NovelToon NovelToon
Harga Diri Yang Terjual

Harga Diri Yang Terjual

Status: tamat
Genre:CEO / Playboy / Cinta Terlarang / Nikah Kontrak / Obsesi / Tamat
Popularitas:155.1k
Nilai: 5
Nama Author: Desire pooh

Kehidupanku yang sempurna langsung berubah drastis sejak meninggalnya papaku.
Aku yang terbiasa hidup serba kecukupan kini harus banting tulang demi menyambung hidup dan demi pengobatan mamaku
Disaat aku terpojok dan putus asa mencari uang untuk operasi mamaku, seorang pria asing dengan suka rela membiayai semua pengobatan mamaku.
Namun satu hal yang pasti, tak da yang gratis di dunia ini dan sejak saat itu pula hidupku sudah terjual.
aku menjadi budak pemuas sex pria itu.
Mampukah aku hidup dalam Kubang dosa??
Bagaimanakah aku menjalani hidupku???

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desire pooh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penolakan

"Apa anda sudah rundingan dengan Davira atau nyonya Cynthia????" Tanya Frans dengan tatapan menyelidik. Pasalnya ia tau benar karakter Davira.

wanita cantik itu tak pernah mau berhutang apapun atau tergantung pada orang lain.

dan mengenai operasi Cynthia, Davira mengatakan sedang berusaha salah Frans tak yakin apakah wanita cantik itu sanggup mencari biaya yang jumlahnya fantastis itu.

"Dokter Frans, anda tentu tahu tabiat calon istri saya, dia ...

Dia wanita yang memiliki prinsip dan tidak mau menyusahkan orang lain.

Saya melakukan ini sembunyi-sembunyi, jika mereka tahu, mereka tak akan mau" ucap Steven tahu kemana arah pemikiran Frans.

beruntung Steven sudah bisa membaca karakter wanita incarannya.

Frans menatap Steven tanpa berkata apa-apa.

Dalam hatinya membenarkan perkataan pria di depannya.

"Tapi dokter tak bisa melarang saya untuk membiayai pengobatan calon mertua saya bukan????" tanya Steven melihat raut ketidaksukaan Frans.

Steven menduga jika dokter tampan itu menyukai Davira dari cara ia berbicara.

Steven langsung mengibarkan bendera perang

Frans adalah saingannya dalam mendapatkan Davira.

Steven melirik nama yang tertera di meja Frans, alisnya berkerut lalu senyum tipis terukir.

ia tahu siapa keluarga Frans.

Dokter tampan itu memiliki latar belakang yang luar biasa. Steven jadi ingat laporan Ben saat mereka mencari informasi tentang perusahaan keluarga Frans.

Anak orang kaya raya yang memilih menjadi dokter padahal kekayaan orangtuanya tak akan habis di makan tujuh keturunan tujuh tanjakan, tujuh tikungan.

Steven harus melancarkan gerakan cepat, ia takut dokter Frans akan menikungnya jika ia kalah cepat.

"Saya tidak akan melarang" ucap Frans berusaha menekan perasaannya.

Cemburu, kecewa yang kini ia rasakan.

Namun ada keraguan dengan perkataan Steven

Calon suami???

Baru menampakan diri sekarang????

Mencurigakan!!!!!!

"Terima kasih.

Asisten saya akan mengurus semua berkasnya, kalau begitu saya permisi" ucap Steven tersenyum lebar

ia menjabat tangan Frans

"Kalau begitu saya permisi" Frans hanya mengangguk.

Steven berbalik badan dan pergi, namun langkahnya terhenti dan menoleh

"Oh ya dokter Frans. Saya harap anda membuang perasaan anda jauh karena Davira milik saya" ucap Steven tersenyum sinis lalu pergi meninggalkan ruangan dokter frans di ikuti Ruben.

Ruben langsung mengurus admistrasi operasi Chintya, lalu setelah itu mereka pergi

Suster Mila terlihat bersemangat mendatangi Davira yang baru sampai.

Senyum merekah di bibir suster cantik itu.

Ia tahu bagaimana perjuangan Davira untuk pengobatan mamanya, karena itu ia sangat prihatin pada Davira

"Davira...." Panggil suster Mila

"suster Mila??? Udah mau pulang ya???" Tanya Davira akrab yang melihat suster Mila sudah memakai pakaian bebas

"iya, owh ya Vira, selamat ya.

Aku turut senang akhirnya operasi mamamu akan segera di jalankan

Semangat untuk kesembuhan beliau ya" ucap suster Mila ikut senang

"Maksud suster apa?? Operasi mama???" tanya Davira masih tak mengerti

"Iya mamamu. Ya ampun kok kamu gak tahu sih?? Jadi tadi siang, ada pria tampan yang mengaku calon suamimu membayar semua biaya operasi mamamu" cerocos suster Mila

"Ca...calon suami?????" tanya Vira makin bingung

"Iya calon suami, Ya Allah Vira, aku turut senang ya.

Pacar kamu itu....

Pantes saja kamu gak mau sama dokter Frans, tampan calon suami kamu" bisik suster Mila cengengesan membuat davira makin pusing di buatnya

"suster... Aku bingung deh.

Aku enggak punya pacar, apalagi calon suami.

Aku...."

"Enggak usah malu, please deh sama kak Mila pake nutupin segala.

Itu sudah jadi gosip satu rumah sakit.

Kamu pinter deh pilih pacar.

Udah baik, kaya dan tampan banget kaya model.

Aku yakin sekarang dokter Frans lagi parah hati" ucap Mila cekikikan

"Oh ya, nama pria itu...

Steven.... Gerald klo gak salah" tambah suster Mila

Davira terlihat termenung.

Pasalnya ia tak kenal siapa Steven Gerald atau siapakah namanya.

Jika teman papanya, gak mungkin semuda itu.

Jika temannya....

Davira tak punya teman bernama.....

Ponsel Davira berbunyi, sebuah nomor asing menghubunginya

"sudah angkat tuh telepon.

Kak Mila mau pulang dulu ya.

Bye bye Vira" ucap suster Mila bergegas pergi.

Kini tinggal Davira yang menatap ponselnya tanpa mau mengangkatnya.

Suara dering panggilan masuk berkali-kali sangat menggangu hingga akhirnya Davira mengangkatnya

"Hallo...."

"Hai kucing liar ku, mengapa lama sekali mengangkatnya???" Tanya suara bas seorang pria. Davira menyipitkan matanya berusaha mengingat dimana ia pernah mendengar suara pria di ujung telepon itu

"siapa kau?????"

"Apa kau melupakan aku manis

Ya Tuhan sakit sekali hatiku.

Kita baru bertemu dua hari lalu....."

"Dasar orang gila, dari mana kau memiliki nomer ponselku????" Bentak Davira tak sadar

"Ckckck galak tapi aku suka

Baby semoga oeprasi mamamu berhasil ya"

"operasi????" Davira teringat ucapan suster Mila, ia lngsung bisa menebak jika pria itu ada sangkut pautnya

"Apa kau bernama Steven???"

"Astaga baby, pria setampan diriku kau lupakan???" Steven merasa sedih juga senang, ternyata wajah tampannya seolah tak berpengaruh bagi Davira.

Wanita itu bahkan melupakannya semudah itu.

"temui aku sekarang" ucap Davira lalu memutuskan panggilan teleponnya.

Davira lalu mengetikkan alamat cafe di sebrang rumah sakit.

Davira sengaja memilih cafe yang berada di luar rumah sakit, karena ia tak ingin gosip tentangnya dan pria aneh itu makin menyebar

Tak perlu waktu lama, pria itu tiba kali ini ia sendirian.

Harus Davira akui, pria itu memiliki magnet tersendiri yang membuat ia menjadi pusat perhatian para wanita

"Malam kucing liar ku

"Apa yang kau mau dariku sebenarnya???" Tanya Davira to the point tanpa membalas sapaan Steven.

"Aku suka gadis yang terang-terangan" ucap Steven sambil menjilat bibirnya sendiri.

ia sungguh makin menyukai Davira.

Ia menyukai tantangan, dan itu ia dapat dari Davira.

selama ini semua wanita yang mengejarnya untuk naik ke atas ranjang demi kehidupan nyaman, namun Davira berbeda

"enggak usah banyak basa-basi, Apa tujuanmu membiayai operasi mamaku????

Apa kau bermaksud memberi kebebasanku????

Atau kau memiliki motif lain dibalik kebaikanmu yang palsu itu???? Tanya Davira sinis menatap ke arah Steven

"Apa kau tak pernah mendapatkan kebaikan dari orang lain sehingga kau selalu berburuk sangka pada kebaikan orang lain???? Come on kucing liar, Aku hanya ingin membantumu tak lebih"

Steven tak terlihat marah iya malah tertawa dan dalam hati kagum dengan pendirian yang dimiliki oleh davira.

Ia tak mengira bahwa di zaman seperti ini masih bisa menemukan wanita setegar davira.

Entah mengapa tujuannya yang ingin memang ingin membeli Davira secara tak terlihat kini motifnya terlihat dan iya berubah pikiran.

Steven merasa tertantang ingin menaklukkan Davira. Senyum licik tersemat di wajahnya yang tampan.

"Apapun motifnya jika aku mengatakan ingin membantumu Apa aku salah??????"tanya Steven dengan senyum tersungging di bibirnya

"Salah,

karena aku tak mengenalmu.

Dan kita bukan teman dekat"

"Bukankah kita sudah berteman dua hari lalu????"tanya Steven

"Dalam mimpimu.

Aku tak ingin berhubungan denganmu jadi tuan Steven Gerard yang terhormat..

"Apa alasannya apa Kau pikir aku bodoh???? Kau pria Flamboyan yang biasa menghamburkan uangmu untuk membeli seorang wanita. Dan harus kau tahu sekalipun aku tak memiliki uang spesial pun aku tak ingin mengemis di bawah kakimu. Aku masih bisa mencari uang dengan kakiku sendiri"ucap Devira menatap tajam ke arah Steven.

1
Soraya
dh tamat ya mksh thor karyanya
Soraya
Lumayan
Soraya
bukannya ada satu ibu ibu yg tau klo margareth jatuh sendiri kebetulan ibu itu yg kasih air minum buat davira
Soraya
davira jdi cewe murahan banget sih
Soraya
rajin sholat tp zinah Jln trus
Isnay Maulani
mampiiiir thor 💕💕
niara
bagus ceritanya mengajarkan sepahit apapun kejujuran akan mendatangkan bahagia meski dalam ceritanya banyak yg bertentangan dg nilai agama tapi itulah kenyataan hidup jaman sekarang yg mana sex bebas bukan tabu lagi 🙏
Retno Elisabeth
heboh davira n nita
Retno Elisabeth
semangat thor
Retno Elisabeth
semangat vira
Retno Elisabeth
mampir thor
wife seokjin 💜
ya ampun udh tamat aja mana blom liat anak Steven lahir pula 😭😭😭😭😭
Latifah
novel lain mn thor
Mila Jamilah
tamat Thor 😢😢 ... sedih aku tuh
Desire pooh: hahah iya kak tamat, ada novel baru yang mau rilis mampir yuk
total 1 replies
Mila Jamilah
akhirya kebongjar jugga thorr .. episode yg d tunggu tunggu . lanjutt up thor . selalu d tunggu update selanjut nya 👍 ... semanggat thor 💪💪 ...

rajin up yah thor selalu d tunggu ..
Latifah
up thor ..rasain Margaret 😥
Latifah
lanjut Thor seruu ni
Liswati Angelina
pusing pusing tuh kepala....
Wiwit Manies
lanjooott
Mila Jamilah
😭😭😭 .. lanjut Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!