NovelToon NovelToon
New World

New World

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Action / Petualangan / Game
Popularitas:2.2M
Nilai: 4.8
Nama Author: AF

Pahlawan?

Satu kata itu identik dengan suatu sosok yang begitu disegani. Dengan iringan pujian dan nyanyian akan namanya.

Namun apa itu berlaku untuk semua? Satu bentuk kata Pahlawan bagi setiap orang akan selalu berbeda sosoknya. Tidak semua yang dianggap Pahlawan oleh satu orang, dianggap Pahlawan juga oleh orang lain.

Sosok ini tidak pernah mengharapkan dirinya dianggap sebagai Pahlawan. Kata itu terlalu besar maknanya untuk disematkan kepada dirinya.

Namun itu hanya pikirannya seorang, orang orang yang berjumpa dan bersama dengan dirinya akan selalu menganggap dirinya sebagai seorang Pahlawan. Meskipun sisi gelap menyelimuti dirinya, semua orang tidak akan pernah ragu untuk menyebut dirinya sebagai seorang Pahlawan.

Pahlawan bisa berasal darimanapun, tidak peduli itu berasal dari suatu bentuk kegelapan. Seperti itulah yang dipikirkan oleh semua orang yang menganggap dirinya pahlawan.

Tanpa terkecuali dia...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AF, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

malam pertama

Alan terpaku tak bisa begerak karena ketakutan. Di malam pertamanya di Mediteran City dia langsung mengalami hal seperti ini. benar benar tak terbayangkan olehnya.

Pria itu semakin mendekati alan. Sinar lampu remang remang mulai memperlihatkan wajah dan badannya. Langkah pria itu begitu sempoyongan. Sangat jelas terlihat pria itu mabuk berat.

Gubrak...

Pria itu jatuh tepat di depan Alan. Alan yang masih terpaku, kaget melihat pria itu jatuh tengkurap. Untung saja pecahan botol itu tidak mengenai badan pria itu.

"Paman... Paman..." Alan langsung berusaha membangunkan pria itu. Namun tidak ada respon sama sekali dari pria tinggi berambut sebahu tersebut.

Alan begitu panik. Seumur hidupnya baru kali ini dirinya menghadapi orang mabuk.

Langit pun mulai menambah buruk suasana dengan Gerimis yang mulai turun. Alan yang mendapati orang pingsan di depannya tidak tega untuk meninggalkannya seorang diri di jalan. Akhirnya Alan pun menggendong pria itu ke depan salah satu ruko yang sudah tutup untuk berteduh.

Gerimis sudah bukan lagi gerimis lagi. Air hujan yang turun pun semakin lama semakin menggila. Membuat udara malam semakin menusuk rasa dinginnya. Alan berinisiatif untuk mengumpulkan air hujan dan menyiramkannya ke muka pria itu. Berharap pria itu mau sadar.

Byuuur...

"Uh... uh... uh..." Pria berambut sebahu itu gelagapan dan membersihkan mukanya dari air.

"Paman sudah sadar?" tanya Alan. Pria itu hanya memandangi alan, matanya masih sayu, tanda mabuk alkoholnya belum hilang.

"Paman baik baik saja? Paman tinggal dimana? Mau saya bantu antar pulang?" Tanya Alan lagi.

Pria itu hanya mengangguk dan menunjuk puncak bukit yang samar samar terlihat.

Alan menelan ludahnya sendiri melihat ke puncak bukit. "Apa benar pria ini tinggal di puncak bukit itu?" batin Alan.

Alan menoleh lagi ke pria itu. Tapi pria itu sudah tidak sadarkan diri lagi.

"Hah... Mana mungkin aku tinggalkan dia disini sendiri." Alan menghela nafas panjang. Dia teringat dengan pesan ayahnya.

"Selama kita bisa membantu orang yang membutuhkan, kenapa tidak?"

Alan mengangkat pria itu, membantunya untuk berdiri. Untungnya pria itu masih sedikit sadar, jadi Alan hanya perlu menyangga pria itu agar tidak terjatuh.

Langkah mereka berdua tertatih tatih. Alan benar benar merasakan siksaan dunia di hari pertama di Mediteran City.

Kemalaman, kehujanan, barang bawaan berat, ditambah membantu orang mabuk berjalan kembali ke rumahnya.

Akhirnya mereka berdua sampai di kaki bukit. Jalan naik ke bukit itu bukanlah jalan berkelok kelok yang bisa dilewati mobil ataupun sepeda. Jalan naik ke bukit itu berupa tangga lurus yang benar benar curam.

"Astaga naga.... Mimpi apa aku semalam. Kenapa nasibku begitu buruk hari ini." Alan mengumpat sejadi jadinya melihat tangga ke atas bukit.

"Ahhh... Peduli setan, sudah tanggung juga."

Alan menggigit giginya sendiri memantapkan niat untuk berjalan ke atas menelusuri tangga itu.

Berjalan di hari biasa saja sudah pasti sangat melelahkan. Apalagi dengan kondisi alan yang sekarang ini. Kalau saja alan tidak memiliki stamina yang luar biasa pasti sudah ikut jatuh pingsan di tengah jalan.

Perlu waktu setengah jam lebih untuk bisa sampai ke puncak bukit itu. Di puncak bukit itu ternyata tanahnya lapang. Seluas lapangan sepak bola kira kira. Ada sebuah bangunan bernuansa cina di tengah tanah lapang itu.

"Hem... Tampak seperti dojo." Gumam Alan.

Alan menidurkan pria itu di teras dojo itu. Membuatnya tidak terkena air hujan.

"Permisi..." Alan sambil mengetuk pintu karena tidak menemukan bel.

Satu kali

Dua kali

Tiga kali

Tetap tidak ada reaksi dari dalam dojo tersebut. Alan merasa tidak sopan kalau dia terus terusan mengetuk pintu, mengingat waktu sudah menunjukan lewat tengah malam.

Alan merasakan kedinginan karena bajunya basah kuyup oleh air hujan. Dia pun membuka tasnya dan mengambil baju ganti dari tasnya.

Saat Alan masih bertelanjang dada, pintu dojo itu terbuka dari dalam. Bertepatan dengan pintu itu terbuka petir menyambar dan menghasilkan kilatan cahaya.

Tubuh alan terpapar kilatan cahaya petir menghasilkan siluet bayangan pria bertelanjang dada.

Alan pun menoleh ke arah pintu yang terbuka. tapi....

Ciiiuuu... Cethak...

Sebuah benda keras menghantam kepala alan. Benda itu ternyata adalah sandal yang terbuat dari kayu.

Headshoot... Sandal kayu itu tepat sasaran mengenai kepala alan. Alan langsung jatuh tak sadarkan diri.

1
Al^Grizzly🐨
Baca kembali Novel ini👍👍
Carsinah 1408: lanjut dong
total 1 replies
Yongzi
tinaaa..
Yongzi
tiiinnnnnnnn
Blue
lamaaa
Agung Sri wahyudi
di tunggu kelanjutannya
Ikmal Hamzah
up lg
Perfect memory
sudah 1thn,sampai lupa sama alur ceritanya
Gedabang free
💪
Gedabang free
oke semangat tor
Arkan Kori
saya masihh setia menunggu thorr
Atha 12
semoga cepat revisinya thor
Ikhsan Icha
tdk ada cerita lain yg dibuat kah thor
Yudha
tetap semangat thor, seperti saya yg msh tetap setia menunggu update nya 👍👍👍💪💪💪
Niass
dikira dah mo lanjut lagi, kecewa sih, tapi semangat aja lah, slalu ditunggu
Cars1001
woi..... tanggung jawab dong.... bikin penasaran az....
Mr. Viper
waduh. pantes. alan sugiono inih
Lina Liana
pantau dulu
Lina Liana
ane tengok2 ja dulu
oioi siapa
ahaha keren juga
Pak Wo
pp
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!