kisah Elma yang terpaksa harus pergi karena suaminya aldio menghamili dan akan menikahi kakak tirinya yang bernama Nani ,dia sangat terluka hingga akhirnya memilih pergi .
namun setelah 12 tahun mereka di pertemukan kembali akan tetapi lagi dan lagi kakak tirinya selalu berusaha memisahkannya . hingga akhirnya Elma memilih mengikhlaskan dan kembali membuka hati untuk pria masa lalu nya sebelum Elma menikah dengan Aldio.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adelia Elisnawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 8
Pulang sekolah hari ini Aluna sangat bahagia karena di jemput oleh Aldio , entah kenapa Aldio ingin sekali mengunjungi Aluna di sekolah .
"Om,boleh minta sesuatu gak ?"
Aldio mengerutkan dahinya, permintaan apa kiranya yang di inginkan gadis yang baru beranjak remaja alias bocil .
"Boleh , minta apa ?"
"Boleh gak ,om kalo aku panggil om papah" tanya Aluna hati-hati takutnya Aldio marah nanti .
Aldio tercengang dengan permintaan Aluna , dia kira minta sesuatu itu ya di traktir ice cream atau makan gitu . Ternyata sungguh diluar nalarnya .
"Om pasti gak mau ya ?" ucap Aluna merosotkan bahunya kemudian menunduk " Maaf ya,om . Permintaan aku aneh ya ? Kalo gak mau gak apa-apa kok,om ".
Namun Aldio malah memperhatikan Aluna lekat , membuat Aluna semakin menundukkan kepalanya. Aldio tersenyum, mungkin jika Elma tidak meninggalkannya ia pasti sudah memiliki anak seusia Aluna . Ah ,Elma . Mas kangen kamu .
"Bo.......leehhh kok kalau Una mau "
Aluna langsung mendongakan kepalanya, dia menatap Aldio tidak percaya kemudian menggeleng.
"Kenapa ? " tanya Aldio kemudian mengusap lembut kepala Aluna " ayo panggil om papah " lanjut Aldio tersenyum.
"Beneran ,om ?" tanya Aluna sambil menggoyang-goyangkan tangan Aldio
"Beneran dong , masa bohongan sih "
"Aaa makasih papah , aku seneng banget "
Entah kenapa ada rasa hangat yang menyelimuti ketika dia dipanggil papah , ingin rasanya Aldio menangis namun ia tahan .
"Anak papah yang cantik ,hari ini mau jalan-jalan kemana ?"
"Ke mall ,pah . Kita main time zone " Aluna bersemangat sekali karena sekarang dia memiliki sosok seorang papah yang bisa ia banggakan dan bisa melindunginya walaupun Aldio orang lain . Semoga saja bisa berjodoh dengan mamahnya , eh tapi dia berfikir apa papah baptisnya ini sudah punya istri atau belum yah . Ah bodo amat yang penting Aluna bahagia punya papah .
###
Aldio melajukan kendaraan roda empatnya menuju mall terdekat , setelah sampai mereka berdua langsung ke area time zone dan bermain bersama , mereka terlihat seperti ayah dan anak yang bahagia .
Di tempat lain Bu Sari mondar-mandir di rumah , kenapa anak asuhnya belum pulang juga ke rumah , biasanya jam 12:30 sudah pulang ini sudah jam 14:30 belum juga pulang . Sudah menelpon ke sekolah , tapi nonanya sudah pulang tapi kenapa belum sampai .
Langkah terakhir Bu Sari menelpon majikannya , namun sudah panggilan ke 3 belum juga di angkat , Bu Sari semakin khawatir .
Tidak lama terdengar suara mobil berhenti di depan pagar , Bu Sari tergopoh-gopoh keluar rumah untuk melihat siapa yang datang . Bu Sari tersenyum lega ternyata nonanya sudah pulang , namun dia heran dengan siapa nonanya pulang . Sepertinya dia belum pernah melihatnya , eh tunggu tapi kok mereka berdua mirip ya ,apa mungkin ayah dan anak .
Bu Sari tidak ambil pusing ,lalu cepat menghampiri nonanya.
"Ya Allah non , kemana saja . Ibu cariin dari tadi ?" ucap Bu Sari khawatir.
Aluna tidak buru-buru menjawab malah nyengir kuda " hehe maaf Bu , aku jalan-jalan dulu sama papah "
Bu Sari melirik Aldio , apa benar dia ayahnya tapi mirip sih . 11 tahun mengasuh dan membesarkan Aluna tapi baru kali ini melihat papahnya Aluna .
"Hallo Bu " sapa Aldio ramah Aldio berfikir wanita ini ibunya Aluna , dia merasa bersalah karena tidak izin dulu membawa anaknya bermain .
"Makasih ya ,pah . Kalo gitu Una masuk dulu , dadah , ayo Bu " ucap Aluna bergegas menarik tangan Bu Sari untuk masuk ,karena Aluna tidak mau kalau Bu Sari banyak tanya nanti . Dalam kebingungannya Bu Sari mengekor nonanya .
###
Aldio kembali ke kantor dengan suasana hati yang bagus , senyumnya mengembang sempurna untuk pertama kalinya dia di panggil papah . Ternyata menyenangkan itu , coba saja dia memiliki anak sudah pasti hidupnya akan berwarna .
Setiap karyawan yang berpapasan dengannya merasa heran dengan perubahan bosnya , saat pertama datang begitu cuek dan dingin . Tapi sekarang terlihat senyum-senyum sendiri, apa gila ya ? Masa ganteng-ganteng gila kan tidak lucu .
Setelah sampai di meja kerjanya , Aldio memulai pekerjaan kembali yang sempat tertunda beberapa jam . saking terlalu senangnya bermain dengan Aluna membuat dia lupa dengan pekerjaannya.
Tok tok tok
"Masuk " sahut Aldio dari dalam
"Permisi,pak . Ada berkas yang harus bapak tanda tangan" ucap Elma sambil menyodorkan map , Aldio tidak langsung meraih map itu malah menyilangkan kedua tangannya didada .
Aldio menyeringai lalu berkata " baik ,Bu . Dimana saya harus tanda tangan?"
Elma membuka map kemudian menunjukkan dimana Aldio harus tanda tangan.
"Disini,pak "
"Tangan saya lemas sekali , apakah bisa membantu saya untuk memegang bolpoin dan menuntun saya untuk menanda tangani ini ?" pura-pura Aldio ,padahal hanya ingin tangannya di pegang saja . Dengan sedikit merintih dia memohon , Elma sangat kesal di buatnya . Mau tidak mau Elma harus melakukannya karena jika tidak akan menghambat pekerjaannya , dia teringat Aluna masih butuh biaya banyak .
Elma menarik napas dalam-dalam lalu mulai membantu Aldio memegang bolpoin dan membubuhkan tanda tangan. Aldio tersenyum miring , akhirnya dia bisa merasakan tangan lembut Elma kembali .
"Baik ,pak . Terimakasih,kalau begitu saya permisi dulu ".
Tanpa menoleh lagi Elma berlalu dari hadapan Aldio kemudian kembali ke meja kerjanya lalu duduk , Elma mendesah frustasi mau sampai kapan Aldio bersikap seperti itu kepadanya . Elma tidak ingin ada masalah kedepannya.
Tidak terasa waktu cepat berlalu, waktunya untuk pulang . Elma tidak menyia-nyiakan waktu ia langsung bergegas untuk pulang masa bodoh atasannya belum keluar juga dari ruangannya , dia akan pulang Aluna pasti sudah menunggunya . Sudah lama dia tidak mengobrol banyak dengan putrinya itu , rasanya kangen .
###
Setelah 30 menit berlalu Elma sampai di rumah , baru saja dia turun dari mobil sudah di kagetkan dengan kehadiran Aluna .
"wah anak cantik mamah ,tumben nih ceria kaya gini . Ada apa nih ?" goda Elma
"Hmmm kasih tau gak yah ?" ujar Aluna sambil mengetuk-ngetukan telunjuknya di bibir sambil berfikir seolah-olah serius .
"kamu ini , udah yuk masuk " tegur Elma lalu Aluna tertawa renyah kemudian menggandeng mamanya masuk kedalam sambil bercanda ria .
Elma sangat merindukan Aluna kecil yang selalu merengek , dan sekarang dia sudah remaja . Tidak terasa Minggu depan Aluna ulang tahunnya yang ke 12 , Elma pastikan akan membuat hari jadinya Aluna berkesan .
"Mah,sebenarnya papah itu kuburannya dimana sih . Boleh gak aku nengok papah ?"
Deg
Elma kaget dengan permintaan Aluna, bagaimana dia bisa menunjukkan kuburannya sedangkan orangnya masih ada dan sehat walafiat . Bingung harus menjelasnya mulai dari mana ,tapi Aluna harus tau dia tidak boleh tau dari orang lain .
"Sayang , sebenarnya.... papah ...."
"Iya ,mah , apa ? "tanya Aluna tidak sabar
"Papah masih a...." tiba-tiba handphone Elma berdering , Elma melihat siapa yang menelpon dan ternyata no baru . Siapa ya Elma penasaran.
"Sayang bentar ya mamah angkat telepon dulu " Elma berlalu dari sana kemudian mengangkat telpon.
membiayai ortu.
sekolah dulu yg pintar
hobynya makan
Krn Melda udah membunuh janin yg TDK berdosa.
ntar kumat lagi
biar tau rasanya