NovelToon NovelToon
SENJA DI MEKAH

SENJA DI MEKAH

Status: tamat
Genre:Ketos / Single Mom / Nikahmuda / Crazy Rich/Konglomerat / Mafia / Cintapertama / Tamat
Popularitas:161k
Nilai: 4.8
Nama Author: Emma Shu

"Aku pelacur. Jangan jadikan aku makmummu!" Delisha mundur, menjauh dari Danish.

"Setiap orang punya masa lalu. Siapa yang sangka kalau masa laluku juga buruk?" Danish meyakinkan. "Bahkan tidak ada yang bisa menjamin manusia alim sekali pun masuk surga. Karena tingkat tertinggi level manusia adalah akhlak dan taubatnya."

Danish pergi, meninggalkan Delisha yang tak mau menerima lamarannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Emma Shu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Belajar

"Mama dan papa selalu memiliki jadwal berbeda, jarang bepergian ke satu negara bersama-sama, lalu ini kenapa menemuiku bersama begini?" tanya Delisha yang menganggap hal itu adalah sesuatu yang baru.

"Mama dan papa teringat padamu, Delisha.  Kami mendadak mencemaskanmu.”  Tesa tersenyum.  

Hening.  Semua membisu.

“Namanya siapa?”

Delisha mengernyit heran mendengar pertanyaan itu.  “Nama siapa, Ma?”

“Nama lelaki itu.”

Sontak Delisha termangu.

“Kau begini karena lelaki?” tanya Tesa.

“Tidak, Ma.  Ini bukan karena urusan perasaan.  Memang, orang yang mengenalkan aku tentang keindahan Islam adalah sosok lelaki, tapi bukan karena aku jatuh cinta kepadanya.  Namanya Danish.”

Tesa mengulum senyum.

Nama Danish langsung bertengger di kepala Delisha.  Lelaki itu mengenalkan Islam dengan caranya.  Perilaku dan kesopanannya pada wanita, membat Delisha penasaran dengan ajaran Islam.  Seperti apa Islam yang sesungguhnya?

Dua kali bertemu dengan Danish, lelaki itu tidak pernah melihat Delisha muncul dengan rambut tergerai sehingga Danish tak tahu kalau Delisha sebenarnya bukan muslim.  Sepengetahuannya, warga neraga Indonesia mayoritas muslim.  

Meski tanpa hijab, penampilan Delisha selalu tertutup saat bertemu dengan Danish.  Musim dingin membuat Delisha kerap kali keluar dengan menggunakan pakaian khas musim dingin yang menutup sekujur tubuhnya dan hanya menyisakan kulit wajah saja.

Di tengah rasa penasaran, Delisha membeli Al Qur’an.  Ia ingin mempelajari kitab itu.  tapi ia salah beli.  Tulisannya Arab semua, tanpa latin dan tanpa terjemahan.  Ia lupa mengecek isinya saat membeli di toko sehingga asal bawa pulang saja.

Terpaksa Delisha membeli Al Qur’an lagi yang di dalamnya mengandung penjelasan dari setiap ayat.  Sedangkan Al Qur’an tanpa terjemahan yang sudah terlanjur dia beli, diberikan kepada anak-anak di masjid.

Delisha tidak begitu memahami isi Al Qur’an jika hanya membaca dan menafsirkannya sendiri.  Ia kemudian membawa Al Qur’an tersebut kepada imam masjid besar di kota itu.  Ia rela menunggu cukup lama di masjid hingga seluruh jamaah masjid selesai shalat.  

Bahkan setelah itu, ia pun mesti menunggu imam masjid membaca Al Qur’an sekitar satu jam lebih.  Barulah Delisha memberanikan diri menemui imam itu.

“Saya Non Muslim.  Saya ingin mengetahui isi kitab ini.”  Begitu Delisha mengatakannya.

Delisha mengira imam masjid itu tidak akan menerima murid non muslim, tapi dugaannya keliru.  Imam yang sudah tua dengan rambut putih itu tersenyum sopan.

“Tentu.  Kau boleh datang besok pagi selepas waktu shalat subuh,” jelas imam itu dengan ramah.

Keesokan hari, ternyata imam masjid tersebut memperkenalkan istrinya, meminta supaya Delisha mengenal dan memahami isi kitab suci melalui istrinya itu.

Delisha mengenal Islam dari Bu Zara, wanita asal Mesir yang sudah lama menikah dengan Imam masjid besar bernama Zulkarnain, asli Indonesia. Sekian lama menikah dengan keturunan Indonesia, akhirnya ia pun fasih berbahasa Indonesia meski logatnya kental dengan Mesir. 

Melalui Zara, wanita berusia lima puluh tahun itu, Delisha mengerti bagaimana ajaran Islam yang cinta kedamaian. Yang isi di dalam kitab tersebut tidak pernah berubah dan tidak bisa diubah dari waktu ke waktu.

"Lalu bagaimana dengan para ******* yang katanya memerangi orang kafir dengan cara bunuh diri?" selidik Delisha.  “Bukankah itu ajaran yang buruk?”

"Tidak ada satu pun dalil yang membenarkan bunuh diri, justru Islam melarang keras yang namanya bunuh diri. Itu sama halnya dengan mendahului Tuhan, menzalimi diri sendiri dan melakukan perusakan,” jelas Zara dengan lembut.

“Tapi nyatanya para muslim seperti mereka mempraktikkan ajaran itu”

“Banyak muslim yang menganut ajaran dan pemahaman yang salah, yang tidak sesuai dengan perintah Tuhan.  Jika salah memaknai isi kitab suci, maka begitulah jadinya," jelas Zara. "Ada pun kebenaran ada di kitab suci Al Quran. Jangan sampai salah menafsirkan dan memaknainya. Ada banyak guru besar yang jauh lebih paham tentang isi dan makna Al Quran. Kau bisa bertanya dan belajar pada yang lebih memahami."

Bersambung

1
Tatiw
gantung end nya thor gk ada extra part nya kah😭
Asma Riah
loh bukannya masjid Quba itu ada di Madinah ya thor
sejuk
danish doamu terkabul😭
Santunah Darlis
subhanallah...
🌹Mariana 🌹
Luar biasa
Neng Rillah
ngisinkeun ihk ustadzah bgni
Neng Rillah
benar, setiap kita niat hijrah pasti ad aj ujiannya
dewi_nie
Lumayan
lailasyarma
Luar biasa
Tonisah Nisa
ceritanya bagus tor
Surati
bagus
nanah Hasanah
Lumayan
Cha Fatimah Az-Zahra
Kecewa
Cha Fatimah Az-Zahra
Buruk
Fani Tsao
lama gak bac karya kak ema shu
Fani Tsao
keren
Rokhyati Mamih
ngga ada extra part nya yah ?
Trisna Ambarsari
menginspirasi
Idasesoega
aku mau kok .. meskipun dmk, Delisha n Danish tak mau pastinya,, 🥰🥰🥰🥰
bibi
lanjutin dong kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!