Albert Fernando laki laki yang sangat kaya raya menikahi Danisha Atmanegara, gadis cantik yang bekerja di klub malam...
Awal pertemuan yang kurang tepat membuat Albert maupun Danisha saling membenci
Awal pernikahan yang menyakitkan pun di rasakan Danisha karena Albert sang suami sering merendahkannya dan menghinanya,
Namun dengan berjalannya waktu ,Danisha pun mulai terbiasa dengan sikap acuh Albert padanya,
Meskipun begitu perhatian lebih pun selalu di curahkan Albert untuk Danisha, semakin hari Albert semakin bingung dengan perasaan nya untuk Danisha.
''Apakah ini yang di namakan cinta, apakah aku menikahi karena cinta? ''itulah yang selalu ada di dalam hati Albert.
Masih ada tokoh di belakang yang tak kalah unik yang harus di patuti jempol, siapa lagi kalau bukan mely sang sahabat ,
Bahkan Mely pun menikah dengan orang yang juga dingin dan angkuh,
''Apakah semuanya akan berujung bahagia, mengingat perjuangan mereka yang sama sama menghadapi pria angkuh? ''
Kalau penasaran kita baca yukkk!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadziroh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
# 8
Benar saja, pagi memang menyambut Danisha dengan cerah,cahaya matahari mulai terpancar dari sela sela jendela kamar ,menerpa wajah cantik Danisha yang membuat sang empu mengerjap ngerjapkan matanya dan terbangun.
Hoam...Danisha menguap, karena tuntutan pekerjaan yang membuatnya harus tidur terlambat,dan itu juga yang membuatmya bangun terlambat pula.
Kadang Danisha merasa jenuh dan menggerutu dengan pekerjaannya sekarang ini, kapan semua itu berakhir, dan hidupnya akan lebih baik dan lebih di hormati , tapi apalah daya Danisha hanya bisa mengeluh tentang nasib yang dia alami, kepergian kedua orang tuanya membuat Danisha semakin dewasa dan tau akan kejamnya dunia yang sesungguhnya.
''Mel, panggil Danisha saat keluar dari kamarnya.
''Hemmm... jawaban Mely dari dapur, karena mely selalu saja yang menyiapkan sarapan untuk keduanya.
''Kenapa, apa lo sudah terlalu lapar sampai sepagi ini sudah bangun, celetuk Mely karena biasanya Danisha selalu saja bangun kesiangan .
Danisha menghela nafas dan duduk di kursi dapur.
Dompet tuan Albert jatuh, dan gue bingung, bagaimana cara gue mengembalikanya ,sedangkan lo tau sendiri, betapa bencinya dia sanma gue, kata Danisha membuat Mely terkejut dan menghampirinya.
''Lo serius Nisha , dompet tuan Albert terjatuh, lo nggak bohong kan ?''
Danisha mengangguk.
''Gue nggak bohong Mel ,kalau lo nggak percaya lihat aja ,masih ada di tas gue kok, karena gue sudah memeriksanya, dan di dalam dompet itu terdapat foto tuan Albert waktu masih SMA, dan sekarang lo bantuin gue, gi mana cara balikinnya, gue nggak mau di tuduh pencuri,karena mulutnya yang tajam itu siap untuk mengiris gue, ucap Danisha berharap mely bisa membantunya.
Mely mengetuk ngetukkan jarinya di meja, mencari cara bagaiamana mengembalikan dompet orang yang kaya itu.
''Kita pikirin nanti aja, sekarang lo siap siap. kita sarapan lalu berangkat kuliah, tapi jangan lupa lo bawa terus tu dompet, siapa tau kita ketemu dengan tuan Albert atau sekretarisnya di jalan seperti kemarin, ucap Mely.
Seperti biasa, setelah keduanya bersiap ,mereka pergi ke kampus dengan naik angkut.
Di depan gerbang mereka di sambut laki laki tampan nan gagah, pria itu tersenyum melihat kedatangan Mely dan Danisha.
''Lo apa kabar Dre, ucap Mely menanyakan kabar, ya Di depan gerbang kampus adalah Andre kekasih Mely yang bekerja di salah satu perusaahan ternama, meskipun Andre tau pekerjaan Mely, tapi Andre tak mempedulikan itu, dan Andre masih setia menjadi kekasih Mely.
''Baik, maaf gue nggak bisa kabarin lo, karena gue sibuk dan harus sering keluar kota, gimana juga kabar lo, apa lo baik baik saja. tanya Andre balik.
''Gue juga baik, dan lo nggak usah khawatirin gue ,lo kenapa nyamperin gue ke sini, apa lo nggak kerja, Mely penasaran, nggak biasanya Andre menghampirinya di kampus, karena biasanya Andre selalu saja datang ke klub meskipun tujuannya hanya ingin bertemu dengan Mely.
''Nggak, untuk beberapa hari ini gue lembur ,jadi gue nggak bisa nemuin lo di klub, jadi terpaksa sebelum gue berangkat kerja gue mampir dulu kesini. ucap Andre kemudian mereka berpamitan .
Keduanya saling melambaikan tangannya.
Mely dan Danisha menoleh ke arah mobil Andre yang semakin menjauh, dan tak sengaja mata Danisha melihat mobil Tuan Albert dari sebrang sana.
Ternyata dari tadi ada yang melihat Danisha Andre dan Mely sedang mengobrol,
''Kamu lihat kan Man, mereka semakin berani bertemu pria di depan kampus, lama lama mereka akan masukkan pria pria itu ke dalam kampus ,dan mereka akan mencemari nama baik kampus. ucap sang maha raja, siapa lagi kalau bukan tuan Albert.
''Tuan muda jangan salah sangka dulu, mungkin saja itu cuma teman mereka, lagi pula mereka cuma berbicara dan nggak berbuat mesum,, Ucapan Arman membela Danisha dan Mely.
''Kamu selalu saja belain wanita penghibur itu , apa istimewanya sih Man. tanya tuan Albert sinis.
''Ada tuan muda, Danisha adalah anak salah satu pengusaha di kota ini, karena kedua orang tuanya meninggal, dia harus hidup dengan keringatnya sendiri, dan di jaman sekarang jarang sekali seperti itu ,bahkan Danisha kuliah untuk mengejar cita citanya yang di impikannya, dan satu lagi, Danisha bahkan tak tergiur dengan uang tuan muda ,dia lebih rela merendahkan dirinya di depan umum dari pada menyerahkan kehormatannya, dan itu yang lebih penting, ucap Arman tanpa jeda membuat Tuan Albert berdecak .
''Apa semua yang kamu katakan itu benar dan memang valid? ''tanya tuan Albert.
Arman mengangguk, karena semua info itu di dapatkannya dari salah satu karyawan yang dulu pernah bekerja di perusahaan papa Danisha.
Saat Danisha hendak memasuki gerbang, Danisha menoleh ke arah mobil yang masih saja berhenti di sebrang jalan yang tak jauh dari mereka.
Gue nggak salah lihat, itu pasti mobil tuan Albert ,gue harus samperin dan mengembalikan dompetnya. batin Danisha sambil mengeluarkan dompet di dalam tasnya.
''Mel, lo tungguin di dalam saja, gue mau keluar sebentar, ucap Danisha dan kembali berlari keluar gerbang.
Danisha berlari menghampiri mobil yang masih berhenti itu, dan langsung mengetuk pintu mobilnya.
Dengan cepat Arman membuka kaca mobil .
''Ada apa Nona kesini, ?''ucap sang sekretaris.
''Maaf tuan, saya cuma mau mengembalikan ini, ucap Danisha sambil menyodorkan sesuatu yang di temukannya.
Arman mengernyitkan dahinya melihat dompet tuannya ada di tangan Danisha.
''Kenapa dompet tuan muda ada pada Nona, ?''tanya Arman yang tak mengerti,.
''Saya menemukannya tadi malam di klub, dan maaf saya baru megembalikannya, karena tadi malam tuan sudah pulang. ucap Danisha dengan tegas.
Sedangkan Tuan Albert hanya diam saja melihat Danisha dari dalam.
''Terima kasih Nona, maaf sudah merepotkan. ucap Arman sambil menundukakn kepalanya.
Danisha langsung saja pergi menuju kampus ,setelah urusannya selesai.
''Punya tuan, ucap Arman dengan menyodorkan dompetnya,.
''Hmmm... hanya itu jawaban tuan Albert dan mengambil benda miliknya.
Tuan Albert membuka dompetnya dan ternyata masih utuh.
Sedangkan Arman melihatnya dari kaca spion .
''Kelihatannya tuan muda mulai tertarik dengan Nona Danisha, ucap Arman, karena beberapa kali Arman melihat tuannya itu memandang Danisha dengan pandangan yang tak dapat di artikan.
''Jangan sembarangan, dia siapa,aku siapa, ucap tuan Albert dengan mudahnya, namun Arman masih nggak percaya.
Anda itu sok munafik Tuan, untuk apa menyuruhku berhenti di sini, kalau bukan untuk melihat nona Danisha, anda sudah sangat salah tingkah jika bertemu dengan Nona Danisha, tapi anda tidak mau mengakuinya, aku akan pastikan kalau anda sedang jatuh cinta, batin Arman menerka.
Namun tuan Albert masih saja diam, karena egonya jauh lebih besar dari pada mengakui perasaan yang sesungguhnya.
''Jalan sekarang, ucap tuan Albert singkat.
sukses thor
smangat thor
mksh
Lektor....
agk ganggu mb Nad...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, searchnya pakek tanda kurung biar gak melenceng yaa