NovelToon NovelToon
Kesempatan Kedua

Kesempatan Kedua

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Lari Saat Hamil / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.7
Nama Author: Rahma AR

Baru kali ini Edna merasa sangat takut. Dia menyesali kebodohannya yang ngga minta ditemani Luna.

Tolong...... Mama....., tolong Edna.

Mata Edna terpejam dan tubuhnya terkulai dalam pelukan seseorang.

Satu jam kemudian Edna tersadar. Dia terkejut melihat dirinya sedang terbaring di atas tempat tidur dengan pakaiannya yang sudah ngga melekat lagi di tubuhnya.

sequel my ex crush

semoga suka ya.....♡♡

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahma AR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Harapan Edna

Edna terus menangis di depan ruang operasi. Suami istri yang membawanya sudah berjanji akan melakukan sebisa mereka agar mamanya bisa diselamatkan.

Terbayang perlakuan hangat mamanya untuk anak yang dia kandung.

Mamanya tetap menyayangi calon cucunya walaupun karena ini mereka harus terusir dari habitat lama mereka.

Edna sendiri masih belum terima dengan keadaan yang sudah menimpanya. Sekolahnya, cita citanya kandas begitu saja. Padahal itulah harapannya untuk mengubah hidup mereka. Membahagiakan mamanya.

Edna kembali terisak. Sekarang mananya sedang berjuang di dalam sana. Di pakaian yang masih dia kenakan, melekat noda darah mamanya. Tubuh mamanya sangat ringkih harus mendapatkan benturan sehebat itu.

Kenapa bukan dia saja?

Kenapa mamanya harus lebih memilih menyelamatkannya yang hidupnya sudah ngga punya pencapaian apa apa lagj.

Edna pun teringat lagi kata kata mamanya, kalo janin dalam perutnya ngga berdosa.

Edna semakin terisak sambil mengelus perutnya. Dalam ketakberdayaan dia pun menguntai do'a berharap janinnya ngga apa apa dan mamanya bisa melewati operasi dalam keadaan baik baik saja.

"Uugghh....." ringis Edna karena sakit di perutnya sangat luar biasa. Dia merasa seperti dipelintir.

"Kamu ngga apa apa?" tanya wanita paruh baya itu panik melihat wajah gadis di depannya yang sangat pucat dan suhu tubuhnya yang semakin rendah.

Edna menggelengkan kepalanya perlahan. Inilah ibu ibu yang sudah membuat mamanya harus berada di ruang operasi. Beliau dan suaminya yang sudah mengantarkannya ke rumah sakit. Untunglah mobil ambulance yang dihubungi suaminya segera datang.

"Nama kamu siapa, nak?" tanyanya lembut.

"Edna," sahutnya lirih sambil menahan sakit hingga membuat matanya terpejam kuat.

Apa terjadi sesuatu dengan janinnya? Apakah dia ngga baik baik saja?

Mungkin karena saking sakit perutnya dan juga kekalutan yang dia alami, Edna jatuh pingsan. Samar samar Edna masih mendengar suara wanita paruh baya itu yang berteriak teriak memanggil dokter.

*

*

*

Edna tersadar. Dia ngga tau sudah berapa lama dia tertidur atau pingsan(?) di dalam satu ruangan yang besar.

Bau obat menghidunya. Ruangan yang serba putih.

Dia dimana?

Seingatnya tadi dia bersama mamanya ke pasar. Kata mamanya akan memasak sup bola bola udang untuknya agar calon bayinya pintar.

"Edna...... Kamu sudah bangun?"

Suara itu?

Siapa?

Perlahan Edna menatap wajah wanita paruh baya yang tampak lega.

Kepanikan melanda Edna. Dia ingat semuanya. Tangannya reflek mengelus perutnya. Takut, itulah yang dia rasakan.

"Tenanglah. Dia baik baik saja." Senyum wanita paruh baya itu terasa menenangkan.

Edna mengangguk lega.

Syukurlah.

Tapi mamanya?

Seakan tau apa yang sedang dia pikirkan, wanita itu menggenggam tangannya lembut.

"Mama kamu masih dioperasi. Dokter dokter akan melakukan yang terbaik."

Edna ngga menjawab. Dia mengalihkan tatapannya ke arah langit langit kamar. Dia jadi ingat Luna. Dia ingin Luna ada di sini di dekatnya. Matanya memanas lagi.

"Ada orang yang bisa saya hubungi?"

Pertanyaan wanita paruh baya itu membuat Edna menoleh lagi padanya. Dia menggelengkan kepalanya. Ngga mungkin Edna akan meminta wanita paruh baya ini menghubungi Luna.

Sebelum pergi meninggalkan kota lamanya, Edna sudah berjanji akan mengubur semua kenangannya di sana.

"Papa atau suami kamu?" tanya wanita paruh baya itu ngga putus asa melihat sikap apatis Edna.

Kembali Edna menggelengkan kepalanya. Kata mamanya papanya sudah meninggal karena kecelakaan.

Apakah sama dengan kecelakaan yang dialami mamanya sekarang?

Dadanya terasa sesak.

Suami? Kembali hati Erna seperti dicubit sangat dalam. Dia aja ngga tau siapa yang sudah menabur benih di rahimnya.

Dia ngga punya siapa siapa di kota asing ini. Edna hanya berharap mamanya bisa diselamatkan oleh operasi yang dia ngga tau kapan akan berakhir.

Cukup mamanya saja. Edna ngga butuh yang lainnya lagi. Bukannya nanti dia juga akan memberikan mamanya cucu. Kehidupan mereka akan rame juga nantinya.

Wanita paruh baya itu menghela nafas panjang. Mencoba mencerna apa yang sudah terjadi.

Suaminya yang mengendarai mobil terkejut saat menyadari remnya blong. Mereka ngga sengaja menabrak dua orang pejalan kaki.

Ibunya yang terluka parah sedang terbaring di meja operasi. Yang mengejutkan anaknya yang masih remaja dinyatakan hamil oleh dokter yang menanganinya. Dia bersyukur karena kandungannya ngga apa apa.

Tapi siapa mereka? Dua wanita tanpa suami?

Wanita paruh baya itu menahan sesak di rongga dadanya. Mungkin wanita paruh baya yang sedang berusaha diselamatkan tim dokternya adalah satu satunya keluarga gadis remaja ini.

Dia menaksir kalo usianya pasti sebaya dengan putri bungsunya. Mereka pasti bisa menjadi teman yang baik.

Tapi apa yang terjadi padanya hingga bisa hamil di uaia semuda ini?

Pergaulan bebas?

Wanita paruh baya itu menggelengkan kepalanya. Wajah gadis belia di depannya jauh dari kesan nakal.

Dia pun mengelus puncak kepalanya membuat netra gadis itu berpaling padanya. Hanya sekilas. Tapi dia bisa melihat ada luka yang sangat dalam di sana.

Sebenarnya apa yang terjadi sama kamu, nak?

*

*

*

Eriel menunggu ngga sabar pelayan rumahnya yang disuruhnya datang menemui Edna di rumahnya. Tentunya dengan membawa banyak paper bag yang berisi buah buahan, vitamin dan sup iga. Karena malam malam begini pasti ngga akan terasa enak jika hanya menelan bubur saja.

Eriel bisa melakukannya setelah sedikit berbohong pada ketiga sahabatnya yang lagi lagi mengajaknya ngumpul. Untungnya mereka percaya dengan alasannya kalo sedang ngga enak badan. Karena tadi siang mereka sudah melihatnya ngga baik baik saja.

Apa karena dia stres, tapi sore tadi tiba tiba saja dia merasa mual dan memuntahkan seluruh isi perutnya setelah mencium bau sate kacang favoritnya.

Ngga pernah terjadi sebelumnya. Mungkin kesehatannya jadi terganggu karena dia susah tidur sejak malam ulang tahun Fazza.

Untungnya malam ini dia sudah baikan setelah pelayan rumahnya menyingkirkan semua sate bumbu kacang itu dari ruang makan tanpa sisa. Udara mulai terhirup baik baik saja tanpa tercemar bau yang membuatnya mual.

Karena itu malamnya dia langsung mengajak satu pelayannya dan menyuruhnya berbelanja di mini market dekat gang rumah Edna. Tentunya setelah mampir di restoran yang menjual sup iga favorit maminya.

Lihatlah cewe yang sudah menolaknya. Hanya tinggal di dalam gang sempit. Hebat sekali dia menolak keinginan seorang Eriel.

TOK TOK TOK

Eriel menurunkan kaca mobilnya.

"Sudah diberikan semuanya?" Tapi kemudian alisnya naek sebelah melihat pelayan perempuannya masih membawa paper bag paper bag itu di kedua tangannya.

"Mereka sudah pindah tuan muda."

APA!

Saking terkejutnya Eriel sampai ngga bisa berkata apa apa.

Pindah?

Tapi kenapa?

Dia melewatkaan sesuatu?

Kepala Eriel rasanya mau pecah.

"Kapan?" Eriel ngga bisa menyembunyikan getaran dalam suaranya.

"Mungkin malam kemarin, tuan muda. Katanya juga ngga pamit sama tetangga."

Eriel membuka kasar pintu mobilnya. Untung pelayannya sudah tau gelagat ngga baik dari tuan mudanya, jadi sudah mundur menyelamatkan diri.

Dengan langkah tergesa Eriel melangkah menyusuri gang becek itu.

Kini dia sudah berdiri di depan rumah kecil yang berada dalam keadaan gelap gulita. Hatinya gusar. Dia merasa kecolongan.

Kenapa kamu pergi.....

Kenapa!!

Flashbacknya udah, ya....

1
Endang Sulistia
bagus.
Endang Sulistia
jangankan nyentuh..lirik aja pun Fazza ogah, makanya si Elle penasaran ...
Endang Sulistia
calon pasien stroke ini...jgn mau ya ngurusin istrimu kalo stroke..
Endang Sulistia
apa gak kejang kejang si Fazza...
Endang Sulistia
ada duitnya gak Vin...
Endang Sulistia
makanya eril kelakuan tuh di jaga ...siapa pun kalo di posisi elenor ajan dendam...
Endang Sulistia
itu yg di rasain elenor waktu kamu gebukinnya bara...
Endang Sulistia
biarpun elenor jahat..tapi gak pantas dia babak belur kayak gitu..perempuan loh..
Endang Sulistia
tampol kepalanya si Aril...biar tambah oleng 😤😤😤
Endang Sulistia
terlalu kejam kau bara..
Endang Sulistia
sok ganteng Lo ril...
Endang Sulistia
😭😭😭😭 mama kan blom liat cucunya...
Endang Sulistia
mama edna baik ya...
Novano Asih
Aku malah udah baca duluan kisahnya Fazza
Novano Asih
oo ini awalnya to Fazza tunangan sama Vanda 🤭🤭
Novano Asih
😄😄😄Jeff udah ditikung dua kali sama Kaysar dan Eriel
Novano Asih
Eealah Fazza plg tua to kirain plg muda🤭🤭oo Malik yg plg muda diantara yg lainnya secara kan Vanda blm cukup umur untuk hamil pas nikah sama Fazza
Novano Asih
😄😄😄
Novano Asih
Fazza ini umurnya plg muda diantara sepupu dan sahabat nya tp pikirannya plg bijak dan pinter
Novano Asih
apakah Fany??
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!