NovelToon NovelToon
Sebening Dukamu

Sebening Dukamu

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Obsesi / Spiritual / One Night Stand / Tamat
Popularitas:321.1k
Nilai: 5
Nama Author: Alinatasya21

Tiara Chandani Putri terpaksa menikah dengan seorang pemuda yang tidak dicintai olehnya, lantaran terjebak cinta satu malam dengan seorang pemuda yang bernama Gala Abiseka Giyantara disebuah cafe ternama dikotanya. Ia dijebak oleh sahabatnya yang bernama Viola Arzeta. Viola yang sangat iri dengan ketenaran dan kecantikan serta pesona Tiara yang kerapkali menjadi momok menakutkan baginya, ia pun merasa kalah saing dengan Tiara yang selalu disanjung dan digandrungi oleh para lelaki dimana pun Tiara berpijak. Sehingga terbesitlah pikiran kotor Viola untuk menjebak Tiara lewat minuman yang telah dicampuri obat perangsang olehnya. Bagaimanakah Tiara mengatasi kemelut hidupnya? sedangkan ia sendiri sudah memiliki calon suami yang sangat dicintai olehnya, yakni Brama Adyaksa Kyswara. Sebelum ia sendiri terjebak bersama Gala Abiseka Giyantara? mari simak kisahnya dalam novel "SEBENING DUKA MU!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alinatasya21, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8. Frustasi

Tiara enggan menanggapi ucapan Brama, walaupun sebenarnya dirinya pun merasakan kerinduan yang teramat dalam pada Brama calon suaminya. Namun ia terlihat membatasi dirinya, ia seolah menjaga jarak dengan Brama.Tiara masuk ke dalam tokonya, sedangkan Brama tetap berdiri di luar yang dibatasi oleh etalase obat antara dirinya dan Tiara.

"Tiara, mengapa dirimu terlihat berbeda hari ini? apa kau ada masalah? ceritakan padaku, aku ini calon suamimu. Jika ada hal yang tak berkenan di hatimu, ungkapkan saja! jangan dipendam sendiri. Aku siap mendengar segala keluh kesahmu!" ucap Brama dengan menatap lekat calon istrinya tersebut. Ia melihat Tiara terlihat tidak bersemangat.

"Tidak apa-apa Mas, Tiara ingin sendiri. Mas boleh berangkat kerja sekarang!" ucap Tiara terlihat mendung. Ia pun fokus membersihkan debu-debu yang menempel di kaca etalasenya.

"Tiara, apa yang terjadi padamu? kenapa wajahmu terlihat murung? Padahal, semalam sebelum dirimu berangkat bersama viola, kau terlihat baik-baik saja. Kenapa ponselmu tidak di angkat ketika aku menghubungimu? dan pesanku pun tidak kau baca?" ucap Brama yang merasakan jika sesuatu telah terjadi pada calon istrinya.

"Maaf mas, semalam Tiara ketiduran. Sebab, hari sudah larut malam. Jadi, aku memutuskan untuk menginap di toko herbalku saja kebetulan dekat dari sini!" terang Tiara berusaha setegar mungkin, ingin rasanya ia tenggelam kedalam perut bumi daripada harus menerima kenyataan jika dirinya sudah ternoda oleh seseorang yang sangat asing baginya kendatipun Gala Abiseka dulu adalah kakak tingkatnya. Namun, hati Tiara seakan tidak ikhlas menerima itu semua.

"Baiklah, setelah ini mas tidak akan membiarkanmu pergi sendirian. Mas akan selalu mendampingi mu Tiara sampai nantinya dirimu halal untukku miliki!" timpal Brama yang sama sekali tidak mengetahui kemelut hidup yang tengah dialami oleh Tiara saat ini.

"Terima kasih atas perhatian mas, semoga mas terus seperti ini terlepas dari segala kekurangan yang kumiliki, semoga mas menerima diriku apa adanya. Jika satu saat nanti aku melakukan sesuatu yang mungkin tidak berkenan di hati Mas. Sungguh, Tiara sangat berharap mas Brama menjadi imamku!" ucap Tiara dengan mata yang mulai berkaca-kaca.

"Tiara, aku menerimamu apa adanya dalam hidupku. Kau adalah wanita sempurna dalam pandangan ku!" terang Brama dengan tatapan penuh cinta pada Tiara.

"Maafkan aku mas, aku tidak sesempurna yang mas bayangkan. Aku hanyalah rembulan malam yang redup dan tiada bersinar. Aku telah kotor, Mas. Aku yakin jika dirimu mengetahui apa yang telah terjadi padaku, kau akan meninggalkan diriku. Sebab, tidak akan ada laki-laki yang mau menerima wanita yang telah ternoda oleh laki-laki lain seperti diriku!" batin Tiara yang kembali terlihat mendung. Ingin rasanya Tiara menumpahkan air mata kesedihannya, namun dirinya berusaha untuk setegar mungkin. Ia tidak ingin membuat Brama bertanya-tanya dan khawatir padanya.

"Tiara, kau tidak apa-apakan? Kenapa wajah mu semakin terlihat mendung, jika kau sakit jangan bekerja dulu. Aku yang akan menjaga toko mu, hari ini aku libur kerumah sakit." Brama pun memberikan penawaran pada Tiara agar calon istrinya bisa istirahat tanpa harus fokus dengan pekerjaannya.

"Maaf, Mas. Tiara tidak ingin merepotkan Mas Brama. Kita belum menikah mas, aku tidak ingin mas bersusah payah untuk menjaga toko herbalku. Biar Tiara yang jaga sambil istirahat di sini."

"Baiklah, jika itu mau mu. Mas selalu meudukung apa yang menjadi keinginan mu. Jika kau merasa nyaman dengan pekerjaan mu sekarang, Mas pun turut merasa senang. Mas belikan makan siang untukmu ya?" tanya Brama dan di angguki oleh Tiara.

Brama pun segera mencari rumah masakan padang favorit Tiara. Sedangkan Tiara menangis sesenggukan setelah kepergian dokter muda tersebut.

"Ya Allah, apa yang harus kulakukan? bagaimana aku menjelaskan tentang keadaanku yang sekarang ini pada Mas Brama? Mengapa Engkau titipkan rasa cinta di hatiku, dan Kau dekatkan kami untuk merajut janji suci pernikahan namun akhirnya ada liku onak dan duri yang merintangi hubungan ini? apa salahku ya Rabb hingga diriku harus mengalami kejadian yang na'as ini? selama 21 tahun sudah aku menjaga marwahku dan aku tidak menyangka kesucian ku harus terenggut hanya dengan hasrat satu malam dengan laki-laki bajing*n itu!" tangis Tiara semakin pecah.

Tiara seolah-olah tidak terima akan takdir hidupnya yang menurutnya itu sangatlah buruk. Ia lupa, jika dalam konsep kehidupan segala qada dan qadar semuanya sudah menjadi ketetapan Allah subhanahu ta'ala baik buruk kehidupan yang telah dilalui oleh setiap insan.

Namun, Tiara terlihat frustasi. Ingin rasanya ia lenyap dari atas muka bumi ini daripada harus menerima kenyataan pahit dalam hidupnya.

"Aku ingin mati saja!" ucap Tiara pelan.

Namun Tiara kembali mengingat kajian yang pernah ia dengar dari ustad Abu Ammar beberapa waktu yang lalu. "Barang siapa yang membunuh dirinya dengan sesuatu, maka dia akan disiksa dengan benda tersebut di neraka jahannam."

Dan Tiara, tidak ingin mengakhiri hidupnya begitu saja hanya karena kemelut hidup yang kini sedang menderanya. "Bunuh diri bukankah solusi, justru akan memperparah keadaan!" pikirnya.

Tiara menyandarkan tubuhnya bertumpu pada kaca etalase, ia segera menghapus air matanya ketika mendengar deru mobil milik Brama Adyaksa Kyswara sang calon imamnya kini telah terparkir rapi di samping tokonya. Tiara tidak ingin Brama curiga padanya. Ia belum siap menceritakan kejadian yang menimpanya pada calon suaminya.

"Tiara, Mas bawakan nasi padang faforit mu. Ayam bakar, sambal cabe hijau, lalapan mentimun, daun kemangi, bunga kol, sama kuah santannya." Brama nampak bahagia dapat memberikan perhatian khusus pada calon istrinya di sela-sela kesibukannya sebagai seorang dokter.

"Terima kasih, Mas!" ucap Tiara dengan berusaha menampilkan seulas senyum kebahagiaan dengan kehadiran Brama disisinya.

Wajah Tiara terlihat sembab karena terlalu banyak menangis, membuat Brama menatap insten wajah bidadari yang teramat dicintai olehnya.

"Dek, matamu terlihat sembab. Kamu menangis?" tanya Brama dengan raut wajah khawatir ketika melihat wajah Tiara yang terlihat mendung.

"Tadi aku kelilipan, Mas." Tiara beralasan. Ia pun segera menyiapkan dua piring sebagai alas nasi padang untuk dirinya dan Brama.

"Tunggu dulu, Dek! kemarilah," ucap Brama terdengar lembut.

Tiara pun mendekat ke arah Brama, meskipun terhalang etalase obat sebagai pembatas di antara keduanya agar tidak bersentuhan. Sebab bagaimanapun, mereka belum halal untuk bersentuhan meskipun hanya seujung kuku. Mengingat adanya batasan mahram di antara keduanya.

"Ada apa, Mas?" tanya Tiara mendadak gugup ketika berhadapan dengan Brama dari jarak yang sangat dekat.

"Aku lihat mata mu!" Brama pun perlahan meniup mata Tiara yang terlihat merah, yang Tiara bilang jika penglihatannya kelilipan. Membuat Brama menyelipkan rasa perhatian khusus pada calon istrinya, seujung rambut, seujung kuku Brama tak rela melihat Tiara tersakiti, meskipun hanya kelilipan mata.

"Mas," ucap Tiara dengan degup jantung yang bergerak cepat. Ia benar-benar merasa gugup ketika Brama refleks meniup kelopak matanya yang terasa perih akibat terlalu lama menangis.

1
Shifa Burhan
kenapa novel selalu membuat pemeran utama wanita seolah wanita paling sempurna, paling baik, ibarat berlian, wanita sholeha, dibuat kayak lelaki yang mendapatkannya adalah lelaki paling beruntung
tapi fajta dalam cerita pemeran utama wanita adalah wanita yabgvpalong banyak melakukan kesalahan fatal dan munafik

contoh tiara seolah wanita paling sholeha, wanita paling baik, wanita paling sempurna, dan lelaki yang mendapatkan tiara adalah lelaki paling beruntung didunia

tapi ini fakta tentang tiara
*istri munafik marah besar karena suami nya ada wanita lain tapi tidak sadar diri kalau dia berkali berharap pada lelaki lain
*istri laknat berstatus istri tapi mengharapkan pria lain
*istri laknat berkali2 mengatakan cerai (dalam islam wanita yang mengatakan satu kali kata cerai saja udah dilaknat, apalagi berkali2, aku bawa agama soalnya author menggambarkan seolah2 tiara adalah wanita paling sholeha)
*istri laknat yang selalu membanggakan pria lain
*istri laknat yang pergi dari rumah
*istri laknat yang selalu meninggikan suara pada suami
*istri laknat selalu membangkang
*istri laknat selalu merendahkan harga diri suaminya
*istri laknat yang membuat suaminya diremehkan pria lain
*istri laknat yang tidak bisa menjaga harga diri suami dan rumah tangganya

wanita kayak gini yang kalian banggakan

miris pola pikir kalian yang menggambarkan wanita sholeha
Zayna Khanza
terlalu cpt abi berkata seperti itu,wajarlah istrimu masih mancintai mantan clon suamix krn bru beberapa waktu klian menikah,seandaix udah berbulan2 atau bertahun
Mommy QieS: Terimakasih, sudah mampir kemari Kak. Setelah hampir tiga bulan author Hiatus baru muncul lagi di sini.😊🙏🙏
total 1 replies
bunda syifa
Luar biasa
Mommy QieS: terima kasih, Kak
total 1 replies
wndanaomi
Luar biasa💗💗💗😇
Mommy QieS: terimakasih kak.😊😘
total 1 replies
Mommy QieS
I Like My Karya
Defan_12
viola, ente bener- bener ye, musuh dalam selimut /Facepalm/ wkwkwkwk
Satti Iyem
masa Alloh taa barokallah ngiri aku ☺☺☺
YuWie
sahabat kok mslah jadi musuh dalam selimut
Mommy QieS: iya kak, teman makan teman
total 1 replies
Lilik Juhariah
sediiiih banget bacanya
Mommy QieS: terimakasih sudah mampir kak
total 1 replies
Sena judifa
muara cinta kita hadir thor
Sena judifa
salah...karena km lah penyebab bram berpisah jika dia tau kekasihx terpaksa tdr bersama Gala
Deliz Diaz Dla FM B
Extra part dong
Sena judifa
muara cinta kita mampir thor
Sena judifa
oh viola ini suka sm Bram y
Sena judifa
jika bram bijak dia bisa menerima tiara
Deliz Diaz Dla FM B
Lanjutannnnnnn
Sena judifa
mAmpir thor
Sena judifa
teman macam apa itu
Deliz Diaz Dla FM B
Lanjutannnnnnn
Sena judifa
benar2 bs perang dunia nih...muara cinta kita mampir thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!