Aska dan Carla 2 pewaris Geng saling bermusuhan yang yang tanpa sengaja bertemu dan saling jatuh Cinta. dibawah tekanan Para Tetua Geng yang tidak ingin mereka bersama, mereka berdua tetap nekat untuk bersama.
Carla juga di buru karena di anggap mengandung anak kutukan yang bisa menghancurkan keberlangsungan kedua geng.
Kisah kelam masa lalu membuat kedua geng saling menahan diri untuk tidak berperang semakin membuat semuanya menjadi tegang.
Novel ini benar-benar novel baru dengan ide dan gagasan baru, di luar dari 4 novel sebelumnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fonzo manek, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kunjungan Lisa
Aska dengan tegas mengingatkan Carla untuk tidak berpikir terlalu jauh dan fokus saja pada kesembuhannya. Membuat Bela dan Gia semakin kagum pada Aska.
Melihat mereka semua sudah dalam mode serius, Aska sengaja menawarkan snack juga buah–buahan yang tadi bawa suster untuk mereka.
Carla yang ingin ikut ngemil memperbaiki cara duduknya sehingga langsung berhadapan dengan Aska sambil bersandar di bahu Gia.
Saat tengah ngemil, teman cewek aska datang dengan pakaian yang sangat seksi dan langsung bergelantungan manja di lengan Aska.
Dengan cueknya Lisa meminta di manjain sama Aska dan menegurnya karena beberapa hari terakir Dia susah di hubungi.
Hal itu membuat mereka semua menjadi Gerah meskipun AC’nya cukup dingin.
"Kamu tau dari mana, aku ada disini ?" Tanya Aska dengan geram sambil melihat kearah Dokter Harlan dengan tatapan membunuh Hanya di balas Dokter Harlan dengan melambaikan tangan pertanda bukan Dia dalangnya
"Dari koko David. Katanya kak Aska susah di hubungi. mungkin Kakak sakit, makanya Kakak beta di rumah sakit. Dia menyuruku kesini untuk membantu merawat kaka." Jawab Lisa dengan imut sambil terus berkelantungan manja di lengan Aska membuat semuanya hanya diam.
Berbeda dengan Dokter Harlan yang sudah paham dengan situasi yang Aska hadapi dan kini malah menahan tawanya melihat kecemasan sahabatnya itu
"Daviddddd….." Geram Aska sambil melihat ke arah Dokter Harlan yang sedang menahan tawa sambil mengembungkan pipinya yang sedikit berisi
"Dokter Harlan, sepertinya biaya perawatan Rumah Sakit tahun ini sedikit membengkak. gajimu di tunda hingga tahun depan. Mobilnya juga sepertinya masih nyaman di garasiku dan tidak ingin pergi dari sana."
"Boss…. Jangan gitu donk. Kalau gaji di tunda hingga tahun depan, aku makan apa nantinya. Kamu tau sendiri kan, aku lagi berantem sama orang tuaku. Mobil sport itu mobil impianku, aku janji untuk memperbaiki semua kesapahaman ini." Sesal Dokter Harlan
"Emang kaka sakit apa sih, sampai berhari–hari beta di tempat yang paling kaka benci." Tanya Lisa dengan polos
"Bukan Aska, tapi ono yang sakit." Tunjuk Dokter Harlan kearah Carla
"Kamu siapanya kak Aska sih ? sampai segitunya kak Aska berkorban untukmu. Kita yang udah bertahun–tahun kenal sama kak Aska aja gk pernah di gituin sama Kak Aska." Protes Lisa
"Maaf kak, udah mengambil waktunya mas Aska. Ini semua terjadi begitu saja dan di luar rencana." Jawab Carla dengan gugup
"Udah–udah. Lisa, kamu harus ngerti ya. Bocil di depanmu itu menderi penyakit kanker stadium 2. Kamu jangan menambah beban pikiran untuknya."
"Oh….. awas ya kalau sampai rebut kak Aska dariku. Kak Aska itu miliku seorang." Sewot Lisa
"Ehhh bocah, urus aja sekolamu. Masih sekolah juga, uda mikir yang jauh–jauh." Omel Dokter Harlan
"Bentar lagi kan aku lulus, habis nikah baru lanjut kuliah bisa kan ?" jawab Lisa dengan percaya diri
"Mau…. ? Di hajar sama Sandra dan Claudia !" Ancam Aska
"Ahhh…. Bodo amatlah sama mereka. Meskipun aku lebih muda dari mereka. Aku yang lebih sering tidur bareng kaka di banding mereka. Bahkan kaka sering menghubungiku jika di jebak obat perangsang atau lagi butuh. Kaka lupa ya, kalau kaka orang yang pertama buatku." Jawab Lisa dengan santai tanpa rasa malu membuat semua yang ada disitu tersenyum kikuk di buatnya.
"Kamu gak malu ceritain hal tidak senonoh seperti itu depan orang–orang" Dokter Harlan
"Biarin. Biar mereka pada tau sejauh apa hubungan kita, meskipun belum Resmi pacaran." Ucap Lisa penuh percaya diri.
"Bahkan kaka minta sekarang, aku bisa kok" Sambung Lisa membuat mereka semua panik
"Gak usah halu deh, kamu. Sana pergi, kaka lagi sibuk." Pinta Aska
"Kaka, ko jahat sih sama aku. Kaka minta lagi, aku gak bakalan kasih. Biar kaka sama pelacur aja." Ucap Lisa dengan kesal
"Kamu pergi aja dulu, kaka janji untuk menemuimu di waktu yang tepat nanti."
"Janji ya kak, aku juga butuh." Ucap Lisa dan berlalu pergi meninggalkan mereka
Semua jadi kaku dan linglung setelah kepergian Lisa. Terutama Carla yang tertunduk lemah dan lesuh.
Mereka semua bingung harus memulai pembicaraan dari mana mengingat perkataan ambigu dari Lisa tadi.
Tiba–tiba ada pesan video dari koko David dan teman–teman Club mobil Aska berisi ucapan permintaan maaf karena sudah ngepranknya membuat Aska sedikit lega.
Mereka melakukan itu karena gara–gara Aska, mereka tidak jadi touring ke bali.
Padahal semuanya sudah mereka siapkan dan tinggal menunggu keberangkatan mereka.
Happy Reading, guys
tetap semangat yah thor