Teruntuk kau yang terlambat mengatakan cinta.
Aku di sini, di tempat tanda cinta berada.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurwahidah Bi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 7: Jin Hee Clue (1)
Danau, belakang gudang tua. 20 Maret 2013.
Tempat ini benar-benar berfungsi. Pukulan telak, berhasil mengingatkan Min Joon bahwa hari ini Jin Hee memang tidak lagi bersamanya.
"Hari ini kau milikku, besok kau juga masih milikku tapi nanti siapa yang tahu? Haruskah aku melihatmu lebih sering? Atau memaksamu tetap di sisiku?" tulisan di sapu tangan hijau pudar itu sedikit sobek, namun Min Joon bisa membacanya dengan baik.
Min Joon mengulangi bacaan tulisan tangan Jin Hee dan mencoba memahami apa maksud dari ucapan anak itu, ia juga membaca dua lembar kain lainnya yang ada tulisan tangan Jin Hee.
"Jin Hee, aku datang!" ucapnya saat melihat ke arah danau. Untuk beberapa detik terdengar ucapan ringan dari suara yang begitu dirindukannya.
"Seharusnya kau lebih sering datang! Kau selalu saja membuatku menunggu!" Suara imajinasi itu menghilang saat Min Joon mencoba menjawabnya. Min Joon pergi meninggalkan tempat penuh kenangan itu dan menuju tempat yang tak terlalu jauh dari danau.
***
Ada anak kecil di tempat itu, ia terlihat tertawa lucu di sebuah rumah yang tak asing bagi Min Joon. Anak itu duduk bersama seorang perempuan, perempuan yang tidak menyadari kedatangan Min Joon. Min Joon yang terdiam di depan pagar teringat sesuatu.
***
Seoul. 30 Agustus 1993.
Ingatannya melayang, saat dirinya menghampiri seorang anak kecil di sebuah pesta ulang tahun. 20 tahun yang lalu. Mereka mengawali perkenalan dengan cara yang sederhana.
Lim Jin Hee, gadis kecil itu menyebut namanya dengan canggung. Mengetahui Jin Hee adalah adik Sun Woo, Min Joon menggila. Ia seperti menemukan mainan baru, Jin Hee menjadi orang kesukaannya setelah Sun Woo.
Jika tidak salah mengingat, usia Jin Hee baru lima tahun saat itu ....
***
"Kau melamun? Park Min Joon?" teriak perempuan itu menyadarkannya.
"Oh! Ji Yeon!"
"Kenapa baru berkunjung? Ke mana saja kau pergi mencari Jin Hee?"
"Aah ... aku masih di Seoul. Sejujurnya, aku ingin tahu apa kau sudah punya kabar tentang Sun Woo ataupun Jin Hee? Aku ke restoranmu kemarin." Min Joon bergabung ke teras rumah.
"Sudah kuduga kau datang untuk hal itu. Tungggu sebentar ya," ucapnya berlari ke dalam dan kembali membawa sebuah kotak kecil. "Sebetulnya semenjak 2 bulan yang lalu aku sudah mempunyai benda ini. Tapi, aku berpikir untuk tidak memberitahukan atau memberikannya padamu!" ungkap Ji Yeon memberikan kotak besar berwarna emas itu.
"Apa itu?"
"Aku rasa ini barang-barangnya. Aku pergi ke tempat Jin Hee bekerja, karena pihak hotel menelepon dan memintaku mengambil barang-barang yang sudah setahun lebih berada di loker lama mereka, jadi–"
"Barang ini milik Jin Hee?" sela Min Joon, "kau sudah melihatnya? Apa kau yakin?" cecar Min Joon penuh tanya.
"Tidak! Aku tidak melihatnya. Benda ini menggunakan kata sandi dan aku tidak tahu kode sandinya, aku sudah memasukkan tanggal lahir Jin Hee, Sun Woo dan tanggal lahirmu. Tapi, tetap saja tidak cocok!" terang Ji Yeon.
"Jika bukan tanggal lahir kami? Lalu apa?" ucap Min Joon mengingat.
"Aku tidak tahu! Ooh ya, matahari akan segera pulang? Apa kau mau makan malam di sini bersama kami? Aku tadi membuat tteokbokki dan ...."
"Tidak perlu, aku akan kembali ke Seoul!" potong Min Joon menolak.
"Baiklah, hati-hati di jalan!" ucap Ji Yeon melambai-lambaikan tangan kecil putrinya.
"Aaah ... Jin Ah! Paman pergi dulu ya ...!" ucapnya pada bayi kecil yang sedari tadi duduk mengabaikannya. Min Joon pergi membawa kotak emas milik Jin Hee dan kembali berharap bisa menemukan sesuatu. Min Joon tidak langsung pulang ke Apgujeong, ia melanjutkan perjalanannya hari ini.
***
27 Maret 2013, 16:40 KST.
Min Joon melaju ke Seoul dan mampir sebentar di tempat Jin Hee pernah bekerja sebagai pekerja paruh waktu, karena hari yang sudah malam Hotel tempat Jin Hee bekerja terlihat cukup sibuk.
"Maaf sebelumnya. Aku ingin bertanya tentang pekerja paruh waktu bernama Lim Jin Hee? Apa kau mengenalnya? Dua tahun lalu dia bekerja di hotel ini," tanya Min Joon aktif.
"Maaf, kami tidak bisa memberikan informasi pegawai atau pun tamu kepada orang lain! Selamat Datang, ada yang bisa saya bantu?" lanjut pegawai wanita itu membungkuk tepat ketika melihat ada pelanggan lain yang datang.
***
Tak mendapatkan informasi apa pun, Min Joon pergi meninggalkan meja resepsionis. Berdiri sejenak di depan pintu keluar untuk sedikit mengingat tempat ini.
Seorang pria asing memanggilnya pelan, seolah ingin memastikan sesuatu. Min Joon pun menanggapinya.
"Apa kau sedang mencari nona Lim Jin Hee?" tanya pria itu pada Min Joon yang terlihat lelah dengan perjalanan flashback-nya hari ini. "Kau mencari Lim Jin Hee kan?" lanjutnya.
"Kau mengenalnya?"
"Aah ... dulu kami melamar di tempat ini secara bersamaan, jadi bisa dikatakan kalau aku adalah rekan kerja Lim Jin Hee! Tapi, boleh aku tahu kau siapa? Ah ... apa mungkin kau Park Min Joon? Tunangan Lim Jin Hee?" ungkapnya berhasil mengenali Min Joon.
"Ya, aku Park Min Joon."
"Waah ... Jin Hee banyak membicarakan semua hal tentangmu, juga wanita yang bernama ... bernama?"
"Wanita?" sidik Min Joon.
"Iya, aish ... aku lupa namanya!" lanjutnya membuat Min Joon penasaran. "Aah! Kalau aku tidak salah mengingat namanya adalah, Cha ... Cha Soon Yi? Tidak, tidak, Choi Soon Yi?"
"Apa maksudmu, Cha Soo Yi?"
"Ah, benar! Sepertinya itu Cha Soo Yi! Itu sudah sangat lama, jadi aku tidak mengingatnya dengan benar," ucapnya membuat Min Joon terperanjat.
"Berapa lama lagi kau selesai bekerja?"
"Dua puluh menit lagi!"
"Baiklah aku tunggu kau di mobil, kau lihat kan? Kau harus ikut denganku," perintahnya menunjuk ke luar hotel.
***
Min Joon dan pria itu pergi meninggalkan Hotel dan pergi menuju ke sebuah restoran di sekitar situ.
"Tuan Park, beberapa bulan yang lalu aku memberikan sesuatu kepada teman Lim Jin Hee."
"Kotak berwarna emas itu? Apa kau yang memberikannya?" tanya Min Joon.
"Iya! Kau sudah menerimanya?"
"Iya, terima kasih banyak!" ucap Min Joon tersenyum juga. "Hari saat Jin Hee menghilang, apa kau tahu sesuatu?"
"Beberapa jam sebelum Jin Hee pergi aku melihat dia sedang bicara dengan kakaknya. Sayangnya, aku tidak mendengar apa-apa. Mereka terlihat saling berbisik, itu saja!"
"Apa ada orang lain?" ucap Min Joon.
"Entahlah! Aah ... tapi, setelah itu aku bertemu dengannya di depan ruang ganti, dia menitipkan kunci lokernya kepadaku. Dia menjadi sangat aneh. Caranya memanggilku terasa berbeda. Dia bilang akan ada yang mencarinya dan memintaku untuk berkata tidak melihatnya."
"Kapan tepatnya hari itu?"
"Hari itu kami kedatangan komunitas pelukis, jadi aku ingat tanggalnya. Itu 15 November 2011. Dia berkata bahwa aku harus menjaganya, tapi jika yang mencari adalah Park Min Joon dia memintaku untuk memberikan benda itu."
"Benda apa?"
"Kotak emasnya. Dia memintaku memberikan itu padamu. Tapi, kau tidak pernah datang mencarinya. Aku pikir mungkin kau datang saat aku sedang tidak bekerja. Jadi dua bulan yang lalu, saat pembersihan loker, aku berikan benda-benda peninggalan Jin Hee pada temannya."
"Kalau begitu terima kasih banyak, Han Jung Woo! Aku sangat berhutang padamu."
"Aah, Park Min Joon aku mengingat sesuatu. 'Aku tidak bisa menjelaskannya kepadamu! Yang pasti jika dia benar-benar datang mencariku tolong katakan, aku ada di tempat yang selalu ingin didatangi dan aku tidak akan pergi jauh.' Begitulah kalimat yang diungkapkan Jin Hee sebelum meninggalkan ruang ganti." Han Jung Woo masih mencoba menjelaskan.
Min Joon sangat berterima kasih. Rasanya benar-benar luar biasa. Seharusnya Min Joon datang ke tempat ini lebih awal.
***
Bersambung
cerita yg menarik karena kekuatannya ada pada kata2 yg indah