"Percayalah tiada yang tidak mungkin, selagi engkau yakin pasti akan ada hal besar datang kepadamu". Novel ini menceritakan tentang seorang wanita yang memperjuangkan kesetiaannya. Namun begitu banyak hal-hal yang membuat dia terkadang putus harapan.
Akankah dia mencoba mengikhlaskan seseorang pujaan hatinya kepada orang lain atau dia akan terus mempertahakannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mrs. My, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 8 tatapan itu
Episode 8
Tatapan Itu
Putri berlari dengan nafas yang tidak dapat dia atur lagi. Dia takut akan tatapan itu namun membuat dia semangkin penasaran dengan sosok seorang akbar. Putri yang masih berlari sambil melihat kebelakang apakah akbar masih melihatnya atau tidak namun tiba-tiba terdengar bunyi
BRUKKKKKKKKK
Putri terjatuh dan tertumbur seorang laki-laki yang baru saja keluar dari kelasnya.
"Aduhhhh, sakit tau jalan itu pakai ma........, " perkataan putri terhenti ketika dia melihat bahwa laki-laki yang ditumburnya adalah faiq sosok idaman dia.
"Maaf ya maaf saya tidak lihat, " Faiq meminta maaf kepada dinda namun dia tidak melihat kearah dinda faiq hanya menundukkan wajahnya dan perlahan pergi begitu saja.
"Iya gak papa ko ditumbur berkali kali pun aku mau, " ucap putri sambil mengigit jarinya putri tidak sadar bahwa faiq sudah berjalan dan pergi meninggalkan dia.
"Tadi siapa ya yang aku tabrak ko perasaan ini jadi deg deg kan gini, ah sudahlah mungkin ini hanya perasaanku saja. " gumam faiq didalam hatinya.
Dinda yang tersadar dari khayalannya melihat faiq tidak ada didepannya lgi.
"Ihhh aku ini apaan si, tapi ganteng banget dia itu beda banget sama cowok yang seperti harimau tadi itu." ucap putri yang kemudian melanjutkan langkahnya.
Setelah kejadian tadi faiq berusaha melupakannya dan dia terus berjalan menuju asramanya. Namun diujung gedung faiq melihat akbar yang sedang istirahat dan duduk dibawah pohon rindang sambil memegang anak panah. Faiq yang melihat akbar langsung saja iya mendekatinya.
"Assalamualaikum mas, " sapa faiq kepada akbar yang sedang termenung.
"Waalaikumsalam ee faiq dari mana, " jawab akbar yang masih memegang anak panah.
"Habis dari kelas mas, mas sendiri kenapa ko faiq lihat menung gini kenapa gak dilanjuttin memanahnya mas. " ucap faiq melihat akbar yang masih termenung.
"Emm tadi si mau dilanjuttin iq tapi lagi gak mood ini gara gara cewek tadi itu," ucap akbar sambil menggaruk kepalanya.
"Cewek?????"
"cewek yang mana mas, perasaan dari tadi mas sendirian," Ujar faiq melihat kearah sekitarnya.
"Tadi si ada cewek itu ada disini iq dia sedang memanah, tapi pas saya lihat ternyata dia itu cewek yang waktu terlambat di aula ingat tidak kamu, " ucap akbar sambil memukulkan anak panah ketanah.
Faiq terdiam sejenak, faiq memikirkan siapa perempuan yang dimaksud akbar. Dia lalu teringat perempuan yang terlambat saat di aula itu.
"Oooiya mas, faiq ingat mas sepertinya dia santri baru pindahan disini soalnya belum pernah kita melihat cewek itu dan berani sama mas akbar, ucap faiq sambi meledek akbar.
"iii kamu ni iq tapi ada benarnya juga si iq, " jawab akbar.
"Yaudah gak usah terlalu difikirkan to mas, faiq kekamar dulu ya mas mau istirahat sebentar. " ucap faiq pergi meninggalkan akbar
"iya iq oh iya kamu jangan lupa nanti malam kita ada pertemuan untuk bahas soal kelanjutan lomba kita ya. " Sahut akbar sambil mengeras kan suaranya karena faiq terus saja berjalan meninggalkan dia.
"Ah sudah la akbar tidak usah difikirkan lagi tidak penting juga semoga saja tidak akan bertemu dengan perempuan itu lagi. " Gumam akbar didalam hatinya sambil menyimpan anak panah tersebut.
🌻🌻🌻
Akbar dan faiq memang sangat dekat, namun mereka tidak pernah menampakkan kedekatan mereka kepada siapapun. Walaupun mereka beda 2 tahun tapi tetap saja mereka terlihat seperti teman biasa. Namun faiq sangat menghormati akbar sebagai kakak seniornya namun mereka mempunyai perbedaan dalam keberanian.
Akbar yang selalu berani tampil didepan sedangkan faiq dia selalu tidak ingin menampakkan dirinya didepan orang banyak. Namun jika mereka sudah berkumpul faiq sudah seperti kakak adik yang saling mencagil satu sama lain itula mereka.
Tibahlah malam hari, bulan yang telah keluar untuk menyinari alam semesta terlihat begitu indah malam itu. Tepat pukul 08.00 Wib terdengar suara pengumuman yang disampaikan oleh seseorang santri.
" Diberitahukan kepada seluruh santri kelas 3 harap berkumpul diaula sekarang, " terdengar suara pengumuman yang berasal dari mic tersebut.
Dinda dan putri yang saat itu sedang menyantap makanan terkejut dengan suara itu.
"Ada apa lagi si din, ko ngumpul terus gak bosen apa ya mereka itu, " ucap putri sambil menaikkan bibirnya sebelah.
"hmmm, putri ini kan acara classmeating jadi banyak yang harus dipersiapkan kalau tidak dibagi tugas masing-masing tidak bakalan selesai. " Sahut dinda sambil menyantap nasinya.
"Yaudah yuk selesai kita makan kita kesana ya nanti kamu telat lagi seperti kemaren hahaha. " Dinda dan putri segera menyantap makan malam mereka.
Setelah selesai mereka bersiap siap untuk pergi ke aula tersebut, Karena putri yang terlalu lama akhirnya dinda yang pergi dahulu.
"Dinda tungguin dong, " putri berlari mengejar dinda.
"Kamu si lama banget, ayuk cepetan nanti kita bisa telat. " Dinda dan putri mempercepat langkahnya.
🌻🌻🌻
Sesampai di aula putri duduk dipinggir tepatnya disamping dinda. dia bersembunyi disamping tubuh dinda karena dia tidak mau terlihat oleh akbar, dia teringat kejadian tadi siang yang dia alami di tempat memanah tersebut.
Beberapa menit kemudian acara juga belum dimulai karena semua pada menunggu akbar tiba. Putri yang mulai bosan akhirnya menekukkan wajahnya.
"Giliran sudah kumpul saja ee si harimau itu belum datang bagaimana si, kalau kita telat kita yang dimarahi. " Ucap putri yang sebal
"Sabar putri, mungkin mereka lagi menyiapkan sesuatu. " Dinda yang terlihat menenangkan putri.
"Tu mereka sudah datang put, dinda menunjuk kearah dua orang yang baru saja datang.
Akbar datang bersama faiq dibelakang nya, namun hanya akbar yang memberikan arahan didepan sedangkan faiq duduk dibelakang nya dan hanya menundukkan pandangannya.
"Eee dinda itu siapa yang baru saja datang bersama harimau itu, " ucap putri kepada Dinda. putri memanggil akbar harimau karena sesuai dengan sikap dia seperti mau menerkam mangsanya. Selain itu putri juga belum mengetahui namanya.
"Harimau, harimau yang mana putri disini tidak ada harimau. " ucap dinda penasaran
"Hmmm dinda itu yang pakai baju Koko berwarna merah hati dia itu seperti harimau. " ucap putri kesal
"Putri dia itu punya nama, dan namanya itu akbar. " Ujar dinda menatap putri.
" Dan itu temannya putri nama nya faiq dia adalah salah satu santri teladan disini kata abi si, " dinda menjelaskan kepada putri.
"Din ganteng banget ya din, sudah tampan hidungnya mancung coba lihat de din lihat. " ucap putri sambil memaksa dinda melihat kearah faiq.
Dinda tetap saja menundukkan kepalanya karena dia juga merasa malu. sedangkan putri sesekali memandang faiq dari kejauhan.
🌻🌻🌻
Tepat pukul 10.00 Wib akhirnya acara pun selesai, semua pada bubar dan kembali untuk beristirahat karena waktu sudah malam. Dinda dan putri keluar paling terakhir secara bergantian. Ketika dinda hendak tegak terlihat seseorang melihat kearah nya.
Tatapan yang tertuju pada dinda siapa lagi kalau bukan akbar. Akbar melihat dinda dari kejauhan, ketika dinda memalingkan wajahnya terlihat akbar sedang menatap dirinnya. Namun dinda langsung segera bersembunyi di balik tubuh putri agar tidak terlihat oleh akbar.
...****************...
BERSAMBUNG
Terimakasih telah membaca...
Tunggu episode selanjutnya ya 🌻🌻🌻
dah lama ga up jadi udah agak lupa 😅
salam dari -ZEVANAYA-
semangat up nya kak✊✊
ayo selalu saling dukung👍👍
ditunggu ya kelanjutannya slalu hadir JODOH TERPAKSAKU
Ditunggu Next capt terbarunya😁
Udah ku bom like dan kasih rate Lima
Yuk saling suport🤗❤
Terimakasih🙏
Lanjut Thor.
Semangat terus ya..