NovelToon NovelToon
Istri Bayangan CEO Tampan

Istri Bayangan CEO Tampan

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:28.4M
Nilai: 4.8
Nama Author: fink fink

Namanya Dhatu, yang artinya anak yang anggun bagai ratu. Orangtuanya memberi nama itu dan berharap putri kesayangan mereka dapat diperlakukan bak ratu oleh pasangan hidupnya kelak. Namun siapa sangka, arti nama tak selalu sama dengan hidup yang kita jalani.

Demi membalas budi dan menjaga kehormatan kedua orangtuanya, Dhatu Anjani terpaksa menikah dengan Dirga. Lelaki tampan dengan sikap dingin, seorang CEO dari perusahaan eletronik yang cukup terkenal di Indonesia.

Dirga tak menginginkan pernikahan konyol itu. Padahal, dirinya memiliki seorang kekasih, Kana. Akan tetapi orang tuanya begitu memaksa agar ia menikahi Dhatu.

Dirga yang menyerah akhirnya menerima perjodohan itu, namun ia tak pernah sekalipun meninggalkan Kana. Ia akan membuat hidup Dhatu bagai di nereka dan membuat wanita itu menyesel karna telah menerima pernikahan yang seharusnya tak pernah terjadi.

"Kamu hanyalah bayangan yang akan selalu berada di belakang, jadi jangan perlihatkan dirimu di hadapanku!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fink fink, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Siapakah Aku Bagimu?

Dhatu menyesali keputusannya yang ingin menghibur hati dengan menyantap makanan enak di restoran favoritnya. Siapa sangka, ia akan melihat pemandangan yang menyesakkan dada di sana. Semua orang yang melihat sepasang anak manusia yang tampak mesra itu, pastilah bisa menyimpulkan jika mereka adalah sepasang kekasih. Keduanya tampak mesra dan serasi, tak bisa dibandingkan dengan dirinya yang biasa-biasa saja.

Sekelebat pedih menjalar dan memenuhi setiap relung hati Dhatu saat melihat tatapan lembut yang lelaki itu berikan untuk wanita di hadapannya, sementara dirinya kerap menerima kebencian dari lelaki itu. Tidak adil rasanya, bagaimana bisa lelaki itu memperlakukanya berbeda? Padahal, dirinya adalah istri resmi yang diakui oleh keluarga, hukum, dan juga agama. Statusnya memang menang dari wanita asing itu, namun, nyatanya dirinya bukan siapa-siapa bagi lelaki itu.

Ia tak mengharapkan cinta, karna memang hal itu terlalu sulit bagi pasangan yang menikah terpaksa seperti mereka. Akan tetapi haruskah lelaki itu mengkhianati janji yang mereka ucapkan di hadapan Tuhan? Apa kebencian lelaki itu tak cukup menyiksa bathinnya, hingga dirinya tega menyiksa Dhatu lebih kejam lagi? Mungkin memang, inilah salah satu alasan kebencian lelaki itu padanya.

Dhatu segera membawa langkahnya menjauh. Hatinya tak setegar itu, pedih yang menyayat hati, membuatnya seakan tak mampu bertahan lagi. Jika saja tak mengingat kedua orang tua mereka, maka Dhatu lebih memilih pergi. Memberikan kebebasan yang lelaki itu butuhkan. Memang ia akui, jika pernikahan mereka tak seharusnya terjadi, namun semua itu tak dapat membenarkan sikap lelaki itu padanya.

Dhatu menghentikan langkah saat merasa sudah jauh dari restoran tadi. Ia menyandarkan punggung pada bangunan di dekatnya. Ia meraba dadanya yang terasa sesak. Dirinya pernah jatuh cinta dan patah hati, namun tak pernah sesakit ini? Padahal, dulu ia pun mengalami hal yang sama, dikhianati oleh lelaki yang begitu dicintainya. Apa semua lelaki di muka bumi ini sama saja? Kerap menghancurkan hati dan menjadikan cinta sebagai permainan yang bisa ditinggalkan begitu bosen.

Dhatu mengadahkan wajah, menatap sendu langit malam yang tak bersahabat padanya. Angkasa terlihat indah dengan beberapa benda langit yang menghiasinya, bertolak belakang dengan perasaannya saat ini. Air mata jatuh dan membasahi pipi Dhatu.

"Apa yang harus ku lakukan?"

Dhatu berjongkok dan memeluk lututnya. Ia menenggelamkan wajahnya di sana dan menangis tersedu-sedu. Anehnya sesak yang menguasai dada tak kunjung reda. Masih terasa begitu menyakitkan.

***

Dhatu menyapu sekeliling ruangan saat tiba di rumah dan keadaan ruang tamu sudah tak segelap ketika ia kembali tadi sore. Jarum pendek pada jam tangannya sudah menunjuk ke angka sebelas. Mungkin lelaki itu baru pulang setelah berkencan, begitu pikir Dhatu. Wanita itu mengendap-endap, tak ingin diketahui keberadaannya oleh Dirga yang saat ini entah berada di mana. Jujur, ia mulai belajar tak peduli.

"Dari mana aja kamu?"

Suara lelaki itu menghentikan langkah Dhatu. Ia terlihat bagai seorang pencuri yang ketauan oleh Si tuan rumah. Dhatu membeku di tempatnya. Ia memang salah tak meminta izin terlebih dahulu, namun apa semua itu perlu saat lelaki itu menuntutnya tak terlihat? Dhatu pikir, lelaki itu tak mau mengetahui keberadaan, maupun melihat raganya.

"Ditanya malah diem aja. Kamu tuli, ya?" Dhatu dapat mendengar langkah kaki yang mendekat ke arahnya.

Dhatu membalikkan tubuh dan berusaha tersenyum semanis yang ia bisa. "Bukannya Tuan Dirga yang terhormat memintaku menjadi bayangan? Harusnya, Tuan juga memperlakukanku seperti itu. Nggak terlihat."

Lelaki itu tersenyum mengejek. "Aku bukan bermaksud melihatmu. Kamu membanggakan status istrimu, tapi nggak tau bagaimana caranya menjadi istri seseorang."

Cih! Apa dia pikir, dirinya juga tau bagaimana harus bersikap sebagai seorang suami? Konyol sekali!

"Tenang saja, Tuan. Aku tau benar batasanku sebagai istri seseorang, sehingga bisa menjaga diriku dengan baik."

Lelaki itu terbahak. "Dengan cara membiarkan dirimu berada di dalam pelukan lelaki lain?"

Dhatu terperanjat mendengarkan perkataan lelaki itu. Lelaki lain?

"Jadi pura-pura lupa. Aku tau benar bagaimana kelakuan wanita sejenismu. Menjijikkan!" Lelaki itu menatap Dhatu dengan tatapan merendahkannya yang tak Dhatu sukai.

"Apa maksudmu?"

"Tadi siang, di rooftop tepatnya"

Dhatu membesarkan kedua mata. Lelaki itu melihatnya dengan Krisna tadi siang? Ya Tuhan ... lelaki itu hanya mencoba menenangkannya. Dirga lah alasan dibalik tangisnya, hingga ia meminjam bahu Krisna untuk menangis. Jika bukan karna lelaki itu, maka Dhatu tak 'kan menangis di tempat kerja. Hal yang selalu dihindarinya. Bahkan dulu saat diputuskan melalui sebuah pesan singkat, Dhatu tak menangis sama sekali.

"Dia hanya seorang teman."

"Ya ... ya ... teman yang berpelukan."

Dhatu mengepalkan tangannya kuat-kut di samping tubuhnya. Jelas-jelas lelaki itu yang berselingkuh di belakangnya, mengapa dirinya yang dituduh? Ah ... mungkin ini cara lelaki itu untuk mencari kesalahannya agar bisa membebaskan diri dari beban pernikahan yang tengah mereka jalani bersama.

"Daripada teman, tapi mesra?" Sindir Dhatu. Lelaki itu berhasil memancing emosinya.

Lelaki itu mencengkram kedua lengan Dhatu dan menatapnya tajam. "Maksudmu apa?"

Dhatu melepaskan cengkraman tangan Dirga dari lengannya dan tersenyum polos. "Mau mu apa?"

"Kamu resign dari pekerjaanmu."

"Nggak akan pernah!" Dhatu tau jika perdebatan ini tak 'kan berakhir baik.

"Baiklah kalau itu mau mu. Bersiap-siap merasakan neraka di rumah, maupun di tempat kerja."

Dhatu tak gentar mendengarkan pengancaman lelaki itu. Toh hidupnya sudah bagaikan di neraka, apa bedanya jika disiksa lebih parah lagi.

"Terserah aja," ucap Dhatu seraya hendak berjalan meninggalkan Dirga, namun lelaki itu mencengkram lengannya, menghentikan langkah wanita itu. Dirga membalik kasar tubuh Dhatu ke arahnya.

"Jangan mempersulitku. Aku akan segera menceraikanmu begitu papa dan mamaku tenang dan yakin kalau hubungan kita nggak bisa dipaksakan, jadi aku harap kamu nggak menghalangi jalanku."

Dhatu tersenyum walau hatinya pedih. "Aku akan membantumu mencapai tujuanmu dengan tetap menjadi istri bayangan, jadi aku juga harap kamu memperlakukanku demikian." Dhatu melepaskan tangan lelaki itu dari kengannya, "Jangan melihat, jangan menyadari kehadiranku, dan bersikaplah bagai orang asing saat kita bertemu. Selamanya ... aku adalah bayanganmu. Dengan begitu kamu nggak akan merasa disulitkan dengan keberadaanku."

Ya, seharusnya itulah yang mereka lakukan demi menjaga hati masing-masing. Bukan hanya Dhatu yang harus tak terlihat, namun lelaki itu pun harus mengabaikannya di manapun mereka bertemu. Dengan begitu, mereka akan tetap menjadi sepasang orang asing yang tinggal bersama. Dengan begitu, mungkin saja, Dhatu bisa menyembunyikan semua rasa sakitnya sendiri.

"Gimana aku bisa pura-pura nggak melihatmu, kalau kamu terus-terusan muncul di depanku?"

Dhatu dapat mendengar kemarahan pada nada suara lelaki itu. Mengapa lelaki itu baru sadar, jika memang semua ini akan sulit bagi mereka berdua.

1
Alifah Azzahra💙💙
Mampir yah Thor 🥰🥰
Jarmini Wijayanti
semangat dalam berkarya sukses slalu thor 👍🏻👍🏻👍🏻💖
Jarmini Wijayanti
baca tapi kaget waktu kata dorrrr
Jarmini Wijayanti
nah gitu dong jujur mbak dhatu lamanya mau jujur aja susah
Jarmini Wijayanti
jangan harus bicara terus dhatu selesaikan dengan adanya suami di sisi
Jarmini Wijayanti
melayang layang terus bisa jatuh
Jarmini Wijayanti
itu obsesi bukan cinta babang Alvin
Jarmini Wijayanti
mas Krisna ama aku aja ya thor
Jarmini Wijayanti
dhatu terlalu polos gak asik di ajak romantis
Jarmini Wijayanti
kana mulailah mawas diri
Jarmini Wijayanti
bang Dirga sangat tegas hati hati dhatu jangan menyesal karena rumah tangga ada orang ketiga itu bahaya
Jarmini Wijayanti
hatimu sungguh mulia dhatu tak sepertiku ya thor 😄😄
Jarmini Wijayanti
jujurlah mbak kana
Jarmini Wijayanti
gitu dong emang jalan terbaik👍💯
Jarmini Wijayanti
terus terang aja sih tu susah amat
Jarmini Wijayanti
gimana sih pusing saya mikirnya
Jarmini Wijayanti
lebih baik di bicarakan mbak dhatu daripada salah paham tahu sendiri suami cemburuan
Jarmini Wijayanti
jangan bimbang pak Dirga mantapkanlah hatimu untuk siapa
Jarmini Wijayanti
umumkanlah pernikahan kalian kan udah saling cinta apalagi yang di tunggu
Jarmini Wijayanti
suka sifat Dirga 👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻💖😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!