NovelToon NovelToon
Ketika Cinta Harus Memilih

Ketika Cinta Harus Memilih

Status: tamat
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Tamat
Popularitas:38.1k
Nilai: 5
Nama Author: dianshen

7 tahun bukanlah waktu yang singkat untuk pasangan suami isteri Mia dan Shendy membina rumah tangga, dan kebersamaan mereka selama ini kurang lengkap karena belum hadirnya buat hati di tengah-tengah kehidupan mereka


Shendy memang tidak mempermasalahkan hal itu, bisa hidup bahagia bersama sang isteri sudah cukup baginya namun berbeda dengan Mia, wanita itu selalu merasa kesepian dan sedih kerap kali membayangkan adanya kehadiran anak di rumah mereka


Bahkan Sendy kerap kali harus menghibur sang isteri setiap kali mendengar kabar berita kehamilan para sahabatnya


Shendy merupakan sosok yang penyabar dan sangat mencintai isterinya tapi rasa cintanya di uji ketika sang isteri mengungkapkan keinginan konyolnya pada Shendy hingga membuat pria tersebut marah besar dan terjadilah pertengkaran hebat diantara keduanya


Apakah keinginan konyol sang isteri hingga membuat Shendy yang penyabar itu marah besar?

Simak terus cerita selanjutnya!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dianshen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8

Pagi-pagi sekali Sendy sudah berangkat ke kantor sedangkan Mia sendiri sedang sibuk di dapur membuatkan bekal makan siang untuk sang suami

Selesai memasak, Mia memilih untuk mandi dan bersiap-siap setelah rapih Mia pun kembali

ke dapur untuk meraih kotak bekal yang sudah ia persiapkan

" Bi aku pergi dulu ya ke kantornya mas Sendy !" pamit Mia kepada art nya

" Iya non Mia, hati-hati " seru art tersebut

Saat di perjalanan menuju kantor tempat suaminya bekerja tiba-tiba ponsel Mia berdering dan ketika melihat nama yang tertera di layar ponselnya Mia dengan cepat menepikan mobilnya lalu mengangkat panggilan telpon tersebut

" Bagaimana?" tanya seseorang di seberang telepon tanpa berbasa-basi

" Assalamualaikum!" ucap Mia mengingatkan

" Eh, iya maaf , wa'alaikum salam!" sahutnya terburu-buru

" Emm.. bagaimana Mi apa kamu sudah bicara dengan suamimu ?" tanya Siska yang sudah tidak sabaran ingin mendengar hasilnya

" Alhamdulillah sudah" jawab Mia

" Terus bagaimana hasilnya?" Siska tapi mas Sendy menyerahkan semuanya padaku" jawab Mia

" Suamiku menyerahkan keputusannya kepadaku" jawab Mia

" Bagus dong!" " Reaksi Siska yang merasa berhasil mempengaruhi Mia

" Lalu kapan rencanamu untuk melaksanakan program itu?"

" Entahlah, aku belum membicarakannya lebih lanjut"

" Ayolah Mia, sebaiknya kau cepat menentukan waktunya, menurut ku lebih cepat lebih baik dengan begitu kamu akan segera punya anak kan?"

" Hem!" Entah kenapa Mia kini menjadi sedikit ragu

" Apa sebenarnya kau sendiri yang belum siap?" tebak Siska

" Bukan begitu, aku hanya ingin membicarakan ini lebih serius lagi dengan suamiku setelah itu baru aku akan menentukan kapan waktunya yang tepat"

" Baiklah kalau itu mau mu, jangan terlalu lama menunda hal baik karena kesempatan tidak akan datang dua kali!"

" Iya" sahut Mia

Sambungan telepon pun terputus, Mia mengusap wajahnya kasar seraya memukul stir mobilnya

"Apakah keputusan ku untuk menghadirkan Marisa ke dalam rumah tangga adalah keputusan yang benar?" gumam Mia bermonolog dengan dirinya sendiri

Entah bagaimana perasaannya saat ini, ada rasa bahagia tapi juga bercampur rasa sakit hati ketika membayangkan sang suami bersama wanita lain

Sanggupkah ia melewati masa-masa itu? beruntung jika wanita itu langsung hamil tapi jika tidak, bagaimana nasib ke hidup rumah tangganya nanti

Karena tidak mau larut dalam pikirannya yang masih abu-abu, Mia memilih untuk kembali melanjutkan perjalanannya menuju kantor sang suami

Setibanya di gedung yang menjulang tinggi Mia langsung turun dari dalam mobilnya dan menuju ruangan Sendy

Ada beberapa karyawan yang memang mengenal siapa Mia menyapanya dengan sopan ketika berpapasan dengannya

Mia pun membalas sapaannya dengan melempar senyum sopan dan hal itu yang membuat karyawan menyukai sosok Mia

" Mba Monic pak Sendy nya ada enggak?" tanya Mia pada Monic

" Ada bu di ruangannya" jawab mba Monic

" Oke terima kasih ya, aku langsung ke ruangannya aja" Mia pun langsung mengayunkan kakinya menuju ruangan sang suami yang bersebelahan dengan ruang CEO

" Tapi bu_!" belum sempat memberitahu Mia sudah lebih dulu pergi menuju ruangan Sendy

" Semoga aja wanita yang tadi masuk ke ruangan pak Sendy bukan siapa-siapanya pak Sendy, melihat dandanannya yang begitu seksi bisa memicu perang dunia ini sih!"gumam Monic menatap punggung Mia yang sudah menghilang dibalik pintu ruangan Sendy

Ceklek

" Sayang!" Mia seketika terkejut ketika melihat seorang wanita yang tidak asing dimatanya tengah berada di dalam ruangan sang suami apalagi melihat penampilan wanita itu yang nampak begitu seksi membuat mata Mia memincing penuh selidik

" Mia!" beo Sendy yang tidak kalah terkejutnya ketika melihat kedatangan isterinya

Mia menatap penuh tanda tanya ke arah arah Sendy dan wanita yang saat ini tengah berada satu ruangan dengannya

" Ka... kalian?" tiba-tiba dadanya terasa sesak ketika melihat pemandangan yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya, apalagi setahu Mia sang suami dan wanita itu baru pertama kali bertemu tapi hari ini kenapa keduanya terlihat seperti sudah kenal lama

" Sayang kenapa datang enggak kasih kabar dulu?" tanya Sendy yang bersikap biasa

" Aku hanya ingin membuat kejutan tapi rupanya aku yang malah dibuat terkejut" sindir Mia lalu melirik kearah wanita yang masih duduk di sofa dengan sikap santainya

Wanita itu perlahan beranjak dari duduknya dan menghampiri Mia yang kini tengah berdiri di samping Sendy

" Hai, apa kabar ? aku senang banget loh bisa bertemu kamu lagi?" sapanya dengan senyum yang menghiasi wajah cantiknya

" Baik, kamu sendiri sedang apa di sini? dan bagaimana kamu bisa berada di kantor suamiku?" tanya Mia dengan sedikit tidak ramah

" Sayang!" Sendy berusaha menenangkan Mia yang nampak terbakar emosi

" Kenapa? apa jangan-jangan selama ini kalian bermain di belakang ku, iya?" cecar Mia dengan nada suara yang sudah meninggi

" Kamu ini kenapa sih enggak jelas gitu, marah-marah dan juga seenaknya nuduh orang yang enggak-enggak" kesal Sendy menatap tajam sang isteri

" Kamu marah mas? kamu bentak aku, iya?" marah Mia

" Bukan begitu sayang, aku hanya ingin kamu tahu kalau apa yang kamu tuduhkan itu enggak benar" sahut Sendy berusaha menjelaskan

" Ekhem..!" Mia dan Sendy langsung menoleh ketika mendengar suara deheman seseorang

" Kalian ini bertengkar kok enggak lihat tempat sih, masih ada aku loh disini!" ucap wanita itu dengan santainya tanpa merasa berdosa padahal yang memicu terjadinya pertengkaran karena keberadaan dirinya

" Duduklah dulu Mba Mia, kita bicarakan hal ini baik-baik dan jangan salah paham!" ujar wanita itu dengan lembut

Mia pun dengan berat hati mendudukkan dirinya di sofa yang berada di hadapan wa diikuti oleh Sendy yang duduk disampingnya

" Maaf, mungkin kedatangan ku membuat kamu jadi salah paham " tuturnya

Mia diam menyimak ucapan Wanita itu yang tidak lain adalah Marisa.

Marisa yang tidak ingin rencananya gagal dengan cepat mengolah isi pikirannya dan berusaha mengarang cerita sendiri agar Mia tidak curiga kepadanya dan masuk ke dalam jebakannya

Mia yang awalnya tidak percaya dengan apa yang dilihatnya dan menaruh rasa curiga pada Marisa dan suaminya seketika berubah pikiran setelah mendengar penjelasan dari Marisa yang mengatakan kalau dirinya tidak tahu kalau ternyata Sendy bekerja di perusahaan yang saat ini tengah menjalin kerjasama dengan perusahaan tempat dirinya bekerja

" Maaf mba Mia, ini hanya kebetulan saja awalnya aku juga sama terkejutnya seperti mba Mia ketika melihat pak Sendy" ucap Marisa dengan menampilkan wajah bersalahnya

" Aku tidak menyangka ternyata perusahaan kami menjalin kerjasama dan kebetulan atasan ku yang memerintahkan aku untuk datang mewakili perusahaan" ujar wanita itu memberi penjelasannya

Mia mengangguk pelan ia tidak mau menjadi wanita pencemburu buta yang menuduh suaminya tanpa bukti

Sendy yang tidak sengaja melihat senyum licik seorang Marisa nampak mengepalkan tangannya

" Bisa-bisanya dia berkilah dan mengarang cerita" Gumam Sendy dalam hati

Marisa melirik Sendy dengan senyum penuh kemenangan

" Tidak apa-apa, sudahlah lupakan saja tadi aku hanya sedikit terkejut" ucap Mia

" Apa kau datang membawakan bekal makan siang untuk suamimu?" tanya Marisa melirik kotak makan yang ada di tangan Mia

" Iya". jawab Mia

" Kalau begitu, aku pamit ya aku tidak mau mengganggu acara makan siang kalian !" ucap Marisa dengan sopan

" Apa kamu tidak ingin bergabung makan siang bersama kami?" ucap Mia menawarkan Marisa makan siang bersama

" Ah tidak terima kasih lain kali saja, aku masih ada urusan" tolak Marisa dengan sopan

" Oh!"

"Baiklah kalau begitu, aku pamit ya, mari pak Sendy semoga kerjasama kita berjalan lancar!" pamit Marisa lalu beralih pada Sendy

" Ya!" jawab Sendy datar

Setelah Marisa pergi kini hanya tinggal Mia dan Sendy

" Apa kamu cemburu?" tanya Sendy melihat wajah Mia yang masih ditekuk

" Tidak!" jawab Mia dingin

" Kalau tidak cemburu kenapa wajahmu cemberut begitu?"

Mia yang sedang membuka kotak bekal makan siangnya langsung menghentikan gerakan tangannya lalu melirik tajam sang suami

" Apa benar kalian hanya bertemu secara kebetulan?" tanya Mia memicingkan matanya penuh selidik

" Menurut mu?" bukan menjawab Sendy malah kembali melemparkan pertanyaan kepada Mia

" Mas ih !" Mia menghentakkan kotak makannya karena kesal

Sendy geleng-geleng kepala melihat tingkah sang isteri yang sedang mode cemburu

" Jika karena hal sekecil ini saja sudah membuat hati mu merasa sakit dan tidak nyaman apalagi jika aku benar-benar bersama dia untuk melakukan rencana yang sudah kamu buat dengan temanmu Siska menjadikan wanita itu sebagai wanita yang akan melahirkan anak dari benih ku?"

Jlep

Mia langsung tercekat, lidahnya pun Kelu tak mampu lagi berkata-kata karena memang benar dia sendiri yang sudah merencanakan hal bodoh itu tapi baru seperti ini saja rasanya sudah sangat sakit apalagi nantinya ketika melihat wanita itu dengan perutnya yang membuncit apakah dia sanggup menahan rasa sakit itu

" Aku hanya terkejut bukan cemburu" kilah Mia tidak sesuai dengan isi hatinya

Sendy tersenyum miring " Lalu apa kamu masih mau melanjutkan rencana mu itu?"

Mia bergeming lalu menarik napas panjang dan dihempaskan dengan kasar

" Tentu saja!" jawabnya berusaha terlihat santai

" Sudahlah mas, jangan bahas itu dulu sebelum selera makan kita benar-benar hilang sebaiknya kita makan dulu!" Ucap Mia yang sudah menyiapkan makan siang untuk sang suami

Sendy menerima makan siang yang disodorkan oleh Mia lalu perlahan menikmatinya dia juga tidak ingin gara-gara Marisa asam lambungnya naik karena telat maka

Usai makan siang bersama Mia memutuskan untuk pulang saja, membahas masalah pribadi mereka di kantor pun bukan cara yang tepat, Mia tidak ingin urusan pribadi mereka mengganggu konsentrasi kerja suaminya

Sesampainya di rumah Mia langsung masuk ke dalam kamar tapi sebelumnya dia sudah meletakkan kotak bekal yang sudah kosong di tempat pencucian piring

Setelah berada di dalam kamar wanita itupun langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri

Usai mandi masih dengan menggunakan bathrobe Mia merebahkan dirinya di atas kasur matanya menatap langit-langit kamarnya

" Apa keputusan aku ini benar tidak ya, kenapa belum apa-apa aja rasanya sudah sesakit ini bagaimana jika mereka melakukan program itu? ahhhkk.... rasanya belum apa-apa aja udah bikin sesak dan sakit hati!" rancau Mia

" Tapi jika tidak dengan cara itu bagaimana kami punya anak?" Mia dilema sendiri

Tok

Tok

Tok

Mia yang sedang bermonolog dengan dirinya sendiri terperanjat kaget ketika mendengar suara ketukan pintu dari luar

" Non... non Mia!" terdengar suara Art yang bekerja di rumah Mia memanggil namanya dari balik pintu

Mia menghembuskan nafasnya kasar lalu beranjak dari duduknya " Iya bi sebentar!" teriaknya menyahuti si bibi yang sedang menunggunya di depan pintu

Ceklek

" Ada apa bi?" tanya Mia

" Itu non di bawah ada non Zaira, non Lia dan juga non Mita" ucap bibi memberitahu Mia yang langsung terbelalak ketika mendengar nama Mita sahabatnya yang sudah lama tidak berjumpa dengannya

" Mi.... Mita bi? bibi serius kan enggak sedang bercanda?"

Si bibi pun tergelak " Ya enggak atuh non buat apa bibi bercanda" sahut si bibi

" Yaudah aku siap-siap dulu ya bi, tolong buatkan minum bi sama cemilannya" ucap Mia kepada art nya

Mendengar nama sahabatnya Mita sungguh membuat Mia merasa sangat senang bukan main

" Siap non" seru bibi lalu pamit pergi

Mia bergegas mengganti pakaiannya, wanita itu ingin segera menemui para sahabatnya itu terutama Mita

1
Lilik Juhariah
bagus ceritanya Thor kereeeen GK bs konent
Lilik Juhariah
aduuuh nyesek
Lilik Juhariah
sedih banget, nyesek
Lilik Juhariah
kereeen ceritanya , gk belibet gk banyak drama trs penyusunan katanya luar biasa
Lilik Juhariah
bagus lho ceritamu Thor, tapi blm ada yg notif hingga sedikit yg baca, penulisannya , alur tata bahasa keren lho ,
Lilik Juhariah
ahirnyaaa ada pelangi setelah hhujan
Lilik Juhariah
simalakama , lbh baik bercerai tapi menikah gk dianggap , dan gk mungkin gk ada iri dlm poligami,
Lilik Juhariah
bknnyz membujuk Mia ,malah kabur sebulan gk pulang, cinta modelan apa
Dhiana Wiyanshena
Terima kasih kakak🙏🤗
Lilik Juhariah
bagus lho ceritanya , alurnya juga mengena gk belibet banyak drama, kereee thor
Lilik Juhariah
aduuuh bacanya sport jantung sedih bangeeet
Dian mamah Rafa
terus semangat kk....terus berkarya.....lanjutkn kisah"yg lain yg blm tamat juga....
Dian mamah Rafa
kk knp yg chesy sama amar ko gak d lanjut lg ..
Dian mamah Rafa
selamat buat mia dan sendy...akhirny d beri kesempatan hamil....dlm penantian panjang ......
Anis Rohayati
serru bgt akhir nya mia selamat ka dan hamil pula 😍😍😍😍
Dian mamah Rafa
yg meninggal siapa kk..melati atau mia....semoga saja melati...yg d nyatakan hamil mia...
Anis Rohayati
jadi ga semangat buat lanjut ka karna mia meninggal ka
Anis Rohayati
mudah2han si jalang melati aja yg meninggal ka enak bgt bahgaia si jalang melati
Anis Rohayati
sumpah kaga seru klu mia meninggal ka
Desi Aja
☺️☺️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!