NovelToon NovelToon
UNBREAKABLE RIDE

UNBREAKABLE RIDE

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Nikahmuda / Diam-Diam Cinta / Percintaan Konglomerat / Romansa
Popularitas:26k
Nilai: 5
Nama Author: Ind_Chris

Andro yang tidak sepemikiran dengan keluarganya akhirnya memutuskan untuk keluar dari rumah dan hidup di jalanan, lalu ia bergabung dengan genk motor yang berkuasa di daerah tempat tinggal barunya.
Sedangkan Julia yang seharusnya mengikuti ujian akhir nasional tapi harus menutup mimpinya untuk bisa lulus dari jenjang SMA karena ia terpaksa kabur dari rumah untuk menghindari ayah dan kakak tirinya yang sering melecehkannya.
Bagaimana bila Andro dan Julia dipertemukan? Mungkinkah mereka saling jatuh cinta, atau mereka malah saling menyakiti?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ind_Chris, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 7

Julia menyalakan motornya lalu segera beranjak dari tempat itu. Ia ingin segera kembali ke restoran tapi pikirannya terus berputar dan memikirkan Andro. Perasaannya campur aduk, ia takut terjadi sesuatu pada Andro tapi ia juga taku Andro melakukan sesuatu yang berbahaya. Jantung Julia berdebar dengan sangat kencang hingga membuat dadanya terasa sangat sesak. Berkali-kali Julia berusaha menenangkan dirinya dengan menghela nafas panjang tapi tidak juga memberikan efek apapun, pikiran dan perasaannya masih saja kacau. Akhirnya Julia memutuskan untuk memutar arah laju motornya lalu pergi ke daerah perbatasan.

Samar-samar terdengar suara keributan begitu Julia hampir tiba di daerah perbatasan itu. Wanita tua itu benar, di tempat itu sedang terjadi pertikaian. Julia memarkirkan motor operasional restoran yang digunakannya di tempat yang cukup tersembunyi, lalu ia melangkah perlahan menuju tempat perkelahian antar genk motor itu terjadi. Julia sempat ragu dan ingin kembali ke motornya, tapi akhirnya ia memutuskan untuk mengintip ke arah tempat perkelahian itu dari balik tembok. Sebuah pemandangan yang sangat mengerikan bagi Julia, belasan orang terlibat perkelahian sengit, mereka terlihat seakan hendak saling membunuh satu sama lain.

"BRAAAK!!" Tiba-tiba seorang pria dengan banyak luka lebam di wajahnya dan darah mengalir keluar dari bibirnya, jatuh tersungkur di tanah, tak jauh dari tempat Julia bersembunyi. Jantung Julia berdetak lebih cepat lagi hingga terasa seperti akan meledak. Sesaat kemudian muncul sosok Andro dengan sebuah botol kaca di tangannya. Ekspresi wajah Andro terlihat dingin dan sangat menakutkan. Julia menutupi mulutnya dengan kedua tangan, ia sangat ketakutan melihat Andro dengan ekspresi wajah seperti itu.

Andro berjongkok di hadapan pria yang sudah terlihat sangat lemah itu.

"Sudah gue bilang, lo tidak akan pernah menang melawan kami!" ucap Andro dengan suara berbisik, tapi Julia bisa mendengar semua ucapan Andro itu karena jarak mereka cukup dekat. Tubuh Julia bergetar, ia ketakutan melihat semua itu.

"PRAANGG!" Andro memukulkan botol kaca yang sedari tadi berada dalam genggaman salah satu tangannya ke batu yang ada di dekatnya. Botol itu pecah menjadi beberapa bagian dan Andro masih menggenggam bagian botol yang tidak pecah tetapi bagian lainnya menjadi tajam. Andro mengancam lawannya itu dengan botol kaca bersisi tajam. Melihat botol kaca bersisi tajam itu, Julia teringat dengan botol kaca yang pernah ia gunakan untuk memukul kepala ayah tirinya. Terlintas kembali kenangan buruk ketika bersama ayah tirinya itu, bayangan itu membuat Julia syok, ia melangkah mundur dengan ceroboh, Julia membuat setumpukan kaleng dan botol kosong yang sedari tadi ada di belakangnya terjatuh dan menimbulkan suara berisik. Julia sangat terkejut, ia menoleh ke arah Andro dan ternyata Andro mendengar suara berisik dari tumpukan kaleng dan botol kosong itu. Untuk sesaat mereka hanya saling menatap tanpa berkata apa-apa.

"Julia..." gumam Andro pelan. Julia tersadar, ia segera berlari pergi dari tempat itu dan menuju tempat ia memarkirkan motor operasional restoran, lalu melaju kencang dengan motor itu menuju restoran.

...

"Hash!" gerutu Andro. Andro menyeret Willy yang sudah tak berdaya dan melemparkannya kembali ke wilayah kekuasaan Willy. Anggota genk motor Andro lainnya pun melakukan hal yang sama terhadap anggota genk motor Willy.

"Bereskan semuanya!" ucap Andro pada Tian.

"Gue harus pergi sekarang!" lanjutnya. Tian menganggukkan kepalanya dan membiarkan Andro pergi dari tempat itu.

Andro bergegas menaiki motornya dan melaju dengan sangat kencang, ia berharap masih bisa menyusul Julia untuk menjelaskan semua yang dilihatnya itu, tapi sayang, Julia sudah lebih dulu tiba di restoran sebelum Andro berhasil menyusulnya. Andro menunggu Julia di luar restoran, tapi sampai malam tiba, Julia tidak keluar sama sekali dari tempat kerjanya itu. Andro merasa kalau Julia menghindarinya.

...

Julia masuk ke dalam restoran dengan tergesa-gesa, nafasnya tampak tersengal-sengal.

"Kamu kenapa?" tanya Bima yang kebetulan melintas di hadapan Julia dan melihat Julia dalam keadaan pucat. Julia menggelengkan kepalanya pelan, tapi Bima tidak mempercayainya dan menatap curiga ke arah Julia.

"Kamu sedang dikejar seseorang?" tanya Bima lagi. Julia menghela nafasnya.

"Tidak, kak! Aku baik-baik saja dan tidak ada yang mengejarku!" jawab Julia sambil tersenyum lembut. Tak lama kemudian Bima berlalu dari hadapan Julia.

...

Sekian lama Andro menunggu, akhirnya Julia keluar dari restoran setelah menyelesaikan jam kerjanya. Andro bergegas menghampirinya.

"Julia!" panggil Andro. Julia tidak menghiraukan Andro dan terus berjalan dengan cepat.

"Julia!" panggil Andro lagi, akhirnya Andro meraih tangan Julia untuk menghentikan langkahnya.

"Ada apa?" tanya Julia pelan.

"Ayo kita pulang, aku akan menjelaskan semuanya di rumah!" ajak Andro. Julia menatap Andro dengan seksama, matanya terlihat berkaca-kaca. Perlahan Julia menggelengkan kepalanya. Andro terkejut dengan penolakan dari Julia itu.

"Kenapa?" tanya Andro.

"Aku akan pulang ke rumahku!" jawab Julia.

"Mengapa mendadak seperti ini?" tanya Andro lagi.

"Tidak apa-apa, aku hanya ingin pulang ke rumahku sendiri!" sahut Julia.

"Bagaimana kalau kakakmu itu masih berada di sana?" tukas Andro.

"Tidak apa-apa!" jawab Julia singkat.

"Aku pergi dulu, ya!" pamit Julia. Julia melepaskan tangannya dari genggaman tangan Andro tapi Andro kembali meraih tangan Julia dan menggenggamnya dengan lebih erat.

"Aku akan menjelaskan semuanya!" seru Andro.

"Menjelaskan apa?" tanya Julia.

"Tentang yang kau lihat tadi." terang Andro.

"Aku tidak peduli semuanya itu! Itu kehidupanmu!" tukas Julia. Andro tersentak.

"Hidupku sudah serumit ini, aku tidak mau mengurusi hal yang rumit seperti itu lagi." ungkap Julia. Andro terdiam.

"Mulai sekarang kita mengurusi kehidupan kita masing-masing saja!" ucap Julia. Andro menatap kedua mata Julia, ia tidak menyangka Julia akan mengatakan hal seperti itu.

"Aku pergi dulu!" pamit Julia lagi, ia kembali melepaskan tangannya dari genggaman tangan Andro, tapi kali ini Andro tidak menahannya lagi. Julia memandangi wajah Andro untuk terakhir kalinya.

"Aku tidak menyangka kalau kamu sangat mengerikan." ungkapnya dengan suara berbisik lalu berlalu dari hadapan Andro dan kemudian menaiki bus yang menuju ke rumahnya.

Untuk beberapa saat, Andro hanya mematung setelah mendengar ucapan Julia yang mengatakan kalau dirinya sangat mengerikan. Andro menghela nafasnya dengan kasar lalu kemudian beranjak dari tempat itu. Andro melangkah perlahan menuju ke tempat ia memarkirkan motornya, ia merogoh saku celananya dan mengeluarkan rokok serta korek gas miliknya. Sekali lagi Andro menghela nafasnya lalu mulai membakar ujung rokoknya itu. Perlahan-lahan ia menikmati rokoknya di atas motor kesayangannya. Malam ini, untuk pertama kalinya setelah sekian lama, perasaannya terasa tak karuan, ia bahkan bingung dengan apa yang dirasakannya.

...

Julia masuk ke dalam rumah sewanya yang sangat berantakan.

"Denis pasti mengamuk di sini!" gumam Julia pelan. Ia mulai memunguti barang-barangnya dan membereskan rumahnya itu. Ketika melihat meja, tempatnya nyaris di 'eksekusi' Denis itu, Julia teringat dengan Andro. Bagaimana Andro menyelamatkannya kembali melintas di benaknya, tanpa disadari Julia, air mata mengalir dari sudut matanya. Seketika perasaan bersalah memenuhi hati Julia, ia merasa sangat bersalah sudah memperlakukan Andro seperti tadi padahal Andro sudah menyelamatkan hidupnnya.

"Bisa-bisanya aku mengatakan kalau dia sangat mengerikan, padahal aku jauh lebih mengerikan darinya!" sesal Julia.

"Aku bahkan tidak tahu berterimakasih pada orang yang sudah menyelamatkanku!" ucap Julia pelan.

...

1
arfan
up bos
IndChris: siap..
total 1 replies
Kam1la
akhirnya menikah juga, selamat ya..
Kam1la
Semoga Andro bisa menikahi Julia
Kam1la
Andro sangat serius dengan Julia
Kam1la
sampulnya baru lagi...
Semangat lanjut!
IndChris: hehee.. iya kak covernya baru 🤭
total 1 replies
Eve.Eveline
Suka banget!
IndChris: terima kasih kak 🤗
total 1 replies
Kam1la
Denis jahat
Kam1la
semangat lanjut Kak...
IndChris: terima kasih..
semangat juga buat kakak..
total 1 replies
ayybee
minta kek Andro satu
IndChris: iya juga yaa..
total 5 replies
Kam1la
setuju...
ayybee
di like dlu ntar authornya tantrum lagi
IndChris: de bes lah lo mah beb..
total 5 replies
Kam1la
Siip!
Kam1la
kakak juga semangat ya!
Mimi
Parah sih punya bos kayak gini, bikin makan hati!!
Kam1la
like Kak, mampir juga dong di Kado untuk Aldo
Nath09
seru banget
IndChris: terima kasih penilaiannya kak..
jangan lupa baca kelanjutannya yaa.. ❤️
total 1 replies
noname
Keren ceritanya, bikin penasaran, bikin greget, dan pengen tau kelanjutan hubungan Andro dan Julia gimana
IndChris: terima kasih untuk penilaiannya kak..
baca terus ya kak ❤️
total 1 replies
noname
semangat update kak, penasaran sama critanya
noname
seneng banget kalau cwok peka kayak gini
noname
untung peka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!