Tidak di restui oleh sang ibu mertua membuat Nayla harus mengalami banyak tekanan selama tinggal di rumah suaminya yang bernama Robert. Tekanan batin yang di rasakan oleh Nayla semakin berat lantaran sang ibu mertua pandai menyembunyikan keburukannya di hadapan putranya Robert, sehingga sering terjadi salah paham antara Robert dan Nayla mengenai ibunya.
Derita apa sajakah yang di alami oleh Nayla selama tinggal bersama keluarga mertua yang tidak menyukai kehadirannya? Simak kisahnya di sini😘
Follow ig @t_l_handayani 😍
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon T. L. Handayani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sepuluh Ribu
Tubuh Nayla terasa lemas dan tak bertenaga menghadapi perlakuan ibu mertuanya dari hari ke hari yang semakin menekannya.
"Sudah sana kamu ke belakang dan kerjakan tugas kamu!" bentak Nyonya Indri sambil kembali mendorong tubuh Nayla dengan kasar hingga tubuh Nayla terhempas ke dinding.
Nayla menarik nafas dalam, namun dadanya terasa begitu sesak. Air matanya senantiasa hadir sebagai saksi luka batin dan raganya.
"Eh tunggu, tunggu...! " teriak Nyonya Indri ketika Nayla baru saja melangkah kan kakinya menuju dapur.
"Nanti kalau Robert tanya apakah bapak kamu sudah di bawa ke Rumah Sakit atau belum, kamu tentu tahu kan apa yang harus kamu katakan? Dan satu lagi, jangan pernah kasih tahu pada suamimu jika orang tuamu sakit atau bahkan jika mereka mati sekalian! Kamu paham?"
Hati Nayla terasa bagai tertusuk pisau yang tajam mendengar kalimat itu. Tubuhnya masih mematung dan berat untuk melangkah usai menelan kata kata pahit yang di lontarkan oleh sang ibu mertua yang kejam.
"Heh, ngapain masih berdiri di situ? Cepat kerja sana!" suara Nyonya Indri melengking menusuk gendang telinga Nayla serta menusuk hati dan jiwanya. Tidak pernah dia duga jika ibu mertuanya akan sekejam itu kepadanya.
Hari itu seperti biasa, usai mengerjakan pekerjaan rumah yang harusnya di kerjakan oleh seorang pembantu, Nayla menyiapkan menu makan siang. Sejak hari pertama Robert masuk kerja setelah menikah, Nyonya Indri mengalihkan semua pekerjaan pembantunya kepada Nayla, kecuali pada hari minggu dimana Robert sedang berada di rumah.
Tepat pukul dua belas siang, menu makanan yang di minta oleh Nyonya Indri sudah di siapkan di atas meja makan. Bersama dengan anak perempuannya yang bernama Vera, Nyonya Indri menyantap menu makan siang mereka. Tak jarang juga mertua Nayla itu mencari kesalahan Nayla ketika memasak makanan, meski sebenarnya rasanya enak, tapi Nayla sering mendapat makian oleh hal hal yang tidak masuk akal.
"Heh, sini kamu!" panggil Nyonya Indri. Nayla pun berlari kecil untuk mendekat kepada sang ibu mertua.
"Kalau masak itu yang benar dong! Saya tidak suka masakan dengan bumbu yang di haluskan dengan cara di blender, rasanya tidak enak. Jadi bumbu bumbu itu harus kamu uleg! Paham? Dasar nggak becus kerja! Bisanya nangiiis teruuus.." bentak Nyonya Indri tepat di telinga Aura. Padahal sebelumnya setiap masak selalu menggunakan blender untuk menghaluskan bumbu.
"Hari ini kamu tidak boleh makan! Ini aku kasih kamu uang sepuluh ribu dan beli makanan di luar. Masih untung aku berbaik hati memberi kamu uang!" cerocos Nyonya Indri sembari melempar uang sepuluh ribu ke wajah Nayla.
Karena merasa lapar, Nayla pun akhirnya keluar untuk membeli makanan dengan berpegang uang sepuluh ribu saja. Dia menyusuri pinggiran jalan untuk melihat harga makanan dengan harga sepuluh ribu, tapi di lingkungan kawasan elite sekitar rumah Robert tidak ada makanan dengan harga segitu. Dia pun akhirnya tetap meneruskan langkahnya hingga ke seberang jalan. Nampak ada seorang perempuan yang tengah berjualan gorengan, dan Nayla pun mendapat tiga macam gorengan yang bisa mengganjal perutnya dari rasa lapar.
Bukan tanpa alasan Nyonya Indri menyuruh Nayla membeli makanan di luar, ternyata dia sengaja ingin merekam aksi Nayla membeli gorengan di seberang jalan dan tentunya video itu akan beliau kirimkan kepada putranya Robert dengan di bumbui kata kata,
"Robert, maafkan Mama jika dulu Mama terlalu membuat istrimu sakit hati, sehingga sampai sekarang Nayla masih belum bisa memaafkan Mama. Bahkan sekarang dia mempermalukan keluarga kita dengan nekat membeli gorengan sambil berjalan kaki di seberang jalan. Dia juga sering berpenampilan seperti seorang pembantu, dan hal itu membuat Mama selalu di ledek teman teman arisan Mama. Mama mau Robert... "
Nyonya Indri melengkapi video dan pesan yang beliau kirim kepada putranya dengan emoji menangis, dan hal itu tentu saja mengundang emosi Robert saat itu juga.