurang enak badan." katanya.

"Oh, oke. Hati-hati." ujar Lutfi kemudian.

"Pulangin beneran anak orang, jangan belok-belok..." celetuk Rasya.

Ardiaz hanya geleng kepala menanggapi ocehan Rasya. Rasya dan Lutfi, juga teman-teman baik Ardiaz, belum ada yang tahu kalau Alea tinggal di rumah Ardiaz.

Saat hampir mencapai pintu gerbang, Ardiaz berhenti karena suara Gisel yang memanggil namanya.

"Mau kemana, Diaz?" tanya Gisel sambil menatap Ardiaz dan Alea bergantian.

"Pulang." jawabnya singkat.

"Kenapa buru-buru, acara belum selesai, lho...?" tanya Gisel.

"Alea kurang enak badan. Permisi." jawab Ardiaz sekaligus pamit.

"Diaz, tunggu!!" seru Gisel dengan nada tinggi.

"Pergilah ke mobil duluan, gue akan menyusul." Ardiaz memberikan kunci mobilnya pada Alea.

Setelah Alea berlalu dari hadapannya, Ardiaz balik badan dan kini berhadapan dengan mama Starla.

"Ada apa lagi, tan...?" tanya Ardiaz yang sebenarnya sangat malas meladeni Gisel.

"Kenapa kamu jadi seperti ini? Menolak join bikin acara pestanya Starla. Lalu datang dengan anak itu. Cuek sepanjang acara. Sekarang pergi tanpa pamit. Kok tega sekali kamu sama Starla?!"

Ardiaz hanya tersenyum miring mendengar ucapan Gisel.

"Apa sudah setega tante dan Starla bermain-main dengan keluarga kami?! Aku rasa belum." balas Ardiaz.

"Apa maksud kamu, Diaz?!" tanya Gisel.

"Maksudnya sudah sangat jelas, kok. Permisi." balas Ardiaz, lalu beranjak dari hadapan Gisel.

"Diaz!! Tante belum selesai bicara!!" teriak Gisel.

Ardiaz tidak peduli, dia tetap berjalan menyusul Alea.

___

"Kita beli obat di apotek dulu, ya." kata Ardiaz saat mobil mereka sudah keluar dari perumahan.

"Nggak perlu. Aku hanya butuh istirahat." jawab Alea.

"Yakin?!" tanya Ardiaz sambil melirik Alea yang mulai memejamkan matanya.

"Em." Alea mengangguk.

Ardiaz tak lagi banyak bicara, dia fokus melajukan mobilnya.

Beberapa saat kemudian Ardiaz membawa mobilnya menepi. Dia mengatur sandaran pada kursi Alea, agar Alea merasa nyaman. Barulah setelah itu dia melanjutkan perjalanan.

Ardiaz hampir sampai di kompleks perumahannya, namun dia merasa tak tega membangunkan Alea. Pada akhirnya dia memilih jalan lurus tanpa tujuan.

"Ini cewek benar-benar membuat gue jadi aneh."

"Sejak kapan seorang Ardiaz rela muter-muter nggak jelas hanya demi cewek yang lagi tidur begini...?!"

Ardiaz tersenyum sambil geleng-geleng kepala. Entah sudah seberapa jauh dia mengemudikan mobilnya, tapi dia tidak peduli. Yang terpenting waktu tidur Alea tak terusik. Hingga Alea menggeliat, lalu mengucek matanya sejenak.

"Diaz, kita belum sampai?" tanya Alea yang sudah duduk kembali dengan posisi normal, setelah menyetel kursinya ke posisi awal.

"Belum. Tadi tiba-tiba ada macet, jadi harus putar balik ambil jalur lain." begitulah alasan yang diberikan Ardiaz.

"Oh..."

"Sudah enakkan?" tanya Ardiaz.

"Em. Jauh lebih baik." balas Alea. "Maaf ya, sudah merusak acara kamu dengan teman-teman kamu." kata Alea.

"Gue juga sebenarnya mau cepat pulang, sih. Males banget lama-lama di sana." ujar Ardiaz.

Alea tidak lagi membalas. Dia hanya menatap pemandangan malam dari balik jendela. Sampai matanya menangkap jajaran lampu hias di dataran yang lebih tinggi.

"Apa itu bukit?" tanya Alea kemudian.

"Oh, itu. Iya. Ada kafe di sana. Mau kesana?" tanya Ardiaz.

"Ramai?" tanya Alea lagi.

"Kalau malam minggu begini ya ramai." balas Ardiaz.

"Em. Nggak usah, pulang saja." kata Alea.

"Oke."

"Dia benar-benar tidak suka keramaian? Kenapa...?"

......................

1
TriAileen
kurang satu thor
TriAileen
syukaaa ma cerita nya. semoga gak muter2 n ending nya bahagia
Itsaku: Terimakasih...🙏 mohon kritik dan sarannya ya...😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!