Dijodohkan dengan seorang laki laki dari usia bayi tanpa diketahui, yang ternyata laki laki itu adalah musuh bebuyutannya di sekolah. Namun perjodohan sudah tidak bisa lagi untuk dihindari.
Bagaimana kisah kehidupan Arin dan Rafa selanjutnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shanum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 8
Sebulan berlalu, Rafa dan Arin juga sudah pindah ke apartemen yang di sediakan oleh orangtua Rafa sebagai kado pernikahan. Meski sudah bersama lebih dari dua minggu, keduanya belum juga melakukan hubungan selayaknya suami istri karena memang masih belum ingin melakukan.
Rafa yang terkadang memiliki fantasi liar sebagaimana wajarnya laki laki, tetap berusaha menahan sampai Arin benar benar siap untuk melakukannya.
"Fa, Gue pergi kencan dulu ya sama Niko" pamit Arin tanpa dosa pada suaminya yang duduk di depan TV.
Tanpa menjawab, Rafa tetap fokus ke layar TV. Namun hatinya begitu merasa jengkel mendengar ucapan gadis yang perlahan akrab dengan dirinya berpamitan berkencan dengan laki laki lain, padahal statusnya adalah seorang istri.
Dress pink kalem membalut tubuh Arin yang dipadukan dengan sepatu kets warna putih juga tas slempang kecil. Ia berjalan keluar tanpa menunggu jawaban ataupun ijin dari suaminya. Dengan perasaan kesal, terus saja mengganti tanpa henti chanel pada layar TV begitu istrinya pergi.
Hingga pukul 21.00, Arin belum juga kembali, dan Rafa memutuskan untuk menunggu istrinya di bawah. Namun yang Ia dapat malah sebuah pemandangan yang cukup membuatnya kesala terbakar api cemburu.
Matanya tak terima dengan tangan menggenggam kuat, melihat Arin di peluk mesra oleh Niko. Tanpa sadar rasa cemburu itu sudah begitu kuat menyerang. tak tahu sejak kapan Rafa memiliki kecemburuan seperti ini, padahal setiap kali melihat Arin dan Niko bersama di sekolah Ia selalu biasa saja.
Tak mau melihat lebih lagi, Ia kembali masuk ke dalam lift dan menunggu di dalam apartemen hingga Arin tiba. Sekitar 30 menit, pintu apartemen mulai terbuka, dan masuklah seorang gadis dengan senyum mengembang menyapa Rafa yang masih duduk di sofa ruang tamu.
"Lo belum tidur?" tegur Arin dan berlalu pergi.
Cepat Rafa menarik kasar pergelangan tangan Arin hingga tubuhnya tertarik mendekat pada dada cowok dengan tatapan amarah tersebut.
"Dari mana aja Lo jam segini baru pulang? Lo pikir pantas apa seorang istri pulang jam segini?!" marah Rafa menatap tajam kedalam mata Arin.
"Apaan sih Lo?!" jengkel Arin berusaha melepas genggaman kuat Rafa pada pergelangan tangannya.
Rasa cemburu melihat istrinya dipeluk cowok lain, menghilagkan kesabaran juga akal shat Rafa yang langsung menikmati kasar bibir Arin.
"Fa cukup Fa, lepasin Gue" pinta Arin mencoba meronta namun semakin kuat Rafa menarik pinggangnya mendekat.
Tangan kiri terus menahan pinggang Arin sekuat tenaga agar tak terlepas, beriringan bersama tangan kanan memainkan dada Arinkasar tanpa melepas bibirnya.
"Lo istri Gue Rin, dan Gue mau Lo hari ini!" tegas Rafa menakutkan Arin.
"Jangan Fa, Gue mohon. gue belum siap" rintih Arin menangis.
"Gue engga peduli!" coba Rafa terus mendorong tubuh istrinya hingga terjatuh di atas sofa.
"Jangan Fa" memelas Arin dalam air mata ketika dressnya mulai tersibak ke atas.
Tangisan semakin menjadi Arin, seketika menyadarkan Rafa dan menghentikan apa yang telah Ia lakukan. Kata maaf terucap begitu saja sambil membetulkan kembali dress pink milik istrinya. Tanpa tahu mengapa Ia begitu sangat cemburu, dan tak pernah Ia sadari jika dirinya sudah merasakan jatuh cinta pada strinya sendiri.
Bergegas Arin berlari menuju kamar, dan mengunci rapat pintu kamarnya takut jika Rafa akan kembali menerkan dirinya. Sedangkan cowok yang tengah tersadar dari kegilaan kecembuaruan itu, masih duduk dengan menarik kuat rambutnya ke atas. Merasa frustasi dan bodoh akan apa yang telah Ia lakukan barusan. Rasa sesal juga mulai mendera batinnya kuat.
Soal’y wktu bru rilis saya ikutin smpe selesai
Eh pas pngen baca lgi ko di potong gini cerita’y
Jdi aneh deh
nganter ditimpuk ma rafa hahah