NovelToon NovelToon
Jerat Pria Asing

Jerat Pria Asing

Status: tamat
Genre:Obsesi / Chicklit / Tamat
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Nurhayati 11

Mila yang tak mengerti mengapa foto itu menyerupai wajahnya dan di jadikan alasan untuk menikah dengan pria asing.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurhayati 11, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

08

Albian membiarkan saja Yelia duduk di sana. Tidak mungkin mengusir wanita itu, jika mengusirnya wanita itu akan mengadu mommy nya dan membuatnya pusing.

Walau rasa kesal masih menguasai dirinya dia tetap mencoba fokus bekerja.

Yelia menatap Albian dengan tatapan lembut senyum kecil terus mengembang di bibirnya. Ia mersa bahagia jika selalu dekat pujaan hatinya.

"Kak, kenapa gak sarapan dulu? Biar aku bukain ya." Yelia beranjak membawa paper bag miliknya, kemudian ia mengeluarkan kotak berisi sarapan. Roti yang di beri beberapa toping.

Albian menolak sebelum Yelia menyodorkan ke hadapanya

"Tidak perlu! aku sudah pesan sendiri. Makan saja! Jika kau tidak bisa diam lebih baik kau pergi!" kata Albian tak ada kata lembut dari bibirnya jika berbicara dengan Yelia. Dari awal bertemu juga Albian bersikap seperti itu, Namun Yelia tak perduli. Karena dia sudah terlanjur suka dan sangat terobsesi. Jiwa ingin memilikinya begitu gigih.

"Ya, baik lah. Aku kan diam saja." Yelia sedikit kecewa tapi wanita itu tak ingin pergi jadi ia hanya kembali duduk di kursi sofa yang duduki semula.

Albian tak perduli lagi dengan wanita itu. Kemudian ia menarik paper bag sedikit mengulum senyum.

Ada rasa bahagia saat ini setelah memegang kotak makanan itu "Jika kamu yang memasak aku mungkin lebih senang." Gumam Albian.

Pria itu sudah memutar kursinya jadi senyumnya tak akan terlihat oleh Yelia tentunya. Karena senyumnya itu hanya untuk wanitanya yaitu Mila.

"Mil kau lah wanita satu satunya yang bisa membuat ku sebahagia ini. Semoga kau bisa segera menyadari." Bantin nya Sambil melahap makanannya itu.

Tok tok tok

Fahmi masuk setelah mengetuk pintu, percuma saja jika menunggu sahutan dari dalam tidak akan di dengar dari luar. Karena rungan itu kedap suara, di tambah lagi jarak meja kerja dari pintu lumayan jauh.

"Tuan meeting selanjutnya jam 09.00 jadi Tuan harus siap siap." Ujar Fahmi, sambil membawa beberapa berkas yang akan di bawa meeting nanti.

Lantas Fahmi membuka satu persatu berkas tersebut ke Tuanya.

Albian melihat berkas itu sambil menyuap makanan nya, Fahmi tak mempermasalahkan itu. Karena dia tidak pernah menegur apa pun yang di lakukan Tuanya.

Bahkan ia berfikir jika tuanya ingin menginginkan yang lain.

"Apa Tuan butuh kopi atau yang lain?" tanya Fahmi, ya mungkin saja kan.

Albian melirik sekilas lalu berfikir "Kopi, ya! Air putih juga." imbuh Albian setuju, bahkan tak menolak tawaran Fahmi.

Yelia cemberut di abaikan dua orang pria di sana."Fahmi aku juga buatkan ya." Pinta Yelia ikut menengahi keduanya berbicara.

Fahmi yang tadinya mengabaikan wanita di sana kini pria itu menengok "Ya Nona, mau kopi apa?" sahut Fahmi.

"Chocolatos." jawab Yelia singkat. kemudian ia melanjutkan bermain ponselnya dia asik membalas komentar dari foto yang di unggah beberapa waktu yang lalu.

Tak terasa jarum jam tepat pada pukul 09.00

Albian beranjak dari kursi kerjanya setelah Fahmi terdengar mengetuk pintu dari luar.

"Mau kemana kak?"Tanya Yelia keter fokus an nya buyar saat si pria beranjak dari kursi kerja.

Ekspresi Albian suram, kenapa wanita ini terlalu banyak bertanya.

"Hah." Albian membuang nafasnya sebelum berbicara "Meeting! selesai jam 11!Jadi kau pergi saja!" Tak ada kata kata ramah atau santai sedikit pun.

"Baik lah, aku akan pergi." walau dalam hati kecewa tetapi ia juga harus pergi mata kuliahnya juga tinggal 1 jam lagi.

Yelia keluar dari kantor pujaan hatinya dengan wajah buruk tidak ada mimik wajah ceria sedikit pun."Kak Al, sampai kapan kau begitu ketus terhadap ku. Dua tahun aku bersabar tetapi kali ini aku akan mencari cara agar kamu bertekuk lutut ke pada ku. Lihat saja nanti!" Batin Yelia dengan senyum licik di wajahnya.

Kaki rampingnya berjalan dengan begitu anggun, dengan sepatu high heels pas di kakinya.

Beberapa karyawan yang kebetulan melihat begitu terpana, berapa cantiknya Yelia ini. Dari kaum adam atau pun kaum hawa. Mereka terlihat sangat terpesona.

"Pak kampus sekarang ya." Yelia berbicara dengan supirnya di sambungan telfon.

Wanita itu baru saja keluar dari lift, dan sekarang ini berdiri tegak pintu lobby menunggu supirnya datang.

Terlihat kendaran roda empat datang lalu berhenti di samping Yelia berdiri.

Sang Supir keluar membukakan pintu untuk Sang Nona.

...****************...

Hembusan Nafas Mila begitu panjang setelah duduk di kursi panjang taman. Gadis itu berhenti sejenak demi meluruskan otot otot kakinya yang terasa pegel dan tandanya juga sedikit kram.

Ting pesan masuk ( Jangan terlalu cape, takut bayi ku kenapa napa ) Albian Mahesa

Perasaan mila begitu emosi, setelah membawa pesan itu. "Ini orang pasti sudah gila."

Mila membalas pesan dengan penuh emosi.( Dasar gila,,,gak ada bayi di perutku ya !😡 )

( Pasti ada, kamu belum cek kan. Nanti kita ke rumah sakit ya ) Albian Mahesa

Enteng sekali pria itu berkata

( Gak. Aku sibuk! ) Balas Mila. Dan baru saja teringat akan obat itu.

"Apa aku cek obat itu ke dokter sekarang. Tapi ini hampir jam makan siang, dan aku harus mengirim kotak makan untuk nya." Mila begitu bimbang. Tapi rasa penasaran sungguh luar biasa dan sekalian ingin mengecek, apa kah dirinya hamil atau tidak.

Mila beranjak dan kebetulan ada pesan masuk jadi ia melihat ponselnya.

( Ya Bu, aku segera kembali ) balas Mila

Mila memasukan ponsel kembali kedalam saku jaketnya, lalu pergi dari sana.

( Ayo lah, menurut) bujuk Albian mengirim pesan lagi

Tak ada tanggapan dari sang pemilik nomor jadi Albian berkacak sebel, di rungan meeting itu Albian tak fokus sama sekali.

"Hufff, kemana wanita ini." gumam Albian manik mata nya menatap layar ponsel terus menerus.

Dan gerak geriknya tak luput dari pandangan semua orang, mereka semua heran.

"Wanita ini tidak bisa kah membuatku senang."Dumel Albian sebel.

Tidak ada balasan lagi jadi ia menyimpan ponselnya ke dalam saku kemejanya. Melihat angka jam menunjukan 11.00 berdiri dan meninggalkan ruangan meeting. Tanpa sepatah kata pun dua jam di rungan meeting itu tak ada satu orang bisa menyenangkan hatinya.

"Lanjut nati jam 01.00 habis makan siang. Kalian sudah ada di sini! dan ya perbaiki lagi. Tuan terlihat tidak puas!" Ujar Fahmi sebelum keluar menyusul Bosnya.

Fahmi berjalan sambil membawa ipad dan juga beberapa berkas.

"Na, ini kau cek. selesai kau kirim ke bos ya." Fahmi meletakan berkas yang di bawa tadi. Kemudian ia masuk ke dalam raungan bosnya.

Tina sekertaris itu hanya mengangguk ringan sebagai jawaban.

Sementara itu di tempat kerja Mila, gadis itu baru saja tiba.

Terlihat Nadia sedang membantu Bu Winda mengemas beberapa kotak makan yang akan di kirim.

Bu Winda lekas menghampiri Mila yang baru saja memikirkan kendaraan.

"Mil, ini ada tiga pesanan. Terahir kamu kirim ke alamat tadi pagi ya." Winda lekas memberitahukan, banyak pesanan hari ini.

Sudah berapa kali Mila mengirim pesanan, Ini ketiga kalinya kembali lagi ke tempat ini. Jika saja tak berhenti sejenak mungkin terlalu capek.

"Ya, baik Bu. Tapi nanti terahir ini aku mau izin sebentar ke rumah sakit." Sedikit ragu ketika mengatakan itu tetapi ia tidak ingin menunda lagi.

Bu Winda mengerutkan kening ketika mendengar rumah sakit jadi ia lekas bertanya "Kamu sakit Mil?"

Mila menggeleng memang benar dirinya tidak sakit tapi ia mempunyai alasan lain untuk di katakan bosnya.

"Tidak Bu, emm. Aku hanya mau konsultasi obat untuk pereda saat datang bulan perutku sakit sekali." Alasan itu mungkin terdengar masuk akal kan sebagi wanita yang juga mengalami itu pasti membenarkan alasan ini.

1
Nurhayati
belum
Melia Andari
salam kk, mau tanya dung, ini karya mu sudah dikontrakin belum ke NT? 😁
Nurhayati: sudah kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!