WARNING!! Novel ini mengandung Emosi Jiwa😎Jadi Komenlah sesuka hati kalian, jika itu pada pemeran😁
Maya harus menikah dengan pria dingin dan kejam bernama Carlen. Mereka terpaksa menikah karena permintaan sang kakek, dari Carlen.
Namun, siapa yang menyangka. Jika pernikahan Maya harus melalui banyak cobaan dan terjangan badai. Bukan hanya dari suami dan mertuanya saja, tapi dari pihak ketiga juga.
"Aku tidak akan pernah, mencintaimu! Dasar kau wanita rendah!" geram Carlen sambil mendorong tubuh Maya hingga jatuh dan mengenai pecahan beling.
Apakah rumah tangga mereka akan langgeng? Apakah cinta akan tumbuh di hati Carlen untuk Maya? Dan apakah, Maya bisa bertahan demi cintanya?
Simak hanya di Novel ini yuk!! JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KALIAN BESTIE🙏🏻😘DAN KOMENLAH YG BIJAK
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aisyah az, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Permintaan Kakek Albert
Happy reading.......
Sesampainya mobil Felix di rumah sakit, pria itu langsung turun dan menanyakan ke arah resepsionis tentang keberadaan kakeknya Maya. Namun resepsionis tersebut tidak memberikan alamat, karena di sana memang sangat terjaga privasinya.
Felix sudah tahu akan hal itu, kemudian dia menyerahkan kartu namanya, dan resepsionis itu pun menganggukan kepala saat melihat nama Felix. Lalu memberikan alamat rumah kakek Albert.
Sementara itu, Carlen yang sudah lelah mencari Maya yang tidak kunjung ditemukan, akhirnya pulang ke Mansion. Dia tidak peduli jika nanti kakeknya akan marah. Pria itu akan mencari alasan supaya sang kakek tidak memarahinya lagi.
''Mungkin saja memang dia sudah tersesat di sini? Biarkan saja, biar enyah sekalian dari hidupku,'' ucap Carlen dengan sinis sambil keluar dari mobilnya saat sudah sampai di Mansion.
Pria tampan itu pun masuk, dan di sana sudah ada kakek Albert yang sedang menunggunya di ruang tamu. Sebab dia mendapatkan pesan dari satpam, jika Carlen sudah kembali.
''Carlen, di mana Maya?'' tanya kakek Albert saat Carlen masuk, namun tidak melihat cucu menantunya.
''Aku belum menemukannya, Kek. Aku capek. Lagi pula, aku juga belum makan,'' jawab Carlen dengan lesu.
Dia tadi pagi memang belum sempat sarapan, pria itu hanya memakan hot dog saja.
''Bagaimana bisa kamu seperti itu? Maya itu 'kan istrimu, Carlen? Jika terjadi apa-apa dengannyax bagaimana? Ini 'kan baru pertama kali dia ke Jerman. Kalau sampai dia nyasar, apa kamu mau bertanggung jawab!'' bentak kakek Albert sambil membuang napasnya dengan kasar.
''Tuan besar, tolong jangan marah-marah. Redakan emosi Anda,'' ucap Mike memperingatkan kakek Albert.
Pria tua itu pun mengusap dadanya, mencoba menetralisir emosi yang saat ini tengah memuncak. Ingin sekali dia menghajar sang cucu, tapi kakek Albert mencoba untuk menahannya.
''Jika dia nyasar, itu bukan kesalahanku Kek. Dia sendiri yang pergi tidak menungguku terlebih dahulu. Bukannya sebagai seorang istri itu, dia harusnya nurut sama suaminya? Ini main kabur-kabur aja. Jadi di sini bukan kesalahanku 'kan?'' jawab Carlen dengan lantang.
Padahal kenyataannya, dialah yang meninggalkan Maya untuk mencari Freya. Karena dia melihat wanita yang sangat mirip dengan mantan kekasihnya tersebut, orang yang sampai saat ini masih bersemayam di hatinya. Bahkan tidak tergantikan oleh Maya.
Saat mereka tengah berdebat, tiba-tiba saja seorang wanita dan juga pria masuk ke dalam rumah. Dan kakek Albert langsung melihat ke arah pintu, karena dia sangat mengenal suara itu.
''Assalamualaikum,'' ucap Maya.
''Waalaikumsalam,'' jawab kakek Albert. Dia begitu bahagia saat melihat Maya berjalan mendekat ke arahnya.
Sedangkan Carlen menatap bingung saat melihat istrinya berjalan dengan seorang pria tampan. Namun entah kenapa dia tidak asing dengan wajah pria itu.
Bukankah dia CEO dari perusahaan Dalgoberto Corp? batin Carlen.
Maya mencium tangan kakek Albert, lalu bergantian mencium tangan Carlen. Kemudian pria tua itu menyuruh Maya untuk duduk di sofa bersama dengan Felix.
Kakek Albert juga penasaran, siapa pria tampan yang mengantarkan cucunya pulang. Semalaman Maya menghilang, dan dia pulang bersama dengan seorang pria, tetapi kakek Albert tidak ingin berpikiran negatif dulu. Sebab dia sangat mengenal Maya seperti apa.
''Lihat Kek! Dia sudah menghilang, kabur dariku, sampai membuat semua orang pusing mencarinya semalaman. Terus sekarang, pulang-pulang bersama dengan seorang pria? Habis dari mana kamu, hah? Aku mengajakmu ke sini untuk menengok keadaan kakek, bukannya kamu senang-senang dengan pria bule yang ada di sini!'' tuduh Carlen dengan tatapan sinis ke arah Maya.
Wanita itu cukup terkejut saat mendengar tuduhan suaminya. Padahal kemarin yang meninggalkan dia adalah Carlen, sampai Maya tidak tahu harus ke mana.
''Mas, bukannya---''
''Kamu mau membantah? Kemarin aku suruh menunggumu di kursi saat aku akan membeli minuman, dan ketika aku kembali, kamu sudah tidak ada di sana. Tidakkah kamu tahu, kita ini pusing semalaman mencarimu, tapi pulang-pulang malah membawa pria? Dia siapa? Selingkuhanmu?'' Carlen bertanya dengan nada yang sewot.
Maya mengerutkan keningnya saat mendengar ucapan pria itu, tapi seketika dia paham, jika Carlen membalikan sebuah fakta. Lagi-lagi Maya hanya bisa pasrah, jika di sini dia yang harus disalahkan.
''Maaf Mas, kemarin aku hanya berjalan-jalan,'' jawab Maya dengan wajah yang terlihat begitu sendu.
''Maaf Tuan, Anda ini siapa? Kenapa bisa bareng bersama dengan cucu saya?'' tanya kakek Albert kepada Felix.
''Nama saya adalah Felix Dalgoberto. Kebetulan kemarin malam, saya menemukan Nona Maya pingsan di pinggir jalan karena kedinginan. Akhirnya saya membawa dia ke rumah. Untung saja Nona Maya ingat di mana Anda dirawat, jadi saya meminta alamat rumah Anda,'' jelas Felix.
Kakek Albert menatap ke arah Carlen, tapi pria itu malah mengalihkan pandangannya. Sedangkan Felix menatap Carlen dengan tatapan menyipit. Entah kenapa, dia merasa jika pria itu tidak mencintai Maya. Ada sesuatu hal yang disembunyikan oleh Carlen.
Kenapa reaksinya seperti itu saat istrinya kembali? Sepertinya rumah tangga mereka tidak sehat? Sudahlah, itu bukan urusanku. batin Felix.
Setelah berbasa-basi, pria itu pun pamit dari kediaman kakek Albert, karena sebentar lagi dia juga harus menghadiri meeting yang penting. Tidak lupa, Maya juga mengucapkan terima kasih, karena Felix sudah menolongnya.
Entah apa yang akan terjadi kepada dirinya, jika saja Felix tidak menolong dan membawanya ke rumah. Mungkin saja wanita itu sudah tinggal nama saja, karena cuaca di Jerman juga sangat dingin.
Setelah kepergian Felix, kakek Albert menatap ke arah Maya dan juga Carlen bergantian. Dan saat pria tampan itu beranjak dari duduknya untuk meninggalkan ruang tamu, tiba-tiba saja kakek Albert menahannya.
''Tunggu Carlen! Kamu mau ke mana? Kakek ingin bicara sesuatu dulu kepada kamu dan juga Maya. Ini hal yang penting,'' ucap kakek Albert.
''Soal apa itu Kek? Apa Kakek tidak ingin memarahi Maya? Pulang-pulang bersama dengan pria lain?'' Carlen masih memojokkan Maya.
Dia ingin jika wanita itu juga dimarahi oleh kakeknya, dan Carlen juga mau Maya terlihat jelek di mata pria tua tersebut, tetapi sayang, sia-sia saja usaha Carlen. Sebab kakek Albert percaya 100% kepada Maya, jika wanita itu tidak akan pernah macam-macam.
''Kakek percaya kepada Maya, dia tidak mungkin berselingkuh dan melakukan hal di di luar batasnya sebagai seorang istri. Sudahlah, sekarang ada yang ingin Kakek bicarakan dengan kalian.''
''Soal apa itu, Kek?'' tanya Carlen.
''Kamu tahu 'kan, papamu sudah meninggal? Dan kali ini penerus dari Dalmiro Group adalah kamu, Carlen. Namun sebelum kamu menjadi pemilik sah dari perusahaan, Kakek mau meminta satu permintaan sama kamu,'' ucap kakek Albert.
''Permintaan apa itu, Kek?'' jawab Carlen dengan tatapan menyipit.
''Kakek ingin, kamu dan juga Maya memiliki keturunan. Dan setelah Maya melahirkan putra dari kamu, maka kakek akan menyerahkan perusahaan kepadamu, tapi sebelum itu, maka jangan pernah berharap. Walaupun kakek nanti sudah tiada, lebih baik menyumbangkannya ke panti asuhan,'' jelas kakek Albert.
''Apa! Anak?'' kaget Carlen. Sedangkan Maya hanya diam saja sambil menatap sang kakek dengan Shock
BERSAMBUNG....
Nah looh, emang enak🤣🤣Kenapa kau jahat kali Carlen? Membolak balikan fakta😥
memaafkan boleh tp klo kembali lebih baik sendiri atau cari yg laen krn cam gak ada pembalasan buat suami yg zalim dan tega...
keledai aja nggak mau jatuh dua kali kedalam lbang yg sama
nggak usah pinter pinter
ogaahhh
nggak sudi.. najiiis" kalau jd rania aku jawab gitu