"Mobil untuk besok dan 1 bulan ini sudah aku kirimkan ke rumah mu."
"Ok." Jujur saja Yura tidak tertarik membicarakan hal lain kepada pria sombong itu.
"Maksud Abang akan menjadikan Yura sebagai supir?" Gerald menatap tak percaya kepada sang Abang.
"Bukan hanya menjadi supir tetapi juga menjadi Sekretaris dan juga asisten pribadi tuan Gheo Cristiano, hebat kan aku?" Yura berkata sinis dengan nada menyindir.
"Wah..wah... Abang keterlaluan, pantes tadi Doni Papa suruh terbang ke Jogja buat menangani perusahaan di sana."
"Itu pantas dia dapatkan karena sudah membuat hidung ku hampir patah." Gheo tidak sadar jika dirinya baru saja keceplosan. Yang menyebabkan Gerald menganga karena masih belum paham seperti apa ceritanya.
"Itu juga pantas didapatkan oleh orang yang merendahkan harga diri saya!" Yura berkata tanpa menoleh ke arah kedua kakak beradik itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Clareisya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 8
Karena Gheo tak juga mengutarakan keinginannya, Yura sudah sangat bosan melihat tingkah Gheo yang hanya memperhatikan dirinya.
"Saya tau saya ini cantik, Tapi tolong matanya di kondisikan!" Yura benar-benar risih jika ditatap terus-terusan seperti itu.
"What?! Kamu benar-benar terlalu percaya diri! muka pas-pasan begitu dibilang cantik?"
"Sekarang katakan apa yang kamu inginkan!" Yura Ingin cepat-cepat mengakhiri pembicaraan yang menurutnya tak mutu sama sekali.
"Menurut mu? Hukuman apa yang pantas saya berikan pada mu? Kalau memecat mu itu terlalu ringan, Kalau menuntut secara hukum aku sudah pastikan kamu kalah. Hmm bagaimana kalau kamu menjadi asisten plus sekretaris Saya?"
Mata Yura auto melotot, Jadi sekretaris saja pekerjaannya sudah segunung apalagi ditambah menjadi asisten pribadi Gheo.
Tapi mengingat ini bukan permintaan yang aneh-aneh maka Yura terpaksa mengiyakan.
"Baiklah saya setuju! Kalau begitu saya permisi!"
"Eits, tunggu dulu." Gheo meraih pergelangan tangan Yura "Kamu tau kan apa pekerjaan asisten pribadi? Kamu harus menuruti semua perintah saya walaupun itu tidak ada kaitannya dengan pekerjaan!"
Yura memutar bola matanya "Ya saya tahu, Selama itu tidak melanggar moral dan hukum akan saya lakukan."
"Bagus, Kalau begitu saya akan menyuruh Doni kembali ke rumah Papa sekarang juga! Kembalilah ke ruangan mu!"
Yura merasa ini keputusan yang lebih baik, Daripada dijebloskan ke penjara itu sama sekali tidak lucu. Jika sampai Ia menjadi narapidana itu sama saja mencoreng nama keluarganya. Terlebih lagi citra kakaknya sebagai dosen akan hancur.
"Kalau begitu sekarang kembali keruangan mu." Gheo hanya mengibaskan tangannya tanpa melihat ke arah Yura.
"Baik! saya permisi Tuan!" Kali ini Yura memutuskan untuk memanggil Gheo tuan. Toh asisten dengan pembantu apa bedanya? Sama-sama menjadi orang yang bisa disuruh-suruh.
Gheo tidak menggubris kali ini ia hanya ingin fokus ke pekerjaan yang menumpuk.
🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻
Ting!
Yura melihat ada notifikasi wa atas nama "EMAKNYA OLAF"
EMAKNYA OLAF: Woi? Lo dimana? Tadi siang Kok Lo gak turun ke kantin.
YURA: Gue makan di ruangan!
EMAKNYA OLAF: Tumben! Apakah terjadi sesuatu?
YURA: Bukan cuma sesuatu, tapi banyak yang terjadi.
EMAKNYA OLAF: Serius Lo? Ada apa sih! Gue kepo tingkat akut nih!!!!!!
YURA: Ntar gue ceritain, sepulang kerja kita mampir di cafe ***** gue pengen minum Boba disana.
EMAKNYA OLAF: Ok! Seperti biasa kita ketemu di lobby.
YURA: Wokee...
Yura menyandarkan tubuhnya di kursi, Pekerjaan hari ini sungguh menguras tenaga dan juga emosinya.
Kring! Kring! Kring!
Sebenarnya Yura malas mengangkat telepon tersebut karena sudah dapat dipastikan itu panggilan dari Gheo.
"Halo."
"Keruangan ku sekarang!"
Tut..Tut..
"Huft! Semangat Yura!! Pria sombong itu bukan tantangan yang sulit untuk dihadapi. Ini belum sebanding dengan pahlawan Indonesia yang melawan penjajah!"
Dengan langkah gontai Yura menghampiri ruangan sang CEO.
Saat ini Yura berdiri di hadapan bos yang berkuasa setelah dipersilahkan masuk sebelumnya.
"Ada apa tuan?"
"Kamu bisa nyetir mobil kan? Apa kamu sudah punya SIM?" Tanpa basa-basi Gheo langsung to the points.
"Ya Tuan, Saya bisa nyetir dan sudah memiliki SIM."
"Kalau begitu mulai besok kamu yang akan mengantar jemput kan saya ke kantor, Orang suruhan saya akan mengantarkan mobilnya ke rumah kamu!" Setelah berpikir sekian jam Gheo menemukan ide brilian tersebut, Ia masih sangat kesal karena sampai saat ini bekas memar di hidungnya belum juga hilang.
"What!? Saya menjadi supir begitu?!" Yura takut jika ia salah dengar barusan. "Tuan Gheo yang terhormat! Saya ini bukan robot yang bisa merangkap pekerjaan tiga sekaligus."
"Pilihan kamu cuma ada dua, Ikuti perkataan saya atau kita selesaikan secara hukum!" Gheo tidak mau kalah kali ini.
"Baiklah! Kemana saya akan menjemput Tuan besok pagi! Tapi tunggu dulu, Sampai kapan ini akan berakhir? Saya tidak mau selamanya terjebak pekerjaan di luar nalar ini." Yura harus memperjelas semuanya sebelum mengiyakan begitu saja.
"1 Bulan! Setelah itu kamu sudah bebas dari hukuman. Dan kamu akan kembali menjadi sekretaris saja."
"Saya ingin ada surat perjanjian terkait 1 bulan ini, Dan harus ditandatangani diatas materai." Yura bukan gadis bodoh yang bisa dimanfaatkan begitu saja.
"Oke! Besok saya akan membawa surat seperti yang kamu minta! Sekarang pulanglah anggap hari ini saya kasih bonus ke kamu untuk kerja extra besok!" Gheo mengeluarkan secarik kertas dan menuliskan sesuatu di sana.
"Ini alamat rumah ku, Jemput aku disana tepat jam 07:00 tidak bisa telat sedetikpun."
Yura mengambil kertas kecil itu, Jarak dari rumahnya ke alamat sang bos lumayan jauh. Menghabiskan waktu kira-kira 20 menit perjalanan itupun kalau tidak macet.
"Untunglah dia tidak tinggal di rumah Pak Satria, karena rumah beliau lebih jauh lagi." Yura memasukkan kertas itu ke dalam saku blazernya.
"Baiklah tuan, saya permisi!"
"Hmm..!"
Setelah sampai di lobby Yura melihat kesana kemari mencari keberadaan sahabat satu-satunya.
"Pantesan emaknya Olaf belum nongol, jam pulang kerja masih 30 menit lagi!" Yura memutuskan untuk pergi duluan ke cafe yang disebutkannya kepada Elsa.
Setelah menempuh perjalanan 15 menit Yura telah sampai di cafe ***** yang khusus menghidangkan berbagai makanan khas Korea.
Sebagai fans K-Pop sejati tentu saja Yura tidak mau ketinggalan dengan menu-menu yang berbau Korea.
Setelah memarkirkan mobilnya Yura segera memasuki cafe, Ia memilih duduk di pojok supaya makin nyaman kalau nanti ngerumpi bareng Elsa.
Setelah mengirimkan pesan singkat kepada Elsa, Yura memesan beberapa cemilan dan juga boba kesukaannya.
Sambil menunggu pesanannya, Yura membaca novel di aplikasi online. Daripada bengong gak jelas lebih dari baca novel begitu lah pikirnya.
Di cafe ini rata-rata pengunjungnya anak muda yang kebanyakan fans K-Pop, Disana juga di pajang beberapa foto idol K-Pop dari berbagai group.
Tak ketinggalan bias Yura dan juga Elsa ada di pajang.
Bersambung......💞💞💞💞💞💞💞
Jadi hari ini sekian dulu ya gaeessss.....
Jangan lupa like and coment...
Sarang Hae........ ❤️❤️❤️❤️❤️